<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perempesan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perempesan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 13:36:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perempesan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadapi Kemarau, DLH Kota Malang Genjot Perempesan Pohon dan Penyiraman RTH</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-kemarau-dlh-kota-malang-genjot-perempesan-pohon-dan-penyiraman-rth</link>
					<comments>https://memontum.com/hadapi-kemarau-dlh-kota-malang-genjot-perempesan-pohon-dan-penyiraman-rth#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[genjot]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyiraman]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232011</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memperkuat langkah antisipasi pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satu upaya utama yang dilakukan tersebut, yakni mempercepat perempesan pohon serta meningkatkan perawatan tanaman di sejumlah titik kota. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memperkuat langkah antisipasi pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Salah satu upaya utama yang dilakukan tersebut, yakni mempercepat perempesan pohon serta meningkatkan perawatan tanaman di sejumlah titik kota.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan bahwa persiapan menghadapi kemarau sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Yakni melalui kegiatan penanaman pohon di berbagai lokasi milik pemerintah daerah.</p>



<p>“Sejak Oktober lalu kami rutin melakukan penanaman pohon, baik di tanah milik Pemkot, area makam, maupun kawasan Rusunawa Kuturan,” ujar Raymond, Senin (27/04/2026) tadi.</p>



<p>Memasuki masa peralihan menuju kemarau, menurutnya DLH memprioritaskan perempesan pohon guna mengantisipasi risiko pohon tumbang akibat angin kencang yang lazim terjadi saat musim kering. Menurutnya, kegiatan perempesan dilakukan hampir setiap hari, termasuk akhir pekan, karena tingginya antrean permintaan dari masyarakat maupun hasil pemantauan internal petugas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pada Agustus 2025 lalu, antrean perempesan tercatat mencapai sekitar 400 permohonan. Saat ini jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 124 antrean. Sementara antrean penebangan pohon turun dari sekitar 150 permohonan menjadi sekitar 52 antrean,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Raymond menjelaskan, banyaknya antrean tidak lepas dari jumlah pohon di Kota Malang yang mencapai sekitar 12.600 batang. Dengan tiga regu petugas, dalam sehari maksimal hanya tiga hingga empat pohon yang dapat ditangani, bahkan satu pohon tertentu bisa membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua hari.</p>



<p>Selain perempesan, DLH juga mulai meningkatkan perawatan tanaman melalui penyiraman rutin. Langkah itu dilakukan karena selama musim hujan sebelumnya tanaman tidak memerlukan penyiraman tambahan.</p>



<p>“Kalau musim kemarau tentu intensitas penyiraman ditambah. Jadwalnya keliling karena tangki penyiraman kami masih terbatas,” ucapnya.</p>



<p>Saat ini DLH hanya memiliki tiga unit tangki penyiraman yang difokuskan pada tanaman hias di koridor jalan utama seperti Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Ijenbdan Jalan Veteran. Tanaman hias diprioritaskan karena membutuhkan suplai air lebih rutin dibanding pohon besar yang memiliki daya tahan lebih lama. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hadapi-kemarau-dlh-kota-malang-genjot-perempesan-pohon-dan-penyiraman-rth/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232011</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Cuaca Ekstrem, DLH Kota Malang Tambah Intensitas Perempesan Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-cuaca-ekstrem-dlh-kota-malang-tambah-intensitas-perempesan-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226908</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perempesan pohon untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat musim hujan tiba. Hal itu dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa perempesan itu dilakukan merata di lima kecamatan Kota Malang. Hingga saat ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perempesan pohon untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat musim hujan tiba. Hal itu dikatakan Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Raymond, itu menyampaikan bahwa perempesan itu dilakukan merata di lima kecamatan Kota Malang. Hingga saat ini, pun juga sudah ada antrean permintaan perempesan pohon sekitar 400 titik.</p>



<p>&#8220;Jumlah pohon di Kota Malang, itu ribuan. Antrean perempesan sampai hari ini kurang lebih 400. Kita tidak bisa langsung menyelesaikan semuanya karena hanya punya tiga tim dan tiap tim bertugas di lokasi berbeda,” jelas Raymond, Senin (20/10/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa dalam satu hari setiap tim rata-rata hanya mampu menyelesaikan empat titik perempesan. Bahkan, untuk jenis pohon besar seperti beringin atau trembesi, pengerjaan bisa memakan waktu lebih lama karena ukuran dan tingkat kerumitan yang tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tetapi kegiatan perempesan inu tidak menunggu musim hujan. Pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini, kami menambah jumlah pohon yang dirempesi sesuai permintaan masyarakat dan kondisi lapangan. Contohnya di Jalan Ijen, ada sekitar 50 pohon palem yang batangnya masih berdiri tapi daunnya sudah tidak ada. Itu kita anggap tidak sehat dan dirempesi. Tapi yang kemarin justru tumbang malah palem yang sehat. Jadi memang ada faktor di luar kemampuan kita,” ujarnya.</p>



<p>Raymond juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi perubahan cuaca. Selain membuang sampah pada tempatnya, menurutnya masyarakat juga perlu berhati-hati, terutama bagi pengendara motor.</p>



<p>&#8220;Gunakan helm karena bukan hanya pohon tumbang, dahan yang patah juga bisa membahayakan,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, jika DLH Kota Malang melakukan perempesan setiap hari, kecuali Minggu. Namun, apabila ada kejadian darurat seperti pohon patah, petugas menurutnya tetap turun di hari libur.</p>



<p>“Untuk perempesan pohon ini, permintaan yang paling sedikit ada di Kedungkandang. Sedangkan, yang banyak itu di pusat kota, karena banyak pohon besar dan tua. Alat kami hanya bisa menjangkau 12 meter, sementara banyak pohon sudah di atas 15 meter. Jadi kami minta bantuan alat dari pihak lain, terutama untuk perempesan di Jalan Ijen,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226908</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Keselamatan Warga, Bupati dan Wabup Jember Kompak Lakukan Gerakan Perempesan Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-keselamatan-warga-bupati-dan-wabup-jember-kompak-lakukan-gerakan-perempesan-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompak]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200880</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Gerakan Perempesan (Gerpas) Pohon di empat titik wilayah perkotaan, Kamis (02/11/2023) tadi. Empat lokasi itu, diantaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, Jalan Gajahmada dan Jalan PB Sudirman. Bupati Jember, Hendy Siswanto, dalam kesempatan itu menyampaikan jika Gerpas Pohon ini dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan bagi masyarakat. Terutama, pengguna jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Gerakan Perempesan (Gerpas) Pohon di empat titik wilayah perkotaan, Kamis (02/11/2023) tadi. Empat lokasi itu, diantaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, Jalan Gajahmada dan Jalan PB Sudirman.</p>



<p>Bupati Jember, Hendy Siswanto, dalam kesempatan itu menyampaikan jika Gerpas Pohon ini dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan bagi masyarakat. Terutama, pengguna jalan di sekitar pohon.</p>



<p>“Kita tahu, bahwa saat ini sudah mulai masuk musim hujan. Untuk menghindari adanya bencana berupa tumbangnya pohon akibat hujan dan angin kencang, maka kita lakukan perempesan,” kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, kondisi pohon di Jember, sangat beragam. Ada yang sudah tua, ada pula yang rantingnya miring ke atas rumah-rumah warga. Sehingga, ini membahayakan apabila tidak segera dilakukan pemotongan ranting.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Hendy menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang terlibat dalam Gerpas serentak ini. Sehingga, diharapkan tidak ada musibah pohon tumbang.</p>



<p>“Selain untuk keselamatan masyarakat, Gerpas Pohon ini juga menyelamatkan sambungan kabel listrik. Dapat mencegah terjadinya pemadaman aliran listrik, akibat kabel listrik yang putus tertimpa pohon,” lanjutnya.</p>



<p>Tidak ketinggalan, Bupati Hendy juga mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Jember, untuk bergotong royong melakukan perempesan pohon di lingkungan rumah masing-masing. &#8220;Pohon-pohon di sekitar rumah masing-masing, jangan lupa itu diperhatikan. Apabila sekiranya membahayakan, mungkin karena usianya, tingginya, supaya dirempesi, dari pada roboh menimpa rumah atau mengancam keselamatan,” pesannya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, tidak ketinggalan Bupati bersama Wabup, juga kompak melakukan perempesan. Selain menggunakan alat potong, keduanya juga menggunakan alat bantu petugas dalam melakukan perempesan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200880</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pancaroba hingga Cuaca Ekstrem, DLH Kota Malang Lakukan Perempesan dan Perapian Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/pancaroba-hingga-cuaca-ekstrem-dlh-kota-malang-lakukan-perempesan-dan-perapian-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[perapian]]></category>
		<category><![CDATA[perempesan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pancaroba hingga cuaca ekstrem, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, harus bekerja ekstra. Salah satunya, dengan melakukan perempesan dan perapian pohon di kawasan Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode Kb Al Fitra, menyampaikan jika pihaknya dalam mengatasi hal tersebut telah mengerahkan tim untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pancaroba hingga cuaca ekstrem, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, harus bekerja ekstra. Salah satunya, dengan melakukan perempesan dan perapian pohon di kawasan Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode Kb Al Fitra, menyampaikan jika pihaknya dalam mengatasi hal tersebut telah mengerahkan tim untuk melakukan perempesan dan perapian pohon. &#8220;Sekiranya ada permintaan, maka kita lakukan perempesan. Tetapi meskipun tidak ada permintaan, juga tetap kita jadwalkan secara rutin di beberapa kawasan. Jadi, misalnya satu hari di jalan apa, itu juga kami libatkan Dishub. Karena saat kita melakukan perapian dan perempesan, pasti memakai alat berat yang otomatis menutup sebagian jalan. Jadi Dishub yang mengatur lalu lintasnya,” ujar Laode, Jumat (29/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, saat disinggung mengenai lokasi khusus yang rawan dan perlu untuk dilakukan perempesan, pihaknya menyampaikan jika saat ini masih belum ada. Pihaknya masih menyesuaikan permohonan dari masyarakat.</p>



<p>“Kitakan ada tim survei. Mereka melakukan survei terlebih dulu dan nanti dijadwalkan. Biasanya juga menyesuiakan permohonan masyarakat. Nah yang sifatnya permohonan masyarakat itu, kami dahulukan. Selain itu baru kita perempesan perapian kawasan,” katanya.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, untuk kriteria pohon yang perlu dilakukan perempesan, yakni ketika dahan atau ranting pohon sudah doyong ke jalan raya. “Selain itu, kami juga melihat apakah banyak pohon yang perlu dirempesi untuk keefektifan program juga. Karena kalau cuma satu kan tidak efektif,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, Laode juga menambahkan jika pihaknya terus memaksimalkan penyiraman beberapa tanaman yang ada di taman-taman Kota Malang. Dilakukan setiap hari dan ketika malam hari saja. Per harinya disiapkan lima tanki dengan kebutuhan air 3 ribu hingga 5 ribu liter.</p>



<p>“Kita lakukan penyiraman di malam hari karena biar tidak mengganggu aktifitas pengguna jalan. Supaya rata harus pelan-pelan. Kalau siang atau sore, takutnya menghambat lalu lintas. Jadi mereka sekali jalan bisa sampai 10 taman yang disiram,” imbuh Laode. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199000</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
