<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perburuan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perburuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Oct 2023 11:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perburuan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polhut TN Baluran Situbondo Tangkap Tiga Orang Pelaku Perburuan Satwa Dilindungi, Dua Warga Malang</title>
		<link>https://memontum.com/polhut-tn-baluran-situbondo-tangkap-tiga-orang-pelaku-perburuan-satwa-dilindungi-dua-warga-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Baluran]]></category>
		<category><![CDATA[dilindungi,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[perburuan]]></category>
		<category><![CDATA[polhut]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199860</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Polisi Hutan Taman Nasional (TN) Baluran Situbondo berhasil menangkap tiga orang pelaku perburuan satwa dilindungi di Labuan Merak, Blok Air Karang, Taman Nasional Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Minggu (15/10/2023) kemarin. Polhut TN Baluran RPTN Balanan, Anang Hendra Kusuma, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula saat petugas Resort melintas di daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Polisi Hutan Taman Nasional (TN) Baluran Situbondo berhasil menangkap tiga orang pelaku perburuan satwa dilindungi di Labuan Merak, Blok Air Karang, Taman Nasional Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Minggu (15/10/2023) kemarin.</p>



<p>Polhut TN Baluran RPTN Balanan, Anang Hendra Kusuma, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula saat petugas Resort melintas di daerah Merak Air Karang kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo. Petugas menjumpai mobil Kijang LSX warna putih Nopol N 1907 EY, yang di parkir di rumah warga berinisial M. Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan, namun saat itu dalam kondisi kosong.</p>



<p>“Ketika kita melakukan pemeriksaan, mobil dan rumah dalam kondisi kosong. Karena curiga, petugas Polhut melakukan patroli dan penyisiran di Blok Sirondo sampai Lempuyang, untuk antisipasi terjadinya perburuan satwa dilindungi di TN Baluran Situbondo. Lalu, petugas kembali ke Kantor Resort Bananan,” beber Anang, didampingi petugas pengendali ekosisitem, Siswo Dwi Prayitno, saat berada di Polres Situbondo, Senin (16/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Anang menjelaskan, saat tiba di Kantor Resort Balanan, petugas menerima info melalui pesan WhatsApp bahwa ada tiga orang mencurigakan berasal dari daerah Malang, yang menginap di rumah M di daerah Air Karang. “Kami langsung berkoordinasi dan meminta bantuan pihak Intelkam Polres Situbondo, menghadang Mobil Kijang LSX Warna Putih Nopol N 1907 EY, yang keluar dari arah Blok Timur. Setelah dilakukan penghadangan, kami temukan barang bukti satwa yang dilindungi dan senjata rakitan yang digunakan para pemburu untuk berburu,” jelas Anang.</p>



<p>Ketika dilakukan penghadangan, kata Anang, ada empat orang terduga pemburu di dalam mobil. Namun, satu orang pelaku sempat melarikan diri.</p>



<p>&#8220;Adapun para pemburu yang kita amankan, yakni berisial IP (59) warga Desa Kendalpayak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, SH (59) warga Desa Sidodadi, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, LZ warga Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Situbondo dan satu lagi sopir warga Malang, yang berhasil melarikan diri,” kata Anang.</p>



<p>Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, sambung Anang, 1 ekor rusa jantan dan 1 ekor merak jantan, yang sudah dalam keadaan mati, 1 pucuk senjata api peluru kaliber mirip AKA dan 1 unit mobil Kijang Nopol N 1907 EY berwarna putih. “Untuk ketiga tersangka dan sejumlah barang bukti, sudah kita serahkan ke Polres Situbondo untuk dilakukan proses hukum,” tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Kebakaran Hutan dan Lahan, Gubernur Khofifah Tekankan Tindakan Tegas untuk Pelaku Perburuan</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-kebakaran-hutan-dan-lahan-gubernur-khofifah-tekankan-tindakan-tegas-untuk-pelaku-perburuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 12:35:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[lahan]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[perburuan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197487</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau kerap kali terjadi. Seperti salah satunya, di kawasan Gunung Arjuno. Merespon hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan larangan untuk tidak melakukan perburuan liar pada hewan satwa. Larangan itu disampaikan, karena kebakaran erat kaitannya dengan perburuan. Melalui cara membakar, maka diharapkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau kerap kali terjadi. Seperti salah satunya, di kawasan Gunung Arjuno.</p>



<p>Merespon hal itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan larangan untuk tidak melakukan perburuan liar pada hewan satwa. Larangan itu disampaikan, karena kebakaran erat kaitannya dengan perburuan. Melalui cara membakar, maka diharapkan bisa mengetahui pergerakan dari hewan yang akan diburu. Karenanya, perburuan liar yang terus dilakukan secara berkala tersebut menjadi indikasi penyebab terjadinya Karhutla. Sehingga, tentunya dibutuhkan pencegahan dan tindakan tegas dalam mengatasi hal tersebut.</p>



<p>“Kalau sesuatu sebab itu terjadi berulang setiap tahun, maka saya mengintruksikan kepala dinas setempat untuk diberikan sanksi tegas (untuk pemburu, red),” kata Khofifah dalam sambutan kegiatan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (04/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakan Gubernur Khofifah, jika luasan lahan yang saat ini terbakar sudah mencapai sekitar 1.200 hektare dan itu menurutnya sudah luar biasa sekali kuasnya. Maka, dalam hal ini penting untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan alam. Apalagi sebelumnya, lahan yang terbakar tersebut telah diberlakukan penanaman benih dengan metode air seeding.</p>



<p>“Itu dahulu kita menanam dengan menabur benih melalui udara, air seeding. Nah, ketika kita melakukan berbagai ikhtiar bagaimana kita bisa menanam, tapi kemudian ada oknum yang merusak hal tersebut dan bahkan menimbulkan efek yang luar biasa, maka saya menekankan dan mengintruksikan untuk jangan ada perburuan liar,” tambahnya.</p>



<p>Maka dari itu, pihaknya juga mengimbau pada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, untuk menunda pembebasan hewan-hewan liar ke alam liar. Mengingat, kondisi saat ini yang tidak memungkinkan.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Melalui kerja sama yang kuat dan penerapan sanksi tegas, Karhutla di Gunung Arjuno atau wilayah lain dapat diminimalisir dan dicegah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197487</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
