<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peringati &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peringati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Dec 2025 13:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peringati &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Banyuwangi Peringati Hari Ibu bersama Ribuan Pelajar</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-banyuwangi-peringati-hari-ibu-bersama-ribuan-pelajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228950</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, membaur bersama ribuan pelajar dalam Festival Hari Ibu di Pendopo Sabha Swagata, Senin (22/12/2025) tadi. Kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Ibu, itu di Banyuwangi diwarnai dengan aksi kreatif ribuan pelajar yang menyampaikan tanda cinta pada sosok seorang Ibu. Kreativitas itu, dituangkan mulai dalam bentuk gambar, surat hingga pengakuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, membaur bersama ribuan pelajar dalam Festival Hari Ibu di Pendopo Sabha Swagata, Senin (22/12/2025) tadi. Kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Ibu, itu di Banyuwangi diwarnai dengan aksi kreatif ribuan pelajar yang menyampaikan tanda cinta pada sosok seorang Ibu.</p>



<p>Kreativitas itu, dituangkan mulai dalam bentuk gambar, surat hingga pengakuan langsung para pelajar. Festival Hari Ibu sendiri, diikuti oleh 1200 pelajar mulai tingkat SD, SMP dan SMA se Banyuwangi.</p>



<p>Sebelumnya, mereka mengirimkan kreativitas dalam tiga kategori lomba yakni Poster dan Wawarah/Presentasi dengan tema &#8216;Ibu Cahaya Dalam Setiap Langkah&#8217; dan Surat Untuk Bupat Banyuwangii. Para finalis berkesempatan tampil langsung di hadapan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p>Salah satu pesertanya adalah Kia, siswi kelas 4 dari SDIT AL Uswah Banyuwangi. Dirinya menceritakan, bagaimana peran ibu yang sangat berarti dalam hidupnya. &#8220;Ibu itu suka berbohong, lelah tapi bilang tidak. Bilang sudah makan, padahal lapar. Itulah keistimewaan ibu. Semoga ibu kita selalu sehat dan diberi umur yang panjang,” kata Kia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Ipuk memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah tampil dengan baik. Dia pun memeluk setiap anak dengan hangat. “Terima kasih anak-anakku semua atas penghargaan kalian untuk Ibu nya. Jadikan semua jasa dan pengorbanan ibu menjadi motivasi dan inspirasi bagi kalian untuk berbakti dan menjadi yang terbaik di masa depan,” kata Ipuk, seusai menyaksikan penampilan para finalis lomba.</p>



<p>Bupati Ipuk juga mengatakan, bahwa sosok ibu berperan strategis tidak hanya dalam kehidupan keluarga tapi juga masyarakat dan bangsa. Karena ibulah yang menjadi madrasah pertama, pendidik yang menanamkan niai-nilai karakter pada anak yang akan terbawa kemanapun anak berada.</p>



<p>“Di balik generasi yang tangguh dan masyarakat yang berdaya, ada peran ibu yang mendidik dan menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal anak dalam mengarungi kehidupannya,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya melanjutkan, untuk memaksimalkan peran strategis seorang Ibu, Pemkab Banyuwangi turut mendukung lewat kebijakan dan program pemberdayaan. Dimulai dari perencanaan pembangunan inklusif yang melibatkan perempuan dan anak serta Kebijakan Ramah Perempuan dalam akses pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan ruang partisipasi publik yang aman.</p>



<p>“Kami ingin para ibu tidak hanya kuat di ranah domestik, tetapi juga percaya diri memimpin di ruang ekonomi dan sosial. Salah satunya lewat pemberdayaan melalui bantuan modal usaha, pelatihan dan lainnya,” imbuh Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HCPSN, Pemkab Lamongan Lakukan Penanaman Tanaman Endemik dan Pelepasan Burung</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hcpsn-pemkab-lamongan-lakukan-penanaman-tanaman-endemik-dan-pelepasan-burung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[endemik]]></category>
		<category><![CDATA[hcpsn,]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pelepasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227759</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025, di kawasan Gadjah Mada, Jumat (14/11/2025) tadi. Momentum ini, dijadikan untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Pelaksanaan kegiatan ini, ditandai dengan penanaman beberapa tanaman endemik dan pelepasan burung dara. Dalam penanaman itu, terdapat tanaman endemik asli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025, di kawasan Gadjah Mada, Jumat (14/11/2025) tadi. Momentum ini, dijadikan untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Pelaksanaan kegiatan ini, ditandai dengan penanaman beberapa tanaman endemik dan pelepasan burung dara.</p>



<p>Dalam penanaman itu, terdapat tanaman endemik asli Kabupaten Lamongan, yang diantaranya tanaman Keben (Barringtonia asiatica), Kecaci (Celosia argentea) dan Kedondong (Spondias dulcis). Adapun fauna endemik asli Kabupaten Lamongan, yakni Burung Puter Pelung (Streptopelia risoria).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, hadir dan bahkan melakukan penanaman tanaman Keben. &#8220;Peringatan HCPSN kita jadikan momentum untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Lamongan memiliki flora endemik dan fauna endemik, mari terus dilestarikan,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, pada implementasi rutin dan berkelanjutan dalam melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna, Pemerintah Kabupaten Lamongan memiliki program prioritas &#8216;Lamongan Hijau&#8217;. &#8220;Progam ini digagas untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Lamongan. Dengan tujuan, untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/son/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227759</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Pasuruan Gelar Pasuruan Youth Festival 2025</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-sumpah-pemuda-pemkab-pasuruan-gelar-pasuruan-youth-festival-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227125</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga menggelar Pasuruan Youth Festival 2025 di di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Minggu (26/10/2025) tadi. Ajang adu kreasi para pemuda se-Kabupaten Pasuruan, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 97. Ada tiga lomba yang diselenggarakan selama Pasuruan Youth Festival, yakni Lomba Kreasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga menggelar Pasuruan Youth Festival 2025 di di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Minggu (26/10/2025) tadi. Ajang adu kreasi para pemuda se-Kabupaten Pasuruan, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 97.</p>



<p>Ada tiga lomba yang diselenggarakan selama Pasuruan Youth Festival, yakni Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB), Lomba Vlog serta Festival Band. Untuk LKBB diikuti oleh tim dari perwakilan SMA/SMK/MA dengan total 23 peserta. Sedangkan lomba vlog, diikuti 27 peserta dan festival band 10 peserta.</p>



<p>Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pasuruan, Mujiono, mengatakan bahwa seluruh pesertanya adalah para pemuda-pemudi yang berasal dari sekolah setingkat SMA sederajat. &#8220;Semua hari ini. LKBB dan vlog pagi sampai siang, tapi yang lomba band kita gelar sore hari,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari seluruh peserta yang berpartisipasi, panitia akan mengambil juara di masing-masing kategori lomba. Yakni mulai Juara I,II dan III serta Harapan I,II dan Harapan III. &#8220;Ada juga juara favorit yang diberikan sebagai apresiasi kepada peserta yang tidak menjadi juara satu sampai harapan tiga,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dengan digelarnya Pasuruan Youth Festival 2025, Mujiono menegaskan kreativitas dari para pemuda di Kabupaten Pasuruan menjadi terfasilitasi. Dalam artian, ada wadah untuk para pemuda bisa menyalurkan hobi menjadi sebuah skill yang patut diadu.</p>



<p>&#8220;Agar dari sini mereka tahu bahwa hasilnya bagus atau tidak. Kalau bagus berarti jadi juara. Kalau belum ya terus berlatih. Ini yang sebenarnya mereka harus tahu,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227125</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HSN, Ribuan Warga Nahdliyyin Pamekasan Ikuti Apel</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hsn-ribuan-warga-nahdliyyin-pamekasan-ikuti-apel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdliyyin]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Ribuan warga Nahdliyyin Kabupaten Pamekasan ikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (22/10/2025) tadi. Dari ribuan warga Nahdliyyin yang hadir itu, terdiri atas pengurus PCNU Pamekasan serta lembaga dan Banom, Kader GP Ansor se-Pamekasan, IPNU-IPPNU se-Pamekasan, Forkompinda Pamekasan dan sejumlah santri delegasi dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Ribuan warga Nahdliyyin Kabupaten Pamekasan ikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (22/10/2025) tadi. Dari ribuan warga Nahdliyyin yang hadir itu, terdiri atas pengurus PCNU Pamekasan serta lembaga dan Banom, Kader GP Ansor se-Pamekasan, IPNU-IPPNU se-Pamekasan, Forkompinda Pamekasan dan sejumlah santri delegasi dari 20 pondok pesantren.</p>



<p>Ketua PCNU Pamekasan, KH Muchlis Nasir, menyampaikan bahwa pada tahun ini peringatan HSN berlangsung di Lapangan Pendopo sebagai bentuk sinergitas. &#8220;Ini bentuk sinergitas kami bersama Pemkab Pamekasan,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kiai Muchlis menambahkan, HSN sebagai bentuk refleksi bagi santri agar bangga menjadi santri dan siap membela pesantren. “Semangat Hari Santri kita jadikan refleksi bagi semua santri untuk bangga menjadi santri dan membela pesantren dalam kondisi dan situasi apapun,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, selain wajib membela pesantren, santri juga wajib membela kiai-kiai terutama ulama pejuang terdahulu. “Disamping sebagai bentuk penghargaan dan mengenang para ulama pejuang terdahulu,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menyampaikan ulama pesantren terdahulu memiliki peran besar dalam mengusir penjajah untuk kemerdekaan Republik Indonesia. “HSN sebagai peringatan agar santri tetap semangat. Semangat dalam mengisi kemerdekaan, menanamkan nilai-nilai positif dari kepesantrenan,” tambahnya. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Santri Nasional 2025, Disdikbud Imbau Pelajar Gunakan Busana Muslim</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-santri-nasional-2025-disdikbud-imbau-pelajar-gunakan-busana-muslim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226951</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengimbau seluruh pelajar TK hingga SMP untuk mengenakan busana muslim. Imbauan itu untuk dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu (22/10/2025) besok, hingga Jumat (24/10/2025) lusa. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengimbau seluruh pelajar TK hingga SMP untuk mengenakan busana muslim. Imbauan itu untuk dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu (22/10/2025) besok, hingga Jumat (24/10/2025) lusa.</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi siswa yang beragama Islam. Sedangkan bagi pelajar non-Muslim, dapat menyesuaikan dengan busana yang sopan sesuai keyakinannya.</p>



<p>“Kami mengimbau siswa yang beragama Islam mengenakan busana muslim selama tiga hari dalam rangka HSN. Untuk yang non-Muslim, menyesuaikan saja,” ujar Suwarjana, Selasa (21/10/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, para pelajar menurutnya juga diperbolehkan menggunakan sarung dan aksesoris lainnya yang bernuansa islami. “Kalau memakai sarung silakan, alas kaki menyesuaikan saja. Kalau pakai sarung sebaiknya jangan memakai sepatu, tapi kalau tetap ingin memakai sepatu juga tidak masalah,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, momentum HSN ini bukan sekadar seremonial saja. Melainkan memiliki makna mendalam dalam menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan di kalangan pelajar.</p>



<p>“Santri itu juga murid. Jadi melalui momentum HSN ini, kami ingin menanamkan nilai iman dan takwa, bahwa seorang santri harus mengikuti aturan dan nasihat gurunya. Karena guru atau kiai pasti mengajarkan kebaikan,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut Suwarjana juga menyinggung, akan pentingnya pembentukan karakter di tengah tantangan pergaulan modern, terutama dengan maraknya konten negatif di media sosial. “Kalau melihat kondisi sekarang, anak-anak perlu pembatasan dan penguatan karakter positif. Karena banyak konten yang tidak pantas ditonton. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk Kominfo, untuk bisa membatasi atau memblokir konten negatif bagi pelajar,” imbuh Suwarjana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati HUT Ke-80 Jawa Timur, Wali Kota Malang Ajak Masyarakat Terus Tangguh dan Bertumbuh</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hut-ke-80-jawa-timur-wali-kota-malang-ajak-masyarakat-terus-tangguh-dan-bertumbuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bertumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226690</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur, di Halaman Balai Kota Malang, Senin (13/10/2025) tadi. Upacara peringatan itu, dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Jawa Timur, di Halaman Balai Kota Malang, Senin (13/10/2025) tadi. Upacara peringatan itu, dipimpin langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Tema peringatan upacara tersebut, yakni &#8216;Jawa Timur Tangguh, Terus Bertumbuh&#8217;, yang sejalan dengan semangat Kota Malang untuk terus bangkit dan berkembang.</p>



<p>“Ini salah satu keinginan, bukan hanya Jawa Timur, tetapi juga Kota Malang, untuk terus tangguh dan bertumbuh. Hal itu bisa terlihat dari berbagai capaian kita, baik di bidang perekonomian maupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang turut mengikuti perkembangan Jawa Timur,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya berharap, dalam peringatan HUT Jawa Timur ini dapat menjadi semangat bagi masyarakat Kota Malang, untuk terus mendukung visi provinsi sebagai Gerbang Baru Nusantara. “Alhamdulillah, dari data dan dukungan masyarakat Kota Malang, kita mendapatkan kepercayaan bahwa pertumbuhan di Kota Malang sejalan dengan pertumbuhan Jawa Timur,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai rangkaian kegiatan, Wali Kota Malang juga menyerahkan piagam penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2025 kepada sejumlah perangkat daerah, antara lain BKPSDM, Dispendukcapil, Bapenda, Disdikbud dan Bappeda Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226690</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Malang Tekankan Refleksi Nilai Luhur Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-kesaktian-pancasila-wali-kota-malang-tekankan-refleksi-nilai-luhur-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[kesaktian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226416</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025, di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (01/10/2025) tadi. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa peringatan tersebut menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa. Terlebih, Pancasila sebagai dasar negara sejak kelahirannya telah menjadi kekuatan bangsa dalam mewujudkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025, di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (01/10/2025) tadi.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa peringatan tersebut menjadi momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa. Terlebih, Pancasila sebagai dasar negara sejak kelahirannya telah menjadi kekuatan bangsa dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.</p>



<p>“Ada deklarasi dan ikrar yang kita bacakan hari ini. Itu mengingatkan bahwa Pancasila sampai saat ini terbukti kesaktiannya. Apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari, semua demi menjaga Pancasila sebagai pedoman hidup kita,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, kedaulatan Indonesia berdiri di atas keadilan sosial dan persatuan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, merefleksikan nilai-nilai Pancasila harus menjadi langkah awal untuk menyatukan cita-cita ke depan.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu mengingatkan, akan pentingnya menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian lingkungan serta integrasi sosial budaya. “Selama ini, kita sering berfokus pada hasil akhir, namun melupakan keberlanjutan. Karena itu, perlu keseimbangan baru yang mengedepankan kemajuan semua kelompok masyarakat sekaligus memprioritaskan konservasi alam,” tuturnya. Di akhir, Wali Kota Wahyu menekankan bahwa semangat Merdeka Belajar akan melahirkan generasi Pelajar Pancasila yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mampu bergotong-royong, mandiri, kritis dan kreatif. &#8220;Mereka inilah yang akan meneruskan estafet pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan berkeadilan di masa depan,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati World Clean Up Day 2025, Pemkot Malang Gelar Ngalam Rijik di Sungai Metro</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-world-clean-up-day-2025-pemkot-malang-gelar-ngalam-rijik-di-sungai-metro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226287</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menggelar Ngalam Rijik dengan kerja bakti bersih-bersih Sungai Metro sekaligus tanam pohon di wilayah Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (28/09/2025) tadi. Hal itu dilakukan, dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2025. Dalam kegiatan tersebut, hadir Wali Kota Malang, Wahyu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menggelar Ngalam Rijik dengan kerja bakti bersih-bersih Sungai Metro sekaligus tanam pohon di wilayah Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (28/09/2025) tadi. Hal itu dilakukan, dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2025.</p>



<p>Dalam kegiatan tersebut, hadir Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Kepala BI dan Kepala OJK, perwakilan Forkopimda serta pimpinan instansi lain. &#8220;Kegiatan ini merupakan bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan sudah menjadi kesadaran kolektif. Guyub, peduli dan mau bergerak bersama, menjadi bukti hadirnya seluruh stakeholder dalam langkah pembangunan Kota Malang,” ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih saja, melainkan gerakan moral sekaligus bagian dari program Dasa Bakti Pemkota Malang, yakni Ngalam Rijik. &#8220;Dengan Ngalam Rijik, kita tidak hanya membersihkan jalan atau taman, tetapi juga membangun karakter warga yang cinta kebersihan dan menghargai kelestarian alam. Saya berterima kasih atas dukungan semua pihak. Ke depan, program lingkungan harus terus diperkuat, mulai dari edukasi sejak dini, Bank Sampah, inovasi pengelolaan limbah, hingga peningkatan sarana dan prasarana kebersihan,” tambah Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menekankan, bahwa momentum World Clean Up Day harus menjadi bukti keseriusan masyarakat Kota Malang dalam menjadikan aksi bersih-bersih sebagai gaya hidup, bukan sekadar seremoni.</p>



<p>Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Gerakan ini sejalan dengan Dasa Bakti Unggulan Wali Kota Malang, yaitu Ngalam Rijik. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan gerakan yang masif, diharapkan bisa memunculkan semangat yang sama di tengah masyarakat secara lebih luas,” imbuh Raymond. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226287</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati 200 Tahun dan 14th World Tua Pek Kong Festival, Klenteng Eng An Kiong Gelar Kirab Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-200-tahun-dan-14th-world-tua-pek-kong-festival-klenteng-eng-an-kiong-gelar-kirab-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226296</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, menggelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati 200 tahun berdirinya klenteng sekaligus menjadi bagian dari rangkaian 14th World Tua Pek Kong Festival, Sabtu (27/09/2025) tadi. Dalam perayaan akbar ini, hadir ribuan tamu internasional dari Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei, Makau, Hongkong hingga Tiongkok. Sementara tamu dalam negeri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, menggelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati 200 tahun berdirinya klenteng sekaligus menjadi bagian dari rangkaian 14th World Tua Pek Kong Festival, Sabtu (27/09/2025) tadi. Dalam perayaan akbar ini, hadir ribuan tamu internasional dari Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei, Makau, Hongkong hingga Tiongkok. Sementara tamu dalam negeri, diperkirakan mencapai 2 ribu hingga 2.500 orang, di luar masyarakat umum yang akan memadati jalur kirab.</p>



<p>Perwakilan panitia, Kevin Chistian Chandra, menyampaikan bahwa rangkaian acara dimulai dengan doa pagi bersama untuk memohon kelancaran dan keselamatan. Kemudian, dilanjutkan dengan kirab yang mengelilingi Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tua Pek Kong itu dewa utama yang dipercaya sebagai simbol perlindungan, kesuburan dan keberkahan bagi masyarakat. Nantinya kirab dilakukan dari depan Klenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata, melewati Jalan Gatot Subroto – Jalan Trunojoyo – Jalan Kertanegara – Alun-Alun Tugu – Jalan Mgr Sugiyopranoto – Jalan Kauman – Perempatan Kasin – Jalan Ade Irma Suryani – Jalan Pasar Besar dan kembali ke Klenteng Eng An Kiong,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selama perjalanan, kirab menyuguhkan beragam atraksi kesenian. Seperti barongsai, reog Malang, hingga topeng Malangan. Prosesi syukuran dengan polo pendem serta peragaan 12 busana adat Nusantara juga turut meramaikan perayaan.</p>



<p>“Tema kirab tahun ini menunjukkan bahwa Kota Malang layak menjadi destinasi wisata budaya,” lanjut Kevin.</p>



<p>Sementara itu, salah satu peserta asal Jombang, Febriana, mengaku bangga dapat ikut serta dalam perayaan tersebut. &#8220;Kami ikut parade festival Tua Pek Kong, dalam rangka ulang tahun Tua Pek Kong yang ke-14 sekaligus HUT ke-200 Klenteng Eng An Kiong Malang. Kami menyiapkan diri sekitar seminggu. Dalam kirab, kami juga mengajak Mak Co untuk ikut jalan sepanjang rute. Kalau beliau berkenan, biasanya telapak tangannya berbalik sebagai tanda persetujuan. Kalau tidak, tangannya menengadah,” tutur Febriana.</p>



<p>Dengan ribuan peserta dan penonton, perayaan tersebut bukan hanya menjadi wujud syukur. Namun, juga menegaskan posisi Kota Malang sebagai kota dengan kekayaan tradisi dan destinasi wisata budaya internasional. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226296</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
