<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perbedaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perbedaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Oct 2024 11:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perbedaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Presiden Prabowo Ajak Elemen Bangsa Bangun Indonesia dengan Hormati Perbedaan dan Kerja Sama</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-prabowo-ajak-elemen-bangsa-bangun-indonesia-dengan-hormati-perbedaan-dan-kerja-sama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[elemen]]></category>
		<category><![CDATA[hormati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215628</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pertamanya juga menegaskan perlunya demokrasi yang khas Indonesia, yaitu demokrasi yang santun dan damai, menghindari kekerasan serta adu domba. Untuk itu, presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, dengan menghormati perbedaan dan mengedepankan kerja sama. “Kita menghendaki demokrasi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pertamanya juga menegaskan perlunya demokrasi yang khas Indonesia, yaitu demokrasi yang santun dan damai, menghindari kekerasan serta adu domba. Untuk itu, presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, dengan menghormati perbedaan dan mengedepankan kerja sama.</p>



<p>“Kita menghendaki demokrasi yang sesuai dengan sejarah dan budaya kita, di mana berbeda pendapat tidak menimbulkan permusuhan,” kata Presiden Prabowo, saat memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029, di Gedung Nusantara MPR-DPD-DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024) tadi.</p>



<p>Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kesejahteraan rakyat. Presiden menekankan, bahwa kemerdekaan bangsa sejati adalah ketika rakyatnya terbebas dari ketakutan, kemiskinan dan penderitaan.</p>



<p>“Cita-cita kita adalah melihat wong cilik bisa tersenyum dan hidup sejahtera,” terangnya.</p>



<p>Tidak hanya berfokus pada isu dalam negeri, Presiden Prabowo juga menyampaikan sikap Indonesia di kancah internasional. Indonesia, menurutnya, akan tetap berpegang pada politik bebas aktif dan bersahabat dengan semua negara, tanpa bergabung dengan blok militer mana pun.</p>



<p>“Dalam menghadapi dunia internasional, Indonesia memilih jalan bebas aktif, non-blok, non-aligned,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Presiden Prabowo juga menegaskan solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina dan siap memberikan bantuan lebih lanjut dalam krisis kemanusiaan yang terjadi di sana. “Karena itu kita punya prinsip, kita harus solider, kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini. Karena itu, kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” kata Presiden Prabowo.</p>



<p>Selain itu, Presiden Prabowo pun memberikan apresiasi khusus kepada para pemimpin sebelumnya, terutama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang dianggapnya berhasil memimpin bangsa melewati berbagai tantangan, termasuk pandemi Covid-19. &#8220;Terima kasih Pak Jokowi. Anda akan dikenang sebagai salah satu putra terbaik Indonesia,” tutur Presiden Prabowo.</p>



<p>Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan segala permusuhan dan bersama-sama membangun masa depan bangsa dengan semangat gotong-royong. “Mari kita hentikan dendam dan kebencian. Bangun kerukunan dan gotong-royong, inilah kepribadian bangsa Indonesia,” paparnya.</p>



<p>Turut hadir dalam acara pelantikan diantaranya sejumlah pemimpin dan utusan khusus negara sahabat, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono. Selain itu, tampak hadir pula para pimpinan lembaga negara dan para ketua umum partai politik nasional. <strong>(hms/set/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215628</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemas Perbedaan Dalam Rayakan Kemerdekaan RI, FKAUB Malang Sajikan Gelar Barikan Nusantara 3</title>
		<link>https://memontum.com/kemas-perbedaan-dalam-rayakan-kemerdekaan-ri-fkaub-malang-sajikan-gelar-barikan-nusantara-3</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Aug 2024 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[sajikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213021</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Melalui gelaran Barikan Anak Nusantara ke tiga tahun 2024, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang, mengajak ratusan anak di Kota Malang untuk merasakan perbedaan di dalam merayakan Kemerdekaan Indonesia ke 79. Gelaran tersebut, dilaksanakan di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jumat (17/08/2024) tadi. Ketua Panitia, Pandita Muda Jenjen Irawan, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Melalui gelaran Barikan Anak Nusantara ke tiga tahun 2024, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang, mengajak ratusan anak di Kota Malang untuk merasakan perbedaan di dalam merayakan Kemerdekaan Indonesia ke 79. Gelaran tersebut, dilaksanakan di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jumat (17/08/2024) tadi.</p>



<p>Ketua Panitia, Pandita Muda Jenjen Irawan, menyampaikan bahwa dengan diadakan kegiatan tersebut diharapkan anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa dapat melihat secara langsung dan merasakan perbedaan, antar suku dan kebudayaan. Sehingga, dapat memiliki memori yang berharga bahwa Indonesia sangat indah.</p>



<p>“Inilah indahnya perbedaan. Di mana perbedaan itu kita bersatu untuk merayakan Kemerdekaan. Harapannya, mereka supaya mendapatkan memori yang berharga dan memori yang indah tentang Negara Indonesia ini,” kata Jenjen.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Jenderal FKAUB Malang, Pendeta David Tobing, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh semua agama dan kepercayaan. Mulai dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dan penghayat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Keunikan Barikan Nusantara ini nanti dalam pembacaan doa akan dibawakan oleh anak-anak lintas agama. Ini akan membuat sebuah awal dari semangat persatuan sejak dini (kecil) sehingga mereka sudah terbiasa untuk bersama sama di dalam perbedaan, termasuk di dalam doa,” ujar David.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa untuk prosesi Barikan Anak Nasional tersebut dilakukan mulai dari pawai tumpeng yang diarak dengan bantengan, lalu persembahan tari-tarian daerah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Nusantara, ditutup dengan teatrikal stop bullying dan kekerasan.</p>



<p>“Karena bullying dan kekerasan itu lagi marak, maka FKAUB sangat konsen akan hal ini. Mumpung ini acara barikan nusantara, kita ingin menyampaikan pesan bahwa dari Kota Malang kita juga mendukung stop bullying dan kekerasan bagi anak. Supaya mereka mempunyai masa depan yang indah dan bahagia,” jelasnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Barikan Anak Nusantara tersebut sudah ketiga kalinya digelar. Yakni mulai tahun 2022, 2023 dan 2024. Itu juga mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Terlebih, Barikan Anak Nusantara juga hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di Dunia. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Jombang Gelar Talk Show Pemahaman Perbedaan Serangan dan Henti Jantung</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-jombang-gelar-talk-show-pemahaman-perbedaan-serangan-dan-henti-jantung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 05:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210562</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; RSUD Jombang menggelar Talk Show Humas RSUD Menyapa terkait pemahaman perbedaan serangan dan henti jantung dengan nara sumber Dokter Spesialis Jantung RSUD Jombang, dr Ririn Faujiah Sp JP FIHA, Selasa (11/06/2024) tadi. Talk show yang berlangsung di Ruang Humas RSUD Jombang, juga mengupas semua yang terkait penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung RSUD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; RSUD Jombang menggelar Talk Show Humas RSUD Menyapa terkait pemahaman perbedaan serangan dan henti jantung dengan nara sumber Dokter Spesialis Jantung RSUD Jombang, dr Ririn Faujiah Sp JP FIHA, Selasa (11/06/2024) tadi. Talk show yang berlangsung di Ruang Humas RSUD Jombang, juga mengupas semua yang terkait penyakit jantung.</p>



<p>Dokter Spesialis Jantung RSUD Jombang menyampaikan bahwa serangan jantung dan henti jantung merupakan kedua kondisi yang jauh berbeda. Serangan jantung terjadi, akibat sumbatan arteri koronaria sehingga suplai darah ke jantung tidak adekuat. Di sisi lain, henti jantung merupakan gangguan kelistrikan jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdetak.</p>



<p>&#8220;Penyakit jantung koroner kebanyakan menyerang kelompok usia di atas 45 tahun. Namun ternyata, tidak jarang juga ditemui penyakit ini kepada penderita di usia 28 tahun,&#8221; ujarnya</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, penyakit jantung merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi jantung sehingga tidak berfungsi dengan normal. Istilah penyakit jantung, juga kerap dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular ini merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia dan sebagian besar karena serangan jantung dan stroke.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penyebab serangan jantung adalah penyakit jantung koroner, dimana akibat aliran darah yang memasok darah ke jantung terhambat. Sehingga, perlu mendapatkan pemeriksaan sesegera mungkin dan dilakukan penanganan, guna mencegah hal yang tidak diinginkan. Serangan jantung sendiri dapat menyebabkan masalah yang besar, bahkan kematian,” jelasnya.</p>



<p>Serangan jantung sendiri, ujarnya, terjadi karena pembuluh darah koroner yang memberikan suplai darah ke otot jantung tidak bekerja secara efektif. Karenanya, penting untuk mengetahui seperti apa gejala jantung. Gejalanya seperti nyeri dada yang dapat menjalar ke leher dan lengan kiri, napas pendek, nyeri ulu hati, mual dan keingat dingin. Apalagi, serangan jantung pada usia muda kerap kali tak terduga. Orang yang tampaknya sehat-sehat saja, sebelumnya bisa tiba-tiba kolaps akibat masalah jantung.</p>



<p>Dalam talk show tersebut, dr Ririn juga menghimbau kepada masyarakat, jika menemui gejala-gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter. Salah satu tindakan yang sudah dapat dilakukan di RSUD Jombang, yaitu kateterisasi jantung untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung koroner termasuk pemasangan stent atau ring pada pembuluh darah jantung. Prosedur ini, aman dilakukan dan jarang menimbulkan komplikasi.</p>



<p>“Jika merasa ada gejala-gejala tadi, segera datang ke Faskes kesehatan terdekat atau langsung ke rumah sakit. Yakni ke poli jantung untuk berkonsultasi, jalani pola hidup sehat, stop merokok, kontrol tekanan darah dan kolesterol serta kendalikan stres. Pendaftaran poli rawat jalan di RSUD Jombang yaitu Senin hingga Kamis pukul 07.00 sampai 12.30 WIB. Untuk Jumat pukul 07.0 sampai 11.00 WIB,” ungkapnya.</p>



<p>Saat ini, paparnya, RSUD Jombang mempunyai tiga dokter spesialis jantung. Yakni, dr Wahyu Widjanarko Sp JP FIHA, dr Ririn Faujiah Sp JP FIHA dan dr Achmad Shofwan Sp JP FIHA. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantau Pasar Tradisional dan Toko Ritel Modern, Pj Wali Kota Malang Sebut Perbedaan Harga Masih Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/pantau-pasar-tradisional-dan-toko-ritel-modern-pj-wali-kota-malang-sebut-perbedaan-harga-masih-stabil-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207279</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan pemantauan dan peninjauan harga bahan pokok di Pasar Tawangmangu, Pasar Blimbing dan salah satu toko ritel modern, Rabu (06/03/2024) tadi. Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa dari hasil pemantauan diketahui ada beberapa komoditi yang memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan pemantauan dan peninjauan harga bahan pokok di Pasar Tawangmangu, Pasar Blimbing dan salah satu toko ritel modern, Rabu (06/03/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa dari hasil pemantauan diketahui ada beberapa komoditi yang memiliki perbedaan harga. Meskipun begitu, rata-rata harga bahan pokok saat ini lebih stabil.</p>



<p>“Diantara dua pasar tradisional tadi, itu memang ada perbedaan harga dan rata-rata berbeda. Di Pasar Tawangmangu, itu harganya rata-rata lebih stabil dibandingkan Pasar Blimbing. Kalau di Toko Ritel Modern, harganya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, jika perbedaan harga itu disebabkan karena beberapa pedagang membeli bahan pokok dari tengkulak. Sehingga, harga relatif jauh lebih tinggi dibandingkan membeli langsung dari distributor.</p>



<p>“Jadi misalnya ada orang yang datang di Pasar Blimbing, kemudian beli di sana dan karena harganya sudah tinggi, ya dijualnya tinggi. Kalau di Pasar Tawangmangu, itu ada yang langsung ke distributor dan harganya lebih baik daripada Pasar Blimbing dan mereka lebih bisa mengatur,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Beberapa komoditi yang mengalami perbedaan harga, urai Pj Wali Kota Wahyu, diantaranya seperti gula pasir, beras hingga cabai. Di pasar tradisional sendiri, rata-rata harga gula itu Rp 17 ribu, namun di toko retail modern hanya Rp 16 ribu perkg. Termasuk, beras premium itu Rp 69 ribu per 5 kg.</p>



<p>“Rata-rata itu memang HET. Jadi, tidak ada kenaikan harga yang melonjak. Tetap stabil. Jadi misal di awal tahun naik, ya sampai dengan saat ini tetap segitu saja. Kemudian cabai, ada kemasan ukuran yang berbeda dan itu menjadikan banyak pilihan juga untuk pembeli,” tambahnya.</p>



<p>Dari hasil pemantauan di tiga tempat tersebut, Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan jika komoditi yang cenderung mengalami kenaikan harga yaitu gula, telur dan daging ayam. Hal itu, nantinya akan dikoordinasikan bersama dengan TPID, untuk mencari skenario yang terbaik. Terlebih, juga menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.</p>



<p>“Ini yang akan kita koordinasikan melalui High Level Meeting (HLM) dengan TPID yang harapannya bisa memberikan skenario-skenario. Termasuk juga kita koordinasikan dengan Kepala BKAD dan Diskopindag, apabila nanti ada intervensi dari TPID untuk menekan harga menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT), maka kita akan menggunakan BTT,” jelasnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Wahyu berharap, melalui pemantauan tersebut, nantinya pada saat menyambut Bulan Suci Ramadan harga-harga dapat terkendali dengan baik. Masyarakat pun bisa menjangkau untuk membeli bahan pangan pokok. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantau Pasar Tradisional dan Toko Ritel Modern, Pj Wali Kota Malang Sebut Perbedaan Harga Masih Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/pantau-pasar-tradisional-dan-toko-ritel-modern-pj-wali-kota-malang-sebut-perbedaan-harga-masih-stabil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206724</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan pemantauan dan peninjauan harga bahan pokok di Pasar Tawangmangu, Pasar Blimbing dan salah satu toko ritel modern, Rabu (06/03/2024) tadi. Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa dari hasil pemantauan diketahui ada beberapa komoditi yang memiliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, melakukan pemantauan dan peninjauan harga bahan pokok di Pasar Tawangmangu, Pasar Blimbing dan salah satu toko ritel modern, Rabu (06/03/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa dari hasil pemantauan diketahui ada beberapa komoditi yang memiliki perbedaan harga. Meskipun begitu, rata-rata harga bahan pokok saat ini lebih stabil.</p>



<p>“Diantara dua pasar tradisional tadi, itu memang ada perbedaan harga dan rata-rata berbeda. Di Pasar Tawangmangu, itu harganya rata-rata lebih stabil dibandingkan Pasar Blimbing. Kalau di Toko Ritel Modern, harganya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, jika perbedaan harga itu disebabkan karena beberapa pedagang membeli bahan pokok dari tengkulak. Sehingga, harga relatif jauh lebih tinggi dibandingkan membeli langsung dari distributor.</p>



<p>“Jadi misalnya ada orang yang datang di Pasar Blimbing, kemudian beli di sana dan karena harganya sudah tinggi, ya dijualnya tinggi. Kalau di Pasar Tawangmangu, itu ada yang langsung ke distributor dan harganya lebih baik daripada Pasar Blimbing dan mereka lebih bisa mengatur,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Beberapa komoditi yang mengalami perbedaan harga, urai Pj Wali Kota Wahyu, diantaranya seperti gula pasir, beras hingga cabai. Di pasar tradisional sendiri, rata-rata harga gula itu Rp 17 ribu, namun di toko retail modern hanya Rp 16 ribu perkg. Termasuk, beras premium itu Rp 69 ribu per 5 kg.</p>



<p>“Rata-rata itu memang HET. Jadi, tidak ada kenaikan harga yang melonjak. Tetap stabil. Jadi misal di awal tahun naik, ya sampai dengan saat ini tetap segitu saja. Kemudian cabai, ada kemasan ukuran yang berbeda dan itu menjadikan banyak pilihan juga untuk pembeli,” tambahnya.</p>



<p>Dari hasil pemantauan di tiga tempat tersebut, Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan jika komoditi yang cenderung mengalami kenaikan harga yaitu gula, telur dan daging ayam. Hal itu, nantinya akan dikoordinasikan bersama dengan TPID, untuk mencari skenario yang terbaik. Terlebih, juga menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.</p>



<p>“Ini yang akan kita koordinasikan melalui High Level Meeting (HLM) dengan TPID yang harapannya bisa memberikan skenario-skenario. Termasuk juga kita koordinasikan dengan Kepala BKAD dan Diskopindag, apabila nanti ada intervensi dari TPID untuk menekan harga menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT), maka kita akan menggunakan BTT,” jelasnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Wahyu berharap, melalui pemantauan tersebut, nantinya pada saat menyambut Bulan Suci Ramadan harga-harga dapat terkendali dengan baik. Masyarakat pun bisa menjangkau untuk membeli bahan pangan pokok. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206724</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Perbedaan Harga Tiket di Pelabuhan Jangkar, Bupati Situbondo Ingatkan Pungli dengan APH</title>
		<link>https://memontum.com/respon-perbedaan-harga-tiket-di-pelabuhan-jangkar-bupati-situbondo-ingatkan-pungli-dengan-aph</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[jangkar,]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204021</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pelabuhan Jangkar Situbondo, Rabu (03/01/2024) tadi. Sidak ini dilakukan, sebagai langkah respon cepat atas keluhan penumpang di Pelabuhan Jangkar. Yakni, terkait adanya perbedaan harga tiket kapal yang tercantum di Aplikasi e-Tiketing dengan biaya yang harus dibayarkan kepada petugas. Kepada sejumlah media, Bupati Karna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Karna Suswandi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pelabuhan Jangkar Situbondo, Rabu (03/01/2024) tadi. Sidak ini dilakukan, sebagai langkah respon cepat atas keluhan penumpang di Pelabuhan Jangkar. Yakni, terkait adanya perbedaan harga tiket kapal yang tercantum di Aplikasi e-Tiketing dengan biaya yang harus dibayarkan kepada petugas.</p>



<p>Kepada sejumlah media, Bupati Karna mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam pembelian tiket di Pelabuhan Jangkar. &#8220;Ini penting untuk kita sikapi secara bersama-sama, agar ke depan dugaan Pungli ini tidak terjadi lagi,&#8221; kata Bupati Karna.</p>



<p>Oleh karena itu, bupati berusia 57 tahun ini meminta kepada pengelolaan Pelabuhan Jangkar, dalam hal ini ASDP Cabang Ketapang, untuk memperbaiki tata kelola dalam pembelian tiket kapal melalui aplikasi. &#8220;Saya meyakini dengan tata kelola pelabuhan dan e-Tiketing yang baik, maka isu atau dugaan adanya Pungli tidak akan terjadi lagi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Mantan Kepala Dinas PUPP Lumajang ini mengungkapkan, dalam waktu dekat Dinas Perhubungan Situbondo dan ASDP Cabang Ketapang, akan duduk bersama untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang kapal. &#8220;Kemudian, saya mendapat surat dari masyarakat yang akan ikut menjual e-Tiketing. Di situ, ada beberapa yang tidak boleh,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan, Bung Karna mewanti-wanti kepada oknum-oknum di Pelabuhan Jangkar yang masih tetap menjual tiket dengan harga yang lebih tinggi dari aplikasi, bakal berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH). &#8220;Saya berharap, masyarakat bisa menyadari akan hal ini. Kalau tidak, maka jangan salahkan kalau ada aparat penegak hukum datang ke sini,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam Sidak itu, Bung Karna terlihat berbincang serius dengan perwakilan ASDP Pelabuhan Jangkar. Namun saat dikonfirmasi, perwakilan itu enggan memberikan keterangan terkait dugaan Pungli tersebut. &#8220;Saya tidak komentar apapun, ya. Langsung satu pintu ke pimpinan,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Sebelumnya, salah satu penumpang kapal, Efendi mengeluhkan adanya perbedaan harga tiket di aplikasi dengan di lapangan. &#8220;Bayangkan saja, kita pesan tiket online harganya Rp 52 ribu untuk satu orang. Namun setelah dipesan dan mau bayar, harganya naik menjadi Rp 63 ribu. Otomatis, kami pun kaget dan heran kok ada ketidak samaan harga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Efendi mengaku, sempat menolak saat diminta uang sebesar Rp 63 ribu. Hanya saja, dirinya terpaksa menyetujui permintaan uang tersebut lantaran sudah kesal dengan jawaban petugas yang tidak masuk akal.</p>



<p>&#8220;Masa pas saya tanyakan harganya, kok bisa jauh berbeda dengan yang tercantum di tiket online. Jawabannya, katanya karena kebijakan. Pertanyaannya, kebijakan apa yang mengatur tentang masalah tiket tersebut?,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikuti Silaturahmi Saha Nguri-Uri Budaya Jawa Kidungan, Bupati Malang Sampai Perbedaan Adalah Pluralisme</title>
		<link>https://memontum.com/ikuti-silaturahmi-saha-nguri-uri-budaya-jawa-kidungan-bupati-malang-sampai-perbedaan-adalah-pluralisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ikuti]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kidungan,]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nguri-uri]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[saha]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri Silaturahmi Saha Nguri-Uri Budaya Jawa Kidungan Malang Makmur dan Macapat Malang Makmur di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (21/06/2023) pagi. Dalam kesematan itu, turut hadir sejumlah Kepala OPD, Camat dan Korwil Dinas Pendidikan Wagir, Kepala SMP Negeri dan satu atap serta pengurus MKKS SMP Swasta dan Pengawas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri Silaturahmi Saha Nguri-Uri Budaya Jawa Kidungan Malang Makmur dan Macapat Malang Makmur di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (21/06/2023) pagi. Dalam kesematan itu, turut hadir sejumlah Kepala OPD, Camat dan Korwil Dinas Pendidikan Wagir, Kepala SMP Negeri dan satu atap serta pengurus MKKS SMP Swasta dan Pengawas SMP se Kabupaten Malang.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan, niat kita untuk melibatkan generasi muda dalam menguri-uri budaya ini, dapat menjadi sarana pelestarian tradisi dan warisan di masa lampau,&#8221; kata Bupati Sanusi dalam sambutannya.</p>



<p>Disampaikan Bupati Malang, kidungan dan macapat adalah dua bentuk seni sastra yang memiliki tempat istimewa di dalam sejarah dan budaya literasi serta sastra bagi masyarakat Jawa. Melalui kidungan, kita disuguhi puisi-puisi indah yang diungkapkan dengan nyanyian khas. Begitupun macapat, yang menyimpan banyak pesan moral melalui bait atau gatra yang harmonis dan terstruktur.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Pemerintah Kabupaten Malang sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada seluruh pihak, utamanya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah Kabupaten Malang, yang telah berupaya keras guna melestarikan warisan budaya dan sastra Jawa kepada generasi muda,&#8221; tambah Bupati Malang.</p>



<p>Selain itu, Bupati Sanusi menambahkan bahwa kidungan dan macapat, bukan sekedar hiburan dan kegiatan seni semata. Melainkan juga mengandung makna yang lebih dalam, yakni nilai budaya, moral dan spiritual. &#8220;Upaya untuk melestarikan budaya kidungan dan macapat kepada para siswa, sekaligus menjadi strategi kita bersama guna menjaga agar warisan tersebut tidak terlupakan di tengah gempuran arus modernisasi dan globalisasi,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terakhir, Bupati Sanusi menekankan bahwa berbagai perbedaan yang banyak ditemui pada aspek sosial dan kemanusiaan, bukanlah alasan yang dapat menjadi pemecah. Melainkan, justru menjadi ciri pluralisme dari Bangsa Indonesia yang menjadikan kita mampu untuk hidup berdampingan secara harmonis satu sama lain. <strong>(pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191822</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
