<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perempuan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perempuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 14:51:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perempuan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang</title>
		<link>https://memontum.com/disimpan-di-pembalut-seorang-perempuan-coba-selundupkan-obat-obatan-ke-lapas-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/disimpan-di-pembalut-seorang-perempuan-coba-selundupkan-obat-obatan-ke-lapas-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[disimpan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[obatobatan]]></category>
		<category><![CDATA[pembalut]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[selundupkan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232853</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Petugas Lapas Kelas I Malang kembali menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas. Kali ini, terduga pelakunya adalah seorang wanita berinisial N, ibu dari salah satu warga binaan. Dalam aksinya, N mencoba menyelundupkan obat-obatan berupa suplemen dan multivitamin di dalam pembalut yang dipakainya. Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Petugas Lapas Kelas I Malang kembali menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas. Kali ini, terduga pelakunya adalah seorang wanita berinisial N, ibu dari salah satu warga binaan. Dalam aksinya, N mencoba menyelundupkan obat-obatan berupa suplemen dan multivitamin di dalam pembalut yang dipakainya.</p>



<p>Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan bahwa upaya penyelundupan ini terjadi pada Selasa (02/06/2026) kemarin. &#8220;Petugas pemeriksaan badan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sejumlah obat-obatan jenis suplemen dan multivitamin yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Lapas Kelas I Malang,&#8221; ujarnya, Rabu (03/06/2026) tadi.</p>



<p>Kejadian tersebut terungkap, tambahnya, saat petugas bernama Rahajeng Nastiti melaksanakan pemeriksaan badan secara teliti sesuai standar operasional prosedur layanan kunjungan. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah obat-obatan yang disembunyikan di dalam pakaian dalam seorang pengunjung wanita.</p>



<p>Usai menemukan barang mencurigakan tersebut, petugas kunjungan segera melaporkan hasil pemeriksaan kepada koordinator layanan kunjungan untuk dilakukan tindak lanjut. Penanganan diteruskan kepada jajaran administrasi keamanan dan tata tertib guna memastikan proses berjalan sesuai prosedur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Petugas Kamtib kemudian melakukan pendataan terhadap pengunjung yang bersangkutan, dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kejadian tersebut. Barang temuan sendiri, diamankan sebagai bagian dari proses pemeriksaan lebih lanjut.</p>



<p>Lapas Malang juga menindaklanjuti temuan tersebut, dengan melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan yang diduga terkait dengan barang yang ditemukan. Selain itu, pihak Lapas juga melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan yang hendak dijenguk oleh N.</p>



<p>Sebagai bentuk penindakan, pihak lapas menjatuhkan sanksi berupa larangan kunjungan selama tiga bulan.</p>



<p>&#8220;Kami telah memberikan sanksi berupa larangan kunjungan selama tiga bulan serta melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap warga binaan yang bersangkutan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Menurutnya, keberhasilan penggagalan tersebut menjadi bukti kesigapan petugas dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan secara profesional. “Kami tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas. Kami akan tindak tegas dan tanpa kompromi,” tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/disimpan-di-pembalut-seorang-perempuan-coba-selundupkan-obat-obatan-ke-lapas-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Anugerahkan 9 Perempuan Inspiratif di Hari Kartini 2026</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-anugerahkan-9-perempuan-inspiratif-di-hari-kartini-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[anugerahkan]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231845</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 112 dan Hari Kartini 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan penghargaan kepada sembilan perempuan inspiratif, Selasa (21/04/2026) tadi. Penghargaan tersebut, menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa para penerima penghargaan dipilih karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 112 dan Hari Kartini 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan penghargaan kepada sembilan perempuan inspiratif, Selasa (21/04/2026) tadi. Penghargaan tersebut, menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa para penerima penghargaan dipilih karena dedikasi dan karya nyata yang telah memberi dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, perempuan inspiratif tersebut menunjukkan keteladanan melalui kerja keras, kegigihan, serta komitmen dalam berbagai bidang sosial.</p>



<p>“Mereka fokus, gigih dan tidak kenal lelah. Bahkan ada yang harus meninggalkan keluarga demi memperjuangkan pemberdayaan masyarakat, mulai disabilitas, UMKM hingga pemberdayaan sosial. Itu luar biasa,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perempuan lain di Kota Malang, agar terus berkembang dan berdaya. Dalam momentum Hari Kartini 2026, Wali Kota Wahyu juga memaknai tema nasional Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju, sebagai bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Perempuan tidak tinggal diam. Ketika perempuan diberdayakan, maka keluarga menjadi sejahtera dan Indonesia bisa maju,” katanya</p>



<p>Meski begitu, Wali Kota Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemkot Malang dalam upaya pemberdayaan perempuan. Salah satunya, adalah masih adanya perempuan yang memiliki potensi, namun belum sepenuhnya tersentuh program pemberdayaan.</p>



<p>“Kita masih punya tanggung jawab besar. Ada perempuan yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi karena keterbatasan belum bisa diberdayakan secara optimal. Ini menjadi PR bersama,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan perempuan inspiratif merupakan amanat regulasi nasional, sebagaimana tertuang dalam kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. &#8220;Ini merupakan amanat Undang-Undang Permen PPA Tahun 2021, bahwa memang daerah kabupaten atau kota juga diminta untuk memberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan yang berdedikasi dalam rangka membangun pembangunan di daerah,&#8221; ucap Donny.</p>



<p>Menurutnya, para penerima penghargaan dipilih berdasarkan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan daerah, khususnya pada bidang ketahanan keluarga, pemberdayaan disabilitas, serta perlindungan perempuan dan anak. “Mereka aktif melakukan pendampingan masyarakat dan memberikan inspirasi positif bagi perempuan lainnya,” imbuh Donny. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Kartini, Perwosi Kabupaten Pasuruan Suguhkan Parade Ratusan Perempuan Berkebaya</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-kartini-perwosi-kabupaten-pasuruan-suguhkan-parade-ratusan-perempuan-berkebaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berkebaya]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Perwosi]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231812</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Pasuruan punya cara tersendiri dalam memeriahkan Hari Kartini 2026. Yaitu, ratusan perempuan di Kabupaten Pasuruan, berlenggak lenggok layaknya model profesional dengan mengenakan kebaya, sebagai simbol Kartini di Aula RSUD Bangil, Senin (20/04/2026) tadi. Sejumlah peserta, diminta untuk berparade sambil memamerkan kebaya yang dikenakan. Bahkan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Pasuruan punya cara tersendiri dalam memeriahkan Hari Kartini 2026. Yaitu, ratusan perempuan di Kabupaten Pasuruan, berlenggak lenggok layaknya model profesional dengan mengenakan kebaya, sebagai simbol Kartini di Aula RSUD Bangil, Senin (20/04/2026) tadi.</p>



<p>Sejumlah peserta, diminta untuk berparade sambil memamerkan kebaya yang dikenakan. Bahkan, Ketua Perwosi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, juga ikut berjalan di atas karpet merah, meski hanya sebentar.</p>



<p>Tidak selesai sampai di situ, sejumlah peserta yang kesemuanya perempuan, juga diajak melakukan line dance yang menggabungkan tari dan koreografi dengan tetap mengenakan kebaya. Beberapa penampil terbaik, akan mendapatkan hadiah dari panitia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Merita, dengan berkebaya, para perempuan masih bisa tetap menggerakkan badan untuk senam atau melakukan gerakan yang simpel tapi tetap memunculkan semangat Kartini yang sebenarnya. &#8220;Kartini zaman sekarang harus tangguh. Meski berkebaya, kita masih bisa beraktivitas atau melakukan kegiatan yang menggerakkan badan. Seperti line dance tadi atau fashion show,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan momentum Hari Kartini ini, diharapkan menjadi penguatan komitmen bersama untuk memastikan kesehatan, pendidikan dan martabat perempuan terlindungi sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. &#8220;Perempuan sekarang harus pinter-pinter jaga kesehatan, berpendidikan dan bermartabat,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Di akhir acara, sebagian dari peserta diarahkan untuk ikut berkontribusi pada urusan kemanusiaan, salah satunya melalui donor darah. Dari pantauan di lokasi, tak kurang dari 100 perempuan sangat antusias menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan.</p>



<p>&#8220;Senang sekali bisa donor darah karena emang rutin setiap 3 bulan sekali dan saya sudah 2 tahun melakukannya,&#8221; jelas salah satu staf Pemkab Pasuruan, Vivi. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231812</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Tinjau Skrining Kanker Serviks Gratis, Targetkan 2.500 Perempuan Jalani Pemeriksaan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-skrining-kanker-serviks-gratis-targetkan-2-500-perempuan-jalani-pemeriksaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[jalani]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231803</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan skrining kanker serviks metode HPV DNA co-testing IVA, di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (20/04/2026) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan program rutin tahunan sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks bagi perempuan. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan skrining kanker serviks metode HPV DNA co-testing IVA, di Puskesmas Kendalkerep, Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (20/04/2026) tadi. Pemeriksaan tersebut, merupakan program rutin tahunan sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks bagi perempuan.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan bahwa kegiatan skrining kanker serviks merupakan bagian dari program nasional pencegahan penyakit tidak menular yang menyasar kaum perempuan di Kota Malang. “Hari ini kita melaksanakan program rutin setiap tahun untuk pencegahan kanker serviks pada ibu-ibu. Ini bagian dari upaya menekan risiko kejadian kanker serviks di masyarakat,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Pelaksanaan pemeriksaan tersebut, dilakukan serentak di 16 Puskesmas yang ada di Kota Malang. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan temuan awal, pemerintah telah menyiapkan alur penanganan berjenjang.</p>



<p>“Kalau hasilnya grade 1 bisa langsung ditangani di tiga puskesmas yang sudah disiapkan. Tapi kalau grade 2 atau grade 3 akan dirujuk ke rumah sakit umum,” jelasnya.</p>



<p>Pemkot Malang menargetkan sebanyak 2.500 perempuan mengikuti skrining tahun ini. Seluruh layanan diberikan secara gratis karena dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami targetkan 2.500 warga dan ini gratis bagi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa program skrining dilakukan selama sepekan secara serentak di seluruh puskesmas. Sebelumnya, sudah ada sebanyak 1.800 peserta yang telah mendaftar untuk menjalani pemeriksaan tersebut.</p>



<p>“Tahun 2025 lalu kami memeriksa 2.500 perempuan dan ditemukan 40 hasil positif. Seluruhnya masih grade 1 sehingga bisa ditangani melalui tindakan cryotherapy di Puskesmas Kedungkandang, Ciptomulyo dan Cisadea tanpa perlu rujukan,” tutur Husnul.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, untuk kelompok usia peserta pemeriksaan, rata-rata berada pada rentang 29 hingga 40 tahun sesuai persyaratan pemeriksaan IVA. Berdasarkan data Dinkes, pada tahun lalu tercatat ada sekitar 50 kasus kanker serviks terdeteksi di Kota Malang. Pasien yang terdeteksi akan menjalani pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai tingkat keparahan penyakit. Menurutnya, kanker serviks masih memiliki peluang sembuh apabila ditemukan sejak dini melalui skrining rutin.</p>



<p>“Faktornya salah satunya infeksi virus, yang berkaitan dengan kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, serta pola hidup,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan Sesama Jenis, Rey Sebut Intan Sejak Kenalan Sudah Tahu Kalau Dirinya Perempuan</title>
		<link>https://memontum.com/pernikahan-sesama-jenis-rey-sebut-intan-sejak-kenalan-sudah-tahu-kalau-dirinya-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dirinya]]></category>
		<category><![CDATA[jenis]]></category>
		<category><![CDATA[kenalan,]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[sesama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231586</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah dilaporkan ke Polresta Malang Kota terkait dugaan pemalsuan identitas atau gender, Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey (36), asal Jakarta Utara, akhirnya angkat bicara, Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 15.00. Dirinya mengaku bahwa sejak awal, Intan A (28) atau pelapor, warga kawasan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sudah mengetahui gender dirinya. Termasuk, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah dilaporkan ke Polresta Malang Kota terkait dugaan pemalsuan identitas atau gender, Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey (36), asal Jakarta Utara, akhirnya angkat bicara, Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 15.00. Dirinya mengaku bahwa sejak awal, Intan A (28) atau pelapor, warga kawasan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sudah mengetahui gender dirinya. Termasuk, mengetahui identitas gendernya saat malam pertama setelah nikah siri pada 3 April 2026.</p>



<p>&#8220;Saya kenalnya di salah satu tempat hiburan malam di Batu. Sejak awal perkenalan pada Februari 2026, Intan sudah mengetahui saya perempuan. Pernyataan Intan yang menyebut baru mengetahui fakta tersebut saat malam pertama, saya tegaskan bahwa cerita itu tidak benar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait pernikahanan siri tersebut, Rey menyebut justru mengatakan bahwa pihak Intan yang menginisiasinya. Bahkan menurutnya, Intan lah yang mengajaknya menikah.</p>



<p>&#8220;Yang mengajak nikah adalah Intan. Karena sebelumnya, dia (Intan, red) selalu mendapat perlakuan kasar dan hanya dimanfaatin mantan-mantannya. Terus setelah itu, dia dapat sosok seperti saya yang enggak pernah menuntut dan apa pun yang dimintanya dituruti. Hingga akhirnya, terjadilah seperti ini,” ungkapnya.</p>



<p>Bahkan sebelum pernikahan itu, tambah Rey, dirinya sudah berniat mengakhiri hubungannya. Namun, justru pihak Intan yang ingin terus berlanjut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terkait pernikahan siri yang berlangsung pada 3 April 2026, saya awalnya berniat mengakhiri hubungan. Namun, saya didesak hingga akhirnya mengikuti prosesi tersebut. Saya bahkan diminta menginap dan keesokan harinya diarahkan mengikuti proses foto hingga administrasi pernikahan yang seluruhnya disiapkan pihak Intan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Rey juga menegaskan, bahwa proses perubahan identitas dan gender yang dijalaninya masih berlangsung dan membutuhkan tahapan panjang. Termasuk, tes hormon dan persidangan di pengadilan.</p>



<p>Saat disinggung apakah benar dirinya menjanjikan mobil Lamborghini, Rey membantahnya. Menurutnya, dirinya tidak pernah menjanjikan hal tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya tidak pernah menjanjikan. Saya orangnya nggak suka janji,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait permasalahannya dengan Intan, Rey juga menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baik. &#8220;Ya, kemarin saya sudah melapor ke Polres Batu terkait pencemaran,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Komitmen Tingkatkan Kesehatan Perempuan, Pemkab Malang Percepat Deteksi Dini Kanker Serviks</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-komitmen-tingkatkan-kesehatan-perempuan-pemkab-malang-percepat-deteksi-dini-kanker-serviks</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231574</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan di Kabupaten Malang. Salah satu yang dilakukan, yakni melalui percepatan deteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks). Hal tersebut, terlihat saat Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan di Kabupaten Malang. Salah satu yang dilakukan, yakni melalui percepatan deteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks).</p>



<p>Hal tersebut, terlihat saat Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, hadir dalam kegiatan Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim yang digelar di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Kantor Bupati Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, merupakan bagian dari agenda strategis Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka mendukung target eliminasi kanker serviks tahun 2026.</p>



<p>Wabup Lathifah menyampaikan, bahwa kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian serius secara global. Penyakit ini, menempati urutan ke empat sebagai penyebab kematian tertinggi pada perempuan di dunia, dengan 604.127 kasus baru dan 341.831 kematian setiap tahunnya.</p>



<p>“Dalam upaya pengendalian kanker leher rahim, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi promosi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat, deteksi dini pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun, tatalaksana pengobatan yang tepat, serta rehabilitasi. Fokus utama pengendalian, adalah penemuan kasus sedini mungkin pada kelompok berisiko guna mencegah kasus ditemukan pada stadium lanjut yang penanganannya lebih kompleks,” kata Wabup Lathifah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa Kabupaten Malang dengan jumlah penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa, memiliki sasaran skrining deteksi dini kanker leher rahim pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun sebanyak 726.610 orang. Dengan target cakupan, sebesar 70 persen dalam kurun waktu 3 tahun. Namun demikian, capaian skrining pada periode sebelumnya dari total sasaran 720.403 orang, baru mencapai 41.139 orang atau sekitar 5,71 persen.</p>



<p>Melalui kegiatan ini, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Malang berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, untuk melakukan deteksi dini secara rutin. Selain itu, diharapkan tercapai target cakupan skrining secara bertahap dan berkelanjutan, terbangunnya sistem pelayanan kesehatan yang responsif, mudah diakses dan berkualitas, serta terwujudnya kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.</p>



<p>Dengan langkah tersebut, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim di Kabupaten Malang dapat ditekan secara signifikan. “Saya berharap kegiatan ini mampu menghasilkan komitmen nyata, langkah strategis, serta rencana tindak lanjut yang dapat segera diimplementasikan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini diperkenalkan metode inovatif self-sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara mandiri oleh perempuan untuk deteksi dini kanker leher rahim. Metode ini dinilai lebih praktis, nyaman dan tetap memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam skrining.</p>



<p>&#8220;Kami mendukung penuh terhadap implementasi program ini. Dengan kemudahan akses deteksi dini, diharapkan penanganan kanker leher rahim dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga mampu menekan angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tersebut,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231574</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Perempuan di Kota Malang Tertipu, Suami yang Dinikahi Ternyata sesama Jenis</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-perempuan-di-kota-malang-tertipu-suami-yang-dinikahi-ternyata-sesama-jenis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dinikahi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Ternyata.....]]></category>
		<category><![CDATA[tertipu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dengan diantar oleh keluarganya, seorang perempuan diketahui bernama Intan A (28), warga kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melapor ke Polresta Malang Kota, Rabu (08/04/2026) tadi. Dirinya melapor, karena telah ditipu oleh suaminya yang mengaku bernama Erfastino Reynaldi alias Rey (36), yang ternyata berjenis kelamin perempuan. Intan baru mengetahui Rey adalah perempuan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dengan diantar oleh keluarganya, seorang perempuan diketahui bernama Intan A (28), warga kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melapor ke Polresta Malang Kota, Rabu (08/04/2026) tadi. Dirinya melapor, karena telah ditipu oleh suaminya yang mengaku bernama Erfastino Reynaldi alias Rey (36), yang ternyata berjenis kelamin perempuan.</p>



<p>Intan baru mengetahui Rey adalah perempuan, saat malam pertama usai menikah siri pada 3 April 2026. Merasa dibohongi, Intan akhirnya memutuskan melapor ke Polresta Nalang Kota dengan kasus dugaan pemalsuan identitas.</p>



<p>Perwakilan dari pihak keluarga Intan, yakni Eko menjelaskan pelaporan dilakukan karena ada unsur tindak pidana berupa pemalsuan dokumen identitas diri yang dilakukan oleh Erfastino alias Rey. &#8220;Jadi ada dokumen identitas diri yang sengaja dipalsukan oleh terlapor untuk menikahi Intan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dijelaskan oleh Intan, bahwa dirinya berkenalan dengan Rey pada awal Februari 2026. Saat itu, Rey datang sebagai pembeli di tempat kerjanya di Kota Batu. Rey mengaku dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan proyek.</p>



<p>&#8220;Setelah itu, kami berpacaran di tanggal 14 Februari 2026 dan dari perkenalan hingga pacaran, tidak curiga sama sekali karena perawakan, kelakuan dan cara bicaranya mirip cowok,&#8221; jelas Intan, saat di temui sejumlah wartawan di Mapolresta Malang Kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari hubungan ini, Rey mengajak Intah menikah. Bahkan saat itu, Intan sempat dijanjikan dibelikan mobil Lamborghini, rumah dan berbagai iming-iming lainnya.</p>



<p>Karena Intan mengira Rey adalah laki-laki, dirinyapun menyetujui pernikahan tersebut. Keduanya menikah secara siri pada tanggal 3 April 2026, yang dilaksanakan di rumah Intan.</p>



<p>Sempat ada kejanggalan, karena Rey tidak membawa pihak keluarganya sama sekali. Meski demikian pernikahan tetap berlangsung hingga selesai. Usai menikah, mereka melakukan malam pertama.</p>



<p>Dari malam pertama inilah, Intan mengetahui kalau suaminya adalah perempuan. Tentunya hal ini membuat Intan kecewa dan merasa dibohongi. Dengan kondisi menangis, Intan melaporkan peristiwa ini ke orang tuanya. &#8220;Setelah tahu dia adalah perempuan, langsung diusir keluar rumah,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengatakan bahwa laporan atas kasus tersebut sudah diterima dan saat ini masih dalam penyelidikan. &#8220;Laporannya sudah kami terima dan masih kami selidiki,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Penguatan Kepemimpinan, Wabup Malang Dorong Remaja Perempuan Jadi Agen Perubahan</title>
		<link>https://memontum.com/program-penguatan-kepemimpinan-wabup-malang-dorong-remaja-perempuan-jadi-agen-perubahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231466</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kepemimpinan Remaja Perempuan dan Advokasi, untuk penguatan kesehatan mental dalam kontek pendidikan. Bahkan, Wabup Lathifah terus mendorong pembangunan generasi muda yang tangguh, berdaya dan peduli. “Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang mendukung kesehatan mental dan pemberdayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kepemimpinan Remaja Perempuan dan Advokasi, untuk penguatan kesehatan mental dalam kontek pendidikan. Bahkan, Wabup Lathifah terus mendorong pembangunan generasi muda yang tangguh, berdaya dan peduli.</p>



<p>“Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang mendukung kesehatan mental dan pemberdayaan remaja, khususnya remaja perempuan. Tujuannya, tentu agar mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya,” kata Wabup Lathifah, saat hadir dan menutup pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Gedung Lantai 5 Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gelaran pelaksanaan sendiri, dalam kesempatan itu dihadiri Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Direktur Pelaksana Ruang Mitra Perempuan (Rumpun), camat hingga kepala desa lokasi program, kepala sekolah mitra program, Ketua dan Tim Indonesia Sehat Jiwa, serta pengurus dan anggota Serumpun. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan dari Kedutaan Irlandia untuk Indonesia serta seluruh pihak, yang telah berkolaborasi. Ini adalah bukti bahwa ketika kita bekerja bersama, kita mampu menciptakan perubahan yang nyata,” tambah Wabup Malang.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa para peserta telah belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang berbicara di depan, tetapi juga tentang mendengar, memahami dan hadir untuk sesama. &#8220;Dalam konteks kesehatan mental, empati menjadi kekuatan utama. Kemampuan untuk menjadi kawan sebaya yang peduli merupakan bekal penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,&#8221; imbuh Wabup Lathifah.</p>



<p>Wakil Bupati Malang juga kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada Rumpun sebagai lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan remaja perempuan di Kabupaten Malang, serta Kedutaan Irlandia untuk Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh kegiatan ini. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231466</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan Perempuan di Rumah Kontrakan Kota Malang, Korban Tewas dengan 6 Luka Tikaman di Leher</title>
		<link>https://memontum.com/pembunuhan-perempuan-di-rumah-kontrakan-kota-malang-korban-tewas-dengan-6-luka-tikaman-di-leher</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrakan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[tikaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229105</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Petugas Polresta Malang Kota akhirnya merilis kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terduga MK alias Musa (29), warga kawasan Kelurahan Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (29/12/2025) sekitar pukul 16.00. Seperti diberitakan, Musa telah membunuh perempuan berinisial SM (23), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat berada di rumah kontrakan korban di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Petugas Polresta Malang Kota akhirnya merilis kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terduga MK alias Musa (29), warga kawasan Kelurahan Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (29/12/2025) sekitar pukul 16.00. Seperti diberitakan, Musa telah membunuh perempuan berinisial SM (23), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat berada di rumah kontrakan korban di kawasan Jalan Ikan Gurami, RT 06/RW 06, Kelurahan Tunjung Sekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 22.30.</p>



<p>Musa membunuh korbannya, sesaat setelah mereka berhubungan badan. Ulah keji itu dilakukan, setelah tersangka dan korban, awalnya bertemu di aplikasi michat atau layanan open BO.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Soleh, mengatakan bahwa paska hubungan berbayar antara pelaku dan korban melalui aplikasi, tersangka ternyata tidak memiliki uang untuk membayar jasa korban. &#8220;Tersangka tidak punya uang sehingga tidak bisa membayar korban. Tersangka sempat akan membayar dengan HP nya, namun ditolak oleh korban,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibatnya, korban pun marah dan tetap meminta bayarannya sebesar Rp 200 ribu. Bahkan saat itu, korban mengancam akan melaporkan ke warga. &#8220;Tersangka malu hingga membuatnya emosi hingga ada niatan untuk membunuh korban,&#8221; urainya.</p>



<p>Tersangka kemudian keluar kamar menuju ke dapur kontrakan korban dan mengambil pisau dapur. Setelah itu, tersangka dari arah belakang menikam leher korban.</p>



<p>&#8220;Ada 6 luka tikaman. Diantaranya diarea leher dan di area bawah leher,&#8221; jelasnya. Atas perbuatannya itu, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seorang perempuan ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah di sebuah rumah kontrakan yang Jalan Ikan Gurami, RT 06/RW 06, Kelurahan Tunjung Sekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 22.30. Perempuan tersebut tergeletak di lantai kamar dengan kondisi beberapa luka tusuk. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229105</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
