<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Perpustakaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perpustakaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 14:12:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Perpustakaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Lumajang Siapkan Fasilitas Kelas Robotik di Gedung Perpustakaan Kota</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-siapkan-fasilitas-kelas-robotik-di-gedung-perpustakaan-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[robotik]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229456</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang, untuk hadir secara konkret dalam memperluas akses pendidikan teknologi bagi generasi muda. Salah satu langkah strategis yang disiapkan, adalah penyediaan fasilitas kelas robotik di Gedung Perpustakaan di pusat kota Lumajang. Sesuai rencana, kelas ini akan sebagai ruang belajar terbuka yang inklusif dan mudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang, untuk hadir secara konkret dalam memperluas akses pendidikan teknologi bagi generasi muda. Salah satu langkah strategis yang disiapkan, adalah penyediaan fasilitas kelas robotik di Gedung Perpustakaan di pusat kota Lumajang.</p>



<p>Sesuai rencana, kelas ini akan sebagai ruang belajar terbuka yang inklusif dan mudah dijangkau oleh pelajar dari berbagai latar belakang. &#8220;Perpustakaan hari ini tidak hanya bicara buku, tetapi juga bagaimana anak-anak kita belajar teknologi, berinovasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam acara Peresmian Kampung Robot di Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p>Bunda Indah juga menekankan, bahwa transformasi perpustakaan menjadi pusat literasi modern yang merupakan kebutuhan di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Karenanya, perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.</p>



<p>Bunda Indah juga menambahkan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan pendidikan teknologi tidak bersifat eksklusif, melainkan dapat diakses secara merata oleh seluruh anak Lumajang. Dengan lokasi perpustakaan yang strategis, kelas robotik diharapkan mampu menjangkau pelajar dari berbagai wilayah dan latar sosial.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami ingin setiap anak Lumajang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar teknologi. Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator, membuka ruang dan memberi dukungan nyata,” lanjutnya.</p>



<p>Sejalan dengan komitmen tersebut, penggagas Kampung Robot, Ferdiansyah, menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar gerakan edukasi robotik dapat berkembang secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai program sesaat. “Ketika ruang belajar berada di tempat yang mudah diakses, anak-anak akan lebih berani mencoba dan berkreasi. Inilah kunci agar pendidikan teknologi benar-benar menyentuh semua lapisan,” ujar Ferdiansyah.</p>



<p>Dirinya menegaskan, bahwa pembelajaran robotik bukan hanya soal mengenal perangkat teknologi, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir generasi muda. “Robotik melatih anak-anak untuk berpikir logis, bekerja sama dan berani memecahkan masalah. Ini bekal penting agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta,” tambahnya.</p>



<p>Kolaborasi antara pemerintah daerah dan penggagas inovasi pendidikan ini, diharapkan menjadikan kelas robotik di Gedung Perpustakaan sebagai pusat pembelajaran terbuka yang melahirkan talenta teknologi dari Lumajang, sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Animo Baca Tinggi, Kunjungan Perpustakaan Umum Kota Malang Meningkat Signifikan</title>
		<link>https://memontum.com/animo-baca-tinggi-kunjungan-perpustakaan-umum-kota-malang-meningkat-signifikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228721</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, mencatat bahwa tingkat kunjungan masyarakat ke layanan perpustakaan dan titik baca terus meningkat signifikan. Hingga November 2025, jumlah kunjungan telah mencapai 266 ribu orang, melampaui capaian sepanjang 2024 yang berada di angka 217 ribu kunjungan. Pustakawan Muda Dispussipda, Santoso Mahargono, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang, mencatat bahwa tingkat kunjungan masyarakat ke layanan perpustakaan dan titik baca terus meningkat signifikan. Hingga November 2025, jumlah kunjungan telah mencapai 266 ribu orang, melampaui capaian sepanjang 2024 yang berada di angka 217 ribu kunjungan.</p>



<p>Pustakawan Muda Dispussipda, Santoso Mahargono, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan. “Kota Malang ini punya ekosistem yang sangat mendukung. Ada sekitar 55 perguruan tinggi negeri dan swasta. Hampir setiap hari ada kunjungan, baik individu maupun berkelompok,” ujar Santoso, Sabtu (13/12/2025) tadi.</p>



<p>Berdasarkan rekapitulasi Dispussipda, rata-rata kunjungan per bulan sepanjang 2025 berada di kisaran 20 ribu orang. Puncaknya terjadi pada Agustus dengan jumlah kunjungan mencapai 28 ribu orang.</p>



<p>&#8220;Artinya, tingkat kunjungan bisa menyentuh hingga seribu orang per hari ketika ramai kunjungan, dengan asumsi enam hari kerja,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa tingginya minat baca juga terlihat dari banyaknya kunjungan edukatif, khususnya dari kelompok PAUD dan TK. Namun, selain mengenalkan budaya membaca sejak dini, kunjungan tersebut juga menjadi sarana pengenalan layanan perpustakaan kepada anak-anak.</p>



<p>“Kalau anak-anak PAUD dan TK kan belum bisa baca tulis. Jadi petugas kami yang membacakan buku dongeng atau cerita pendek. Esensi literasinya tetap sampai,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Perpustakaan Dispussipda Kota Malang, Linda Desriwati, menegaskan bahwa tingginya angka kunjungan tidak hanya berasal dari gedung perpustakaan utama. Dispussipda juga membuka sejumlah titik baca alternatif untuk menjangkau masyarakat lebih luas.</p>



<p>“Penghitungan kunjungan ini termasuk Pojok Baca di Taman Trunojoyo, Mal Pelayanan Publik (MPP), MCC, hingga layanan perpustakaan keliling,” tambah Linda.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya untuk layanan perpustakaan keliling rutin menyasar ruang-ruang publik seperti Alun-Alun Kota Malang, serta lokasi khusus seperti Lapas Perempuan. Tentunya itu sebagai upaya pemerataan akses literasi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228721</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dorong Budaya Literasi, Dispussipda Kota Malang Targetkan Seluruh Kelurahan Miliki Perpustakaan di 2027</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-budaya-literasi-dispussipda-kota-malang-targetkan-seluruh-kelurahan-miliki-perpustakaan-di-2027</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dispussipda]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[seluruh]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227133</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus mendorong peningkatan budaya literasi di masyarakat. Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan masyarakat tahun 2025, Senin (27/10/2025) tadi. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus mendorong peningkatan budaya literasi di masyarakat. Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi budaya baca dan literasi pada satuan pendidikan dasar dan masyarakat tahun 2025, Senin (27/10/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gemar Membaca yang rutin digelar. Dalam kegiatan kali ini, melibatkan anak-anak jenjang TK dan PAUD yang memiliki rumah pintar atau perpustakaan masyarakat.</p>



<p>“Tahun ini, kami juga menyampaikan adanya bantuan dari Perpustakaan Nasional untuk 20 perpustakaan kelurahan. Setiap kelurahan menerima satu rak dan 1.000 buku. Tahun depan, kami menargetkan ada 25 kelurahan, sehingga pada akhir 2027 bisa seluruh kelurahan (57 kelurahan) di Kota Malang memiliki perpustakaan,” jelas Yayuk.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa buku yang diberikan mayoritas ditujukan bagi anak usia TK dan SD. Meski ukurannya kecil, seluruh perpustakaan di wilayah tetap mendapat pendampingan dari Dispussipda, termasuk dalam tata kelola dan pengembangan koleksi buku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau perpustakaan masyarakat aktif, kami akan usulkan kembali ke Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan tambahan buku,” ujarnya.</p>



<p>Disamping itu, dikatakannya bahwa minat baca masyarakat Kota Malang saat ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karena dari peringkat 12, kini naik menjadi posisi ke dua di Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Peringkat kegemaran membaca kita naik dari posisi 12 menjadi posisi 2 se-Jawa Timur, di bawah Surabaya. Nilainya meningkat dari 64 menjadi 83,” tuturnya.</p>



<p>Tentunya, peningkatan itu tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan Dispussipda, termasuk gerakan literasi masyarakat di wilayah pinggiran. Pada 2024 lalu, pihaknya juga telah membentuk 15 perpustakaan masyarakat yang terbukti berkontribusi terhadap kenaikan indeks kegemaran membaca.</p>



<p>“Komunitas literasi juga kami libatkan aktif dalam kegiatan di perpustakaan masyarakat. Harapannya, semangat membaca bisa menjadi budaya bersama di seluruh lapisan warga,” imbuh Yayuk. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227133</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan Umum Kota Malang Diusulkan untuk Direvitalisasi</title>
		<link>https://memontum.com/perpustakaan-umum-kota-malang-diusulkan-untuk-direvitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[direvitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[diusulkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225149</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perpustakaan Umum Kota Malang, yang berada di Jalan Ijen, diusulkan untuk direvitalisasi. Bahkan saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang tengah mengajukan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa pengajuan tersebut untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal perencanaan. &#8220;Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perpustakaan Umum Kota Malang, yang berada di Jalan Ijen, diusulkan untuk direvitalisasi. Bahkan saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang tengah mengajukan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025.</p>



<p>Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa pengajuan tersebut untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal perencanaan. &#8220;Yang diajukan dalam perubahan anggaran 2025 ini hanya DED-nya. Untuk pembangunan fisik belum, jadi ini baru tahap awal dahulu. Bangunnya kapan, tentu masih belum tahu. Tapi, diawali dengan DED dahulu,” ujarnya, Senin (18/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa rencana revitalisasi akan difokuskan pada penataan ruang, agar lebih ramah publik. Sementara, fasad dan konstruksi utama gedung tetap dipertahankan.</p>



<p>&#8220;Pak Wali berprinsip, supaya ruang publik di bawah semua. Fasadnya tetap, hanya ruangannya nanti yang diubah sesuai arahan. Untuk menambah lantai, kayaknya tidak. Lebih pada penataan agar ruang publik lebih luas,” katanya.</p>



<p>Terkait kapasitas penyimpanan koleksi, Yayuk memastikan kondisi saat ini masih memadai. “Kalau untuk koleksi menurut saya cukup. Masih bisa ditampung, apalagi nanti bisa ada tambahan ruang di bawah. Jadi tidak merubah konstruksi keseluruhan, karena masih banyak ruang yang bisa dioptimalkan,” imbuh Yayuk. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225149</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Malang Rencanakan Pembenahan Layanan dan Gedung Perpustakaan Umum</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-rencanakan-pembenahan-layanan-dan-gedung-perpustakaan-umum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembenahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224432</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berencana akan melakukan pembenahan pada gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, yang berada di Jalan Ijen, Kota Malang. Hal itu dilakukan, setelah menerima masukan dari masyarakat melalui media sosial. Diuraikannya, bahwa masyarakat banyak yang menyoroti kondisi dan keterbatasan layanan perpustakaan. Karena dirasa terkesan formal, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berencana akan melakukan pembenahan pada gedung Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, yang berada di Jalan Ijen, Kota Malang. Hal itu dilakukan, setelah menerima masukan dari masyarakat melalui media sosial.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa masyarakat banyak yang menyoroti kondisi dan keterbatasan layanan perpustakaan. Karena dirasa terkesan formal, sehingga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Kemarin itu saya berkunjung ke sana. Karena Kota Malang ini kota pendidikan, saya rasa perpustakaannya harus dibuat lebih nyaman dan lebih tidak terkesan formal,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Selasa (29/07/2025) tadi.</p>



<p>Beberapa hal yang perlu dibenahi, ujarnya, seperti mencakup jam operasional. Karena selama ini hanya aktif di jam kerja, padahal banyak mahasiswa atau masyarakat umum yang justru memiliki waktu luang di luar jam tersebut.</p>



<p>&#8220;Selama inikan bukanya cuma di jam kerja. Padahal, banyak mahasiswa ingin cari buku, tapi begitu sore sudah tutup. Itu yang perlu kita ubah,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain jam operasional, dirinya juga menyoroti pentingnya penataan ulang ruang dan konsep pelayanan. Dirinya menyarankan, agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga bisa difungsikan sebagai co-working space yang nyaman, terlebih karena lokasinya yang strategis di kawasan Jalan Ijen.</p>



<p>&#8220;Kalau bisa ada co-working space. Pengunjung pasti lebih betah. Apalagi lokasinya strategis dan dekat Car Free Day. Jadi sekalian bisa jadi tempat nongkrong yang positif,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terkait realisasi program tersebut, Wali Kota Wahyu menargetkan akan segera melakukan evaluasi, termasuk membahas sistem pembagian shift kerja petugas agar jam buka bisa diperpanjang. &#8220;Kalau bulan depan bisa kami kumpulkan (pengelola), nanti kita atur shift-nya. Insyaallah dalam waktu dekat perubahan jam operasional bisa segera diterapkan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa pembaruan tidak hanya berupa fisik bangunan, namun juga pada suasana dan fasilitas yang lebih ramah pengunjung. Termasuk juga, pembaruan koleksi buku dan penambahan fasilitas pendukung lainnya.</p>



<p>&#8220;Intinya, kita ingin suasana perpustakaan jadi lebih santai. Bukan tempat yang formal, tapi tetap mendidik dan membuat orang senang datang ke sana,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Pamekasan Resmikan Gedung Perpustakaan M Tabrani</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-pamekasan-resmikan-gedung-perpustakaan-m-tabrani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[tabrani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222193</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, meresmikan gedung baru Perpustakaan M Tabrani, di Jalan Jokotole, Barurambat Kota, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Senin (19/05/2025) tadi. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa konstruksi pembangunan perpustakaan tersebut untuk 3 lantai. Namun, saat ini hanya selesai pada pembangunan Lantai 1 dan 2. &#8220;Saya berharap pasti ya, karena bagaimanapun konstruksi ini Lantai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, meresmikan gedung baru Perpustakaan M Tabrani, di Jalan Jokotole, Barurambat Kota, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Senin (19/05/2025) tadi. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa konstruksi pembangunan perpustakaan tersebut untuk 3 lantai. Namun, saat ini hanya selesai pada pembangunan Lantai 1 dan 2.</p>



<p>&#8220;Saya berharap pasti ya, karena bagaimanapun konstruksi ini Lantai 3. Tetapi dibuktikan dahulu Lantai 1 dan 2, itu hidup. Sehingga nanti kita bisa melanjutkan ke Lantai 3,&#8221; kata Kiai Kholil-sapaan Bupati Pamekasan.</p>



<p>Kiai Kholil menambahkan, dengan diresmikan gedung perpustakaan baru tersebut, nantinya diharapkan bisa meningkatkan literasi masyarakat Pamekasan. &#8220;Saya harap ke depan, ada sejumlah event yang diadakan Disperpusip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan) untuk menarik pemuda dan masyarakat umum untuk ke perpustakaan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadisperpusip) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, menambahkan bahwa pembangunan gedung perpustakaan ini berlangsung selama dua tahap. &#8220;Anggaran tahap I sebesar Rp 7,9 miliar, cuma putus kontrak karena pembangunannya selesai 60 persen. Kalau tahap II ini, Rp 4,5 miliar tetapi mengalami penurunan 20 persen, menjadi Rp 3,5 miliar,&#8221; tambah Sjaifuddin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sjaifuddin menjelaskan bahwa total anggaran tersebut hanya untuk pembangunan Lantai 1 dan 2. Sedangkan, untuk pembangunan pada Lantai 3 belum dianggarkan.</p>



<p>&#8220;Dua lantai. Lantai 3 masih belum. Nantilah ya, kita bersyukur dululah,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sjaifuddin menargetkan, dengan diresmikan gedung perpustakaan baru ini, nantinya Disperpusip akan mengadakan sejumlah event untuk menarik pengunjung. &#8220;Setiap bulannya harus ada event. Nanti kami akan kerja sama dengan perpustakaan lain, dengan tujuan menarik minat baca dan pengunjung,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk diketahui, pada 2023 lalu, anggaran dari pembangunan gedung perpustakaan berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dengan Paguyuban sebesar Rp 10 miliar. Dalam perjalanan, progres dari pembangunan yang dilakukan mencapai 60,13 persen. Sehingga Pemkab hanya membayar Rp 4,8 miliar dari nilai evaluasi nilai proyek. Sementara tahap II senilai Rp 4,5 miliar, tetapi mengalami penurunan 20 persen, sehingga menjadi 3,5 miliar. Total dana yang dihabiskan 2 lantai tersebut mencapai Rp 8,3 miliar. <strong>(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222193</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkaya Wawasan Masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang Hadirkan Perpustakaan Keliling</title>
		<link>https://memontum.com/perkaya-wawasan-masyarakat-dinas-kearsipan-dan-perpustakaan-lumajang-hadirkan-perpustakaan-keliling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kearsipan]]></category>
		<category><![CDATA[keliling,]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perkaya]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang terus berinovasi untuk mengedukasi dan memperkaya wawasan masyarakat. Salah satu terobosan yang dihadirkan, adalah program perpustakaan keliling, yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun dan terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Tutik Andriyani, mengatakan bahwa kegiatan perpustakaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang terus berinovasi untuk mengedukasi dan memperkaya wawasan masyarakat. Salah satu terobosan yang dihadirkan, adalah program perpustakaan keliling, yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun dan terbukti efektif dalam menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.</p>



<p>Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Tutik Andriyani, mengatakan bahwa kegiatan perpustakaan keliling ini bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga sekolah. Hal ini, bertujuan agar penyebaran informasi dan pembelajaran dapat dilakukan secara optimal, menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.</p>



<p>“Perpustakaan keliling adalah salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Kami hadir langsung ke masyarakat, baik itu pelajar, mahasiswa, maupun warga umum, dengan membawa berbagai koleksi buku yang dapat mereka nikmati secara langsung,” kata Tutik, Sabtu (19/04/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya menyediakan buku untuk dipinjam, dirinya juga menerangkan, perpustakaan keliling juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat. Kegiatan ini, mengajak generasi muda untuk lebih mengenal berbagai macam pengetahuan, mulai dari ilmu pengetahuan umum hingga keterampilan praktis yang dapat mendukung kehidupan mereka.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Perpustakaan tidak hanya sekadar tempat untuk meminjam dan membaca buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang berfokus pada pengembangan bakat dan potensi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menciptakan generasi muda yang cerdas dan sejahtera,” tambahnya.</p>



<p>Program inovatif ini, ujarnya, juga melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan, guna memperluas jangkauan dan memastikan bahwa setiap individu bisa mendapatkan manfaat dari layanan perpustakaan yang ada. Keberadaan perpustakaan keliling ini sangat relevan, terutama di tengah gempuran teknologi informasi yang semakin pesat, di mana akses informasi seringkali lebih mengarah pada platform digital dan media sosial.</p>



<p>Di sisi lain, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang juga tidak berhenti pada layanan perpustakaan keliling saja. Program berbasis inklusi sosial juga terus dikembangkan, seperti layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas dan fasilitas buku elektronik yang dapat diakses secara luas melalui internet. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa layanan perpustakaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.</p>



<p>Melalui berbagai inovasi ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang berharap minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, semakin meningkat. Di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat, kegiatan perpustakaan keliling menjadi bukti bahwa literasi dan budaya baca tetap relevan dan harus terus didorong untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berpengetahuan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melek Literasi Digital, Lumajang Bangun 66 Perpustakaan Desa Plus Fasilitas Komputer dan Internet</title>
		<link>https://memontum.com/melek-literasi-digital-lumajang-bangun-66-perpustakaan-desa-plus-fasilitas-komputer-dan-internet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215336</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Melalui berbagai inisiatif strategis, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyata, yaitu telah dilakukan pembangunan 66 Perpustakaan Desa yang dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet. Ini dilakukan, guna mendukung transformasi literasi digital di tingkat desa. Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Lumajang, Agus Widarto, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Melalui berbagai inisiatif strategis, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyata, yaitu telah dilakukan pembangunan 66 Perpustakaan Desa yang dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet. Ini dilakukan, guna mendukung transformasi literasi digital di tingkat desa.</p>



<p>Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Lumajang, Agus Widarto, menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan desa ini tidak hanya sebatas menyediakan akses buku fisik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses informasi melalui platform digital. &#8220;Kami tidak hanya berfokus pada akses fisik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital melalui perpustakaan desa yang terintegrasi. Ini adalah bagian dari visi kami dalam mempersiapkan masyarakat yang lebih melek literasi dan mampu bersaing di era digital,&#8221; kata Agus, Minggu (13/10/2024) tadi.</p>



<p>Setiap perpustakaan desa, ujarnya, juga mendapatkan distribusi 1.000 judul buku yang diharapkan dapat memperkaya referensi bacaan bagi masyarakat setempat. Khususnya, untuk kalangan pelajar dan generasi muda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, ujarnya, keberadaan fasilitas digital memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan sumber pengetahuan yang lebih luas melalui internet, sehingga bisa mengikuti perkembangan informasi global. Dengan adanya perpustakaan desa yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap literasi masyarakat terus meningkat, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan di era modern.</p>



<p>“Kami ingin masyarakat Lumajang, terutama di desa-desa, semakin terbiasa dengan akses informasi digital, sehingga mereka tidak tertinggal di era transformasi teknologi ini,” tambah Agus.</p>



<p>Upaya tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang literat, inovatif dan berdaya saing tinggi, selaras dengan perkembangan teknologi yang kian pesat. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215336</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Layanan Perpustakaan Umum Malang Raih Sertifikat Akreditasi A, Pj Wali Kota Harapkan Peningkatan Inovasi</title>
		<link>https://memontum.com/layanan-perpustakaan-umum-malang-raih-sertifikat-akreditasi-a-pj-wali-kota-harapkan-peningkatan-inovasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Akreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang. Sebab, perpustakaan di Kota Malang mampu mendapatkan Sertifikat dengan Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional. Dengan diraihnya sertifikasi tersebut, maka diharapkan nantinya dapat terus berkreasi meningkatkan inovasi. Sehingga, minat baca perpustakaan di Kota Malang bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang. Sebab, perpustakaan di Kota Malang mampu mendapatkan Sertifikat dengan Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional.</p>



<p>Dengan diraihnya sertifikasi tersebut, maka diharapkan nantinya dapat terus berkreasi meningkatkan inovasi. Sehingga, minat baca perpustakaan di Kota Malang bisa terus bertambah.</p>



<p>“Alhamdulillah, ini akreditasi yang kita terima. Mudah-mudahan ini bisa dirasakan oleh masyarakat. Karena perpustakaan ini kan penting dan kita juga sudah meminta kepala Dispussipda untuk bisa berkreasi ke depannya, agar minat pembaca buku itu dapat bertambah,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Senin (18/03/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa dalam penilaian akreditasi tersebut ada banyak faktor. Namun, yang paling utama yakni mengenai layanan perpustakaan, hingga koleksi-koleksi buku yang ada.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Jadi yang dinilai itu ada banyak faktor, hingga kami bisa mendapatkan akreditasi A tersebut. Namun, yang pasti itu terkait dengan layanan yang kita berikan, kemudian koleksi buku juga,” ucap Yayuk.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan bahwa di tahun 2013 lalu Perpustakaan Kota Malang sudah pernah mendapatkan sertifikat. Namun, hanya Kantor Perpustakaan Umum Kota Malang saja, bukan mengenai pelayanan. Hingga akhirnya, di tahun ini Pemkot Malang dapat meraih sertifikat akreditasi tersebut.</p>



<p>“Jadi kita dapat sertifikat lagi setelah 10 tahun. Karena, kemarin itu problemnya ada salah satu persyaratan yang harus kita penuhi. Salah satunya mengenai Perda Penyelenggara Perpustakaan. Nah, itu kan baru di dok oleh DPRD di bulan ini tahun 2024. Padahal kita mengajukan sertifikat itu di tahun 2023 lalu, tetapi saya sudah menyampaikan ke tim penilai akreditasi bahwa pembahasan itu kita sudah tinggal di dok saja,” jelasnya.</p>



<p>Namun, dengan begitu ke depan Yayuk berharap pelayanan perpustakaan kepada masyarakat nantinya dapat terus ditingkatkan. Sehingga, minat baca masyarakat dapat terus bertambah. Apalagi tugas dan fungsi (Tusi) dari Dispussipda sendiri adalah memberikan pembinaan, baik di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan masyarakat.</p>



<p>“Tantangan terbesarnya itu di perpustakaan masyarakat. Nanti kita rencana akan kerjasama dengan Diskominfo untuk membuat semacam aplikasi E-Perpustakaan. Sehingga nanti kita dengan jumlah pustakawan yang terbatas ini, bisa melakukan pembinaan hingga ke masyarakat,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk Perpustakaan Masyarakat yang dimiliki oleh Pemkot Malang saat ini ada sebanyak 38 perpustakaan. Namun, karena keterbatasan jumlah pustakawan yang hanya terdiri dari 9 orang saja, maka pembinaan yang diberikan masih kurang. Sehingga, diharapkan nantinya dengan adanya kerjasama dengan membuat aplikasi E Perpustakaan dapat menjangkau hingga masing-masing kelurahan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206435</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
