<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perkilogram &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perkilogram/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Feb 2026 11:33:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perkilogram &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Cabai Rawit di Kota Malang Tembus di Harga Rp 95 Ribu Perkilogram</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-di-kota-malang-tembus-di-harga-rp-95-ribu-perkilogram</link>
					<comments>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-di-kota-malang-tembus-di-harga-rp-95-ribu-perkilogram#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkilogram]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai rawit di Pasar Tawangmangu, Kota Malang, mengalami lonjakan harga hingga Rp 95 ribu perkilogram. Kenaikan itu terjadi, sejak sekitar 5-10 hari terakhir, dari harga sebelumnya di kisaran Rp 30 ribu naik hingga Rp 40 ribu perkilogram. Salah satu pedagang, Lilis, mengatakan bahwa kenaikan itu dipicu karena minimnya pasokan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai rawit di Pasar Tawangmangu, Kota Malang, mengalami lonjakan harga hingga Rp 95 ribu perkilogram. Kenaikan itu terjadi, sejak sekitar 5-10 hari terakhir, dari harga sebelumnya di kisaran Rp 30 ribu naik hingga Rp 40 ribu perkilogram.</p>



<p>Salah satu pedagang, Lilis, mengatakan bahwa kenaikan itu dipicu karena minimnya pasokan dari petani. Untuk saat ini pedagang mengandalkan stok dari Pasar Sayur Karangploso.</p>



<p>“Barang dari petani tidak ada, stok kosong langsung naik. Kalau musim bisa Rp 20 ribu, kalau tidak musim bisa tembus Rp 100 ribu,” ujar Lilis, saat ditemui, Rabu (04/02/2026) tadi.</p>



<p>Pedagang lain, Warni, mengatakan akibat kenaikan itu, membuat cabai rawit dijual eceran Rp 10 ribu perons, dengan kualitas biasa di kisaran Rp 85 ribu perkilogram. Sedangkan cabai yang kualitas bagus, dijual mencapai Rp 95 ribu perkilogram.</p>



<p>&#8220;Pembeli sudah tahu mengenai kenaikan harga ini. Karenanya pembeli juga menyesuaikan,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain cabai rawit, sayur manisa juga naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 6.500 hingga Rp 7 ribh perkilogram. Sementara harga bawang merah, relatif stabil di kisaran Rp 30 ribuan, dengan harga jual Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu perkilogram. Sedangkan untuk harga daging ayam, naik tipis Rp 500 perkilogram, dari Rp 36 ribu menjadi Rp 37 ribu perkilogram.</p>



<p>Pedagang ayam, Sunu, menyebut kenaikan dipicu terbatasnya stok dari peternak. Namun, hal itu tidak berpengaruh signifikan pada pembeli.</p>



<p>&#8220;Naik mulai hari ini. Mendekati hari puasa juga cenderung naik. Dahulu bisa sampai Rp 47 ribu per kilo, kalau harga normal Rp 33 ribu,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Untuk harga daging sapi, terpantau stabil di angka Rp 120 ribu perkilogram. Pedagang daging, Ahmad Yani, menyebut kenaikan sudah terjadi sejak dua bulan lalu dan tidak berkaitan langsung dengan momen puasa. &#8220;Tahun kemarin tidak ada kenaikan saat puasa dan menjelang hari raya aja,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/harga-cabai-rawit-di-kota-malang-tembus-di-harga-rp-95-ribu-perkilogram/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229930</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cabai Rawit di Kota Malang Tembus hingga di Harga Rp 100 Ribu Perkilogram</title>
		<link>https://memontum.com/cabai-rawit-di-kota-malang-tembus-hingga-di-harga-rp-100-ribu-perkilogram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkilogram]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218166</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai rawit di Kota Malang saat ini melonjak naik hingga di harga Rp 100 ribu perkilogram (kg), dari yang sebelumnya sekitar Rp 60 ribu perkg. Kenaikan ini, terjadi sejak awal musim hujan, yang berdampak pada ketersediaan dan kualitas hasil panen. Salah satu pedagang di Pasar Besar Malang, Ash’ari, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai rawit di Kota Malang saat ini melonjak naik hingga di harga Rp 100 ribu perkilogram (kg), dari yang sebelumnya sekitar Rp 60 ribu perkg. Kenaikan ini, terjadi sejak awal musim hujan, yang berdampak pada ketersediaan dan kualitas hasil panen.</p>



<p>Salah satu pedagang di Pasar Besar Malang, Ash’ari, menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai rawit tersebut adalah yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir ini. &#8220;Mulai awal hujan, harga sudah naik. Apalagi sayur-sayuran seperti wortel dan sawi, juga naik karena banyak yang rusak. Kalau ditanya penyebabnya, ya karena faktor alam,” katanya, Selasa (07/01/2025) tadi.</p>



<p>Selain cabai rawit, harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan signifikan. Dari sekitar Rp 25 ribu, kini menjadi Rp 48 ribu perkg. Harga buah tomat masih bertahan di Rp 16 ribu perkg, sementara telur tetap di Rp 30 ribu perkg sejak sebelum tahun baru.</p>



<p>&#8220;Untuk cabai dan sayur mayur, ini saya ngambil langsung dari Pasar Induk Gadang. Mengambilnya juga nggak banyak,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan terjadinya kenaikan harga tersebut, menurutnya mempengaruhi pola pembelian masyarakat. Dari yang biasanya membeli dalam jumlah banyak, kini hanya membeli dalam jumlah kecil, seperti setengah ons atau satu ons. Namun, untuk pelanggan tetap seperti hotel masih membeli dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan operasional.</p>



<p>&#8220;Harapannya setelah musim hujan selesai, harga sayuran dan cabai berangsur turun. Sekarang kita bertahan dulu dengan kondisi ini,” tambah Ash’ari.</p>



<p>Hal senada juga dialami pedagang lainnya, yakni Alia. Cabai rawit ditempatnya juga mencapai Rp 100 ribu perkg. Sementara, harga bawang putih tetap stabil di Rp 38 ribu perkg, sedangkan bawang merah naik menjadi Rp 50 ribu perkg dari sebelumnya Rp 40 ribu.</p>



<p>&#8220;Kalau barangnya bagus, pembeli tetap datang, meskipun harga naik,” tambah Alia.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pembeli mengatakan meski harga tinggi, kebutuhan akan cabai tetap menjadi prioritas, terutama untuk keperluan masakan sehari-hari seperti sambal. “Harga mahal atau murah tetap beli, karena butuh. Tapi sekarang belinya sesuai kebutuhan saja,” ungkap salah satu pembeli. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai di Kota Malang Bergerak Naik di Angka Rp 80 ribu Perkilogram</title>
		<link>https://memontum.com/harga-cabai-di-kota-malang-bergerak-naik-di-angka-rp-80-ribu-perkilogram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkilogram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Harga cabai rawit merah di Kota Malang, kini semakin mengalami peningkatan harga. Jika sebelumnya hanya berkisar Rp 40 ribu perkilogramnya, kini melonjak dua kali lipat hingga di angka Rp 80 ribu perkilogramnya. Kenaikan tersebut, telah terjadi selama dua pekan belakangan ini. Salah satu pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Kasyanto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Harga cabai rawit merah di Kota Malang, kini semakin mengalami peningkatan harga. Jika sebelumnya hanya berkisar Rp 40 ribu perkilogramnya, kini melonjak dua kali lipat hingga di angka Rp 80 ribu perkilogramnya. Kenaikan tersebut, telah terjadi selama dua pekan belakangan ini.</p>



<p>Salah satu pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Kasyanto (45), menyampaikan jika peningkatan itu terjadi karena cabai saat ini mulai susah untuk didapat. Apalagi, di tambah dengan musim kemarau yang berkepanjangan.</p>



<p>“Kemungkinan, naiknya itu dipengaruhi karena kemarau panjang ini dan dari stok lahan sedikit. Tahun-tahun sebelumnya, malah sempat Rp 160 ribu. Cabai kalau harganya naik, biasanya pasokannya bisa dari luar Jawa,” katanya, Kamis (02/11/2023) tadi.</p>



<p>Namun, dengan terjadinya kenaikan harga tersebut, dirinya mengaku tidak berpengaruh pada penjualan. Itu karena, cabai bukanlah kebutuhan pokok. Sehingga, pembeli dari golongan rumah tangga rata-rata hanya membeli seperempat kilo.</p>



<p>“Mungkin pengaruhnya ke penjual makanan. Seperti penjual lalapan. Tapi mereka ya tetap membeli mau tidak mau,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pedagang lainnya, Peny,, juga mengalami hal yang sama. Harga cabai melonjak tinggi, bahkan beberapa waktu lalu sempat mencapai Rp 85 ribu. Kenaikan harga tersebut, berpengaruh pada penjual makanan.</p>



<p>“Dampaknya ini tentu kepada penjual lalapan. Apalagi, ketika minta makanan yang pedas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain harga cabai, paparnya, harga bawang merah juga mengalami kenaikan harga yaitu menjadi Rp 28 ribu dari Rp 24 ribu perkilogramnya. Namun, kenaikan harga tersebut dianggap tidak begitu signifikan, sebab masih diminati bahkan pembeli juga masih tetap stabil.</p>



<p>“Harga segitu masih dianggap murah. Tetapi, itu mengalami peningkatan harga. Kalau bawang putih masih stabil, yakni Rp 32 ribu. Tidak tahu pasti penyebab kenaikan itu karena apa, tetapi mungkin karena musim kemarau ini,” imbuhnya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Beras di Kota Batu Mulai Menunjukkan Grafik Penurunan di Angka Rp 14 Ribu Perkilogram</title>
		<link>https://memontum.com/harga-beras-di-kota-batu-mulai-menunjukkan-grafik-penurunan-di-angka-rp-14-ribu-perkilogram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[grafik]]></category>
		<category><![CDATA[menunjukkan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[perkilogram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200043</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Harga beras di Kota Batu mulai menunjukkan angka penurunan harga. Jika sebelumnya berada di kisaran angka Rp 14.700, perkilogramnya, sekarang sudah bergerak di angka sekitar Rp 14 ribu. Penurunan harga ini, tidak terlepas dari upaya Pemkot yang berkolaborasi dengan Bulog dan berbagi pihak, dalam menekan kenaikan harga beras. Termasuk salah satunya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Harga beras di Kota Batu mulai menunjukkan angka penurunan harga. Jika sebelumnya berada di kisaran angka Rp 14.700, perkilogramnya, sekarang sudah bergerak di angka sekitar Rp 14 ribu.</p>



<p>Penurunan harga ini, tidak terlepas dari upaya Pemkot yang berkolaborasi dengan Bulog dan berbagi pihak, dalam menekan kenaikan harga beras. Termasuk salah satunya, gelaran Pasar Murah yang digelar Pemkot Batu di halaman parkir Balai Kota Among Tani, Kota Batu.</p>



<p>Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono, mengatakan bahwa tingkat inflasi beras sebelumnya cukup tinggi. Bahkan, Kota Batu masuk pada jajaran kota dengan harga beras tertinggi di Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Saat ini, kondisi itu telah pulih. Bahkan, Kota Batu juga telah menempati urutan ke 20 dari kota maupun kabupaten di wilayah Jawa Timur,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (19/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kalau dilihat, ujarnya, sekarang harga beras sudah turun dan bahkan sudah mulai di bawah Rp 14 ribu. &#8220;Dari harga Rp 14.700 per kilogram, sekarang menurun di bawah Rp 14 ribu perkilogram. Semoga ini akan terus turun,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lebih dari itu, Eko menambahkan, bahwa dalam survei lapangan untuk harga beras di pasaran sekarang terbukti di bawah Rp 14 ribu. Bahkan, di pasaran harga beras rata-rata seharga Rp 137.000 untuk per10 kilogram dan Rp 337.000, per25 kilogram.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina, menjelaskan bahwa di Pasar Murah Kota Batu itu Bulog telah menyiapkan 3 ton beras medium. Untuk kemasan lima kilogram beras dipatok dengan harga Rp 51 ribu.</p>



<p>&#8220;Beras di pasaran telah melambung tinggi. Untuk satu kilo beras medium di pasaran harganya sudah di atas Rp 12 ribu perkilogram. Tapi kalau di sini, untuk kemasan 5 kilogram beras dipatok dengan harga Rp 51 ribu. Jika dihitung perkilonya Rp 10.200,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200043</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
