<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Peringati Hari Musik Nasional &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peringati-hari-musik-nasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2022 15:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Peringati Hari Musik Nasional &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati Hari Musik Nasional, Wawali Kota Malang Apresiasi Museum Musik Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-musik-nasional-wawali-kota-malang-apresiasi-museum-musik-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2022 15:48:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Musik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[wawali kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peringati Hari Musik Nasional, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengapresiasi Museum Musik Indonesia (MMI) di Jalan Nusa Kambangan, Kota Malang, Rabu (09/03/2022). Menurutnya, Museum Musik merupakan sesuatu yang sangat mewah dan sangat mahal dalam nilai sejarahnya. “Terima kasih, hari ini merupakan momen yang sangat pas, dan sangat bersyukur punya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peringati Hari Musik Nasional, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengapresiasi Museum Musik Indonesia (MMI) di Jalan Nusa Kambangan, Kota Malang, Rabu (09/03/2022).</p>



<p>Menurutnya, Museum Musik merupakan sesuatu yang sangat mewah dan sangat mahal dalam nilai sejarahnya. “Terima kasih, hari ini merupakan momen yang sangat pas, dan sangat bersyukur punya teman yang menjaga aset ini,” ujar Sofyan, Rabu (09/03/2022).</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, dengan diperingati Hari Musik Nasional, bisa bersilaturahmi dengan membangun kembali, mengingatkan kembali, bahwa Kota Malang pernah menjadi barometer musik rock di tanah air Indonesia.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>“Sebuah capaian yang besar bisa dikatakan barometer itu, dan secara luas barometer itu diartikan. Saat itu seluruh stakeholder musik rock di Malang ini memberikan dukungan. Musisinya memberikan karya terbaik dan penggemarnya punya penilaian musik yang sangat bagus,” tambahnya.</p>



<p>Walaupun MMI merupakan aset yang ternilai dan mewah, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Atas nama pemerintahan dirinya meminta maaf, lantaran MMI masih berada ditempat yang sederhana. “Harusnya bisa ditempatkan yang lebih bagus lagi, agar masyarakat yang datang juga merasa senang dan mendukung aset-aset pemerintah,” ucapnya.</p>



<p>Ketua MMI Kota Malang, Hengki Herawanto, berharap kedepan akan ada mata pelajaran yang mewajibkan siswa-siswa sekolah untuk datang ke museum. Menurutnya, agar bisa tetap dilestarikan dan tidak lupa akan sejarah-sejarah musik terdahulu. “Harapannya nanti, siswa setahun sekali aja berkunjung kesini ya, agar mereka tau bahwa ada Museum Musik ini, mereka bisa tau sejarah musik-musik dulu,” ujar Hengki. <strong>(cw2/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Musik Nasional, 33 Alat Musik Pemberian Belanda Bakal &#8216;Diruwat&#8217; MMI dan Museum Brawijaya</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-musik-nasional-33-alat-musik-pemberian-belanda-bakal-diruwat-mmi-dan-museum-brawijaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 06:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Musik Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136274</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Momen hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret besok, akan dimanfaatkan oleh Museum Musik Indonesia (MMI), berkolaborasi dengan Museum Brawijaya untuk membersihkan instrumen alat musik militer yang terdapat di museum yang terletak di Jalan Ijen, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen itu. Hal ini, sebagaimana disampaikan Ketua MMI, Hengki Herwanto. Bahwa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Momen hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret besok, akan dimanfaatkan oleh Museum Musik Indonesia (MMI), berkolaborasi dengan Museum Brawijaya untuk membersihkan instrumen alat musik militer yang terdapat di museum yang terletak di Jalan Ijen, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen itu. Hal ini, sebagaimana disampaikan Ketua MMI, Hengki Herwanto. Bahwa, Museum Brawijaya memiliki koleksi yang cukup berharga namun kondisinya kotor karena di ruang terbuka.</p>



<p>&#8220;Acara hari ini adalah dalam rangka membersihkan alat musik disini. Bisa kita lihat bersama bahwa instrumen disini kotor sekali. Harapannya dengan dibersihkan, mudah-mudahan sebagian masih ada yang bisa dimainkan,&#8221; ungkapnya, Senin (08/03) tadi</p>



<p>Lebih lanjut Hengki menambahkan, ada pun peralatan yang mereka bawa untuk pembersihan hari ini antara lain detergen, sikat, amplas, maupun cairan pembersih logam. Dengan kegiatan ini pihaknya berharap dapat membangun kepedulian masyarakat khususnya seni musik.</p>



<p>baca juga  : <strong><a href="https://memontum.com/134076-bison-rilis-buku-empat-dekade-sejarah-musik-malang-era-60-90" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/134076-bison-rilis-buku-empat-dekade-sejarah-musik-malang-era-60-90" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bison Rilis Buku Empat Dekade Sejarah Musik Malang Era 60-90</a></strong></p>



<p>&#8220;Kami berharap dapat membangun kepedulian masyarakat bahwa di Kota Malang itu punya warisan budaya khususnya seni musik. Dimana itu perlu kita kenal, lestarikan, bahkan kalau perlu kita kembangkan juga ke depan untuk kemajuan kebudayaan di negara kita khususnya budaya seni musik,&#8221; terangnya.</p>



<p>Ditargetkan Hengki, hari ini semua alat yang mencangkup drum, perkusi, terompet, saxophone, trombone, dan lain sebagainya bisa rampung.</p>



<p>Kepala Museum Brawijaya, Kapten Arm Sustrisno, menjelaskan bahwa 33 instrumen musik yang ada merupakan pemberian dari Belanda untuk Indonesia di tahun 1952.</p>



<p>&#8220;Kalau ditaruh di Museum Brawijaya ini sendiri pada tahun 1977. Sedangkan untuk perawatannya selama ini manual, semampu kita bisa. Tapi karena mungkin tempatnya masih di luar kaca dan terbuka seperti ini, akhirnya mudah kotor,&#8221; terangnya.</p>



<p>Berdasarkan keterangannya, beberapa alat musik yang ada sebagian besar sudah mulai rusak. Namun Kapten Arm Sustrisno menjelaskan bahwa meski begitu pihaknya akan berdiskusi dengan MMI dalam rangka mengidentifikasi alat musik mana yang masih bisa dipergunakan.</p>



<p>&#8220;Setelah selesai dibersihkan, kita mau sama-sama mengidentifikasi alat musik disini. Mulai dari nama, jenis, tahun pabrikannya, bahkan masih bisa dimainkan atau tidak,&#8221; tuturnya. <strong>(mus/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136274</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Musik Nasional, MMI Ajak Radio, Televisi dan Universitas Putar Lagu Non Stop</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-musik-nasional-mmi-ajak-radio-televisi-dan-universitas-putar-lagu-non-stop</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2018 08:16:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[MMI Ajak Radio]]></category>
		<category><![CDATA[Peringati Hari Musik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi dan Universitas Putar Lagu Non Stop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=30288</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang&#8212;-Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional 2018, Museum Musik Indonesia (MMI) menggandeng sejumlah media radio dan televisi untuk memutar aneka lagu nusantara. Tak hanya itu, gaung tersebut akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai penguat ikon Malang yaitu kota pendidikan, khususnya perguruan tinggi Multikultural agar turut terlibat dengan memutarnya laman-laman sehingga tak mengganggu proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang&#8212;-</strong>Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional 2018, Museum Musik Indonesia (MMI) menggandeng sejumlah media radio dan televisi untuk memutar aneka lagu nusantara. Tak hanya itu, gaung tersebut akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai penguat ikon Malang yaitu kota pendidikan, khususnya perguruan tinggi Multikultural agar turut terlibat dengan memutarnya laman-laman sehingga tak mengganggu proses perkuliahan.</p>
<p>Gagasan yang dilontarkan oleh MMI ini merespon amanah Presiden Joko Widodo pada hari musik Nasional 2017 atas usulan Tantowi Yahya yang menggagas televisi dan radio memutar lagu Indonesia dan lagu daerah pada Hari Musik Nasional 9 Maret. Dimana MMI juga hadir saat Hari Musik Nasional di Istana Negara tahun lalu, dengan sistem pelaksanaan diserahkan kepada Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), yang juga turut mengawal perkembangan MMI beberapa tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;MMI telah menyiapkan rekaman musik Indonesia dan musik daerah dalam bentuk piringan hitam, kaset dan CD yang nanti akan diputar di MMI, radio, televisi, kampus, Terminal, stasiun, bandara, mall, kafe, dan tempat lainnya serentak 9 Maret. Mulai lagu-lagu dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Kegiatan yang hanya sehari ini memang terkesan mudah dan sederhana. Namun bisa menjadi spirit untuk kemajuan musik Indonesia di masa-masa yang akan datang,” terang Ketua MMI, Hengki Herwanto.</p>
<p>Senada, namun lebih berkembang, Budayawan Yongki Irawan, mengatakan bahwa saat lagu-lagu tersebut diputarkan, secara otomatis orang-orang yang masih hidup di era lagu dipastikan spontan ikut bernyanyi dan bergoyang. &#8220;Ini harus kita tularkan dengan mengenalkan kepada generasi muda, agar budaya asli Indonesia melalui musik ini dapat dilestarikan. Contohnya keroncong, musik daerah, dan lainnya,&#8221; terang mbah Yongki, sapaan akrabnya.</p>
<p>Melalui musik daerah dan musik tempo dulu maupun saat ini yang dikemas secara elegan, sebenarnya bisa dimainkan oleh kalangan manapun jika mau berubah. &#8220;Misalnya anak jalanan, punk, dan pengamen jalanan. Daripada dibiarkan, berikan mereka kesempatan untuk tampil di hotel dan panggung lainnya. Agar layak, berikan mereka pelatihan yang baik. Nantinya, secara tak langsung status mereka angkat ikut terangkat. Inilah indahnya musik,&#8221; papar Yongki, yang hadir bersama musisi Timor Priyono, budayawan, kalangan akademisi, dan awak media, saat diskusi tentang pelaksanaan Hari Musik Nasional 9 Maret.</p>
<p>Sebelumnya, penyanyi Raisa pernah menyampaikan kepada Presiden agar musik Indonesia lebih diperhatikan, dikembangkan dan didanai oleh pemerintah, sehingga musisi Indonesia mungkin tidak perlu harus tinggal di luar negeri agar musiknya bisa go international.</p>
<p>Sependapat, melalui riset “Peluang Musik Indonesia di Pasar Dunia” yang pernah dilakukan oleh Hengki Herwanto dan Bens Leo, bersama tenaga ahli dari Universitas Brawijaya (UB) ini, telah mengidentifikasi seberapa besar pasar dunia bagi musik Indonesia sejak tahun 1950 sampai 2018. Dimana data primer diperoleh melalui questioner pada musisi Indonesia yang pernah pentas di luar negeri.</p>
<p>Hengki pun memberikan contoh beberapa musisi Indonesia yang terkenal para eranya, sempat melanglang buana di luar negeri. Namun data-data tersebut tak terdokumentasikan oleh Google dan terekpos media. &#8220;Data-data tersebut kami dapatkan langsung dari pelaku musik. Buktinya, beberapa diantara mereka memberikan album kaset maupun piringan hitam untuk MMI,&#8221; ungkap Hengki.</p>
<p>Contoh lainnya, K-Pop dari Korea yang telah mendunia. Butuh 13 tahun untuk bisa menjadikan K-Pop sebagai salah satu cara untuk berdiplomasi, baik Diplomasi melalui musik dan Diplomasi melalui budaya, bukan diplomasi dengan bertarung politik. Sebenarnya Indonesia bisa jika dipersiapkan dengan baik-baik dan sungguh-sungguh. Sebab secara materi dan SDM, musisi Indonesia lebih dari layak untuk Go Internasional. (rhd/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">30288</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
