<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perjuangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perjuangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 09:36:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perjuangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bukan Kebaya, Tapi Kardus dan Plastik Jadi Simbol Perjuangan Misyani di Hari Kartini</title>
		<link>https://memontum.com/bukan-kebaya-tapi-kardus-dan-plastik-jadi-simbol-perjuangan-misyani-di-hari-kartini</link>
					<comments>https://memontum.com/bukan-kebaya-tapi-kardus-dan-plastik-jadi-simbol-perjuangan-misyani-di-hari-kartini#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kardus]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[misyani]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[plastik]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231842</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memperingati Hari Kartini, tidak selalu harus identik dengan kebaya atau seremoni. Bagi Misyani (54), semangat Kartini justru hadir dalam kerja keras sehari-hari demi bertahan hidup secara mandiri dan menghidupi keluarga. Sejak pukul 05.30, Misyani yang bekerja sebagai pemulung, sudah mulai menyusuri jalanan untuk mengumpulkan barang bekas. Kardus, botol plastik hingga gelas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memperingati Hari Kartini, tidak selalu harus identik dengan kebaya atau seremoni. Bagi Misyani (54), semangat Kartini justru hadir dalam kerja keras sehari-hari demi bertahan hidup secara mandiri dan menghidupi keluarga.</p>



<p>Sejak pukul 05.30, Misyani yang bekerja sebagai pemulung, sudah mulai menyusuri jalanan untuk mengumpulkan barang bekas. Kardus, botol plastik hingga gelas air mineral, menjadi sumber penghasilannya. Aktivitas itu, di jalani hingga sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 di setiap hari.</p>



<p>“Mulai tahun 2004, saya mulung di sini. Dahulu sama bapaknya anak-anak, sekarang sudah tidak ada. Jadi, saya sendiri yang meneruskan,” kata Misyani, saat ditemui di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Borobudur, Selasa (21/04/2026) tadi.</p>



<p>Pekerjaan sebagai pemulung, bagi Misyani tentunya bukan pilihan mudah. Namun, setelah sang suami meninggal dunia, dirinya memilih tetap bekerja agar tidak bergantung pada orang lain. Baginya, bekerja adalah bentuk kemandirian sekaligus cara bertahan hidup.</p>



<p>Dalam sehari, Misyani mengaku kalau penghasilannya tidak menentu. Namun bila dirata-rata, hasil yang diperolehnya sekitar Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu. Tergantung, dari banyaknya barang yang berhasil dikumpulkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Harga jual barang bekas, pun relatif kecil, seperti botol plastik yang hanya dihargai Rp 500 hingga Rp 600 perkg. Sementara untuk kardus, sekitar Rp 1.500.</p>



<p>&#8220;Dapat sedikit disyukuri, dapat banyak juga disyukuri. Yang penting berkah,&#8221; papar perempuan yang tinggal di kawasan Plaosan, Kecamatan Blimbing.</p>



<p>Usai bekerja, Misyani biasanya pulang menggunakan becak langganan. Ongkosnya berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, tergantung banyaknya barang bawaan. Sementara untuk berangkat, sesekali menggunakan ojek daring karena sudah tidak mampu mengayuh sepeda.</p>



<p>&#8220;Saya punya empat anak. Dua diantaranya sudah berkeluarga dan saya hidup mandiri di rumah sendiri, agar tidak merepotkan anak-anak,&#8221; katanya.</p>



<p>Semangat sederhana itulah, yang membuat kisah Misyani menjadi potret nyata perjuangan perempuan di Hari Kartini. Tanpa sorotan panggung, dirinya terus bekerja, menjaga harga diri melalui kemandirian. Harapannya pun sederhana.</p>



<p>“Semoga diberi kesehatan, rezeki yang berkah dan panjang umur supaya bisa terus bekerja,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bukan-kebaya-tapi-kardus-dan-plastik-jadi-simbol-perjuangan-misyani-di-hari-kartini/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231842</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Bazar Peringatan Hari Kartini, Wabup Malang Ingatkan Teladani Perjuangan Kartini</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-bazar-peringatan-hari-kartini-wabup-malang-ingatkan-teladani-perjuangan-kartini</link>
					<comments>https://memontum.com/lomba-bazar-peringatan-hari-kartini-wabup-malang-ingatkan-teladani-perjuangan-kartini#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[teladani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Lomba Bazar dalam rangka Peringatan Hari Kartini 2026, yang diselenggarakan di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Minggu (19/04/2026) tadi. Kegiatan ini, berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat setempat, khususnya para pelaku UMKM dan kelompok PKK. Dalam pelaksanaan itu, peserta menampilkan berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Lomba Bazar dalam rangka Peringatan Hari Kartini 2026, yang diselenggarakan di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Minggu (19/04/2026) tadi. Kegiatan ini, berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat setempat, khususnya para pelaku UMKM dan kelompok PKK. Dalam pelaksanaan itu, peserta menampilkan berbagai produk unggulan serta kreasi kuliner khas daerah.</p>



<p>Lomba bazar tersebut, menjadi salah satu bentuk pemberdayaan perempuan. Sekaligus, upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa, serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antar warga.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wabup Lathifah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba bazar. Dirinya mengajak seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk meneladani semangat perjuangan Kartini. Diantaranya, dalam memperjuangkan kesetaraan, kemandirian, serta peran aktif perempuan dalam pembangunan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Lathifah juga menekankan, akan pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga melalui kreativitas dan inovasi, seperti yang ditunjukkan dalam kegiatan bazar ini. Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.</p>



<p>“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjadi perempuan yang tangguh, mandiri dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat,” kata Wabup Malang.</p>



<p>Kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi lokal, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Turut hadir dalam kegiatan itu, Muspika Tirtoyudo, Kepala Desa Sumbertangkil beserta perangkat desa, TP PKK, tokoh masyarakat, serta peserta lomba bazar. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/lomba-bazar-peringatan-hari-kartini-wabup-malang-ingatkan-teladani-perjuangan-kartini/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Merawat Persatuan dan Meneguhkan Perjuangan Umat Jadi Tema Harlah DPC PPP Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/merawat-persatuan-dan-meneguhkan-perjuangan-umat-jadi-tema-harlah-dpc-ppp-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[meneguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[merawat]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229896</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Harlah ke-53 dengan mengusung tema &#8216;Merawat Persatuan, Meneguhkan Perjuangan Umat&#8217;. Acara tersebut, berpusat di Gedung Serbaguna Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, Kamis (29/01/2026) tadi. Dalam acara tersebut, PPP Situbondo fokus pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi partai, terutama di tingkat akar rumput. Acara sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Harlah ke-53 dengan mengusung tema &#8216;Merawat Persatuan, Meneguhkan Perjuangan Umat&#8217;. Acara tersebut, berpusat di Gedung Serbaguna Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, Kamis (29/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam acara tersebut, PPP Situbondo fokus pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi partai, terutama di tingkat akar rumput. Acara sendiri, diisi dengan kegiatan tasyakuran, santunan untuk 53 anak yatim piatu dan pelantikan pengurus hasil Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) PPP Situbondo.</p>



<p>Ketua DPC PPP Situbondo, Zeiniye, mengatakan bahwa peringatan Harlah ke-53 ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh kader partai untuk meneguhkan kembali jati diri dan arah perjuangan politik. Sehingga ke depan, akan kian senantiasa solid.</p>



<p>Dalam rangkaian peringatan sendiri, Zeiniye mengatakan bahwa PPP Situbondo juga melaksanakan kegiatan santunan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Salah satunya, seperti pemberian bantuan kepada warga kurang mampu dan anak yatim.</p>



<p>“Situbondo adalah barometer bagi PPP. Ini dibuktikan dengan perolehan suara yang signifikan di Pemilu 2024. Atas dasar itulah kami fokus merawat basis akar rumput untuk peta kekuatan 2029 mendatang,” kata Zeiniye.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wabup Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan rasa syukur dan bangga bisa hadir dalam peringatan Harlah ke-53 PPP Situbondo. “Saya mengapresiasi langkah PPP Situbondo dalam memperkuat kaderisasi dan kepedulian sosial. Semoga PPP Situbondo terus menjadi partai yang solid dan berintegritas,” ujarnya.</p>



<p>Ulfiyah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengurus, kader dan keluarga besar PPP, sehingga dirinya dapat mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Situbondo. “Saya juga mohon masukan, saran-saran, serta petuah dari para sesepuh dan kader-kader partai,” tambahnya.</p>



<p>Penguatan kaderisasi dan konsolidasi partai, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kapabilitas kader PPP Situbondo dalam menghadapi tantangan politik dan sosial di masa depan. Dengan demikian, PPP Situbondo dapat terus menjadi partai yang kuat dan berintegritas dalam melayani masyarakat.</p>



<p>Dalam acara tersebut, PPP Situbondo juga memberikan penghargaan kepada kader-kader yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam pembangunan partai. Penghargaan ini, diharapkan dapat memotivasi kader-kader lainnya untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi kemajuan partai.</p>



<p>Dengan semangat Harlah ke-53, PPP Situbondo berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat, serta menjadi partai yang solid dan berwibawa. PPP Situbondo juga siap menghadapi tantangan politik dan sosial di masa depan dengan strategi dan program yang lebih baik. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229896</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Pahlawan, Momentum Meneguhkan Perjuangan dari Medan Juang ke Medan Karya</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-pahlawan-momentum-meneguhkan-perjuangan-dari-medan-juang-ke-medan-karya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[meneguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di Alun-alun Jember, Senin (10/11/2025) tadi. Peringatan ini, menjadi momen untuk meneguhkan perjuangan dari medan juang ke medan karya. Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar dan organisasi kemasyarakatan, nampak khidmat mengikuti pelaksanaan upacara peringatan bertema &#8216;Terus Bergerak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di Alun-alun Jember, Senin (10/11/2025) tadi. Peringatan ini, menjadi momen untuk meneguhkan perjuangan dari medan juang ke medan karya.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar dan organisasi kemasyarakatan, nampak khidmat mengikuti pelaksanaan upacara peringatan bertema &#8216;Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan&#8217;. Sementara sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah.</p>



<p>Dalam amanatnya, ditegaskan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masa kini. “Para pahlawan mengajarkan kepada kita, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari keberanian, kesabaran, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan,” kata Letkol Indra, dalam amanatnya.</p>



<p>Dirinya menekankan, bahwa perjuangan para pahlawan bukan hanya demi diri sendiri, tetapi untuk masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal yaitu generasi masa kini. Oleh karena itu, tugas seluruh rakyat Indonesia adalah menjaga api semangat itu agar tidak padam, serta meneruskannya dalam bentuk karya dan pengabdian.</p>



<p>Lebih lanjut, Letkol Indra menyampaikan tiga nilai penting, yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, membangun kebersamaan dan menunggu momentum perjuangan. Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, sebagaimana para pejuang yang setelah kemerdekaan tidak berebut jabatan, melainkan kembali mengabdi kepada rakyat. Serta ketiga, pandangan jauh ke depan, di mana perjuangan mereka dilakukan demi generasi mendatang dan kemakmuran bangsa Indonesia.</p>



<p>“Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dandim 0824/Jember juga mengingatkan, bahwa bentuk perjuangan masa kini telah bergeser. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan senjata, kini perjuangan harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, empati sosial, serta dedikasi dalam membangun bangsa.</p>



<p>“Semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” ujarnya.</p>



<p>Letkol Indra juga menyampaikan, bahwa semangat kepahlawanan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan berdaya.</p>



<p>“Hari ini kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih dan melayani lebih tulus,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara yang turut memperingati Hari Pahlawan dengan penuh semangat. Menurutnya, momentum 10 November bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan pendahulunya.</p>



<p>“Dari Hari Pahlawan ini, kita diajarkan untuk tidak pernah pantang menyerah. Terinspirasi dari para pahlawan nasional, kita harus terus mewujudkan Jember Baru, Jember Maju,” ujar Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Gus Fawait menegaskan, bahwa visi Jember Baru, Jember Maju, berakar dari semangat kepahlawanan menurunkan angka kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Apa pun yang saya lakukan, komitmen saya adalah untuk kesejahteraan masyarakat Jember. Itu bentuk perjuangan masa kini, perjuangan tanpa senjata, tetapi dengan kerja nyata,” ungkapnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PDI Perjuangan Jatim Gelar Psikotes untuk 24 Calon DPC dan DPD Jawa Timur</title>
		<link>https://memontum.com/pdi-perjuangan-jatim-gelar-psikotes-untuk-24-calon-dpc-dan-dpd-jawa-timur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[psikotes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Sebanyak 24 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota dan Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, mengikuti pelaksanaan psikotes yang digelar DPP Partai secara daring, Kamis (04/09/2025) tadi. Psikotes secara online Gelombang I, ini digelar di Aula Megawati Soekarnoputri Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim di Surabaya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Sebanyak 24 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota dan Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, mengikuti pelaksanaan psikotes yang digelar DPP Partai secara daring, Kamis (04/09/2025) tadi. Psikotes secara online Gelombang I, ini digelar di Aula Megawati Soekarnoputri Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim di Surabaya.</p>



<p>Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyampaikan bahwa proses ini merupakan salah satu bentuk pembenahan internal partai secara serius dan sistematis. “PDI Perjuangan sebagai partai politik utama terus berbenah. Kami telah menerapkan rekrutmen yang modern, bukan lagi semata-mata berdasarkan kedekatan personal. Di PDI Perjuangan, ada alat ukur dan instrumen yang terukur untuk menilai kapabilitas calon pemimpin,” kata Sri Untari.</p>



<p>Dirinya juga menjelaskan, bahwa kerja sama antara DPP PDI Perjuangan dan Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi), telah menghasilkan sistem seleksi berbasis data psikologis yang terekam dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Hal ini, sejalan dengan semangat partai untuk menghadirkan kader-kader terbaik di setiap lini kepemimpinan.</p>



<p>“Hari ini sebanyak 24 calon Ketua DPC se-Jatim dan DPD Jawa Timur telah mengikuti tahap psikotes. Ada beberapa yang hadir di Aula Megawati, beberapa lainnya mengikuti secara daring,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebelumnya, proses penjaringan nama calon Ketua DPC dan DPD, telah dilakukan di tingkat PAC dan DPC. Nama-nama tersebut, kemudian disaring melalui psikotes ini oleh DPP Partai. “Tujuannya jelas, untuk menjaring calon-calon ketua yang memiliki kapabilitas, kredibilitas dan tentu saja yang disayangi masyarakat serta loyal kepada partai,” terang Sri Untari.</p>



<p>Perempuan yang juga Ketua Komisi E DPRD Jatim, ini menambahkan bahwa DPD PDI Perjuangan Jatim menargetkan seluruh PAC dan DPC menyetorkan nama calon ketuanya paling lambat pada tanggal 6 September 2025. Hal ini, dimaksudkan agar seluruh kandidat dapat mengikuti tahap psikotes sebagaimana dijadwalkan. Sehingga, proses seleksi berjalan secara menyeluruh dan adil.</p>



<p>“Kami ingin memastikan yang memimpin DPC dan DPD nantinya adalah kader-kader terbaik yang lahir dari proses kaderisasi dan seleksi yang adil dan profesional,&#8221; imbuhnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225732</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara HUT RI, Mas Dhito Ajak Masyarakat Jaga Spirit Perjuangan Pahlawan</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-hut-ri-mas-dhito-ajak-masyarakat-jaga-spirit-perjuangan-pahlawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225121</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (17/08/2025) tadi. Pelaksanaan upacara kemerdekaan yang diikuti jajaran Forkopimda, ketua partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ini berlangsung khidmat. Sebagai komandan upacara, Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (17/08/2025) tadi. Pelaksanaan upacara kemerdekaan yang diikuti jajaran Forkopimda, ketua partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ini berlangsung khidmat. Sebagai komandan upacara, Kapolsek Pare, AKP Rudi Darmawan, sedang teks proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro.</p>



<p>Dalam pelaksanaan upacara itu, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, mengajak seluruh elemen masyarakat agar bisa menjaga kecintaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan meneladani spirit perjuangan para pahlawan. “Semoga kita semua bisa mewarisi api perjuangan para pahlawan,” kata Mas Dhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mewujudkan tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini, &#8216;Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju&#8217;, Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya mengentaskan kemiskinan. Disampaikan Mas Dhito, berjuang di era sekarang, berbeda dengan era sebelum kemerdekaan. Saat ini, tantangannya adalah bagaimana membuat kebijakan dan program untuk kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Di sisi lain, Mas Dhito juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa ikut berperan aktif dalam membangun negara, terutama daerah. “Perjuangan kami di Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini, salah satunya bagaimana mengentaskan kemiskinan ekstrem,” ungkap Mas Dhito.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, sebelum Upacara Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung, dini hari diadakan prosesi Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Canda Bhirawa. Acara yang juga diikuti Mas Dhito bersama jajaran Forkopimda, TNI/Polri, Pramuka dan para veteran, ini dipimpin oleh inspektur upacara Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Ismaya Hera Wardanie. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225121</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapa Masyarakat Pasrujambe, Bunda Indah Terima Dukungan Pemenangan dan Siap Perjuangkan Pupuk</title>
		<link>https://memontum.com/sapa-masyarakat-pasrujambe-bunda-indah-terima-dukungan-pemenangan-dan-siap-perjuangkan-pupuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pasrujambe]]></category>
		<category><![CDATA[pemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangkan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215171</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Pilkada Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, memanfaatkan masa kampanyenya dengan menemui masyarakat Kecamatan Pasrujambe, Senin (07/10/2024) tadi. Dalam momen santai seraya serap aspirasi itu, Bunda Indah menemui masyarakat yang didominasi petani, sambil mendengarkan keluh kesah serta harapan petani kedepannya. Di hadapan masyarakat yang sebagian besar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Pilkada Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, memanfaatkan masa kampanyenya dengan menemui masyarakat Kecamatan Pasrujambe, Senin (07/10/2024) tadi. Dalam momen santai seraya serap aspirasi itu, Bunda Indah menemui masyarakat yang didominasi petani, sambil mendengarkan keluh kesah serta harapan petani kedepannya.</p>



<p>Di hadapan masyarakat yang sebagian besar adalah kalangan petani itu, Bunda Indah menggaungkan tekad, bahwa jika dirinya diberi amanah menjadi Bupati Lumajang, bakal memprioritaskan aspirasi petani. Diantaranya, seperti masalah pupuk, di mana sangat dibutuhkan petani tatkala sudah memasuki musim tanam hingga tahapan berikutnya.</p>



<p>&#8220;Ke depan, salah satunya petani harus mudah mendapatkan pupuk. Apalagi, hal ini sangat erat kaitannya dengan swasembada pangan. Karenanya, petani harus diberi ruang lebih dan tidak hanya mengenai pupuk. Karenanya, kalau Allah mentakdirkan saya menjadi Bupati Lumajang, pertama yang akan saya dorong dahulu mengenai kebutuhan utama yaitu pupuk,&#8221; kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pernyataan Bunda Indah itu, pun sontak memantik semangat masyarakat. Bahkan, warga masyarakat siap memberikan dukungan kepada Bunda Indah, yang berpasangan dengan Yudha Adji Kusuma sebagai calon Wakil Bupati Lumajang, agar terpilih dalam Pilkada 27 November mendatang.</p>



<p>&#8220;Petani Pasrujambe, untuk Bunda Indah,&#8221; sorak masyarakat.</p>



<p>Tim Pemenangan Bunda Indah-Mas Yudha, Agus Setiawan, memastikan bahwa janji politik Bunda Indah bukan sebatas janji-janjinya kosong. Karenanya, selama masa kampanye berlangsung, tim pemenangan juga membuka ruang lebar pada masyarakat, untuk menyampaikan aspirasi dan keinginannya. Tujuannya, supaya bisa bersama-sama membangun Lumajang, seperti yang diharapkan.</p>



<p>&#8220;Visi misi dan program prioritas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Bunda Indah-Mas Yudha, merupakan intisari dari apa yang menjadi hajat besar masyarakat Lumajang, pada umumnya. Jadi, itu serapan aspirasi masyarakat yang kemudian akan dibawa sebagai bentuk amanah. Tentunya juga, aspirasi-aspirasi baru yang disampaikan masyarakat, saat bertemu dan berdialog dengan Paslon nomor urut 2 Pilkada Lumajang,&#8221; kata pria yang kerap disapa Samco itu. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215171</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Seorang Ibu dengan Anak Lumpuh Otak, dari Pasrah hingga Berjuang di Paguyuban</title>
		<link>https://memontum.com/perjuangan-seorang-ibu-dengan-anak-lumpuh-otak-dari-pasrah-hingga-berjuang-di-paguyuban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pasrah]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak. Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang ibu dari Forum Keluarga Disabilitas (FKD) Sukun, Agustiningsih, berbagi kisah perjuangannya merawat sang anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) atau lumpuh otak.</p>



<p>Realita itu, telah dialami oleh sang anak, Marissa Etyaningsih (23), dari sejak lahir. Bahkan hingga sekarang, Marissa tidak dapat mandiri dan membutuhkan bantuan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari makan, mandi dan sebagainya.</p>



<p>&#8220;Pokoknya segala keperluan Marissa, semuanya dibantu. Karena punggungnya lemas, dia kalau duduk terlalu lama tidak kuat,&#8221; kata Agustiningsih, Sabtu (06/07/2024) tadi.</p>



<p>Ketiga anak Agustiningsih, siapa sangka juga memiliki kondisi yang serupa. Sementara sang ibu, mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Apalagi, dokter yang dituju tidak menjelaskan alasan-alasan itu dapat terjadi. Padahal, sang ibu menginginkan adanya penjelasan dan jalan keluar.</p>



<p>“Saya juga bingung, harusnyakan ini dijelaskan oleh dokter, kok bisa anak saya seperti ini. Anak pertama saya yang sudah kuliah dan hampir menikah, itu sebelum meninggal saat pandemi Covid-19 lalu, juga mengalami kondisi sama. Saya sudah pasrah. Saya syukuri saja, meskipun tiga-tiganya dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Agustiningsih menambahkan, bahwa dirinya juga sudah berusaha dengan mencoba memberikan terapi kepada sang anak. Dari hatinya bergerak untuk melakukan terapi sendiri bagi sang anak. Terlebih, baginya kader terbaik untuk anak adalah orangtuanya sendiri.</p>



<p>“Menjadi terapis karena dari hati. Kita mempunyai anak seperti ini, kemudian saya ikut paguyuban, akhirnya hati tidak bisa diam. Harus terjun ke dalam paguyuban, sehingga kegiatan saya rutin di paguyuban,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya paguyuban disabilitas sendiri menjadi tempat Agustiningsih menemukan penghiburan dan dukungan. Dengan bergabung di paguyuban, hatinya dapat terhibur. Apalagi melihat anak-anak yang senang berkumpul dengan teman-temannya.</p>



<p>“Alhamdulillah. Dengan adanya paguyuban ini, apalagi sekarang lebih maju, sudah dapat perhatian dari pemerintah, kelurahan, kecamatan,” tambahnya.</p>



<p>Agustiningsih berharap, agar semua orang tua yang memiliki anak disabilitas tidak membiarkan anak-anak mereka terkurung. Dalam menerima kondisi anak-anaknya juga membutuhkan waktu yang lama.</p>



<p>“Saya sampai tidak bisa cerita. Semua itu dari yang kuasa. Kita sudah berusaha,l dan cari jalan terbaik. Tentu anak-anak ini dilahirkan huga juga ingin bahagia, ingin melihat dunia yang lain. Jadi harapan saya cuma ingin kedepannya anak-anak disabilitas lebih diperhatikan,&#8221; imbuh Agustiningsih. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Semangat Perjuangan, 95 Siswa SMPK Santa Maria 1 Malang Tampilkan Tari Grebeg Sabrang</title>
		<link>https://memontum.com/bangkitkan-semangat-perjuangan-95-siswa-smpk-santa-maria-1-malang-tampilkan-tari-grebeg-sabrang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bangkitkan]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[sabrang]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tampilkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209610</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 95 siswa SMPK Santa Maria 1 Malang, menampilkan tarian massal Tari Topeng Grebeg Sabrang, di Halaman Balai Kota Malang, seusai peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/05/2024) tadi.&#160; Pembina Tari SMPK Santa Maria 1 Malang, Garnasih Setya Rahayu, mengatakan bahwa tarian tersebut memiliki nilai filosofis yang mendalam. Terutama, bagi para siswa-siswinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 95 siswa SMPK Santa Maria 1 Malang, menampilkan tarian massal Tari Topeng Grebeg Sabrang, di Halaman Balai Kota Malang, seusai peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/05/2024) tadi.&nbsp;</p>



<p>Pembina Tari SMPK Santa Maria 1 Malang, Garnasih Setya Rahayu, mengatakan bahwa tarian tersebut memiliki nilai filosofis yang mendalam. Terutama, bagi para siswa-siswinya tersebut.</p>



<p>Filosofis yang dimaksud, yaitu mengenai semangat perjuangan. Sehingga, diharapkan dapat dicontoh oleh siswa-siswi dalam melakukan pembelajaran di lingkungan sekolah.</p>



<p>“Karena gen Z sekarang ini kan lebih banyak gadget yang diambil. Nah kita ingin mereka tetap semangat dalam belajar. Apalagi ini juga sesuai dengan kurikulum merdeka, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), nah kita berikan tema kearifan lokal, mengenai tari topeng ini,” jelas Garnasih.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa siswa-siswinya tersebut selalu bersemangat untuk mempelajari tari topeng Grebeg Sabrang. Mulai dari sejarahnya, gerakan yang ditampilkan hingga properti yang dikenakan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mulai topeng, jambang atau mahkota, itu dibuat oleh anak-anak sendiri. Termasuk gelang kakinya. Awalnya mereka mengeluh kesulitan untuk menggambar, prosesnya mereka tidak sabar. Tapi lama kelamaan proses dilakui dan latihan bersama selama tiga bulan, ternyata mereka jauh lebih minat untuk menarikan tarian ini,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Tari Topeng Grebeg Sabrang itu menurutnya menggambarkan sebuah prajurit untuk maju ke medan perang. Dalam tari wayang topeng itu diceritakan ada dua prajurit, yaitu grebeg sabrang dan grebeg jawa. Ketika, grebek sabrang diterapkan dalam kurikulum tahun ini, maka di tahun ajaran berikutnya diambil grebeg jawa.</p>



<p>“Kata grebeg berasal dari kata garebek, atau dalam bahasa jawa artinya diiring atau diirit bolo akih. Jadi grebeg sabrang ini prajuritnya Klana, dia yg akan berangkat menuju medan perang. Kita sudah mengambil grebek sabrang untuk tahun ajaran ini, maka tahun ajaran berikutnya bisa jadi kalau disetujui oleh Kepala Sekolah dan tim, mungkin grebeg jawa,” katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, usai tampil di Halaman Balai Kota Malang, tarian Grebeg Sabrang tersebut ditampilkan di sekitar Alun-Alun Tugu Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209610</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
