<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perca, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perca/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2024 13:39:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perca, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Miliki Ciri Khas dari Limbah Kain Perca, Daster Eva Kota Malang Berkembang Pesat</title>
		<link>https://memontum.com/miliki-ciri-khas-dari-limbah-kain-perca-daster-eva-kota-malang-berkembang-pesat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[daster]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[perca,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210903</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Berdiri sejak tahun 2000 an, kini Daster Eva Kota Malang tetap eksis di tengah gempuran fashion yang semakin modern. Dengan memiliki ciri khas dari limbah kain perca, peminat terus bertambah. Bahkan, dikenal hingga luar Kota Malang. Sebagai Owner Daster Eva, Eva Sofia Hayati, menyampaikan bahwa usahanya tersebut berawal dari keinginannya untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Berdiri sejak tahun 2000 an, kini Daster Eva Kota Malang tetap eksis di tengah gempuran fashion yang semakin modern. Dengan memiliki ciri khas dari limbah kain perca, peminat terus bertambah. Bahkan, dikenal hingga luar Kota Malang.</p>



<p>Sebagai Owner Daster Eva, Eva Sofia Hayati, menyampaikan bahwa usahanya tersebut berawal dari keinginannya untuk menghidupi sang anak. Dengan modal yang terlalu banyak itu, kini usahanya masih tetap bertahan dengan stabil.</p>



<p>“Dahulu itu awalnya, karena saya tidak punya pensiunan dan menghidupi ketiga anak saya. Sehingga dengan modal yang pas-pasan pinjam di bank, akhirnya sekarang bisa sampai seperti saat ini, bahkan telah mempekerjakan 100 lebih orang,” cerita Eva.</p>



<p>Dari limbah kain perca tersebut, ujarnya, selain menjadi daster juga menghasilkan pernak-pernik. Seperti tempat tisu, tas, dan sebagainya. Sehingga, tidak ada limbah yang tersisa dari usahanya tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau di saya itu limbah jadi semua dan itu yang bisa banyak mempekerjakan karyawan. Dengan limbah yang sekecil itu pun bisa digunakan untuk keset dan saya kasih ke tunanetra. Jadi benar-benar tidak ada limbah,” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa usaha daster miliknya kini sudah mempunyai tiga cabang. Selain di Kota Malang, juga terdapat di Kota Batu dan Jakarta. Berkembangnya hingga Jakarta itu juga karena banyak digemari oleh para pejabat.</p>



<p>“Karena ibu-ibu pejabat di sanalebih senang khas Malang, sehingga saya taruh disana. Daster ini juga model yang abadi dan semua orang itu pasti suka mengenakan daster,” ujarnya.</p>



<p>Namun, disisi lain ada kelemahan yang dialaminya. Yakni tidak bisa masuk ke dalam pangsa pasar luar negeri. Terlebih, dengan aturan ekspor yang menurutnya sangat rumit.</p>



<p>“Kita pernah ke Abu Dhabi, tapi kenyataannya memang beda budaya. Kemudian untuk ekspor, kita di sini juga sudah mengikuti aturan, tapi disananya itu yang ribet. Ya mungkin memang belum rezeki, sepertinya juga kalah saing dengan produk Thailand bahkan India,” imbuh Eva. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Limbah Kain Perca, Diskopindag Kota Malang Gelar Pelatihan Kriya Homedecor</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-limbah-kain-perca-diskopindag-kota-malang-gelar-pelatihan-kriya-homedecor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[homedecor]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[perca,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, menggelar kegiatan pelatihan kriya homedecor atau interior rumah, di salah satu hotel, Selasa (04/06/2024) tadi. Penelaah Pengembangan Usaha Bidang Usaha Mikro Diskopindag Kota Malang, Pifi Dwi Saputri, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 55 peserta dari kalangan ibu rumah tangga dan akan digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, menggelar kegiatan pelatihan kriya homedecor atau interior rumah, di salah satu hotel, Selasa (04/06/2024) tadi.</p>



<p>Penelaah Pengembangan Usaha Bidang Usaha Mikro Diskopindag Kota Malang, Pifi Dwi Saputri, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti oleh 55 peserta dari kalangan ibu rumah tangga dan akan digelar selama tiga hari, hingga Kamis (06/06/2024) ke depan. &#8220;Ada sebanyak 55 orang peserta dari ibu-ibu rumah tangga. Kami mengajak ibu rumah tangga, karena mereka itu sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menjahit, nah ini dapat dimanfaatkan sehingga menghasilkan suatu produk yang bernilai,&#8221; kata Pifi.</p>



<p>Dalam pelatihan kriya tersebut, ujarnya, hanya memanfaatkan kain perca sebagai bahan dasarnya. Kemudian, itu dapat dihasilkan dengan suatu produk seperti taplak meja, sarung bantal untuk kursi, tas dan sebagainya.</p>



<p>“Bisa memanfaatkan kain perca kemudian digabungkan dengan kain-kain polos, sehingga menghasilkan suatu karya. Nah tentu juga kami ajarkan untuk menjahitnya melalui teknik rajut, sulam atau pun sebagainya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui kegiatan pelatihan tersebut, diharapkan nantinya dapat menambah income bagi para peserta. Apalagi bagi yang belum bekerja, sehingga dapat dijadikan sebagai usaha.</p>



<p>“Harapannya dengan pelatihan yang kami berikan dari Diskopindag ini nantinya dapat menambah keuangan mereka. Syukur-syukur mereka juga mau untuk berusaha, melalui pelatihan ini. Kemudian juga dapat mendatangkan konsumen. Nanti juga akan diajarkan pemasaran melalui online,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Pifi juga menuturkan, bahwa hasil dari pelatihan tersebut nantinya juga dapat dipamerkan melalui berbagai platform. Bisa melalui online atau pun bazar, pameran dalam berbagai kegiatan.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk pelatihan-pelatihan yang digelar oleh Diskopindag Kota Malang juga dapat diikuti oleh masyarakat umum. Namun, tentunya harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.</p>



<p>“Pendaftaran online bisa cek di sosial media kami. Biasanya untuk kelas-kelas pelatihan di setiap hari selasa dan kamis, tetapi itu sesuai dengan permintaan. Karena bisa saja kami mendatangkan konsultan untuk memberikan pelatihan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210245</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
