<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pernikahan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pernikahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 01:15:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pernikahan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Jember Tekan Stunting Melalui Proyek Percontohan Sekolah Anti Pernikahan Dini</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-jember-tekan-stunting-melalui-proyek-percontohan-sekolah-anti-pernikahan-dini</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkab-jember-tekan-stunting-melalui-proyek-percontohan-sekolah-anti-pernikahan-dini#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Percontohan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231707</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi memaparkan kaitan erat antara masalah kesehatan masyarakat dengan integritas sistem pendidikan daerah. Hal ini disampaikannya, dalam forum yang digelar di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu (15/04/2026) tadi. Bupati Fawait menjelaskan, bahwa angka stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jember, tidak bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi memaparkan kaitan erat antara masalah kesehatan masyarakat dengan integritas sistem pendidikan daerah. Hal ini disampaikannya, dalam forum yang digelar di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu (15/04/2026) tadi.</p>



<p>Bupati Fawait menjelaskan, bahwa angka stunting, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jember, tidak bisa dilepaskan dari tingginya angka pernikahan dini. Berdasarkan data tersebut, Pemkab Jember kini menggeser fokus penanganan dari sekadar intervensi medis menuju intervensi edukasi di hulu.</p>



<p>&#8220;Pernikahan dini dan pendidikan, ini tidak bisa diselesaikan cuma oleh bupati atau satu kepala dinas saja. Ini butuh kerja bareng yang serius antara guru, kepala sekolah, sampai keluarga di rumah masing-masing,&#8221; kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Langkah faktual yang diambil, lanjutnya, adalah pembentukan pilot project atau sekolah percontohan. Program ini, dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang memiliki daya tangkal terhadap tren pernikahan anak di bawah usia legal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gus Fawait menegaskan, bahwa pemilihan sekolah percontohan ini tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan karakteristik wilayah. Pemkab membagi kategori percontohan mulai dari sekolah di wilayah perkotaan, pedesaan, hingga kawasan pesisir pantai. Hal ini dilakukan, karena setiap wilayah memiliki tantangan sosial dan budaya yang berbeda, sehingga solusinya pun tidak bisa disamaratakan.</p>



<p>Fakta menarik dalam program ini, adalah keterlibatan pendidik kawakan sekaligus pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab. Kehadiran Najelaa, bukan sekadar sebagai nara sumber tamu, melainkan mitra strategis untuk menyusun modul pendidikan yang mampu mengubah pola pikir siswa dan orang tua.</p>



<p>Najeela mengatakan, sinergitas ini diharapkan dapat mewujudkan sistem pendidikan yang berdaya saing. &#8220;Tidak hanya mengedepankan aspek akademis, tetapi juga mampu memberikan proteksi sosial bagi generasi muda Jember dari ancaman pernikahan usia anak,&#8221; ujar Najeela.</p>



<p>Pemkab Jember meyakini, bahwa dengan memperbaiki kualitas pendidikan dari hulu ke hilir, termasuk pendidikan keluarga, masalah kesehatan seperti stunting dapat ditekan secara otomatis karena kesadaran reproduksi yang meningkat.</p>



<p>Sementara data di lapangan, menunjukkan bahwa pernikahan dini sering kali berujung pada kurangnya pengetahuan pengasuhan, yang menjadi akar masalah stunting. Oleh karena itu, pilot project ini akan dipantau secara berkala oleh tim gabungan lintas dinas untuk melihat efektivitasnya dalam menurunkan angka pengajuan dispensasi nikah di wilayah sekolah tersebut. Dengan pendekatan yang berbasis data dan fakta lapangan ini, Pemkab Jember optimistis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berpendidikan tinggi di masa depan. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkab-jember-tekan-stunting-melalui-proyek-percontohan-sekolah-anti-pernikahan-dini/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pernikahan Sesama Jenis, Rey Sebut Intan Sejak Kenalan Sudah Tahu Kalau Dirinya Perempuan</title>
		<link>https://memontum.com/pernikahan-sesama-jenis-rey-sebut-intan-sejak-kenalan-sudah-tahu-kalau-dirinya-perempuan</link>
					<comments>https://memontum.com/pernikahan-sesama-jenis-rey-sebut-intan-sejak-kenalan-sudah-tahu-kalau-dirinya-perempuan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dirinya]]></category>
		<category><![CDATA[jenis]]></category>
		<category><![CDATA[kenalan,]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[sesama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231586</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah dilaporkan ke Polresta Malang Kota terkait dugaan pemalsuan identitas atau gender, Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey (36), asal Jakarta Utara, akhirnya angkat bicara, Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 15.00. Dirinya mengaku bahwa sejak awal, Intan A (28) atau pelapor, warga kawasan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sudah mengetahui gender dirinya. Termasuk, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah dilaporkan ke Polresta Malang Kota terkait dugaan pemalsuan identitas atau gender, Erfastino Reynaldi Malawat alias Rey (36), asal Jakarta Utara, akhirnya angkat bicara, Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 15.00. Dirinya mengaku bahwa sejak awal, Intan A (28) atau pelapor, warga kawasan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sudah mengetahui gender dirinya. Termasuk, mengetahui identitas gendernya saat malam pertama setelah nikah siri pada 3 April 2026.</p>



<p>&#8220;Saya kenalnya di salah satu tempat hiburan malam di Batu. Sejak awal perkenalan pada Februari 2026, Intan sudah mengetahui saya perempuan. Pernyataan Intan yang menyebut baru mengetahui fakta tersebut saat malam pertama, saya tegaskan bahwa cerita itu tidak benar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait pernikahanan siri tersebut, Rey menyebut justru mengatakan bahwa pihak Intan yang menginisiasinya. Bahkan menurutnya, Intan lah yang mengajaknya menikah.</p>



<p>&#8220;Yang mengajak nikah adalah Intan. Karena sebelumnya, dia (Intan, red) selalu mendapat perlakuan kasar dan hanya dimanfaatin mantan-mantannya. Terus setelah itu, dia dapat sosok seperti saya yang enggak pernah menuntut dan apa pun yang dimintanya dituruti. Hingga akhirnya, terjadilah seperti ini,” ungkapnya.</p>



<p>Bahkan sebelum pernikahan itu, tambah Rey, dirinya sudah berniat mengakhiri hubungannya. Namun, justru pihak Intan yang ingin terus berlanjut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terkait pernikahan siri yang berlangsung pada 3 April 2026, saya awalnya berniat mengakhiri hubungan. Namun, saya didesak hingga akhirnya mengikuti prosesi tersebut. Saya bahkan diminta menginap dan keesokan harinya diarahkan mengikuti proses foto hingga administrasi pernikahan yang seluruhnya disiapkan pihak Intan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Rey juga menegaskan, bahwa proses perubahan identitas dan gender yang dijalaninya masih berlangsung dan membutuhkan tahapan panjang. Termasuk, tes hormon dan persidangan di pengadilan.</p>



<p>Saat disinggung apakah benar dirinya menjanjikan mobil Lamborghini, Rey membantahnya. Menurutnya, dirinya tidak pernah menjanjikan hal tersebut.</p>



<p>&#8220;Saya tidak pernah menjanjikan. Saya orangnya nggak suka janji,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Terkait permasalahannya dengan Intan, Rey juga menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi terkait dugaan pencemaran nama baik. &#8220;Ya, kemarin saya sudah melapor ke Polres Batu terkait pencemaran,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pernikahan-sesama-jenis-rey-sebut-intan-sejak-kenalan-sudah-tahu-kalau-dirinya-perempuan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libatkan OSIS SMA Sederajat, Dispora Jember Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini dan Stunting</title>
		<link>https://memontum.com/libatkan-osis-sma-sederajat-dispora-jember-sosialisasi-dampak-pernikahan-dini-dan-stunting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[dispora]]></category>
		<category><![CDATA[libatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227627</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember selenggarakan Sosialiasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Pengurus OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember, di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (11/11/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, karena di Kabupaten Jember angka pernikahan dini masih tinggi dan menjadi penyebab pada tingginya angka stunting. Upaya pencegahan ini, digaungkan melalui kegiatan sosialisasi dengan melibatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember selenggarakan Sosialiasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Pengurus OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember, di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (11/11/2025) tadi. Langkah ini dilakukan, karena di Kabupaten Jember angka pernikahan dini masih tinggi dan menjadi penyebab pada tingginya angka stunting.</p>



<p>Upaya pencegahan ini, digaungkan melalui kegiatan sosialisasi dengan melibatkan pelajar sebagai agen perubahan utama. Tercatat, ada ratusan pengurus OSIS yang hadir dari 175 SMA/SMK/MA se Kabupaten Jember.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menekankan bahwa generasi muda Jember memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan motor penggerak kemajuan. Namun, potensi ini terancam oleh dampak luas dari pernikahan dini dan stunting.</p>



<p>&#8220;Generasi ini nantinya akan menjadi pemimpin, inovator dan penggerak kemajuan di masa depan. Namun, potensi besar itu hanya bisa terwujud apabila anak-anak tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas dan produktif,&#8221; kata Edy Budi Susilo.</p>



<p>Ditambahkan Edy Budi, pernikahan dini bukan sekadar masalah usia, melainkan terkait kesiapan mental, fisik dan sosial. Remaja yang menikah di usia muda, cenderung belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua, yang berakibat fatal pada kesehatan ibu dan anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Akibatnya, risiko kehamilan meningkat dan anak yang dilahirkan akan berisiko lebih besar mengalami stunting,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Stunting sendiri, ujarnya, didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, langkah pencegahan pernikahan dini sekaligus berarti memutus rantai kemiskinan antar generasi.</p>



<p>Meski data menunjukkan adanya tren penurunan angka pernikahan dini di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo tetap menyayangkan bahwa kasus di lapangan masih ada dan menjadi keprihatinan bersama. Dirinya berharap, para pelajar dapat memahami secara mendalam risiko pernikahan dini dan dampaknya pada masa depan mereka. Dia juga mendorong para pengurus OSIS di sekolah untuk menjadi garda terdepan dalam sosialisasi.</p>



<p>&#8220;Jadikanlah isu pencegahan pernikahan dini ini sebagai bagian dari program kerja OSIS kalian. Pengurus OSIS adalah influencer dan panutan di sekolah masing-masing,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dispora Jember menyerukan, agar para pelajar memaksimalkan peran mereka sebagai motor penggerak perubahan dengan membuat kampanye kreatif di media sosial dan mengadakan diskusi-diskusi positif di lingkungan sekolah dan komunitas. &#8220;Saya ingin kalian bangga menjadi generasi emas Jember. Generasi yang sehat, berpendidikan tinggi, berakhlak mulia, serta mampu mengangkat nama baik daerah ini,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Fawait Terjun Langsung Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di SMP Negeri Panti</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-fawait-terjun-langsung-sosialisasi-cegah-pernikahan-dini-di-smp-negeri-panti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[langsung]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227166</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, turun langsung melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Pemandangan beda itu terlihat, saat Bupati Fawait melaksanakan Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait memberikan motivasi dan sosialisasi secara langsung kepada ratusan siswa di SMP Negeri 1 Panti. Perlu diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, turun langsung melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Pemandangan beda itu terlihat, saat Bupati Fawait melaksanakan Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait memberikan motivasi dan sosialisasi secara langsung kepada ratusan siswa di SMP Negeri 1 Panti. Perlu diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong generasi muda untuk menunda pernikahan dini dan fokus menempuh pendidikan, agar menjadi sumber daya manusia yang unggul, sehat dan berdaya saing.</p>



<p>Sementara itu, berdasarkan data angka pernikahan dini di Jember, menunjukkan masih tinggi. Meskipun demikian, ada penurunan signifikan per Juni 2024, dengan sekitar 483 pengajuan dispensasi kawin, turun 40 persen dari 1.362 kasus pada 2023.</p>



<p>Untuk tahun 2025, data spesifik masih terbatas, namun berdasarkan tren dan upaya pencegahan seperti pengetatan pengajuan dispensasi kawin, diharapkan angkanya terus turun. Karenanya, Bupati Fawait menekankan bahwa keberhasilan ditentukan oleh semangat belajar dan bukan oleh asal-usul atau tempat tinggal. Dirinya menyampaikan, Pemkab Jember telah menyiapkan program beasiswa bagi siswa berprestasi agar tidak terkendala biaya pendidikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya sampaikan kepada anak-anak di SMP 1 Panti ini untuk jangan keburu menikah. Sekolah setinggi-tingginya, bahkan saya sampaikan Pemkab Jember telah menyiapkan 20 ribu beasiswa untuk anak-anak Jember,&#8221; katanya.</p>



<p>Pernikahan dini, disebutnya menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember. &#8220;Kami telah berkonsultasi dengan banyak pihak termasuk dengan ahli kebidanan bahwa tingginya angka stunting disebabkan pernikahan dini. Maka harapan kami agar mereka tidak keburu menikah. Membangun kesadaran diri pentingnya ilmu,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Tidak hanya pemerintah, Gus Fawait mengingatkan guru, terutama guru BK, memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada siswa terkait risiko pernikahan dini. &#8220;Semua guru punya peran penting, untuk menanamkan bahwa pernikahan dini banyak resikonya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kegiatan Bunga Desaku juga berfungsi sebagai wadah edukatif untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah. Pemerintah berharap, kegiatan sosialisasi dapat memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan mental sebelum menikah. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Smart Parenting, Mbak Cicha Tekankan Lingkungan Keluarga Jadi Benteng Pencegahan Pernikahan Dini</title>
		<link>https://memontum.com/smart-parenting-mbak-cicha-tekankan-lingkungan-keluarga-jadi-benteng-pencegahan-pernikahan-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[benteng]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[parenting,]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224713</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri, menggelar kegiatan smart parenting dalam rangka pencegahan pernikahan dini, di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (07/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, turut dihadirkan sejumlah orang tua dan remaja, sebagai peserta sosialisasi. Melalui smart parenting ini, diharapkan orang tua mendapatkan pemahaman mengenai pola [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri, menggelar kegiatan smart parenting dalam rangka pencegahan pernikahan dini, di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (07/08/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, turut dihadirkan sejumlah orang tua dan remaja, sebagai peserta sosialisasi.</p>



<p>Melalui smart parenting ini, diharapkan orang tua mendapatkan pemahaman mengenai pola asuh yang baik dalam mendukung tumbuh kembang anak. Termasuk pula, pemahaman mengenai potensi perilaku yang dilakukan anak dan cara pencegahannya.</p>



<p>&#8220;Hadirnya Program Smart Parenting ini diharapkan orang tua maupun anak dapat saling mengintrospeksi diri dalam pola komunikasi dan penerapan aturan di keluarga,&#8221; kata Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lingkungan keluarga ini, ujarnya, disebut sebagai benteng utama dalam pencegahan pernikahan dini. Di Kabupaten Kediri pada tahun 2025 ini, pengajuan dispensasi pernikahan di bawah umur hingga Juli, tercatat terdapat 132 pengajuan. Sedang pada tahun 2024, terdapat 312 pengajuan.</p>



<p>&#8220;Melalui pola pengasuhan yang bijak dan komunikasi yang baik, dalam lingkungan keluarga akan terbentuk hubungan yang lebih sehat dan terbuka antara anak dengan orang tua. Ketika kondisi tersebut telah terbangun hal-hal yang bisa memicu terjadinya pernikahan dini, tentunya dapat diminimalisir,&#8221; urainya.</p>



<p>Di sisi lain, pemahaman mengenai resiko pernikahan dini dinilai juga harus terus dilakukan. Dalam acara itu, Mbak Cicha-sapaan Ketua TP PKK Kediri, juga berpesan kepada tiap orang tua di Kabupaten Kediri, untuk bisa memberikan pengasuhan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak sejak dini.</p>



<p>&#8220;Hindari (sikap yang mudah) menyalahkan atau meragukan anak. Sebaliknya rangkul, percayai dan dampingi setiap langkah mereka,&#8221; pesan Mbak Cicha. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224713</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Anak Nasional, Wawali Kota Malang Soroti Persoalan Angka Pernikahan Dini</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-anak-nasional-wawali-kota-malang-soroti-persoalan-angka-pernikahan-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[persoalan]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223784</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Anak menggelar kegiatan bertema Stop Pernikahan Anak, Kamis (10/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka langsung Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan diinisiasi oleh Forum Anak Kota Malang bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Anak menggelar kegiatan bertema Stop Pernikahan Anak, Kamis (10/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, dibuka langsung Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan diinisiasi oleh Forum Anak Kota Malang bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB).</p>



<p>Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di Kota Malang. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 92 kasus pernikahan anak, dengan jumlah tertinggi terjadi di Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Angka tersebut sangat mengkhawatirkan. Forum Anak bersama Pemkot Malang berupaya keras memberikan edukasi dan sosialisasi kepada generasi muda, dengan menghadirkan pemateri dari pemerhati anak, Komite Pemerhati Anak Malang Raya, serta akademisi dari UIN Malang,&#8221; kata Wawali Ali.</p>



<p>Dikatakannya, meskipun tren pernikahan dini menunjukkan penurunan, tantangan di lapangan tetap besar. Faktor-faktor utama penyebabnya antara lain rendahnya kesadaran orang tua, tekanan ekonomi, pemahaman agama yang sempit, serta norma sosial yang berkembang di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Masih ada anggapan bahwa anak yang sudah baligh harus segera dinikahkan agar tidak melanggar norma agama. Ada juga keyakinan, bahwa pernikahan bisa memperbaiki kondisi ekonomi. Padahal, justru hal ini bisa melahirkan generasi baru yang terjebak dalam siklus kemiskinan,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga</strong></p>





<p>Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang bersama Forum Anak mengedepankan pendekatan edukatif berbasis teman sebaya untuk menyampaikan informasi tentang risiko pernikahan dini. Di sisi lain, Dinsos P3AP2KB juga aktif menyasar orang tua agar tidak terburu-buru menikahkan anak sebelum matang secara ekonomi, sosial dan emosional.</p>



<p>&#8220;Target kami jelas, Kota Malang harus bebas dari pernikahan anak. Atau setidaknya ada batas usia yang jelas agar anak siap menjalani pernikahan. Banyak kasus terjadi karena hamil di luar nikah, lalu dipaksa menikah meski belum siap. Ini juga menjadi pemicu tingginya angka perceraian,” jelas Wawali Ali.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inovatif dan tepat sasaran dalam kampanye pencegahan pernikahan anak. “Selama ini sosialisasi cenderung konvensional. Ke depan, kami akan mencoba metode yang lebih interaktif, misalnya melalui kegiatan nonton bareng film bertema dampak pernikahan anak, agar bisa menyentuh sisi emosional anak dan keluarga,” kata Niken-sapaannya.</p>



<p>Dirinya juga menyebut, akan mengusulkan penguatan metode tersebut dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025 atau APBD 2026, serta mendorong kolaborasi lintas sektor agar ke depannya dapat berjalan lebih efektif. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Terhimpit Keuangan untuk Resepsi Pernikahan, Cleaning Service RS UB Ditemukan Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-terhimpit-keuangan-untuk-resepsi-pernikahan-cleaning-service-rs-ub-ditemukan-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[cleaning]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gantung]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[resepsi]]></category>
		<category><![CDATA[service]]></category>
		<category><![CDATA[terhimpit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218455</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria berinisial AO (32), asal Sidoarjo yang sehari-harinya tinggal di kawasan Jalan Bandulan Baru, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ditemukan tidak bernyawa dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali kabel di ruang gudang lantai bawah tanah (basement) Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (17/01/2025) tadi. Kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria berinisial AO (32), asal Sidoarjo yang sehari-harinya tinggal di kawasan Jalan Bandulan Baru, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ditemukan tidak bernyawa dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali kabel di ruang gudang lantai bawah tanah (basement) Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (17/01/2025) tadi. Kejadian ini, pertama kali diketahui oleh para karyawan RS UB hingga dilaporkan ke pihak manajemen hingga diteruskan ke Polsek Lowokwaru.</p>



<p>Petugas kepolisian sendiri kemudian bergerak cepat mendatangi lokasi melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi.</p>



<p>Diperoleh informasi, bahwa siang itu saat karyawan masuk ke dalam gudang dan toilet pria basement RSUB untuk memindahkan barang, melihat korban dalam posisi gantung diri. Kaget melihat peristiwa ini, para karyawan pun sempat melapor ke pihak dokter untuk melakukan pengecekan. Saat dilakukan pengecekan, diketahui korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Sub Bagian Humas Universitas Brawijaya, Tri Wahyudi Basuki, dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa peristiwa itu telah ditangani pihak kepolisian. &#8220;Iya, memang ada kejadian di RS Universitas Brawijaya. Namun kami tidak bisa berbicara banyak, karena masih didalami pihak kepolisian,&#8221; terangnya.</p>



<p>Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, membenarkan adanya kejadian ini. &#8220;Korban meninggal murni bunuh diri. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk istri siri korban yang juga bekerja sebagai cleaning service di RSUB,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dugaannya sementara hasil pemeriksaan saksi-saksi, ujarnya, korban memiliki permasalahan finansial. Termasuk, permasalah keuangan untuk menggelar acara resepsi pernikahan pada tanggal 24 Januari 2025. &#8220;Informasinya masalah ekonomi. Korban sendiri dalam waktu dekat berencana menggelar resepsi pernikahan dan mengeluhkan masalah keuangan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Pihak keluarga korban selanjutnya membuat surat pernyataan menerima kematian korban dengan ikhlas. &#8220;Jenazahnya saat ini sudah dibawa ke Sidoarjo untuk dimakamkan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218455</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Generasi Penerus, Bupati Hendy Hadiri Sosialisasi Bahaya Napza hingga Pernikahan Dini di SMAN 1 Tanggul</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-generasi-penerus-bupati-hendy-hadiri-sosialisasi-bahaya-napza-hingga-pernikahan-dini-di-sman-1-tanggul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[penerus]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, kembali menghadiri sosialisasi oleh Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), tentang bahaya Narkotika, psikotropika dan bahan adiktif, baik zat alami atau sintetis (Napza), sex bebas dan pernikahan dini, Senin (04/12/23) tadi. Pelaksanaan itu, kali ini sosialisasi dilakukan kepada siswa Kelas X, XI dan XII di SMAN 1 Tanggul. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, kembali menghadiri sosialisasi oleh Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), tentang bahaya Narkotika, psikotropika dan bahan adiktif, baik zat alami atau sintetis (Napza), sex bebas dan pernikahan dini, Senin (04/12/23) tadi. Pelaksanaan itu, kali ini sosialisasi dilakukan kepada siswa Kelas X, XI dan XII di SMAN 1 Tanggul.</p>



<p>Bupati Hendy mengatakan, bahwa sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong remaja agar dapat mengetahui apa saja dampak dari bahaya Napza, seks bebas dan pernikahan usia dini. Sebab, remaja merupakan masa seseorang sedang menggebu-gebu mencari jati diri. “Jangan sampai mereka terjerumus. Kita lindungi untuk masa depan mereka yang lebih cerah,” kata Bupati Hendy.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diterangkan bupati, bahwa hingga saat ini sudah ada beberapa sekolah yang turut didorong sebagai tempat sosialisasi PIK-R tentang bahaya Napza, seks bebas dan pernikahan usia dini. Itu dilakukan, agar bibit-bibit emas Jember, tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang dilarang dan harus dijauhi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Hendy juga meminta kepada seluruh siswa agar setelah mengikuti sosialisasi, turut menyebarluaskan kepada keluarga, saudara dan tetangga yang ada di sekeliling. Sehingga, tentunya akan menjadikan Jember sebagai daerah yang bersih dari Napza, seks bebas dan pernikahan dini.</p>



<p>“Dengan sosialisasi ini, tentunya semua remaja akan sadar dan mengetahui bagaimana cara mencegah, menangkal dan menyosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantu Masyarakat Dapatkan Legalitas Pernikahan, Pemkab Sumenep Dukung GOW Gelar Isbat Nikah</title>
		<link>https://memontum.com/bantu-masyarakat-dapatkan-legalitas-pernikahan-pemkab-sumenep-dukung-gow-gelar-isbat-nikah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[dapatkan]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[legalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200949</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung isbat nikah yang diadakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep bagi pasangan prasejahtera. Isbat nikah ini, sebagai langkah nyata yang dilakukan GOW Sumenep untuk memberikan akses pelayanan hukum legalitas pernikahan. &#8220;Isbat nikah ini membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hak-hak dasarnya mendapatkan identitas hukum,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung isbat nikah yang diadakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep bagi pasangan prasejahtera. Isbat nikah ini, sebagai langkah nyata yang dilakukan GOW Sumenep untuk memberikan akses pelayanan hukum legalitas pernikahan.</p>



<p>&#8220;Isbat nikah ini membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hak-hak dasarnya mendapatkan identitas hukum,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela pelaksanaan isbat nikah di Gedung KORPRI, Kamis (02/11/2023) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Bupati Fauzi, bahwa masyarakat yang menikah secara agama saja, tidak resmi secara hukum negara. Karena, mempunyai kendala dalam pengurusan administrasi kependudukan. Sehingga, berpengaruh terhadap program kesejahteraan sosial, perlindungan sosial maupun kesehatan yang diselenggarakan pemerintah.</p>



<p>&#8220;Jika memiliki buku nikah melalui isbat nikah, terkait status hukum perkawinan dan kependudukan tercatat dalam dokumen negara. Menjadi acuan pasangan suami istri untuk mengurus Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), akta kelahiran anak maupun dokumen lain,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fauzi mengharapkan, agar masyarakat untuk menikahnya di Kantor Urusan Agama (KUA). Sehingga, mendapatkan kepastian hukum dan legalitas pernikahan yang sah. Dengan demikian, tidak hanya sah secara agama saja pernikahannya.</p>



<p>“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada GOW Kabupaten Sumenep, yang telah berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama, Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Sumenep, Ima Edi Rasiyadi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan isbat nikah ini diikuti 20 pasangan suami istri berasal dari usulan semua organisasi yang tergabung di GOW Kabupaten Sumenep. “Setiap calon pengantin yang mengikuti isbat nikah ini, menghadirkan dua orang saksi untuk mengesahkan pernikahannya,” ujarnya. <strong>(kom/edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200949</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
