<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>permainan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/permainan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Aug 2025 11:00:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>permainan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan Harjakasi, Bupati Rio Bertekad Eksistensikan Permainan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-harjakasi-bupati-rio-bertekad-eksistensikan-permainan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bertekad]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[eksistensikan]]></category>
		<category><![CDATA[HARJAKASI]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207, yang berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo, Jumat (15/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan ini, turut hadir Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Forkopimda Situbondo, mulai dari Ketua DPRD, Ketua Pengadilan, Kajari, Kapolres, Kepala Rutan, Dandim 0823, Kepala OPD hingga camat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207, yang berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo, Jumat (15/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan ini, turut hadir Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Forkopimda Situbondo, mulai dari Ketua DPRD, Ketua Pengadilan, Kajari, Kapolres, Kepala Rutan, Dandim 0823, Kepala OPD hingga camat dan Kepala Desa.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Rio mengatakan bahwa pada momentum Peringatan Harjakasi ke-207 tahun 2025 ini, pihaknya mengajak masyarakat luar kabupaten untuk singgah dan bermain ke Situbondo, di setiap bulan Agustus. Itu karena, pada peringatan Harjakasi tahun ini banyak sekali permainan-permainan tradisional yang unik dan asyik untuk disaksikan.</p>



<p>“Mungkin saat ini, masih banyak orang yang belum tertarik untuk main ke Situbondo. Tetapi saya yakin, tahun-tahun berikutnya di bulan Agustus akan berdatangan orang-orang dari luar Kabupaten Situbondo dan bahkan orang-orang mancanegara bermain di Situbondo,” kata Mas Rio-sapaan akrab Bupati Situbondo.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada Agustus tahun ini, sambung Mas Rio, sudah berdatangan beberapa orang pelancong dari Thailand, Afghanistan, Turki, Yaman, Mali, Afrika Selatan dan Timur Leste, yang berkunjung ke Situbondo untuk menyaksikan permainan tradisional sekaligus bermain. “Insyaallah pada peringatan Harjakasi tahun depan, pertunjukan permainan tradisional akan kita sajikan secara besar-besaran. Kenapa permainan tradisional ini harus kita besar-besarkan? Karena generasi muda kita sudah mulai melupakan permainan tradisional itu dan mereka lebih memilih bermain dalam dunia digitalisasi,” ujarnya.</p>



<p>Apabila hal ini tidak segera dimitigasi, ungkapnya, maka bisa berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. “Kita akan ubah permainan mereka kembali ke pola permainan tradisional,” tambah Mas Rio.</p>



<p>Pola permainan tradisional, imbuh Mas Rio, mengajarkan mereka untuk kembali kepada karakter utama bangsa Indonesia, yakni kebersamaan dalam bermain. “Dalam permainan tradisional, selalu dilaksanakan bersama-sama atau berkelompok bukan perseorangan. Artinya, bermain dalam berkelompok menunjukan kebersamaan dan kekompakan,” jelasnya.</p>



<p>Untuk itu, Mas Rio mengajak masyarakat Kabupaten Situbondo kembali ke karakter asal, yakni budaya kebersamaan dalam bermain dan hal-hal lainnya. Sehingga, Situbondo cepat naik kelas. “Semoga apa yang saya sampaikan ini didengar dan diterima oleh masyarakat Kabupaten Situbondo. Agustus main ke Situbondo, salah satu tema yang kita angkat dalam peringatan Harjakasi ke-207 tahun ini,” paparnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225041</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Pameran Zumenart, Wali Kota Malang Ajak Anak Cintai Budaya Lewat Permainan Monopoli</title>
		<link>https://memontum.com/buka-pameran-zumenart-wali-kota-malang-ajak-anak-cintai-budaya-lewat-permainan-monopoli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cintai]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[zumenart,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224347</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kegiatan pameran seni bertajuk Bangga Indonesia, yang diselenggarakan oleh Zumenart, di Shalimar Hotel, Kota Malang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian Tong Tong Night Market 2025, sebuah festival budaya dan kuliner dalam program unggulan Kharisma Event Nusantara. Pameran yang menampilkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kegiatan pameran seni bertajuk Bangga Indonesia, yang diselenggarakan oleh Zumenart, di Shalimar Hotel, Kota Malang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian Tong Tong Night Market 2025, sebuah festival budaya dan kuliner dalam program unggulan Kharisma Event Nusantara.</p>



<p>Pameran yang menampilkan 60 karya seni dari anak-anak usia 5 hingga 17 tahun, itu mengambil tema pelestarian budaya Indonesia. Uniknya, karya seni tersebut dikemas dalam bentuk permainan Monopoli, yang menampilkan kekhasan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.</p>



<p>“Anak-anak sekarang cenderung sudah tergerus oleh budaya luar. Lewat ajang seperti ini, kita ajarkan bagaimana mengenal budaya sendiri, dengan cara yang menyenangkan. Kalau sekarang tidak diperkenalkan, bagaimana nanti di 2045 saat Indonesia Emas, generasi muda justru tidak tahu budaya bangsanya sendiri,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi, karya seni anak-anak yang turut dipamerkan. Karena sebagian hasil penjualannya, akan didonasikan ke Karimun Art, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.</p>



<p>“Dari anak-anak yang melukis, kita bisa melihat bagaimana mereka memahami budaya lewat cerita dalam gambar,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Public Relations (PR) Zumenart, Yoga Devian, mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan bentuk ekspresi nasionalisme anak-anak yang dikemas dalam permainan edukatif. “Permainan Monopoli dipilih karena dekat dengan dunia anak-anak. Dalam pameran ini, setiap kotak dan atribut Monopoli adalah hasil karya seni anak-anak, mulai dari lukisan akrilik, goache, digital, hingga watercolor,” jelas Yoga.</p>



<p>Selain sebagai media edukasi budaya, kegiatan tersebut juga menanamkan semangat sosial. Anak-anak diajak berdonasi kepada Yayasan Asmorobangun, yang dikenal sebagai pelestari Tari Topeng Malangan secara turun-temurun.</p>



<p>“Anak-anak bukan hanya belajar seni, tapi juga memiliki pengalaman memberi. Ini penting untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan cinta budaya,” imbuh Yoga.</p>



<p>Adapun karya yang dipamerkan, meliputi 22 lukisan akrilik, 8 karya digital, 12 lukisan goache dan 18 karya watercolor. Karya-karya tersebut akan dipamerkan secara umum hingga Rabu, 30 Juli 2025. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Lira Jatim Sebut Lelang Proyek Rehabilitasi Pendopo hingga Pringgitan Aneh dan Patut Diduga Permainan</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-lira-jatim-sebut-lelang-proyek-rehabilitasi-pendopo-hingga-pringgitan-aneh-dan-patut-diduga-permainan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[lelang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[pringgitan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200364</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Rehabilitasi Pendopo, Rumah Dinas dan Pringgitan di Malang di Jalan Agus Salim Kota Malang, dengan harga terkoreksi Rp 824 juta, menuai perhatian. Kali ini, giliran Gubernur Lira Jatim, M Zuhdy Achmadi, yang memberikan perhatian terhadap proses lelang proyek tersebut. Berdasarkan hasil pengumuman di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, didapati bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Rehabilitasi Pendopo, Rumah Dinas dan Pringgitan di Malang di Jalan Agus Salim Kota Malang, dengan harga terkoreksi Rp 824 juta, menuai perhatian. Kali ini, giliran Gubernur Lira Jatim, M Zuhdy Achmadi, yang memberikan perhatian terhadap proses lelang proyek tersebut.</p>



<p>Berdasarkan hasil pengumuman di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, didapati bahwa nama lelang proyek adalah &#8216;Rehabilitasi sarana prasarana Pendopo, Rumah Dinas dan Pringgitan di Malang&#8217; dengan pengguna anggaran (PA) yakni Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Dari pengumuman itu, diketahui bahwa ada sebanyak 22 peserta yang mengikuti lelang dan hanya satu peserta yakni PT Ahde Cakra Sejahtera, yang memberikan penawaran dan kemudian diputuskan sebagai pemenang lelang.</p>



<p>Merespon pengumuman LPSE tersebut, Didik-sapaan Gubernur Lira Jatim, mengaku sangat aneh dengan proses lelang yang sudah berjalan hingga kemudian munculnya pemenang lelang. Karena, dari sebanyak 22 peserta yang mendaftar, hanya satu CV atau PT yang mengajukan penawaran. Sementara sisanya, tidak mengajukan harga penawaran.</p>



<p>&#8220;Layaknya perusahan CV atau PT yang butuh pekerjaan, itu ketika ada lelang maka akan mengajukan penawaran harga dari pagu. Justru yang terjadi di pengumuman atau penawaran itu hanya ada satu yang mengajukan. Jadi ada apa, kan aneh itu. Apa memang tidak mau bekerja atau kenapa,&#8221; tegas Didik, Selasa (24/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karenanya, lanjut Gubernur Lira Jatim, apa yang sudah terjadi itu patut dikoreksi dan diduga. Mengingat, bukan tidak mungkin bahwa pelaksanaan lelang itu patut diduga adalah permainan. Sehingga, beberapa nama perusahaan hanya dimasukan. Karenanya, kemudian tidak ada penawaran yang muncul.</p>



<p>&#8220;Dugaan ada beberapa peserta yang CV atau PT nya dipinjam, adalah yang paling mendekati. Sehingga, ini perlu dikoreksi ke masing-masing pemiliknya, jangan-jangan pencantuman nama perusahaan hanya alibi saja. Karenanya, patut diduga bahwa lelang ini adalah permainan, ini harus ada penjelasan khusus dari dinas terkait,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Plh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Johan Dwijo S, saat dikonfirmasi untuk kesekian kalinya kembali enggan merespon. Begitu juga, saat dicoba pesan WhatsApp.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam pengerjaan lelang ini di lokasi tidak didapati (terpasang, red) papan nama proyek. Sementara dari pengecekan LPSE, diketahui ada 22 pendaftar dan hanya satu yang mengajukan penawaran hingga akhirnya diputuskan sebagai pemenang lelang. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200364</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Anak Nasional, Bupati Banyuwangi Ajak Ribuan Anak Memengan Permainan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-anak-nasional-bupati-banyuwangi-ajak-ribuan-anak-memengan-permainan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ajak]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[memengan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ribuan anak nampak bermain bersama di Taman Blambangan Banyuwangi, dalam tajuk &#8216;Festival Permainan Tradisional&#8217;, Sabtu (22/07/2023) tadi. Sejumlah anak-anak itu, bermain atau dalam Bahasa Osing, disebut Memengan aneka permainan tradisional. Seperti halnya Enggrang Bambu, Enggrang Batok, Balap Karung, Congklak, Gobak Sodor dan lain sebagainya, adalah mainan tradision. Suasana meriah tersebut, adalah bagian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Banyuwangi</strong> &#8211; Ribuan anak nampak bermain bersama di Taman Blambangan Banyuwangi, dalam tajuk &#8216;Festival Permainan Tradisional&#8217;, Sabtu (22/07/2023) tadi. Sejumlah anak-anak itu, bermain atau dalam Bahasa Osing, disebut Memengan aneka permainan tradisional.</p>



<p>Seperti halnya Enggrang Bambu, Enggrang Batok, Balap Karung, Congklak, Gobak Sodor dan lain sebagainya, adalah mainan tradision. Suasana meriah tersebut, adalah bagian dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli nanti.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa aneka permainan tradisional itu patut dilestarikan. Selain sebagai khazanah kebudayaan, juga menjadi medium edukasi yang efektif untuk melatih kebersamaan dan kebahagiaan.</p>



<p>&#8220;Esensi pendidikan adalah mewujudkan kebahagiaan. Sisi ini tak boleh diabaikan. Untuk itu, perlu anak-anak diajak bermain dan diajarkan filosofi di balik permainan tersebut. Seperti halnya kebersamaan, gotong royong dan lain sebagainya,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan mengenalkan aneka permainan tradisional kepada anak-anak tersebut, ujar Bupati Ipuk, diharapkan bisa menjadi alternatif dari aneka permainan modern yang berbasis gadget. Dimana dalam sejumlah riset tak sedikit memberikan ekses negatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini membuat anak lebih sehat. Saraf motoriknya terlatih. Juga harus kompak dan disiplin kalau mau menang,” ujar Bupati Ipuk seusai mencoba permainan Bakiak dan bola bekel bersama anak-anak.</p>



<p>Selain ada sejumlah cabang permainan tradisional yang dilombakan, juga terdapat kirab defile dari masing-masing kontingen yang berasal dari Unit Pembantu Teknis Dinas (UPTD) Dispendik se Kabupaten Banyuwangi. Ada 25 defile yang menyajikan aneka permainan dan kekhasan dari masing-masing kecamatannya.</p>



<p>Ada yang menampilkan permainan jaran kepang, engklek, bedil-bedilan, congklak, tarik tambang dan lain sebagainya. Dipadu dengan gerak teatrikal dan musik dari beragam tetabuhan sederhana. Tak pelak penampilan mereka banyak mengundang tawa para penonton.</p>



<p>“Kegiatan ini saya kira sangat tepat dalam mengkampanyekan tentang kesehatan pada anak. Mereka bisa bermain sekaligus bisa didorong mengasah kreativitas,” ujar Plt Direktur PAUD Kemendikbud RI, Komalasari yang turut menyaksikan acara tersebut.</p>



<p>Para siswa tanpak memainkan setiap permainan dengan suka cita. &#8220;Ternyata memang asyik bisa membuat mainan sendiri lalu dimainkan bareng-bareng. Tidak hanya handphone saja yang asyik,&#8221; kata siswa yang bermain serompetan (terompet). Perlu diketahui, Festival Memengan atau Permainan Tradisional ini telah digelar setiap tahun di Kabupaten Banyuwangi. Melibatkan ribuan anak didik setingkat Sekolah Dasar. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193991</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
