<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peringatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peringatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2026 11:09:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peringatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Malang Ingatkan Kembali Pedoman dan Kebijakan Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-lahir-pancasila-wali-kota-malang-ingatkan-kembali-pedoman-dan-kebijakan-pembangunan</link>
					<comments>https://memontum.com/peringatan-hari-lahir-pancasila-wali-kota-malang-ingatkan-kembali-pedoman-dan-kebijakan-pembangunan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Balai Kota Malang, Senin (01/06/2026) tadi. Dalam momentum tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan pembangunan maupun kehidupan bermasyarakat. Saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Balai Kota Malang, Senin (01/06/2026) tadi. Dalam momentum tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam setiap kebijakan pembangunan maupun kehidupan bermasyarakat.</p>



<p>Saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wali Kota Wahyu menyampaikan pesan agar seluruh kepala daerah menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. &#8220;Semua kebijakan, baik pembangunan maupun program lainnya, harus mengacu pada Pancasila. Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa ideologi bangsa ini harus terus dijadikan pedoman dalam setiap langkah pembangunan,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila. Dirinya juga menegaskan, bahwa seluruh program pembangunan di Kota Malang, termasuk pelaksanaan Dasa Bakti, disusun dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Program prioritas nasional maupun program pembangunan di Kota Malang, harus berorientasi pada makna-makna yang terkandung dalam Pancasila. Karena pada hakikatnya, Pancasila adalah dasar kita dalam melaksanakan seluruh kegiatan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga mengingatkan generasi muda, agar tidak memandang Pancasila hanya sebagai simbol yang dibacakan saat upacara atau sekadar tulisan yang terpajang di dinding sekolah, kantor, maupun rumah. Nilai-nilai Pancasila itu, menurutnya harus benar-benar dipahami, dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>&#8220;Jangan sampai Pancasila hanya dibacakan saat upacara atau menjadi pajangan. Makna dan hakikat yang terkandung dalam lima sila harus betul-betul kita laksanakan dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/peringatan-hari-lahir-pancasila-wali-kota-malang-ingatkan-kembali-pedoman-dan-kebijakan-pembangunan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuasa Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem</link>
					<comments>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232802</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan. Peringatan dini ini dikeluarkan, sebagai langkah antisipasi sekaligus early warning kepada masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa perubahan cuaca dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan. Peringatan dini ini dikeluarkan, sebagai langkah antisipasi sekaligus early warning kepada masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai. Sebab, intensitas hujan lebat kerapkali terjadi sampai mengakibatkan banjir. Padahal cuaca cukup terik terjadi beberapa hari sebelumnya.</p>



<p>&#8220;Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai. Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis. Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir,&#8221; kata Sugeng, Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah bencana di beberapa titik. Mulai pohon tumbang, rumah rusak akibat angin, hingga genangan di beberapa titik jalan.</p>



<p>“Seperti di Desa Legok, Kecamatan Gempol pada Kamis kemarin. Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga pada pukul 20.00, debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan pemukiman warga,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Sugeng juga meminta masyarakat, agar tidak menyepelekan kondisi lingkungan sekitar rumah. Saluran air, pohon besar, hingga kondisi bangunan yang sudah rapuh diminta mulai dicek secara berkala.</p>



<p>“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” harapnya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan BBGRM, Pemkab Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Bangun Kabupaten Malang</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-bbgrm-pemkab-malang-gelorakan-semangat-gotong-royong-bangun-kabupaten-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/peringatan-bbgrm-pemkab-malang-gelorakan-semangat-gotong-royong-bangun-kabupaten-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[gelorakan]]></category>
		<category><![CDATA[gotong]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[royong,]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232516</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama masyarakat terus menggaungkan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan daerah. Momen itu, terlihat dalam peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Kabupaten Malang, yang berlangsung di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (19/05/2026) tadi. Prosesi gelaran sendiri, mengusung tema &#8216;Penguatan Kemandirian Desa Menuju Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama masyarakat terus menggaungkan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan daerah. Momen itu, terlihat dalam peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Kabupaten Malang, yang berlangsung di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (19/05/2026) tadi.</p>



<p>Prosesi gelaran sendiri, mengusung tema &#8216;Penguatan Kemandirian Desa Menuju Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara&#8217;. Sementara pelaksanaan tersebut, berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kolaborasi, dengan dihadiri langsung Bupati Malang, HM Sanusi, bersama istri yang sekaligus sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj Anis Zaida Sanusi. Termasuk, turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kabupaten Malang dan Kota Batu, Kepala OPD, Muspika hingga Kepala Desa Ngabab.</p>



<p>Bupati Sanusi dalam sambutannya menegaskan bahwa gotong royong bukan hanya budaya turun-temurun, melainkan juga fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama. “Di Kabupaten Malang tidak ada single power atau kepemimpinan tunggal. Yang kami jalankan adalah kepemimpinan kolaboratif,” tegasnya.</p>



<p>Bupati Sanusi juga menyampaikan, bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Malang lahir dari sinergi antara pemerintah daerah, kepala desa dan masyarakat yang terus berjalan harmonis. Kolaborasi tersebut, terbukti mampu menghadirkan transformasi nyata di berbagai sektor strategis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di bidang kesehatan dan sosial, angka stunting berhasil ditekan drastis dari 23 persen menjadi 6,2 persen melalui Program Anak Asuh yang melibatkan seluruh kepala perangkat daerah. Sementara itu, angka dispensasi pernikahan dini yang sebelumnya mencapai 2.300 kasus, kini turun signifikan menjadi sekitar 300 kasus berkat edukasi lintas organisasi dan keterlibatan aktif masyarakat.</p>



<p>Ditambahkannya, kemajuan juga terlihat, di sektor pendidikan. Kabupaten Malang yang sebelumnya memperoleh rapor merah dengan nilai 32, kini melonjak ke kategori peringkat tinggi dengan nilai 81 pada Februari 2026. Ribuan siswa berhasil meraih nilai rata-rata di atas 9, sehingga semakin mudah menembus sekolah unggulan, termasuk Taruna Nusantara.</p>



<p>Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang turut menunjukkan performa membanggakan, dengan capaian 5,92 persen, menempatkan daerah ini sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Tingginya kepercayaan investor, ditandai dengan masuknya investasi dari Prancis, pembangunan rumah sakit internasional seperti Mitra Keluarga dan Hermina, hingga perluasan kampus besar seperti UB, UIN dan Unisma.</p>



<p>Bupati Sanusi juga mengungkapkan, apresiasi dari Gubernur Jawa Timur yang menyebut Kabupaten Malang sebagai daerah yang &#8216;banyak rezeki&#8217; atau penuh keberkahan karena kekompakan masyarakat. “Kemudahan perizinan dan dukungan kepala desa terhadap investasi membuat para menteri dan pemerintah pusat nyaman menempatkan berbagai program nasional di Malang, termasuk pembangunan jalan Gondanglegi–Balekambang senilai Rp 800 miliar,” ungkapnya.</p>



<p>Peringatan BBGRM ke-23 tersebut, ditutup dengan pemukulan kentongan oleh Bupati Malang bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai tanda pencanangan BBGRM ke-23 Kabupaten Malang 2026. Melalui momentum ini, semangat gotong royong diharapkan terus menjadi energi utama dalam membangun desa, memperkuat persatuan, serta mendorong Kabupaten Malang menjadi gerbang kemajuan Jawa Timur dan Indonesia. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/peringatan-bbgrm-pemkab-malang-gelorakan-semangat-gotong-royong-bangun-kabupaten-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232516</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Kartini, GOW Situbondo Gelar Bakti Sosial di Kecamatan Jangkar</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-kartini-gow-situbondo-gelar-bakti-sosial-di-kecamatan-jangkar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[jangkar,]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232164</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Situbondo, Ulfiyah, mengikuti pelaksanaan peringatan Hari Kartini 2026, yang dikemas dengan menggelar kegiatan bakti sosial di Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Senin (04/05/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Dalam sambutannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, yang juga menjabat sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Situbondo, Ulfiyah, mengikuti pelaksanaan peringatan Hari Kartini 2026, yang dikemas dengan menggelar kegiatan bakti sosial di Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Senin (04/05/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wabup Ulfiyah menyampaikan bahwa semangat perjuangan RA Kartini harus terus dihidupkan melalui aksi nyata. Khususnya, dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.</p>



<p>“Momentum Hari Kartini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berkontribusi. Terutama, untuk kaum perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskan Ketua GOW Situbondo, bahwa kegiatan bakti sosial ini bekerja sama dengan DP3AP2KB dengan memberikan pelayanan KB implan kepada 30 peserta dan 20 orang mendapat pelayanan KB suntik, pil dan lainnya secara gratis. &#8220;Sebanyak 50 peserta KB tersebut juga mendapat paket bantuan Sembako berupa 2 liter minyak goreng, 2 kilogram gula dan 5 kilogram beras,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wabup Ulfiyah berharap, melalui kegiatan ini mampu membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin tumbuh, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam mewujudkan kesetaraan dan kemajuan perempuan di Indonesia. &#8220;Masyarakat yang menerima paket Sembako jangan melihat nilainya, tapi lihat kepedulian GOW dan DP3AP2KB dalam menyalurkan bantuan ini,&#8221; imbuhnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232164</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IPM Banyuwangi Kian Positif, Mendikdasmen Gelar Peringatan Hardiknas di Taman Blambangan</title>
		<link>https://memontum.com/ipm-banyuwangi-kian-positif-mendikdasmen-gelar-peringatan-hardiknas-di-taman-blambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[blambangan]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232133</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, memilih memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Banyuwangi, yang dilaksanakan di Taman Blambangan, Sabtu (02/05/2026) tadi. Pelaksanaan peringatan Hardiknas sendiri, diikuti oleh ribuan pelajar dan guru. Kedatangan Mendikdasmen sendiri, tidak lepas dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi, yang dari tahun ke tahun menunjukkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu&#8217;ti, memilih memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Banyuwangi, yang dilaksanakan di Taman Blambangan, Sabtu (02/05/2026) tadi. Pelaksanaan peringatan Hardiknas sendiri, diikuti oleh ribuan pelajar dan guru.</p>



<p>Kedatangan Mendikdasmen sendiri, tidak lepas dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi, yang dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan positif. Yakni, angka IPM Banyuwangi kian meningkat di setiap tahunnya. Pada 2025, IPM Banyuwangi sebesar 75,17, atau meningkat dari 2024 sebesar 74,3. Angka ini, juga meningkat dari 73,79 (2023), 73,15 (2022) dan 72,62 (2021).</p>



<p>Angka ini, ujarnya, menjadikan Banyuwangi dengan salah satu IPM tinggi di Jawa Timur dan bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang. &#8220;Itu sebuah capaian yang sangat bagus dan tadi juga saya berbincang dengan Ibu Bupati, sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Karena itu, hari ini saya mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi, yang berlangsung khidmat dan sangat meriah,&#8221; kata Mu&#8217;ti.</p>



<p>Banyuwangi sendiri, memiliki sejumlah program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah tetap sekolah. Sebut saja, seperti Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lalu, ada Siswa Asuh Sebaya, dimana siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Seperti membelikan sepeda, kaca mata, hingga kebutuhan sekolah bahkan siswa dari sekolah lainnya.</p>



<p>Peringatan Hardiknas Banyuwangi, dalam pelaksanaan itu dikemas juga dengan menggelar Kuntulan Ewon, yang diikuti oleh 1.060 pelajar mulai dari SD hingga SMA. Mereka berkolaborasi dengan seniman dan budayawan, menyajikan pertunjukan kolosal kesenian tradisional yang memadukan unsur tari dan musik rebana oleh seribu lebih siswa di Banyuwangi.</p>



<p>Menurut Mendiknasmen, dengan melibatkan siswa dalam kegiatan seni budaya seperti ini, akan membentuk karakter siswa yang kuat dan unggul. &#8220;Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, kuat dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur dan bermartabat,&#8221; tambah Mu&#8217;ti.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berterima kasih pada Mendikdasmen yang memilih Banyuwangi untuk memperingati Hardiknas. &#8220;Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mentri beserta jajaran yang telah melaksanakan Upacara Hardiknas di Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Bagi Banyuwangi, pendidikan tidak hanya tentang dunia akademik, namun bagaimana memadukan potensi anak, baik di bidang seni, budaya dan beragam potensi lainnya. &#8220;Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya Kuntulan Ewon saat ini,&#8221; tambah Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232133</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Peringatan May Day, Pemkot Malang Pilih Gelar Dialog dan Seminar bersama Buruh</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-peringatan-may-day-pemkot-malang-pilih-gelar-dialog-dan-seminar-bersama-buruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232076</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang menyiapkan sejumlah kegiatan positif. Diantaranya, yaitu dialog dan seminar terbuka antara pemerintah, serikat buruh serta pelaku usaha. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang menyiapkan sejumlah kegiatan positif. Diantaranya, yaitu dialog dan seminar terbuka antara pemerintah, serikat buruh serta pelaku usaha.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kota Malang. “Dari laporan Dinas Tenaga Kerja, sudah ada beberapa kegiatan bersama asosiasi buruh. Kita arahkan May Day diperingati secara positif. Besok kita adakan seminar dan dialog agar keluhan, permasalahan, maupun keinginan para pekerja bisa disampaikan langsung,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (30/04/2026) tadi.</p>



<p>Menurut Wali Kota Wahyu, kondisi ekonomi global yang belum stabil berpotensi memengaruhi sektor tenaga kerja. Namun, Pemkot Malang memastikan langkah antisipasi telah dilakukan bersama pengusaha dan pekerja.</p>



<p>“Situasi global memang bisa berdampak, tapi kita sudah berkomunikasi dengan pengusaha dan tenaga kerja. Mudah-mudahan kondisi ini tetap terkendali dan tidak berdampak signifikan pada tenaga kerja,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Senada dengan itu, Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menegaskan bahwa momentum May Day tahun ini menghadirkan pendekatan baru. Untuk pertama kalinya, Wali Kota Malang turun langsung menerima audiensi serikat buruh, serikat pekerja, hingga asosiasi pengusaha. Biasanya, forum dialog ketenagakerjaan difasilitasi oleh dinas teknis. Namun kali ini, kepala daerah memilih mendengarkan langsung berbagai aspirasi dari kedua belah pihak guna memperkuat hubungan industrial di Kota Malang.</p>



<p>“Kita berdiri di tengah. Aspirasi buruh kita tampung, pengusaha juga kita dengarkan supaya tercipta keseimbangan,” ucap Arif.</p>



<p>Salah satu isu utama yang muncul menjelang May Day adalah kekhawatiran dunia usaha terhadap dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, itu memicu peningkatan biaya produksi yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan berujung pada risiko pengurangan tenaga kerja.</p>



<p>“Biaya produksi naik pasti ada multiplier impact. Karena itu kami minta pengusaha mencari langkah strategis agar tidak terjadi PHK, khususnya di Kota Malang,” tegas Arif.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa stabilitas ekonomi dan keamanan daerah menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor. Karena itu, Pemkot Malang mendorong peringatan May Day berlangsung kondusif.</p>



<p>“Kalau terjadi aksi yang mengganggu stabilitas, pengusaha bisa menahan investasi. Maka kita dorong dialog dan sarasehan sebagai ruang komunikasi,” lanjutnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232076</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Otda Ke-30, Bupati Pasuruan Tekankan Pentingnya Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-otda-ke-30-bupati-pasuruan-tekankan-pentingnya-koordinasi-pemerintah-pusat-dan-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[ke-30,]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232014</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Senin (27/04/2026) tadi. Pelaksanaan peringatan ini, dipimpin langsung Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Dalam amanatnya, Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. &#8220;Upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, tidak dapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Senin (27/04/2026) tadi. Pelaksanaan peringatan ini, dipimpin langsung Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.</p>



<p>Dalam amanatnya, Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. &#8220;Upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, tidak dapat dilepaskan dari kapasitas masing-masing tingkatan pemerintahan, karena merupakan faktor kunci untuk melaksanakan otonomi secara efektif,&#8221; kata Bupati Rusdi.</p>



<p>Tidak lupa, Mendagri dalam peringatan itu menyampaikan apresiasi terhadap seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi dan seluruh elemen bangsa yang telah mengikuti dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Diketahui, Peringatan Hari Otda 2026 mengusung tema &#8216;Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita&#8217;. Hal itu, dimaksudkan agar daerah memiliki kemandirian dan tanggung jawab dalam mengolah potensi lokal. Sekaligus, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan nasional sangat ditentukan oleh sinergitas, koordinasi dan kinerja yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Koordinasi yang kuat antara pemerintah kabupaten dan pusat merupakan kunci utama dalam mencapai target-target strategis pembangunan nasional,&#8221; urainya.</p>



<p>Lebih lanjut Mendagri menyampaikan, bahwa Peringatan Hari Otda ke-30 tahun 2026, diharapkan mampu memotivasi seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Pasuruan, untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi daerah. &#8220;Tanpa koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, tujuan besar pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Di sela-sela upacara, Mas Rusdi menyerahkan Tali Asih Purna Tugas kepada tiga pejabat. Diantaranya, Camat Gondangwetan, Bambang Suhartono, Camat Kejayan, Wijaya Sugianto dan Camat Grati, Nanang Muji Laksono. Selain tali asih, bupati bersama Taspen juga menyerahkan manfaat tabungan hari tua (THT) dan pensiun pertama, bagi ketiga camat tersebut.</p>



<p>Kepada tiga camat purna, Mas Rusdi berharap silaturrahmi tetap terjaga meski sudah tak lagi bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pasuruan. &#8220;Tetap jaga silaturrahmi dan komunikasi dengan sebaik-baiknya. Sebab semua ASN akan mengalami hal yang sama, yakni purna tugas,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Otda Ke-30, Pemkab Malang Raih Penghargaan Sebagai Kabupaten Berkinerja Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-otda-ke-30-pemkab-malang-raih-penghargaan-sebagai-kabupaten-berkinerja-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berkinerja]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[ke-30,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231996</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, yang berlangsung di Plaza Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (27/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto dan diikuti sekitar 29 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam momen itu, di peringatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menghadiri Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, yang berlangsung di Plaza Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (27/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto dan diikuti sekitar 29 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.</p>



<p>Dalam momen itu, di peringatan tahun ini mengusung tema &#8216;Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita&#8217;. Tema tersebut, sebagai refleksi atas perjalanan 3 dekade pelaksanaan desentralisasi dalam mendorong kemandirian daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik.</p>



<p>Dalam amanatnya, Wamen Bima Arya menyampaikan pesan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terkait evaluasi sekaligus arah kebijakan ke depan dalam memperkuat implementasi otonomi daerah. Dirinya menegaskan, bahwa kewenangan merupakan ruh utama dari otonomi daerah yang membedakannya dengan sistem pemerintahan sebelumnya.</p>



<p>“Kewenangan inilah yang menjadi pembeda antara 30 tahun otonomi daerah dengan era sebelumnya. Ini adalah proses panjang yang harus terus kita evaluasi dan sempurnakan,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa otonomi daerah bukanlah sistem yang statis. Melainkan, proses dinamis yang terus berkembang seiring kebutuhan dan tantangan zaman.</p>



<p>Selama 30 tahun terakhir, tambahnya, berbagai capaian telah diraih. Namun, tetap diperlukan konsolidasi dan penyempurnaan, khususnya dalam hal sinkronisasi kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Malang, HM Sanusi, yang turut hadir di peringatan itu menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, dalam mendukung penguatan otonomi daerah, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan dan akuntabel. Di peringatan itu, Pemkab Malang juga memperoleh apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri, atas kinerja pemerintahan daerah, khususnya kedisiplinan perangkat daerah dalam menyampaikan laporan kinerja secara rutin dan tepat waktu.</p>



<p>Tidak hanya itu, Bupati Sanusi juga menerima penghargaan sebagai Kabupaten Berkinerja Tinggi berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025, yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk pengakuan atas capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menanggapi hal itu, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa apresiasi dan penghargaan dari Kemendagri merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malang.</p>



<p>“Alhamdulillah, apresiasi dan penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah, terutama para SKPD yang secara konsisten dan tepat waktu menyampaikan laporan kepada Kemendagri sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas,” kata Bupati Malang, melalui bagian Prokopim Sekretariat Daerah Kabupaten Malang.</p>



<p>Bupati Sanusi juga menegaskan, bahwa pelaporan yang baik dan berkelanjutan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan serta mendukung proses evaluasi dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Kami akan terus mendorong seluruh jajaran agar semakin disiplin, responsif dan adaptif dalam menjalankan tugas, termasuk dalam hal pelaporan kinerja. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik serta mewujudkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya berharap, capaian tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan di masa mendatang. Termasuk, sejalan dengan semangat otonomi daerah yang menuntut kemandirian serta profesionalisme pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Bumi Sedunia, Bupati Situbondo dan Masyarakat Tanam 20 Ribu Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-bumi-sedunia-bupati-situbondo-dan-masyarakat-tanam-20-ribu-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[sedunia,]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Peringati Hari Bumi Sedunia, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, DPRD, Kajari, Dandim 0823, Pengadilan Negeri, PLN, Bank Jatim Situbondo, bersama seluruh lapisan masyarakat, melaksanakan penanaman 20 ribu pohon secara massal di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/04/2026) tadi. Kegiatan ini dilakukan, menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Peringati Hari Bumi Sedunia, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, DPRD, Kajari, Dandim 0823, Pengadilan Negeri, PLN, Bank Jatim Situbondo, bersama seluruh lapisan masyarakat, melaksanakan penanaman 20 ribu pohon secara massal di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Rabu (22/04/2026) tadi. Kegiatan ini dilakukan, menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Situbondo dan seluruh lapisan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menjaga keseimbangan alam agar lingkungan tetap lestari.</p>



<p>Dalam momen itu, ratusan warga dari berbagai kalangan seperti lembaga pendidikan, akademisi, lembaga pemerhati lingkungan, swasta, pemerintah desa dan kecamatan, kepala OPD Pemkab Situbondo, turut hadir dan berpartisipasi menanam pohon di lahan kritis di Desa Semambung ini. Suasana penuh semangat dan gotong royong, pun terlihat jelas dalam kegiatan itu.</p>



<p>Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa penanaman pohon ini bukan hanya kegiatan seremonial. Namun, juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari.</p>



<p>“Untuk itu, saya juga mengajak masyarakat bukan hanya untuk menanam, tetapi harus terus merawat pohon yang telah ditanam agar memberikan manfaat jangka panjang,” kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.</p>



<p>Melalui momentum Hari Bumi ini, Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. “Menanam pohon hari ini adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama berinvestasi menanam pohon dan merawatnya,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Rio juga menegaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat menjaga bumi semakin meningkat. Sehingga, tercipta lingkungan yang sehat, asri dan berkelanjutan bisa terwujud dengan baik.</p>



<p>&#8220;Peringatan Hari Bumi tidak hanya sekadar seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan hidup. Menanam pohon adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ini bukan soal siapa yang memimpin. Ini soal komitmen kita terhadap alam yang rusak dan perlu diperbaiki,” ujar Mas Rio.</p>



<p>Menurut Mas Rio, kerusakan alam hutan yang semakin meluas menjadi faktor meningkatnya risiko banjir. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi melalui penanaman pohon harus dilakukan secara bersama-sama. “Jika hutan gundul, dampaknya cukup jelas. Seperti banjir terjadi berulang di Kabupaten Situbondo dan daerah lain di Indonesia. Untuk itu, kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus melakukan gerakan bersama memperbaiki bumi yang semakin rusak dengan cara melakukan penanaman dan merawat pohon,” katanya.</p>



<p>Mas Rio berharap, gerakan ini tidak berhenti pada masa kepemimpinannya saja. Namun dirinya ingin kesadaran masyarakat dalam merawat, sekaligus menjaga lingkungan berlanjut kepada pemimpin berikutnya.</p>



<p>“Kita ingin gerakan bersama ini menjadi gerakan yang hidup di alam bawah sadar seluruh masyarakat Situbondo. Ada atau tidak ada kebijakan pemerintah, masyarakat harus tetap bergerak menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231887</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
