<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>persama &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/persama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 09:11:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>persama &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Persama Malang Juara Kapolresta Cup Malang Kota, Wali Kota Wahyu Beri Apresiasi Positif</title>
		<link>https://memontum.com/persama-malang-juara-kapolresta-cup-malang-kota-wali-kota-wahyu-beri-apresiasi-positif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[kapolresta]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persama]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, tampak antusias menyaksikan Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Cup Malang Kota 2025 yang diselenggarakan di mini soccer Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (22/06/2025) tadi. Turut hadir di momen itu, Kapolresta Malang, Kombes Pol Nanang Haryono dan jajaran, Ketua DPRD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, tampak antusias menyaksikan Turnamen Sepak Bola Amputasi Kapolresta Cup Malang Kota 2025 yang diselenggarakan di mini soccer Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (22/06/2025) tadi. Turut hadir di momen itu, Kapolresta Malang, Kombes Pol Nanang Haryono dan jajaran, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, serta beberapa Kepala OPD Kota Malang.</p>



<p>Sekedar diketahui, dalam sepak Bola Amputasi kali ini diikuti sebanyak 6 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka yang tampil, diantaranya Persama Malang, Persaid Jember, Persas Surabaya, Persawangi Banyuwangi, Persabat Kota Batu dan Persam Madura.</p>



<p>Dalam gelaran itu, Persama Malang berhasil menjadi Juara I, setelah mengalahkan Persaid Jember dalam laga final dengan skor 2-1. Persaid Jember menjadi Juara II, Persawangi Banyuwangi Juara III dan Persas Surabaya menjadi Juara IV.</p>



<p>Diketahui, bahwa sepak bola amputasi adalah olah raga sepak bola yang para pemainnya adalah penyandang disabilitas yang kehilangan anggota tubuhnya (kaki ataupun tangan). Meskipun dengan keterbatasan, namun para peserta menunjukan pertandingan yang menarik penuh sportifitas.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa gelaran pertandingan Sepak Bola Amputasi Kapolresta Cup Malang Kota, sangat mbois. &#8220;Terima Kasih dan apresiasi kepada Kapolresta Malang Kota dan jajarannya yang telah menyelenggarakan Sepak Bola Amputasi Kapolresta Cup Malang Kota dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-79,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya sangat mendukung kegiatan ini, karena sesuai dengan visi misi Dasa Bakti Ngalam Tahes. Dirinya juga berharap, dengan kegiatan ini bisa menjadi media penjaringan bakat dari kalangan disabilitas. Sehingga, nantinya muncul nama-nama yang mampu mengharumkan negara di kancah nasional maupun internasional.</p>



<p>&#8220;Saya dan Mas Wawali menyambut baik kegiatan ini. Antusias dan semangat dari peserta dalam sepak bola amputasi ini, luar biasa. Dengan semangatnya, tidak melihat ada kekurangan namun tetap bisa melakukan dengan baik. Kami sangat mendukung kegiatan ini. Alhamdulillah Kota Malang bisa menjuarai pertandingan ini,&#8221; urainya.</p>



<p>Pihaknya juga akan memfasilitasi Persama Malang, dengan menggratiskan lapangan mini soccer Stadion Gajayana. Sehingga, dapat berlatih dan tetap dapat mengasah ketajaman skillnya.</p>



<p>&#8220;Terkait pembinaan ke depan, saya sudah minta ke Pak Kadisporapar untuk menyiapkan lahan gratis yaitu lapangan ini. Sarana prasana di sini, kami siapkan sesuai kebutuhan mereka,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, mengatakan bahwa pertandingan sepak bola amputasi ini digelar sebagai rangkaian menyambut Hari Bhayangkara Ke-79. &#8220;Ini yang kedua kalinya kami gelar pertandingan Sepak Bola Amputasi Kapolresta Cup Malang Kotaini. Kami terus melakukan pembinaan, agar mereka bisa membawa harum nama Kota Malang di kancah nasional maupun internasional. Alhandulilah berjalan lancar,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelatih Persama Optimis Kota Malang Mampu Imbangi Lawan Berat di Piala Menpora 2024</title>
		<link>https://memontum.com/pelatih-persama-optimis-kota-malang-mampu-imbangi-lawan-berat-di-piala-menpora-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[imbangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Menpora]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatih]]></category>
		<category><![CDATA[persama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217530</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelaran Piala Menpora, Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia 2024 di Kota Malang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi tim Persatuan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama). Apalagi, beberapa lawan yang dihadapi merupakan tim-tim berpengalaman dan pernah menjadi juara. Pelatih tim Persama, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah harus menunjukkan yang terbaik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelaran Piala Menpora, Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia 2024 di Kota Malang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi tim Persatuan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama). Apalagi, beberapa lawan yang dihadapi merupakan tim-tim berpengalaman dan pernah menjadi juara.</p>



<p>Pelatih tim Persama, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah harus menunjukkan yang terbaik untuk Kota Malang. Apalagi para atlet juga telah menjalani latihan intensif selama tujuh bulan sebagai persiapan.</p>



<p>“Kami rutin berlatih untuk memberikan yang terbaik. Sebagai tuan rumah, kami wajib juara dan harus memberikan kebanggaan bagi Kota Malang dan Jawa Timur,” ujar Saiful, Jumat (13/12/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Beberapa lawan yang dihadapi, seperti dari Kota Jember yang pernah memenangkan Piala Menpora 2021 dan Surabaya yang dua kali menjadi runner-up. Sementara Malang, prestasi tertinggi baru mencapai peringkat empat. Tentunya ini juga menjadi tekanan tambahan bagi tim Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Menjadi tuan rumah adalah beban tersendiri. Tim tamu punya pengalaman dan sudah mengenal sepak bola sejak lama. Sementara saya harus memperkenalkan sepak bola kepada pemain, menghilangkan trauma dan membangun semangat, terutama karena sebagian pemain sudah berusia lanjut,” jelasnya.</p>



<p>Meski demikian, Saiful mengakui bahwa perjalanan ini tidak mudah. Dia harus mengatasi berbagai tantangan, termasuk memperbaiki minat terhadap sepak bola di kalangan pemain dan memberikan dukungan emosional untuk mengatasi trauma.</p>



<p>&#8220;Tadi waktu bertanding mereka mengikuti sesuai intruksi dengan baik. Tapi yang menjadi kelemahan terbesar kami adalah meremehkan lawan dan kurang konsentrasi di momen penting. Finishing masih menjadi PR besar. Pemain harus belajar mengatur tenaga dan tahu kapan harus all-out atau bertahan,” imbuh Saiful. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217530</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
