<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Perhutani &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perhutani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 11:37:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Perhutani &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gerakan Sedekah Oksigen, Pemkab Banyuwangi dan Perhutani Bagikan 2.026 Bibit Pohon Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/gerakan-sedekah-oksigen-pemkab-banyuwangi-dan-perhutani-bagikan-2-026-bibit-pohon-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229261</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya, membagikan ribuan bibit pohon gratis, sebagian bagian dari Gerakan Sedekah Oksigen, Senin (05/01/2026) tadi. Dalam prosesi itu, sedikitnya 2.026 bibit pohon dibagikan kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto. Bibit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya, membagikan ribuan bibit pohon gratis, sebagian bagian dari Gerakan Sedekah Oksigen, Senin (05/01/2026) tadi. Dalam prosesi itu, sedikitnya 2.026 bibit pohon dibagikan kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto.</p>



<p>Bibit yang dibagikan itu, terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif dan kehutanan, seperti alpukat, durian, sirsak dan salam. Jenis tanaman tersebut dipilih, karena dinilai cocok ditanam di hampir seluruh wilayah Banyuwangi.</p>



<p>Para pengendara yang melintas, pun dibuat antusias menerima bibit pohon. Antusiasme pengendara dan warga itu, terlihat sejak pagi.</p>



<p>“Senang sekali, dapat bibit pohon sirsak dan durian. Nanti akan saya tanam di halaman rumah,” ujar Wiwin, salah satu warga penerima bibit.</p>



<p>Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang turut hadir membagikan pohon, mengapresiasi Perhutani yang mendukung gerakan Sedekah Oksigen. “Terima kasih kepada Perhutani yang terus mengawal dan menggalakkan gerakan sedekah oksigen. Semoga aksi ini berdampak pada lingkungan yang semakin sehat, ekonomi rakyat, serta ketahanan ekosistem yang kuat,” kata Wabup Mujiono.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menjelaskan, Gerakan Sedekah Oksigen mulai dilakukan secara masif sejak 2016, untuk menumbuhkan budaya menanam pohon secara berkelanjutan. Sejak itu, jutaan pohon telah ditanam di berbagai wilayah Banyuwangi.</p>



<p>Bahkan hingga kini, Pemkab Banyuwangi terus memasifkan gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan. Salah satunya, mewajibkan ASN yang naik pangkat menyumbang satu bibit pohon.</p>



<p>Selain itu pada beberapa waktu lalu, 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang baru diangkat, mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur atas pengangkatan sebagai ASN.</p>



<p>Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi Sedekah Oksigen, sekaligus upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan. “Ini sinergi dengan Program Sedekah Oksigen yang sudah dilaksanakan Pemkab Banyuwangi sejak 2016. Menjadi aksi nyata bersama dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan,” ujar Mukhlisin.</p>



<p>Dirinya menambahkan, selain membagikan bibit kepada warga untuk ditanam secara mandiri, Perhutani juga secara rutin melakukan penghijauan di kawasan hutan. “Setiap kegiatan penebangan selalu diikuti regenerasi. Pada 2025 saja, di KPH Banyuwangi Raya sudah ditanam sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu,” katanya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229261</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab dan Forkopimda Ikuti Penanaman 200 Ribu Pohon Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-dan-forkopimda-ikuti-penanaman-200-ribu-pohon-perum-perhutani-kph-banyuwangi-barat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan penanaman 200 ribu bibit pohon di area seluas 489,75 hektar di area Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisetail, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Banyuwangi Barat, Rabu (24/12/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya reforestrasi (penanaman pohon kembali) dan mencegah terjadinya bencana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan penanaman 200 ribu bibit pohon di area seluas 489,75 hektar di area Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalisetail, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Banyuwangi Barat, Rabu (24/12/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya reforestrasi (penanaman pohon kembali) dan mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi.</p>



<p>Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, turut hadir melakukan penanaman secara simbolis di area RPH Sidomulyo. Penanaman secara simbolis tersebut, diikuti jajaran Forkopimda, diantaranya Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P), Muhammad Puji Santoso, Perwakilan Dandim 0825 Banyuwangi serta Administratur Perum Perhutani KPH Barat, Muklisin. Penanaman ini, juga dihadiri Kelompok Tani Hutan (KPH) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).</p>



<p>Wabup Mujiono mengatakan, penanaman pohon kembali khususnya di hutan produksi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekologi, ekonomi dan sosial. “Kita semua sadar bahwa pohon memegang peran penting. Perubahan iklim dan deforestasi, akan menyebabkan bencana bagi manusia. Maka, penanaman pohon harus menjadi komitmen kita bersama dan perlu digalakkan lebih aktif,” kata Wabup Mujiono.&nbsp;</p>



<p>Menurutnya, penanaman pohon ini memiliki dampak besar untuk masyarakat. “Tentunya selain sebagai upaya pencegahan bencana hidrometeorologi, penanaman pohon ini juga bernilai ekonomi, menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri kayu dan konservasi lingkungan,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama, juga mengajak masyarakat di sekitar hutan untuk ikut bersama-sama menjaga dan mengawasi kelestarian hutan. “Karena menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolresta.</p>



<p>Sementara itu, Administratur KPH Barat, Muklisin, menjelaskan kegiatan penanaman bibit pohon tersebut merupakan salah satu kegiatan tahunan Perhutani dalam pengelolaan sumber daya hutan yakni penanaman ulang lahan pasca tebang untuk terus menjaga kelestarian hutan. Secara keseluruhan, total luas lahan yang ditanami kembali 485,7 hektar di seluruh wilayah Perhutani KPH Barat yang mencakup Kecamatan Glenmore, Sempu, Kalibaru, Songgon, Licin, Kalipuro.</p>



<p>“Jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 200 ribu bibit. Terdiri atas tanaman yang menjadi pohon komoditas utama seperti mahoni, pinus dan damar. Juga pohon buah berkayu keras seperti durian dan alpukat,” terang Muklisin.</p>



<p>Muklisin menambahkan, luas total area KPH Perhutani Barat mencapai 42 ribu hektar dengan tutupan hutan mencapai 90 persen. “Kami terus berupaya menjaga agar tutupan hutan kami maksimal. Sehingga harapan kami bisa mencegah terjadinya bencana di bagian hilir terutama di musim hujan ekstrem,” tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Lonjakan Pendaki, Perum Perhutani KPH Malang Tinjau Basecamp Omah Tepoes</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-lonjakan-pendaki-perum-perhutani-kph-malang-tinjau-basecamp-omah-tepoes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[basecamp]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pendaki]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[tepoes]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224512</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia. Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.</p>



<p>Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, Kelik Djatmiko, didampingi Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Warno Setyobudi, Asper/KBKPH Ngantang, Pramudianto, Chief Executive Officer (CEO) Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi beserta jajaran.</p>



<p>Sekedar diketahui, Omah Tepoes merupakan basecamp pendakian menuju Gunung Kelud, Gunung Puncak Kawinajang dan Gunung Selokurung. Dalam hal pengelolaan Omah Tepoes, pihak tiket pendakian bersama Perum Perhutani dan PT Banuraya Mitsuhita Sejahtera, telah melakukan kerja sama dalam hal pengelolaan sistem pendakian yang reliable, real time dan aplikatif.</p>



<p>Sementara mengenai daya tarik yang ditawarkan dari masing-masing pegunungan, memiliki ciri khas berbeda. Pendakian Gunung Kelud via Ngantang, mempunyai daya tarik berupa puncak sejati dan kawah Gunung Kelud. Pendakian Gunung Kawinajang, mempunyai daya tarik berupa kawah purba serta medan pendakian yang menantang. Kemudian pendakian Gunung Selokurung, mempunyai daya tarik yaitu pemandangan waduk diatas gunung serta view sunrise dan sunset yang menawan.</p>



<p>Dalam hal tinjauan kesiapan sistem pendakian tersebut, KKPH Malang Kelik Djatmiko beserta jajaran melakukan pengecekan terhadap regulasi yang ada di pendakian yang dikelola operator tiket pendakian. Yakni, dengan mencoba sebagai pendaki yang datang di Omah Tepoes.</p>



<p>“Pengecekan ini harus dilakukan mulai dari proses registrasi pendaki, melalui aplikasi tiket pendakian, pengecekan logistik pendaki, pengecekan kesehatan pendaki, proses check in pendaki, proses briefing pendaki sekaligus proses check out pendaki,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kelik menegaskan, keamanan pendakian harus diperhatikan. &#8220;Keamanan pendakian merupakan faktor penting. Mengingat, wisata pendakian merupakan wisata minat khusus yang memerlukan pengelolaan secara profesional. Kami juga mencoba bagaimana langkah-langkah yang diberikan oleh operator ketika pendaki itu datang ke Omah Tepoes ini,” ujar Kelik.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kesiapan terkait sarana dan prasarana yang ada di Omah Tepoes, juga harus dikawal mulai dari lokasi istirahat pendaki, lokasi breafing pendaki, lokasi loket, lokasi musala dan toilet. &#8220;Hal ini merupakan bentuk pelayanan kita sebagai operator kepada para pendaki yang datang,” tambahnya.</p>



<p>Langkah Administratur KPH Malang merupakan langkah konkrit dalam bentuk kolaborasi dan sinergi Perhutani dengan mitra, untuk memberikan pelayanan aman dan nyaman dalam hal wisata di Perhutani khususnya wilayah Malang.</p>



<p>Sementara itu, CEO Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Administratur KPH Malang, merupakan suatu bentuk nyata untuk mengelola pendakian yang lebih aman dan nyaman. Pihaknya sebagai operator, mengucapkan terima kasih kepada Administratur KPH Malang yang telah membimbing, membina dan memfasilitasi tiket pendakian untuk mengelola pendakian yang aman dan nyaman di tiga gunung pendakian yang dikelola selama ini.</p>



<p>&#8220;Kesiapan kami menyambut lonjakan pendaki telah siap 100 persen. Memberikan pelayanan terbaik untuk para pendaki yang akan datang,&#8221; ujar Hario.</p>



<p>Dengan adanya pengecekan kesiapan lonjakan pendaki ini diharapkan mampu membangun sinergi dan kolaborasi yang nyata antara Perum Perhutani KPH Malang bersama mitra untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pendaki yang akan datang di Omah Tepoes. <strong>(hms/kph/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224512</post-id>	</item>
		<item>
		<title>EWAY Gandeng Yayasan Grojogan Sewu dan Perhutani Garap Isu Konservasi Air di Kawasan Gunung Welirang</title>
		<link>https://memontum.com/eway-gandeng-yayasan-grojogan-sewu-dan-perhutani-garap-isu-konservasi-air-di-kawasan-gunung-welirang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[grojogan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[welirang]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dalam rangka Green Innovation Week (Grow) yang merupakan tugas akhir dari rangkaian pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 4, kelompok Environmental Water Action for Youth (EWAY) yang merupakan tim dari sekelompok anak muda di wilayah Malang dan wilayah Pasuruan, yang memiliki konsen pada isu konservasi air melakukan intervensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dalam rangka Green Innovation Week (Grow) yang merupakan tugas akhir dari rangkaian pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 4, kelompok Environmental Water Action for Youth (EWAY) yang merupakan tim dari sekelompok anak muda di wilayah Malang dan wilayah Pasuruan, yang memiliki konsen pada isu konservasi air melakukan intervensi krusial untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air di kawasan Gunung Welirang, di Desa Pecalukan, Kecamatan Prigren, Kabupaten Pasuruan, Senin (02/09/2024) lalu.</p>



<p>Dikatakan anggota Tim EWAY, M Furqon, bahwa kegiatan yang dilakukan ini bukan sekadar inisiatif lingkungan biasa. Melainkan, sebuah aksi mendesak demi masa depan air dan lingkungan seiring berjalannya waktu.</p>



<p>Penurunan kualitas dan kuantitas air akibat deforestasi dan perubahan iklim, tambahnya, menjadi ancaman nyata bagi kehidupan puluhan ribu masyarakat sekitar. Dalam pengamatan dan pendataan awal yang dilakukan oleh tim EWAY bersama Yayasan Grojogan Sewu dan Perhutani, ditemukan bahwa banyak sumber mata air yang mulai mengering dan vegetasi yang rusak parah.</p>



<p>Karenanya, intervensi cepat dengan perawatan dan penyulaman Pohon Ficus Benjamina, sebagai langkah awal yang mendesak. Tim EWAY melakukan perawatan dan penyulaman pohon Ficus Benjamina.</p>



<p>Ditambahkan Koordinator Lapangan sekaligus Ketua EWAY, Alfin, bahwa Pohon Ficus ini dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap air dan memperkuat sumber mata air. Karenanya, dalam kegiatan ini juga melibatkan penggantian bibit pohon yang mati atau kurang maksimal dalam pertumbuhannya, dengan bibit yang baru dan sehat.</p>



<p>&#8220;Perawatan dan penyulaman pohon Ficus Benjamina adalah langkah krusial untuk mencegah krisis air lebih lanjut. Pohon-pohon ini tidak hanya membantu menyerap air, tetapi juga mencegah erosi tanah yang dapat menyebabkan longsor,&#8221; kata Alfin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="398" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/09/EWAY-Gandeng-Yayasan-Grojogan-Sewu-dan-Perhutani-Garap-Isu-Konservasi-Air-di-Kawasan-Gunung-Welirang-2.jpg?resize=600%2C398&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-214117" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/09/EWAY-Gandeng-Yayasan-Grojogan-Sewu-dan-Perhutani-Garap-Isu-Konservasi-Air-di-Kawasan-Gunung-Welirang-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/09/EWAY-Gandeng-Yayasan-Grojogan-Sewu-dan-Perhutani-Garap-Isu-Konservasi-Air-di-Kawasan-Gunung-Welirang-2.jpg?resize=300%2C199&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>


<p></p>



<p>Selain aksi lapangan yang mendesak, EWAY juga mengadakan seminar bertajuk &#8216;Environmental Research for a Better and Sustainable Future&#8217; di MAN 2 Kota Malang, yang berlangsung Selasa (10/09/2024) ini. Seminar tersebut, merupakan upaya penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesadaran mendalam mengenai isu-isu lingkungan yang semakin mendesak.</p>



<p>Krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini, ungkapnya, tidak dapat diselesaikan hanya dengan tindakan fisik di lapangan. Diperlukan perubahan pola pikir dan peningkatan kesadaran di kalangan generasi muda, yang akan menjadi pemimpin masa depan.</p>



<p>&#8220;Seminar ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang pentingnya riset dan tindakan nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Seminar ini sangat penting untuk menanamkan pentingnya isu lingkungan kepada generasi muda. Kami berharap melalui edukasi ini, teman-teman dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan di setiap peran dan profesi masing-masing di masyarakat,&#8221; tambahnya, Selasa (10/09/2024) tadi</p>



<p>Seminar ini, ungkapnya, dihadiri oleh siswa-siswi Kelas 10 yang aktif dalam kelompok riset di MAN 2 Kota Malang. Mereka adalah generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan. Materi yang disampaikan, akan mencakup pengenalan isu lingkungan global dan lokal. Seperti perubahan iklim, deforestasi dan degradasi hutan, serta polusi air dan udara.</p>



<p>&#8220;Selain itu, pentingnya riset lingkungan juga dibahas secara mendalam, termasuk metodologi riset untuk isu lingkungan dan studi kasus energi terbarukan. Tidak ketinggalan, aksi nyata untuk lingkungan seperti konservasi dan pengelolaan sumber daya alam juga menjadi fokus utama,&#8221; ujarnya. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembangunan JLS Banyuwangi Berlanjut, Pemkab Jalin Komunikasi bersama Perhutani dan PTPN</title>
		<link>https://memontum.com/pembangunan-jls-banyuwangi-berlanjut-pemkab-jalin-komunikasi-bersama-perhutani-dan-ptpn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlanjut,]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi memastikan pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Banyuwangi, segera berlanjut. Karenanya dalam rangka menyongsong rencana itu, Pemkab Banyuwangi terus memantapkan koordinasi bersama sejumlah pihak. Sekedar diketahui, JLS di Kabupaten Banyuwangi mencapai total sekitar 99,18 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, tersisa 14,1 kilometer jalan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi memastikan pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Banyuwangi, segera berlanjut. Karenanya dalam rangka menyongsong rencana itu, Pemkab Banyuwangi terus memantapkan koordinasi bersama sejumlah pihak.</p>



<p>Sekedar diketahui, JLS di Kabupaten Banyuwangi mencapai total sekitar 99,18 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, tersisa 14,1 kilometer jalan yang belum dibangun.</p>



<p>&#8220;Akhir pekan lalu, Pak Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) ke Banyuwangi dan membahas kelanjutan JLS. PUPR berkomitmen untuk segera melanjutkan pembangunannya. Bismillah, semoga semua bisa lancar,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (18/07/2024) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk Fiestiandani juga mengatakan bahwa jalur sepanjang 14,1 kilometer tersebut bakal melewati kawasan milik Perhutani dan PTPN. &#8220;Kebetulan ada penambahan trase dari PUPR. Jadi, kami terus berkomunikasi dan mengurus berbagai hal teknis terkait yang dibutuhkan,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pembangunan jalur Pansela untuk sisa yang belum terbangun, ujarnya, yakni pertama ruas Kedunglembu-Malangsari 5,1 km. Kedua, ruas jalan Malangsari-Perbatasan Kabupaten Jember sepanjang 7,7 km. Ketiga, ruas jalan Senenrejo-Perbatasan Kabupaten Banyuwangi sepanjang 1,3 km.</p>



<p>Jika JLS ini tuntas, lanjut Bupati Ipuk, maka bakal menjadikan akses ke Banyuwangi semakin lengkap. Mulai dari jalur kereta api, bandara hingga jalan. Apalagi, Kementerian PUPR juga memastikan segera melanjutkan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi yang ditarget rampung di 2025.</p>



<p>“Ini akan menjadi pengungkit perekonomian karena mobilitas barang dan manusia ke Banyuwangi akan semakin mudah,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, menambahkan bahwa Pemkab Banyuwangi akan terus berkomunikasi dengan pusat untuk percepatannya. &#8220;Pekan ini kita terus melakukan pemeriksaan lapang bersama petugas. Semoga dilancarkan semuanya&#8221; kata Yayan. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawasan Hutan Milik Perhutani di Karangsoko Trenggalek Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/kawasan-hutan-milik-perhutani-di-karangsoko-trenggalek-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[karangsoko]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199064</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kebakaran lahan terjadi di wilayah Jarakan Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jumat (29/09/2023) kemarin. Kebakaran tersebut, terjadi di kawasan hutan milik Perhutani Petak 114 A serta sejumlah kebun milik warga yang tidak jauh dari lokasi. Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono, melalui Kasihumas Iptu Suswanto, mengatakan jika kebakaran lahan itu diketahui terjadi mulai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Kebakaran lahan terjadi di wilayah Jarakan Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jumat (29/09/2023) kemarin. Kebakaran tersebut, terjadi di kawasan hutan milik Perhutani Petak 114 A serta sejumlah kebun milik warga yang tidak jauh dari lokasi.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono, melalui Kasihumas Iptu Suswanto, mengatakan jika kebakaran lahan itu diketahui terjadi mulai pukul 15.00 WIB. Mengetahui hal tersebut, warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.</p>



<p>Sekira pukul 16.30 WIB, api yang sempat menjalar ke perkebunan warga, berhasil dipadamkan. Namun, saat itu masih terlihat beberapa titik api yang masih menyala di kawasan hutan. Sehingga, warga kemudian melaporkan kepada aparat terkait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Iya benar, luas lahan yang terbakar berkisar kurang lebih satu hektar. Di atas lahan itu, ada Tanaman Akasia dan Sengon Buto. Namun, yang terbakar adalah semak dan ilalang,&#8221; kata Iptu Suswanto, Sabtu (30/09/2023) sore.</p>



<p>Mendapati laporan tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari personel Polres Trenggalek, TNI dari Kodim 0806, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Perhutani, LMDH, relawan dan warga setempat berupaya keras memadamkan api menggunakan apar dan peralatan seadanya. &#8220;Untuk luas lahan yang terbakar berkisar kurang lebih satu hektar. Di atas lahan ada tanaman akasia dan sengon buto,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Untuk mencegah semakin meluasnya area kebakaran, petugas membuat sekat bakar atau yang biasa disebut ilaran dan melakukan penyemprotan air. Sementara petugas lainnya, memadamkan api dengan cara gepyok menggunakan ranting pohon yang didapat disekitar lokasi.</p>



<p>“Api berhasil dipadamkan sekira pukul 20.30 WIB. Untuk penyebabnya masih kita lakukan pendalaman,&#8221; pungkas Iptu Suswanto. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199064</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres Trenggalek Gelar Jumaat Curhat Bareng Perhutani dan LMDH</title>
		<link>https://memontum.com/polres-trenggalek-gelar-jumaat-curhat-bareng-perhutani-dan-lmdh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jumaat]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[LMDH]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191648</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Sambut Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023, Kepolisian Resort Trenggalek terus menggiatkan pelaksanaan Jumat Curhat. Sesuai namanya, program unggulan ini dilakukan setiap hari Jumat bersama komunitas atau kelompok masyarakat di wilayah hukum Polres masing-masing. Sedikit berbeda, dalam Jumat Curhat yang mengambil tempat di Hutan Kota (Huko) Kota Trenggalek, ini digelar Polres bersama Perhutani, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek </strong>&#8211; Sambut Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023, Kepolisian Resort Trenggalek terus menggiatkan pelaksanaan Jumat Curhat. Sesuai namanya, program unggulan ini dilakukan setiap hari Jumat bersama komunitas atau kelompok masyarakat di wilayah hukum Polres masing-masing.</p>



<p>Sedikit berbeda, dalam Jumat Curhat yang mengambil tempat di Hutan Kota (Huko) Kota Trenggalek, ini digelar Polres bersama Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta komunitas masyarakat pecinta hutan dan lingkungan yang ada di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, saat memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan Jumat Curhat tidak hanya digelar saat peringatan Hari Bhayangkara. Namun, sudah berjalan selama beberapa bulan yang lalu.</p>



<p>“Junat Curhat ini untuk menampung aspirasi, keluhan, saran masukan dari masyarakat terutama berkaitan dengan tugas-tugas kepolisian,&#8221; kata Kapolres Trenggalek, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Jumat Curhat kali ini, ujarnya, mengambil tema &#8216;Sinergitas Dalam Penanganan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Trenggalek&#8217;. Bukan tanpa alasan, tema ini diangkat. Karena berdasarkan prakiraan cuaca, bulan ini diperkirakan sudah mulai memasuki musim kemarau panjang, dimana salah satu yang perlu diwaspadai adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).</p>



<p>Baca Juga :</p>





<p>&#8220;Di sisi lain, Kabupaten Trenggalek sebagian besar didominasi oleh wilayah hutan. Selain itu, Karhutla merupakan salah satu hal yang menjadi atensi dari satuan atas,&#8221; kata Kapolres Alith.</p>



<p>Di Jawa Timur sendiri, lanjutnya, diketahui telah terjadi beberapa kali Karhutla, seperti yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini tentu harus diantisipasi sejak dini agar hal yang sama tidak terjadi di Kabupaten Trenggalek.</p>



<p>“Oleh sebab itu, diperlukan sinergitas yang kuat antara kepolisian dalam hal ini Polres Trenggalek bersama Perhutani dan LMDH didukung dengan potensi masyarakat lainnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan baik dari Perhutani maupun LMDH, mengatakan bahwa penyebab terjadinya kebakaran diantaranya adalah balon udara hingga warga yang membakar sampah kemudian merembet ke kawasan hutan. &#8220;Sebagai upaya pencegahan, diperlukan sosialisasi dan imbauan secara masif kepada masyarakat khususnya bagi warga yang berdomisili di dekat kawasan hutan agar lebih berhati-hati dan waspada,&#8221; tutur Kapolres Alit.</p>



<p>Orang nomor satu di jajaran Kepolisian Trenggalek, ini juga akan menginstruksikan Bhabinkamtibmas jajarannya untuk lebih aktif menyampaikan imbauan kepada warga. Dalam pelaksanaannya, nanti bisa dilakukan secara sinergi bersama Perhutani maupun LMDH.</p>



<p>“Selain itu, perlu disampaikan pula aturan hukum maupun regulasi yang mengatur tentang perusakan hutan dan penerbangan balon udara yang dapat membahayakan hutan di wilayah Trenggalek agar efeknya lebih terasa,&#8221; paparnya.</p>



<p>Pihaknya berharap, dari hasil Jumat Curhat ini nantinya ada langkah-langkah strategis dan mitigasi yang komprehensif yang dilakukan bersama. Sehingga, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Trenggalek, benar-benar bisa ditekan dan diantisipasi sejak dini.</p>



<p>Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain para pejabat utama Polres Trenggalek, Asper BKPH Perhutani Trenggalek bersama anggota dan sejumlah perwakilan anggota LMDH Purwoasri Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191648</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Laka di Jalur Klemuk, Pemkot Batu Ajukan Pemakaian Lahan ke Perhutani</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-laka-di-jalur-klemuk-pemkot-batu-ajukan-pemakaian-lahan-ke-perhutani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jun 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[jalur klemuk]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Laka]]></category>
		<category><![CDATA[Minimalisir Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=190434</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemerintah Kota Batu segera menambah jalur penyelamatan untuk di Jalur Klemuk, Kota Batu. Bahkan, Pemkot Batu memastikan sudah berkoordinasi dengan Perhutani atas penggunaan lahan kehutanan tersebut, sebagai fasilitas jalur penyelamatan kendaraan rem blong dari arah Pujon menuju Kota Batu. Perlu diketahui, bahwa saat ini sudah ada dua jalur penyelamatan di Jalur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pemerintah Kota Batu segera menambah jalur penyelamatan untuk di Jalur Klemuk, Kota Batu. Bahkan, Pemkot Batu memastikan sudah berkoordinasi dengan Perhutani atas penggunaan lahan kehutanan tersebut, sebagai fasilitas jalur penyelamatan kendaraan rem blong dari arah Pujon menuju Kota Batu.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa saat ini sudah ada dua jalur penyelamatan di Jalur Klemuk, yang dibangun oleh warga Klemuk dan donatur. Namun, Pemkot Batu masih merasa perlu adanya tambahan jalur penyelamatan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, untuk keselamatan pengguna jalan yang melintas jalur alternatif Klemuk, harus diperhatikan apalagi setelah terjadinya kecelakaan beruntun beberapa waktu lalu. &#8220;Jadi, kami akan menambah lagi jalur penyelamatan kendaraan rem blong di Klemuk. Tentunya, ini untuk keselamatan bagi para pengendara yang melintasi di jalan itu,&#8221; terang Pj Wali Kota saat di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (08/06/2023) sore.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk penambahan lahan yang digunakan sebagai jalur penyelamat kendaraan, papar Aries, Pemkot Batu sudah melakukan koordinasi dengan pihak Perhutani. Sehingga, tinggal menunggu keputusan akhir.</p>



<p>&#8220;Yang namanya milik pemerintah, itu hanya kita alih fungsi lahan. Caranya, kita berkoordinasi agar sebagian lahan itu kita gunakan untuk jalur keselamatan. Ini sudah kami laksanakan dan tinggal Perhutani akan menyampaikannya ke pucuk pimpinan tertinggi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Imam Suryono, mengatakan bahwa untuk jalur penyelamatan kendaraan memang harus ditambah sesuai Standar Operasional (SOP). Karena, jalur penyelamatan yang sebelumnya telah dibuat, namun masih belum tampak jelas karena posisinya tertutup beberapa pohon.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kita akan menambah jalur penyelamatan lagi di Klemuk. Kita akan bersihkan pohon, sehingga jalur ini nanti tampak,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190434</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Administratur Perhutani KPH Probolinggo Angkat Bicara Perihal Penebangan Kayu di Hutan Burno Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/administratur-perhutani-kph-probolinggo-angkat-bicara-perihal-penebangan-kayu-di-hutan-burno-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 17:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[KPH Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180420</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Sistem pengelolaan hutan di Perhutani, itu namanya tebang habis permudaan buatan (THPB). THPB itu, dihitung ada yang namanya daur teknis dan itu harus ditebang kemudian ditanam kembali. Sistem itu, dituangkan di dalam rencana pengaturan kelestarian hutan yang disusun setiap 10 tahun. Sejumlah keterangan itu, disampaikan Administratur Perhutani, Ida Jatiana, selaku Administratur Perhutani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Sistem pengelolaan hutan di Perhutani, itu namanya tebang habis permudaan buatan (THPB). THPB itu, dihitung ada yang namanya daur teknis dan itu harus ditebang kemudian ditanam kembali. Sistem itu, dituangkan di dalam rencana pengaturan kelestarian hutan yang disusun setiap 10 tahun.</p>



<p>Sejumlah keterangan itu, disampaikan Administratur Perhutani, Ida Jatiana, selaku Administratur Perhutani KPH Probolinggo, kepada wartawan Memontum.com, Rabu (21/12/2022) tadi. Keterangan itu disampaikan, terkait penebangan Pohon Damar di Hutan Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa di dalam perjalanan 10 tahun, inikan lama. Ada dua metode, dimana yang satu bernama Jangkabena dan ini nanti hasilnya revisi RPKH. Revisi RPKH ini, ada tanaman-tanaman tertentu yang daur teknisnya, itu ternyata ditemukan sekarang ini. Sehingga, nanti direvisi untuk ditebang. Jadi, sistemnya seperti itu sebenarnya. Ini dasar teorinya.</p>



<p>&#8220;Jadi, kita nebang itu pasti ada perencanaan dan pengaturannya. Kemudian, tahap pelaksanaannya itu, kita inikan punya Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Nah, pasti itu disampaikan dan mereka sebenarnya sudah tahu ini mau ditebang kapan. Sudah tahu sebenarnya, sudah diberitahu. Cuma kadang-kadang, orang gak ngatekno (tidak memperdulikan, red), karena banyak orangkan. Kan tidak mungkin satu-satu itu hafal. Biasanya, kita memberitahu namanya surat pemberitahuan mau ditebang. Jadi, itu pasti kita laksanakan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa informasi itu, sebenarnya tidak wajib. Tetapi karena sekarang keterbukaan publik, kita kasih tahu. Kemudian yang kedua, yang kita kasih tahu Muspika. Karena, berkaitan dengan jalan yang mau kita lewati.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Karenakan tidak biasanya tiba-tiba ada jalan ramai ada truk lewat. Itu pasti kita kasih tahu. Itu teknisnya, kalau dasar perencanaannya RPKH,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kemudian, ujarnya, juga dikasih batasan-batasan. Jadi, hutan kita inikan ada hutan produksi ada hutan lindung ada KPS. Ini sebenarnya batasan-batasan kepada kita. &#8220;Siapa yang menetapkan, itu Kementerian. Jadi, mereka itu sudah dengan keahliannya mereka menetapkan. Bukan Perhutani,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Terkait dengan adanya penebangan ratusan pohon muda yang diduga dilakukan oleh oknum masyarakat, Ida Jatiana menyatakan, tidak semua orang itu memahami dan itu menjadi tugas semua pihak. Dari sisi ekologi, Perhutani sudah dibekali perhitungan-perhitungan yang disusun oleh ahli yang dibukukan dalam bentuk RPKH itu.</p>



<p>&#8220;Himbauan saya lewat teman-teman media, kita harus mengedukasi. Karena masyarakat kita ini, harus selalu diedukasi terus. Jadi, hutan ini peran strategisnya banyak,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ketika ditanya sudah berapa kali Perhutani melakukan penebangan di Lumajang, pria asal Cepu-Jawa Tengah, itu mengungkapkan bahwa pengaturannya itu dalam kurun waktu 10 tahun itu. Yang ke dua, untuk peremajaan. Yang ke tiga, kita ini wajib menyediakan lapangan kerja. &#8220;Jadi, RPKH ini sebenarnya sudah diatur sedemikian rupa dan yang ngatur bukan Perhutani. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180420</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
