<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perhari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perhari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Dec 2025 11:22:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perhari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan ke Kayutangan Heritage Tembus 3 Ribu Orang Perhari</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-wisatawan-ke-kayutangan-heritage-tembus-3-ribu-orang-perhari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan kunjungan cukup signifikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tidak hanya memadati koridor utama saja, namun wisatawan juga ramai menyusuri Kampung Kayutangan Heritage, yang dikenal dengan deretan rumah bersejarah dan bernuansa tempo dulu. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, mengalami lonjakan kunjungan cukup signifikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tidak hanya memadati koridor utama saja, namun wisatawan juga ramai menyusuri Kampung Kayutangan Heritage, yang dikenal dengan deretan rumah bersejarah dan bernuansa tempo dulu.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, mengatakan bahwa kunjungan itu meningkat hingga tiga ribu pengunjung per harinya. Itu sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2025 lalu.</p>



<p>&#8220;Mulai ramai sejak 13 Desember 2025. Kalau dibanding hari biasa bisa naik sampai tiga kali lipat, sementara saat akhir pekan naik sekitar satu kali lipat,&#8221; ujar Mila-sapaannya, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa meningkatnya jumlah wisatawan turut berdampak pada aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dari total 254 UMKM yang terdata di Kayutangan Heritage, beberapa gerai kuliner menjadi magnet utama bagi para pengunjung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang paling banyak menyedot pengunjung itu seperti es serut pojok, cookies Nyi Aisyiyah dan Ice Lepen, karena kan take away (bungkus,red). UMKM lain juga ramai, hanya saja karena kapasitas rumah terbatas, pengunjung harus bergantian,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu wisatawan asal Trenggalek, Widayati, mengaku tengah menghabiskan masa liburan bersama keluarganya di Kampung Kayutangan Heritage. Bahkan, kedatangannya juga menjadi ajang nostalgia, mengingat dirinya pernah tinggal di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kami liburan sama anak-anak dan ponakan. Tadi berangkat satu kendaraan naik Elf, total 14 orang. Anak-anak penasaran karena Kayutangan ini katanya viral,&#8221; kata Widayati.</p>



<p>Menurutnya, suasana Kampung Kayutangan Heritage sesuai dengan ekspektasi, terutama dengan keberadaan kafe-kafe dan bangunan bersejarah. Dirinya menilai kawasan tersebut akan semakin menarik jika dikunjungi pada malam hari.</p>



<p>“Kalau malam pasti lebih bagus lagi. Banyak tempat foto, rumah-rumah lama juga menarik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Nataru, DLH Kota Malang sebut Lonjakan Sampah Capai 20 Ton Perhari</title>
		<link>https://memontum.com/libur-nataru-dlh-kota-malang-sebut-lonjakan-sampah-capai-20-ton-perhari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229030</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadinya lonjakan volume sampah hingga 20 ton perhari. Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang. Menurut Raymond, peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap masa libur panjang, khususnya saat Nataru. Lonjakan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memprediksi terjadinya lonjakan volume sampah hingga 20 ton perhari. Hal itu dikatakan Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang.</p>



<p>Menurut Raymond, peningkatan tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap masa libur panjang, khususnya saat Nataru. Lonjakan itu terjadi, dipicu karena meningkatnya jumlah pendatang yang ke Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Memang selama libur Nataru ini, banyak warga luar Kota Malang yang datang ke sini. Untuk mengantisipasi itu, secara personel dan kendaraan kita tetap, tapi iritasi atau intensitas pengambilan sampah kami tambah,&#8221; ujar Raymond, Jumat (26/12/2025) tadi.</p>



<p>Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, titik penumpukan sampah paling banyak terjadi di TPS sekitar kawasan perguruan tinggi, seiring aktivitas mahasiswa dan kunjungan keluarga. Selain itu, meningkatnya layanan pesan-antar makanan turut menyumbang volume sampah plastik.</p>



<p>“Wilayah dengan volume terbanyak itu di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru dan sebagian Sukun,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, untuk kawasan wisata, tahun ini konsentrasi sampah diperkirakan bergeser ke Kayutangan Heritage. Karena Alun-alun Kota Malang sedang dalam masa rehabilitasi.</p>



<p>“Biasanya Alun-alun jadi pusat keramaian. Tapi karena masih direhab, konsentrasi pengunjung ada di Kayutangan,” ucapnya.</p>



<p>Karena itu, jadwal pengangkutannya pun juga disesuaikan. Jika sebelumnya pengambilan sampah dilakukan pukul 02.00 hingga 06.00 WIB, kini ditambah pengangkutan pada malam hari.</p>



<p>“Kami instruksikan pengambilan juga dilakukan malam untuk menekan volume sampah karena padatnya pengunjung Kayutangan Heritage,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, ditambahkan bahwa saat hari normal, jumlah truk sampah yang menuju TPA Supit Urang berkisar antara 160 hingga 178 truk per hari. Namun selama masa Nataru, angka tersebut diperkirakan naik hingga sekitar 200 truk perhari.</p>



<p>“Makanya teman-teman di lapangan menambah waktu pengambilan, termasuk tambahan jam kerja di Sabtu dan Minggu,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229030</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Volume Sampah Kota Malang Alami Kenaikkan 5 hingga 10 Ton Perhari selama Gelaran Porprov</title>
		<link>https://memontum.com/volume-sampah-kota-malang-alami-kenaikkan-5-hingga-10-ton-perhari-selama-gelaran-porprov</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<category><![CDATA[volume]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223637</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat adanya peningkatan volume sampah selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Meski tidak signifikan, namun kenaikan sampah perhari mencapai 5 hingga 10 ton. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut terjadi secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat adanya peningkatan volume sampah selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Meski tidak signifikan, namun kenaikan sampah perhari mencapai 5 hingga 10 ton.</p>



<p>Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut terjadi secara harian. Terutama di titik-titik penyelenggaraan pertandingan.</p>



<p>&#8220;Laporan sementara memang tidak ada lonjakan yang signifikan, tapi tetap ada kenaikan antara 5 sampai 10 ton per hari,” jelas Roni, Jumat (04/07/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, sebagian besar peningkatan sampah terjadi di area venue utama pelaksanaan Porprov. Beberapa titik dengan volume sampah terbanyak, sepert di Stadion Gajayana, GOR Ken Arok dan Islamic Center.</p>



<p>“Dominasi sampahnya adalah anorganik dan sisa makanan. Memang paling banyak ditemukan di venue pertandingan,” tambahnya.</p>



<p>Untuk menjaga kebersihan selama pelaksanaan Porprov, DLH Kota Malang juga telah mengerahkan personel kebersihan di berbagai titik. Sebanyak 15 petugas ditugaskan di Stadion Gajayana, 10 petugas di GOR Ken Arok, 7 di Islamic Center, 6 di Lapangan Amprong dan 5 petugas di GOR Bimasakti.</p>



<p>&#8220;Penambahan personel ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah tetap optimal dan tidak mengganggu kenyamanan peserta maupun pengunjung selama ajang olahraga tersebut berlangsung,&#8221; tuturnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Pendakian Gunung Semeru Resmi Dibuka, Kuota Perhari 200 Orang</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-pendakian-gunung-semeru-resmi-dibuka-kuota-perhari-200-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222145</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Jalur pendakian Gunung Semeru, resmi dibuka kembali mulai 18 Mei 2025, dengan batas akhir pendakian hingga Ranu Kumbolo. Informasi dibukanya kembali jalur pendakian, ini seperti yang tertuang melalui surat pengumuman Nomor: PG.9/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Dengan demikian, harapan para pecinta alam untuk kembali menyapa keindahan Gunung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Jalur pendakian Gunung Semeru, resmi dibuka kembali mulai 18 Mei 2025, dengan batas akhir pendakian hingga Ranu Kumbolo. Informasi dibukanya kembali jalur pendakian, ini seperti yang tertuang melalui surat pengumuman Nomor: PG.9/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).</p>



<p>Dengan demikian, harapan para pecinta alam untuk kembali menyapa keindahan Gunung Semeru, akhirnya bisa terwujud. Pembukaan ini, merupakan hasil pertimbangan matang dari pihak berwenang setelah status aktivitas Gunung Semeru ditetapkan pada Level II (Waspada) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>



<p>Momen ini, bukan hanya sekadar pembukaan akses wisata, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran baru dalam berwisata alam yang bertanggung jawab dan mencintai lingkungan. “Setiap pendaki kini wajib mendaftar secara online melalui situs resmi https://bromotenggersemeru.id, paling lambat dua hari sebelum pendakian,” kata Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Sabtu (17/05/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, dengan kuota 200 orang perhari dan durasi pendakian 2 hari 1 malam, seluruh pendaki juga diwajibkan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian demi menjamin keselamatan dan kelestarian alam. Langkah ini, sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2024 dan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 2 tahun 2024, yang menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi berbasis keadilan tarif dan perlindungan ekosistem.</p>



<p>&#8220;Pendakian Gunung Semeru kini dikategorikan sebagai kunjungan taman nasional kelas II, sebuah pengingat bahwa petualangan alam tidak lepas dari tanggung jawab pelestarian,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih dari sekadar mendaki, pembukaan jalur Semeru adalah panggilan untuk mendidik diri menjadi wisatawan bijak, memberdayakan komunitas lokal, mencerahkan cara pandang terhadap pentingnya konservasi dan memupuk nasionalisme melalui kecintaan pada warisan alam negeri ini. &#8220;Mari mendaki dengan hati, menapak dengan bijak dan pulang membawa nilai,&#8221; ajaknya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222145</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Malang Sebut Kebutuhan Anggaran Makan Bergizi Gratis Butuh hingga Rp 2,5 Miliar Perhari</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-sebut-kebutuhan-anggaran-makan-bergizi-gratis-butuh-hingga-rp-25-miliar-perhari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[bergizi,]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218027</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; DPRD Kota Malang sebut program makan siang bergizi gratis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat membutuhkan anggaran besar, yakni hingga mencapai Rp 2,5 miliar perhari. Meski demikian, untuk penerapannya masih menunggu petunjuk dan teknis (Juknis) dari pemerintah pusat. Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran tersebut sudah dikalkulasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; DPRD Kota Malang sebut program makan siang bergizi gratis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat membutuhkan anggaran besar, yakni hingga mencapai Rp 2,5 miliar perhari. Meski demikian, untuk penerapannya masih menunggu petunjuk dan teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.</p>



<p>Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi, menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran tersebut sudah dikalkulasi berdasarkan biaya Rp 10 ribu perporsi makan untuk setiap siswa. &#8220;Awalnya, biaya perporsi sempat diperkirakan Rp 17 ribu hingga Rp 15 ribu. Namun, sekarang disesuaikan menjadi Rp 10 ribu. Dengan perhitungan ini, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2,5 miliar perhari,&#8221; kata Suyadi, Rabu (01/01/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, apabila dihitung secara bulanan, program tersebut membutuhkan sekitar Rp 50 miliar, atau sekitar Rp 600 miliar pertahun. Itu mencakup seluruh siswa di Kota Malang, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat.</p>



<p>&#8220;Anggaran sebesar itu jelas tidak bisa diakomodasi melalui APBD Kota Malang. Oleh karena itu, Pemkot Malang masih menunggu kebijakan dan juknis dari pemerintah pusat,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Suyadi, dalam pelaksanaan program makan siang bergizi akan melibatkan lintas kementerian. Kementerian Pendidikan bertugas menyiapkan basis data siswa, sementara Kementerian Pertanian dan badan gizi akan merancang teknis pelaksanaannya.</p>



<p>&#8220;Program ini memang sudah diujicobakan di beberapa sekolah di Kota Malang, tetapi hanya dilakukan secara sampling. Untuk penerapan secara menyeluruh, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Program yang dirancang untuk mencakup seluruh siswa hingga jenjang SMA, menurutnya tidak cukup jika hanya mengandalkan APBD Kota Malang saja. Karena itu hanya dapat mencakup siswa hingga jenjang SMP.</p>



<p>&#8220;Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi kami berharap ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemkot Malang untuk merealisasikan program ini,&#8221; imbuh Suyadi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218027</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Buka Tutup TPA Supit Urang, Jumlah Tonase Sampah Perhari Tercatat 500 Ton</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-buka-tutup-tpa-supit-urang-jumlah-tonase-sampah-perhari-tercatat-500-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[tercatat]]></category>
		<category><![CDATA[tonase]]></category>
		<category><![CDATA[urang,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205872</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua pekan penerapan buka tutup Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kini melakukan evaluasi. Yakni, dari 60 kendaraan dinas yang telah terpasang stiker, rata-rata dalam perharinya membawa 500 ton sampah. Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika jumlah tonase tersebut belum termasuk keseluruhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dua pekan penerapan buka tutup Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kini melakukan evaluasi. Yakni, dari 60 kendaraan dinas yang telah terpasang stiker, rata-rata dalam perharinya membawa 500 ton sampah.</p>



<p>Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menyampaikan jika jumlah tonase tersebut belum termasuk keseluruhan dari transporter atau pihak swasta yang terdaftar untuk membuang sampah di TPA Supit Urang Kota Malang. &#8220;Kalau sebelumnya, itu beban sampah perhari bisa mencapai 700 ton sampah, itu sebetulnya lebih. Karena kita saat ini menghitung, baru cuma 60 kendaraan itu sudah sampai 500 ton sampah. Jadi, belum lagi kalau ditambah transporter lainnya,” kata Rahman, saat ditemui di TPA Supit Urang Kota Malang, Selasa (13/02/2024) tadi.</p>



<p>Sehingga, dalam hal ini Rahman akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan soal persampahan di Kota Malang ini. Apalagi, umur zona aktif sanitary landfill yang awalnya direncanakan tujuh tahun, telah berkurang menjadi enam tahun, dengan mempertimbangkan jumlah sampah yang mencapai 680 hingga 700 ton perhari.</p>



<p>“Kalau itu ditambah dengan jumlah sampah yang lebih dari 700 ton, bisa dibayangkan umurnya TPA ini tinggal berapa, bisa semakin berkurang lagi,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, nantinya juga akan dilakukan identifikasi dari hilir ke hulu dan dilakukan identifikasi dari mana saja sebenarnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang menjadi penyumbang sampah terbesar di Kota Malang.</p>



<p>“Kita akan melakukan pendekatan, sosialisasi, dan edukasi, supaya semuanya bisa memilah dan tidak semua sampah dibuang ke TPS. Sehingga, tidak menjadikan beban di TPA kita,” paparnya.</p>



<p>Langkah-langkah tersebut diambil, ujarnya, sebagai respon terhadap potensi kebocoran sampah. Baik itu dari luar daerah Kota Malang, maupun jenis sampah tertentu yang tidak seharusnya dibuang ke TPA. Upaya tersebut, juga diarahkan untuk mengurangi kebocoran retribusi persampahan di Kota Malang.</p>



<p>“Karena kekhawatiran saya, bukan soal kebocoran dari luar daerah masuk ke TPA ini. Tetapi, lebih ke kebocoran jenis sampah yang sebenarnya tidak boleh dibuang ke TPA. Misalnya ada sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sampah dari limbah rumah sakit, itu kan gak boleh masuk ke TPA,” jelasnya.</p>



<p>Untuk mengantisipasi sampah B3, DLH Kota Malang telah menerbitkan formulir khusus yang memuat larangan membawa jenis sampah tertentu ke TPA. Di mana, pihak ketiga yang bekerjasama dengan DLH dalam hal pembuangan sampah ke TPA, harus menandatangani perjanjian kontrak tersebut, sehingga mampu mencegah masuknya sampah-sampah yang tidak seharusnya masuk ke TPA. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205872</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Stroberi Pandanrejo Kota Batu Penuhi Ritel Modern Kota Besar, Permintaan Perhari Tembus 2 Kwintal</title>
		<link>https://memontum.com/stroberi-pandanrejo-kota-batu-penuhi-ritel-modern-kota-besar-permintaan-perhari-tembus-2-kwintal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jul 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kwintal]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pandanrejo]]></category>
		<category><![CDATA[penuhi]]></category>
		<category><![CDATA[perhari]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[ritel]]></category>
		<category><![CDATA[stroberi]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194582</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Stroberi hasil panen petani Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berhasil masuk sejumlah ritel modern seperti swalayan dan kafe di Kota Besar. Dalam sehari, permintaan pasar lebih dari 2 kwintal untuk tiga kawasan yaitu Kota Malang, Surabaya dan Kota Batu. Supplier stroberi, Nur Tole, mengatakan bahwa kebutuhan stroberi saat ini cukup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Stroberi hasil panen petani Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, berhasil masuk sejumlah ritel modern seperti swalayan dan kafe di Kota Besar. Dalam sehari, permintaan pasar lebih dari 2 kwintal untuk tiga kawasan yaitu Kota Malang, Surabaya dan Kota Batu.</p>



<p>Supplier stroberi, Nur Tole, mengatakan bahwa kebutuhan stroberi saat ini cukup bagus. Hanya saja, untuk wilayah Batu sendiri, penemuannya belum maksimal sehingga harus ditutupi dari stroberi Bandung (wilayah, red).</p>



<p>&#8220;Saat ini stroberi hasil panen dari petani yang ada di Pandanrejo, itu sudah mengisi pasar ritel modern. Seperti Kota Malang, Surabaya, Kota Batu, Bandung hingga Kediri,&#8221; terangnya, saat berada Lumbung Stroberi, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (30/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk pemenuhan kebutuhan, paparnya, ada sedikitnya 25 petani mitra yang sudah bergabung. Sementara untuk harga, dari petani perkilo stroberi di atas Rp 25 ribu.</p>



<p>&#8220;Dari persatu petani, itu kesemuanya kita tampung dengan besaran panen yang ada. Bahkan, hingga sebanyak mencapai 70 Kg untuk persatu harinya dari satu petani mitra,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Untuk memaksimalkan pengiriman, ujarnya, pemilahan buah dengan ukuran tertentu melibatkan warga sekitar, terutama ibu-ibu. Sehingga, dalam pendistribusian relatif tidak ada kendala.</p>



<p>&#8220;Buah seperti apa dan ukuranya bagaimana, itu sudah disampaikan di awal. Sehingga, dalam pengemasan tidak ada kendala. Buah yang dikemas, pun benar-benar sehat dengan ukuran yang setara. Kami menjual dalam pack mulai setengah hingga kelipatannya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Dengan telah terbuka pemasaran stroberi hingga di pasar ritel modern, dirinya berharap, produksi stroberi yang menjadi ikon Desa Pandanrejo, bisa terus berkembang. Apalagi, untuk pemenuhan dalam seharinya, membutuhkan jumlah yang lumayan banyak.</p>



<p>&#8220;Stroberi Pandanrejo ini sudah dikenal masyarakat luas. Selain menjadi jujukan para wisatawan di daerah lumbung stroberi, buah di sini juga sangat bagus. Karenanya, tinggal pemenuhan pasar yang harus terus ditingkatkan,&#8221; lanjutnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194582</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
