<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peringatkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peringatkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 09:33:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peringatkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem yang Berpotensi Banjir hingga Puting Beliung</title>
		<link>https://memontum.com/bmkg-juanda-peringatkan-cuaca-ekstrem-yang-berpotensi-banjir-hingga-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[beliung]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[juanda]]></category>
		<category><![CDATA[peringatkan]]></category>
		<category><![CDATA[puting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229651</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya Malang Raya pada Rabu (21/01/2026) hingga Jumat (30/01/2026) mendatang. Karena kondisi tersebut, akan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya Malang Raya pada Rabu (21/01/2026) hingga Jumat (30/01/2026) mendatang. Karena kondisi tersebut, akan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.</p>



<p>Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana. Sejumlah daerah di Jawa Timur yang perlu meningkatkan kewaspadaan, diantaranya meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Magetan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Pacitan, serta Kota Batu, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya dan Kota Madiun.</p>



<p>“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diprakirakan sudah berada pada puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem diprediksi meningkat,” ujar Taufiq, dalam rilis Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, adanya pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer Equatorial Rossby, serta prakiraan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang akan melintasi Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.</p>



<p>&#8220;Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Berdasarkan analisis angin gradien lapisan 3.000 kaki pada 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan mencapai 32 knot di wilayah Jawa Timur,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam hal ini, masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, khususnya di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan tebing yang rawan banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang. &#8220;Masyarakat juga harus aktif memantau informasi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di laman resmi BMKG Juanda, peringatan dini 3 harian, serta peringatan dini 2–3 jam ke depan yang disampaikan melalui website dan media sosial infobmkgjuanda,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229651</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Hendy Peringatkan Gempa dan Tsunami di Sepanjang Pesisir Pantai Jember</title>
		<link>https://memontum.com/apel-kesiapsiagaan-bencana-bupati-hendy-peringatkan-gempa-dan-tsunami-di-sepanjang-pesisir-pantai-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[peringatkan]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210064</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana, di Alun-alun Kecamatan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, bupati memberikan peringatan bahaya gempa dan tsunami di sepanjang pesisir pantai yang ada di Kabupaten Jember. Disampaikan, bahwa Kabupaten Jember merupakan tempat bertemunya lempeng Asia dan Australia. Sedangkan di sisi selatan Jember, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, memimpin pelaksanaan apel kesiapsiagaan bencana, di Alun-alun Kecamatan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, bupati memberikan peringatan bahaya gempa dan tsunami di sepanjang pesisir pantai yang ada di Kabupaten Jember.</p>



<p>Disampaikan, bahwa Kabupaten Jember merupakan tempat bertemunya lempeng Asia dan Australia. Sedangkan di sisi selatan Jember, terdapat titik atau lingkaran merah yang termasuk pusat gempa.</p>



<p>“Itulah yang menjadi faktor tingkat kerawanan gempa tinggi yang juga dapat menimbulkan tsunami,” kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa Kabupaten Jember pernah terdampak tsunami yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 1994. Saat itu, gempa berkekuatan 7,9 skala richter mengguncang Banyuwangi dan mengakibatkan tsunami setinggi 13,9 meter. Guncangan sendiri, terasa hingga ke Kabupaten Jember dan mengakibatkan 56 rumah warga hanyut dan tenggelam di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Jember dan di Puger 57 perahu rusak.</p>



<p>“Kita mempunyai resiko tinggi di sepanjang garis pantai yang ada di Jember. Oleh karena itu, saya harap masyarakat pesisir untuk terus waspada,” terang Bupati Hendy.</p>



<p>Bupati Hendy juga menegaskan bahwa Pemkab Jember konsisten mensialisasikan kesiapsiagaan bencana dan melatih masyarakat tangguh bencana. Termasuk, mendorong masyarakat untuk memfungsikan Poskamling sebagai sarana kesiapsiagaan bencana serta membuat kentongan di setiap Poskamling.</p>



<p>“Adanya kentongan sebagai alat peringatan bencana, agar peringatan dapat tersampaikan ke seluruh warga baik di kota maupun di desa,” paparnya. <strong>(kom/rio/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210064</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Peningkatan Suhu Panas dari BMKG, Dinkes Kabupaten Malang Peringatkan Dehidrasi</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-peningkatan-suhu-panas-dari-bmkg-dinkes-kabupaten-malang-peringatkan-dehidrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2023 11:04:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dehidrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatkan]]></category>
		<category><![CDATA[sikapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199247</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Selama sepekan ke depan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo, mencatat bahwa akan terjadi peningkatan suhu panas yang luar biasa. Yaitu, tidak hanya berkisar antara 33 hingga 36 derajat celcius. Namun, diperkirakan hingga di angka 37 derajat celcius, yang diperkirakan akan berlangsung pada Kamis (12/10/2023) hingga Sabtu (14/10/2023) mendatang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Selama sepekan ke depan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo, mencatat bahwa akan terjadi peningkatan suhu panas yang luar biasa. Yaitu, tidak hanya berkisar antara 33 hingga 36 derajat celcius. Namun, diperkirakan hingga di angka 37 derajat celcius, yang diperkirakan akan berlangsung pada Kamis (12/10/2023) hingga Sabtu (14/10/2023) mendatang.</p>



<p>Mensikapi informasi awal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pun meminta kepada warga masyarakat, untuk lebih selektif di hari-hari tersebut. Termasuk, lebih banyak mengkonsumsi air mineral untuk menetralisir tubuh.</p>



<p>&#8220;Dengan kondisi cuaca yang panas, dehidrasi pastinya bisa menimpa siapa saja. Karenanya, kebutuhan air mineral untuk tubuh, bisa dioptimalkan untuk mengimbangi kondisi itu. Sehingga, warga tidak sampai mengalami dehidrasi,&#8221; kata Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Drg Wiyanto Wijoyo, Rabu (04/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, selain ancaman dehidrasi, sebenarnya langkah yang paling efektif adalah tidak beraktivitas di luar rumah. Hanya saja, karena kemungkinan ini juga sangat kecil, sehingga bisa memanfaatkan alat bantu saat di luar rumah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang paling efektif, sebenarnya menghindari sinar matahari di siang hari. Namun, kalau hal ini sangat tidak mungkin, maka bisa menggunakan payung saat aktivitas di luar. Karena saat cuaca panas, tidak hanya dehidrasi yang dikhawatirkan. Namun, kulit terbakar pun juga tidak menutup kemungkinan bisa terjadi. Karenanya, memang perlu waspada atau antisipasi,&#8221; ujar mantan Kepala Puskesmas Pakis ini.</p>



<p>Selain beberapa langkah antisipasi itu, lanjutnya, hal yang paling perlu diingat adalah bagaimana menjaga kondisi tubuh. Artinya, warga harus sadar betul bagaimana kondisi kesehatan masing-masing. Jangan sampai, karena kondisi kesehatannya yang tidak bagus, namun malah memaksakan diri keluar rumah dengan kondisi cuaca yang panas.</p>



<p>&#8220;Jadi, begitu sadar kondisinya lemah saat terkena panas menyengat, tentunya harus segera menghindar. Bukan, justru tetap bertahan karena aktivitas di luar rumah,&#8221; paparnya.</p>



<p>Terkait peningkatan suhu panas, Wiyanto menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlaku di beberapa wilayah. Seperti di Jawa Tengah atau Semarang, cuaca panas juga sudah terjadi. Karenanya, langkah-langkah antisipasi harus terus dilakukan. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199247</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Kebakaran Hutan, Dinkes Kabupaten Malang Peringatkan Warga Soal Ispa</title>
		<link>https://memontum.com/musim-kebakaran-hutan-dinkes-kabupaten-malang-peringatkan-warga-soal-ispa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198733</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kebakaran kawasan hujan yang terjadi di wilayah Gunung Arjuno dan Gunung Bromo, siapa sangka juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Selain melebarnya titik api dari satu lokasi ke lokasi lain, Dinkes juga berharap warga bisa melakukan antisipasi. Salah satunya, terkait arah angin yang membawa asap dari titik lokasi kebakaran. Karena, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Kebakaran kawasan hujan yang terjadi di wilayah Gunung Arjuno dan Gunung Bromo, siapa sangka juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Selain melebarnya titik api dari satu lokasi ke lokasi lain, Dinkes juga berharap warga bisa melakukan antisipasi.</p>



<p>Salah satunya, terkait arah angin yang membawa asap dari titik lokasi kebakaran. Karena, jika lokasinya berdekatan dengan kawasan pemukiman, maka bisa berdampak pada infeksi saluran pernafasan (Ispa).</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, menjelaskan bahwa dampak dari asap kebakaran, salah satunya memang bisa mengakibatkan Ispa. Karenanya, perkembangan dari musibah kebakaran itu, juga turut dilakukan pemantauan. Dengan harapan, jangan sampai warga kabupaten juga terkena dampak dari asap tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terkait dengan kebakaran, tentunya warga kita ingatkan mengenai antisipasi Ispa. Sehingga, ini jangan sampai terjadi di masyarakat,&#8221; ujar Wiyanto, Rabu (06/09/2023) tadi.</p>



<p>Ispa ini, ungkapnya, akan sangat rentan dialami warga ketika lokasinya berdekatan dengan titik api atau sekitar kawasan yang membawa asap ke lokasi pemukiman. Namun, ketika lokasi pemukiman dengan asap cukup aman, tentunya masih aman.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisinya sekarang, warga kabupaten yang berdekatan dengan kawasan Gunung Arjuno, itu aman. Begitu juga, lokasi pemukiman warga kabupaten di sekitaran kawasan Gunung Bromo. Jadi, antara pemukiman dengan asap, masih cukup jauh. Sehingga, terbilang masih aman,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Meski begitu, tambah mantan Kadis Puskesmas Pakis ini, pihaknya tetap meminta warga untuk tetap antisipasi. Sehingga, warga tidak sampai terdampak. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198733</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
