<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>persatuan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/persatuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 15:13:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>persatuan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Merawat Persatuan dan Meneguhkan Perjuangan Umat Jadi Tema Harlah DPC PPP Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/merawat-persatuan-dan-meneguhkan-perjuangan-umat-jadi-tema-harlah-dpc-ppp-situbondo</link>
					<comments>https://memontum.com/merawat-persatuan-dan-meneguhkan-perjuangan-umat-jadi-tema-harlah-dpc-ppp-situbondo#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[meneguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[merawat]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229896</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Harlah ke-53 dengan mengusung tema &#8216;Merawat Persatuan, Meneguhkan Perjuangan Umat&#8217;. Acara tersebut, berpusat di Gedung Serbaguna Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, Kamis (29/01/2026) tadi. Dalam acara tersebut, PPP Situbondo fokus pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi partai, terutama di tingkat akar rumput. Acara sendiri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Harlah ke-53 dengan mengusung tema &#8216;Merawat Persatuan, Meneguhkan Perjuangan Umat&#8217;. Acara tersebut, berpusat di Gedung Serbaguna Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, Kamis (29/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam acara tersebut, PPP Situbondo fokus pada penguatan kaderisasi dan konsolidasi partai, terutama di tingkat akar rumput. Acara sendiri, diisi dengan kegiatan tasyakuran, santunan untuk 53 anak yatim piatu dan pelantikan pengurus hasil Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) PPP Situbondo.</p>



<p>Ketua DPC PPP Situbondo, Zeiniye, mengatakan bahwa peringatan Harlah ke-53 ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh kader partai untuk meneguhkan kembali jati diri dan arah perjuangan politik. Sehingga ke depan, akan kian senantiasa solid.</p>



<p>Dalam rangkaian peringatan sendiri, Zeiniye mengatakan bahwa PPP Situbondo juga melaksanakan kegiatan santunan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Salah satunya, seperti pemberian bantuan kepada warga kurang mampu dan anak yatim.</p>



<p>“Situbondo adalah barometer bagi PPP. Ini dibuktikan dengan perolehan suara yang signifikan di Pemilu 2024. Atas dasar itulah kami fokus merawat basis akar rumput untuk peta kekuatan 2029 mendatang,” kata Zeiniye.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wabup Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan rasa syukur dan bangga bisa hadir dalam peringatan Harlah ke-53 PPP Situbondo. “Saya mengapresiasi langkah PPP Situbondo dalam memperkuat kaderisasi dan kepedulian sosial. Semoga PPP Situbondo terus menjadi partai yang solid dan berintegritas,” ujarnya.</p>



<p>Ulfiyah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengurus, kader dan keluarga besar PPP, sehingga dirinya dapat mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Situbondo. “Saya juga mohon masukan, saran-saran, serta petuah dari para sesepuh dan kader-kader partai,” tambahnya.</p>



<p>Penguatan kaderisasi dan konsolidasi partai, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kapabilitas kader PPP Situbondo dalam menghadapi tantangan politik dan sosial di masa depan. Dengan demikian, PPP Situbondo dapat terus menjadi partai yang kuat dan berintegritas dalam melayani masyarakat.</p>



<p>Dalam acara tersebut, PPP Situbondo juga memberikan penghargaan kepada kader-kader yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam pembangunan partai. Penghargaan ini, diharapkan dapat memotivasi kader-kader lainnya untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi kemajuan partai.</p>



<p>Dengan semangat Harlah ke-53, PPP Situbondo berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan umat dan masyarakat, serta menjadi partai yang solid dan berwibawa. PPP Situbondo juga siap menghadapi tantangan politik dan sosial di masa depan dengan strategi dan program yang lebih baik. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/merawat-persatuan-dan-meneguhkan-perjuangan-umat-jadi-tema-harlah-dpc-ppp-situbondo/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229896</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Riding Vespa Sarungan, Wabup Lumajang Tegaskan Momen Persatuan Umat Percepat Kemajuan Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/riding-vespa-sarungan-wabup-lumajang-tegaskan-momen-persatuan-umat-percepat-kemajuan-daerah</link>
					<comments>https://memontum.com/riding-vespa-sarungan-wabup-lumajang-tegaskan-momen-persatuan-umat-percepat-kemajuan-daerah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[riding]]></category>
		<category><![CDATA[sarungan,]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229722</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial. Menurutnya, memontum ini menjadi ruang refleksi pengabdian sekaligus strategi nyata, dalam memperkuat persatuan masyarakat dan menggerakkan sektor pariwisata sebagai pengungkit kesejahteraan daerah. Hal tersebut, disampaikannya saat menghadiri kegiatan Riding [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial. Menurutnya, memontum ini menjadi ruang refleksi pengabdian sekaligus strategi nyata, dalam memperkuat persatuan masyarakat dan menggerakkan sektor pariwisata sebagai pengungkit kesejahteraan daerah.</p>



<p>Hal tersebut, disampaikannya saat menghadiri kegiatan Riding Vespa Sarungan Kerukunan Beragama di Kecamatan Senduro, Sabtu (24/01/2026) tadi. Wabup Yudha menilai, kegiatan lintas komunitas yang memadukan nilai keagamaan, budaya dan pariwisata, ini merepresentasikan wajah pembangunan Lumajang yang inklusif dan berorientasi pada harmoni sosial.</p>



<p>Melalui peringatan HAB, pemerintah ingin menegaskan bahwa persatuan umat adalah fondasi utama dalam mempercepat kemajuan daerah. “HAB bukan hanya mengenang sejarah pengabdian Kementerian Agama, tetapi momentum memperkuat persatuan. Dari persatuan inilah, lahir stabilitas sosial yang menjadi syarat tumbuhnya pariwisata dan bergeraknya ekonomi masyarakat,” tegasnya.</p>



<p>Menurut Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, sektor pariwisata sangat bergantung pada rasa aman, kenyamanan dan kerukunan sosial. Tanpa persatuan, promosi destinasi tidak akan bermakna. Karena itu, dirinya memandang peringatan HAB ke-80 sebagai instrumen strategis untuk membangun citra Lumajang sebagai daerah religius, toleran dan ramah wisata.</p>



<p>“Pariwisata tidak cukup dengan keindahan alam. Yang dicari wisatawan adalah suasana damai dan masyarakat yang rukun. Ketika persatuan terjaga, pariwisata tumbuh, lapangan kerja tercipta dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wabup Yudha juga menekankan, akan pentingnya inovasi dalam mengemas peringatan keagamaan agar berdampak langsung pada pembangunan. Riding Vespa Sarungan dinilai sebagai contoh konkret sinergi antara dakwah kultural, promosi wisata dan penguatan ekonomi lokal.</p>



<p>“Kegiatan seperti ini menggerakkan banyak sektor sekaligus, komunitas, UMKM, destinasi wisata dan jejaring sosial. Inilah pembangunan berbasis kebersamaan,” tambahnya.</p>



<p>Wabup Yudha juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan HAB sebagai titik tolak memperkuat komitmen kebangsaan. Moderasi beragama, toleransi dan cinta tanah air harus terus dirawat agar Lumajang tetap menjadi rumah bersama yang damai dan produktif.</p>



<p>“Kita ingin Lumajang dikenal bukan hanya indah alamnya, tetapi juga kuat persatuannya. Inilah modal utama membangun daerah yang berdaya saing,” imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan Riding Vespa Sarungan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tersebut, menempuh rute keliling dan finis di Situs Selo Gending, Desa Kandangan, Senduro. Diikuti komunitas vespa dan masyarakat lintas agama, kegiatan ini menjadi simbol nyata persaudaraan, kerukunan dan semangat membangun Lumajang yang religius, harmonis dan sejahtera. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/riding-vespa-sarungan-wabup-lumajang-tegaskan-momen-persatuan-umat-percepat-kemajuan-daerah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229722</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Jogo Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tolak Kekerasan</title>
		<link>https://memontum.com/apel-jogo-kabupaten-malang-bupati-sanusi-ajak-warga-jaga-persatuan-dan-tolak-kekerasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sanusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225698</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan mengenai pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan, di tengah kondisi nasional yang sempat diwarnai aksi unjuk rasa yang berujung ricuh hingga pembakaran dan penjarahan di sejumlah daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Sanusi, saat memimpin &#8216;Apel Jogo Kabupaten Malang, sekaligus Doa bersama dan Peringatan Maulid Nabi serta Gerakan Pangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan mengenai pentingnya menjaga stabilitas dan persatuan, di tengah kondisi nasional yang sempat diwarnai aksi unjuk rasa yang berujung ricuh hingga pembakaran dan penjarahan di sejumlah daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Sanusi, saat memimpin &#8216;Apel Jogo Kabupaten Malang, sekaligus Doa bersama dan Peringatan Maulid Nabi serta Gerakan Pangan Murah demi Indonesia Damai&#8217;, yang berlangsung di Pendopo Kepanjen, Rabu (03/09/2025) tadi</p>



<p>Pelaksanaan itu, tidak hanya diikuti unsur Forkopimda hingga pegawai Pemkab Malang. Namun, unsur lain hingga ojek online (Ojol), pun turut terlibat dalam serangkaian apel Jogo Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam apel itu, Bupati Sanusi juga menyampaikan keprihatinannya atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa yang terjadi, termasuk meninggalnya almarhum Affan Kurniawan. Bupati Sanusi juga mengajak seluruh peserta apel, untuk mendoakan arwah para korban, agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.</p>



<p>“Peristiwa itu mengingatkan kita betapa mahalnya nilai persatuan, kesatuan, stabilitas, keamanan dan kedamaian. Kabupaten Malang tidak boleh terpecah oleh perbedaan, justru harus menjadi contoh daerah yang aman dan damai,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="600" height="426" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/09/Apel-Jogo-Kabupaten-Malang-Bupati-Sanusi-Ajak-Warga-Jaga-Persatuan-dan-Tolak-Kekerasan-2.jpg?resize=600%2C426&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-225700" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/09/Apel-Jogo-Kabupaten-Malang-Bupati-Sanusi-Ajak-Warga-Jaga-Persatuan-dan-Tolak-Kekerasan-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2025/09/Apel-Jogo-Kabupaten-Malang-Bupati-Sanusi-Ajak-Warga-Jaga-Persatuan-dan-Tolak-Kekerasan-2.jpg?resize=300%2C213&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /><figcaption class="wp-element-caption">PESERTA: Sejumlah peserta apel bersama unsur Forkopimda Kabupaten Malang. (pemkab for memontum)</figcaption></figure></div>


<p></p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Sanusi juga memberikan dukungan penuh terhadap pembacaan ikrar Kabupaten Malang Damai, yang digagas oleh berbagai elemen masyarakat. Ikrar itu, menjadi simbol komitmen moral bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, perpecahan dan kerusakan fasilitas publik.</p>



<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya mengajak aparat keamanan, tokoh agama, pemuda, pelajar, hingga pelaku usaha untuk selalu menjaga ketertiban dan persaudaraan. Perbedaan pendapat boleh saja, tetapi mari kita sampaikan dengan cara yang santun, damai dan bertanggung jawab,” papar Bupati Sanusi.</p>



<p>Serangkaian pelaksanaan yang digelar berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, itu juga dimaknai sebagai refleksi spiritual. Dirinya menekankan, bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti menjaga persaudaraan dan menebarkan kedamaian, relevan diterapkan dalam menjaga harmoni masyarakat Kabupaten Malang yang plural.</p>



<p>“NKRI harga mati. Kabupaten Malang harus terus kita jaga sebagai daerah yang aman, damai dan bermartabat,” tegas Bupati Sanusi. <strong>(kom/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Pelaksanaan Gebyar Pembauran Kebangsaan, Wali Kota Malang Ingatkan Persatuan dan Hubungan Antar Suku</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-pelaksanaan-gebyar-pembauran-kebangsaan-wali-kota-malang-ingatkan-persatuan-dan-hubungan-antar-suku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[pembauran]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225341</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menggelar Gebyar Pembauran Kebangsaan di Malang Town Square (Matos), Sabtu (23/08/2025) tadi. Kegiatan ini digelar, dalam rangkaian Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan dan persatuan antar suku di Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam pelaksanaan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menggelar Gebyar Pembauran Kebangsaan di Malang Town Square (Matos), Sabtu (23/08/2025) tadi. Kegiatan ini digelar, dalam rangkaian Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan dan persatuan antar suku di Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam pelaksanaan itu mengapresiasi peran FPK dalam menyatukan keberagaman suku dan budaya melalui kegiatan. Karenanya, momentum ini sangat pas karena bertepatan dengan rangkaian perayaan kemerdekaan.</p>



<p>“Forum Pembauran Kebangsaan ini sangat penting, apalagi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan Pak Presiden dengan mengenakan wastra nusantara, di sini pun kita mengenakan wastra nusantara asli dari suku-suku di Kota Malang,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya berharap, bahwa kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan antar suku di tengah keberagaman. “Dengan kegiatan seperti ini, kita berharap bisa menyatukan dan memperkuat hubungan antarsuku. Kita tahu NKRI adalah satu. Jangan sampai ada kejadian seperti di luar negeri, negara-negara yang terpecah. Kita harus tetap kompak,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan ini, Wali Kota Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, terutama di media sosial. “Sekarang banyak media yang tidak bertanggung jawab, menyerang kita dengan isu suku, ras dan agama. Tapi kita harus tetap satu, karena kita punya satu kedaulatan, satu keinginan untuk menjaga NKRI,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman, mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas keutuhan NKRI yang tetap terjaga meskipun dihuni oleh berbagai suku dan budaya. “Puji syukur kepada Allah SWT karena hari ini kita bisa merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggunakan kekayaan Indonesia, yaitu adat, istilah, dan budaya yang beraneka ragam. Ini patut kita syukuri, karena Indonesia masih bisa mempertahankan kemerdekaan dan negaranya,” ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Fuad menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Malang yang telah melantik kepengurusan FPK pada bulan lalu. Dirinya juga menekankan, bahwa FPK merupakan wadah komunikasi antar suku yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Kami ingin menjadikan Kota Malang benar-benar sebagai rumah kita bersama, rumah bagi semua golongan. Insyaallah kami akan bersungguh-sungguh mengawal Bapak Wali Kota agar Kota Malang menjadi kota berkelas,” tambahnya.</p>



<p>Suasana acara pun semakin meriah, dengan kehadiran peserta dari berbagai suku di Indonesia yang mengenakan busana adat khas daerah masing-masing. Berbagai kesenian tradisional, seperti tarian, musik daerah, dan atraksi budaya, ditampilkan secara bergantian, menampilkan keindahan wastra nusantara yang memikat. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225341</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Pramuka, Bupati Lumajang Tekankan Pramuka Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-pramuka-bupati-lumajang-tekankan-pramuka-jadi-garda-terdepan-jaga-persatuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[terdepan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan kembali pentingnya nasionalisme sebagai pilar ketahanan bangsa. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kabupaten Lumajang, Kamis (21/08/2025) tadi. Saat membacakan sambutan tersebut, Bunda Indah menekankan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan kembali pentingnya nasionalisme sebagai pilar ketahanan bangsa. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kabupaten Lumajang, Kamis (21/08/2025) tadi.</p>



<p>Saat membacakan sambutan tersebut, Bunda Indah menekankan bahwa Pramuka harus menjadi garda terdepan menjaga persatuan, mengamalkan Pancasila, serta mengokohkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan, Kwarnas menegaskan bahwa tema &#8216;Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa&#8217; bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.</p>



<p>“Pramuka adalah benteng ideologi bangsa. Nasionalisme bukan sekadar kata-kata, melainkan napas dalam setiap langkah Pramuka,” tegasnya.</p>



<p>Dirinya menyoroti berbagai tantangan generasi muda, di era digitalisasi global. Selain peluang besar dalam pemanfaatan teknologi, disrupsi juga menghadirkan ancaman serius, mulai dari penyalahgunaan ruang digital, menurunnya semangat gotong royong, hingga bahaya Narkoba dan judi online.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kondisi tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan hadir sebagai wadah pembinaan karakter yang kokoh, membentengi kaum muda dari pengaruh negatif sekaligus menguatkan daya saing bangsa. Gerakan Pramuka sendiri disebut bukan hanya organisasi pendidikan non formal, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membentuk karakter bangsa. Melalui pendidikan life skill, soft skill, hingga hard skill, anggota Pramuka dipersiapkan untuk menjadi kader pemimpin bangsa yang berjiwa nasionalis, visioner dan berdaya guna di tengah masyarakat.</p>



<p>Selain itu, Ketua Kwarnas juga mengajak anggota Pramuka untuk lebih aktif dalam pengabdian masyarakat. Upaya pelestarian lingkungan, dukungan terhadap ketahanan pangan, serta adaptasi di era digital menjadi bagian dari pengabdian nyata yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H Prabowo Subianto.</p>



<p>“Semua langkah ini adalah kontribusi nyata Gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Mari kita jadikan Pramuka sebagai pilar kekuatan bangsa dalam membentuk generasi muda yang berdaya saing dan siap memimpin masa depan,” ujar Bunda Indah, saat membacakan sambutan.</p>



<p>Pada kesempatan itu, apresiasi juga disampaikan kepada para pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha dan seluruh pihak yang terus memberikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka. Dukungan lintas elemen tersebut, diyakini akan memperkuat kolaborasi demi terwujudnya bangsa yang lebih mandiri dan berdaya.</p>



<p>Peringatan Hari Pramuka ke-64 ini, pun ditutup dengan ajakan penuh semangat. “Selamat Hari Pramuka ke-64. Satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesiaku,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kirab Merah Putih di Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Pemuda Perkuat Persatuan dan Nasionalisme</title>
		<link>https://memontum.com/kirab-merah-putih-di-kota-kediri-mbak-wali-ajak-pemuda-perkuat-persatuan-dan-nasionalisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme,]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225069</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Momen penuh semangat kebangsaan menyelimuti pelaksanaan Kirab Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (16/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Forkopimda dan ratusan pemuda-pemudi Kota Kediri, turut menyemarakkan dengan ikut mengarak Bendera Merah Putih, yang dimulai dari Balai Kota Kediri hingga Puncak Gunung Klotok. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Momen penuh semangat kebangsaan menyelimuti pelaksanaan Kirab Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (16/08/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Forkopimda dan ratusan pemuda-pemudi Kota Kediri, turut menyemarakkan dengan ikut mengarak Bendera Merah Putih, yang dimulai dari Balai Kota Kediri hingga Puncak Gunung Klotok.</p>



<p>&#8220;Hari ini kita bersama-sama mengarak potongan Merah dan Putih dari Balai Kota Kediri hingga Gunung Klotok. Insyaallah besok (Minggu, red) pada tanggal 17 Agustus, potongan merah putih akan disusun menjadi Bendera Merah Putih dengan ukuran 40 meter x 60 meter. Bisa disaksikan dari berbagai sudut Kota Kediri,&#8221; kata Wali Kota Vinanda Prameswati.</p>



<p>Mbak Wali-sapaan Wali Kota, mengapresiasi seluruh pemuda Kota Kediri, telah menginisiasi kegiatan Kirab Merah Putih. Menurutnya, ini sebagai salah satu upaya untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini, sebagai bentuk perwujudan nasionalisme dan semangat kecintaan pemuda Kota Kediri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). &#8220;Saya harap kegiatan ini dapat memberikan motivasi bagi pemuda lainnya, untuk terus berkarya. Serta, memberikan kontribusi positif untuk NKRI dan khususnya Kota Kediri,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Selaras dengan tema HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini &#8216;Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju&#8217;, Mbak Wali mengajak seluruh pemuda untuk terus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam menjaga kedaulatan bangsa. Serta, membangun Indonesia untuk lebih maju.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita jadikan Kirab Merah Putih ini sebagai momentum untuk saling berkolaborasi dan bersama-sama menjaga serta merawat NKRI tercinta,&#8221; imbuh wali kota termuda ini.</p>



<p>Perlu diketahui, bendera yang akan dibentangkan di Gunung Klotok berukuran 40 meter x 60 meter. Yang mana, terdiri dari dari potongan delapan warna merah dan delapan warna putih berukuran 5 meter × 30 meter. Rencananya, Bendera Merah Putih akan dibentangkan di Gunung Klotok kurang lebih selama seminggu.</p>



<p>Sementara untuk peserta Kirab Merah Putih, yakni terdiri dari unsur organisasi kepemudaan, komunitas dan siswa-siswi Kota Kediri. Mulai dari TNI/Polri, KNPI, Karang Taruna, Panji Galuh, Pramuka, Hikapala, Suket Teki, HIPMI, Pemuda Pelopor, PMI, Bhakti Wiyata, Alumni SMA 2, SMA/SMK, Wushu, WPA, LDII, Komunitas Lari dan lainnya.</p>



<p>Turut hadir dalam pelaksanaan Kirab Merah Putih, yakni Wakil Wali Kota, Qowimuddin, Komandan Brigif 16/Wira Yudha, Kolonel Inf Taufik Ismail, Komandan Kodim 0809, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Andi Mirnawaty, Wakapolres Kediri Kota, Kompol Yanuar Rizal, Wakil Ketua Pengadilan Negeri, Bayu Agung, perwakilan Yonif 521, Sekretaris Daerah, Bagus Alit, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ferry Djatmiko, Staf Ahli, Kepala OPD dan tamu undangan. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225069</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Apel Akbar Pramuka, Bupati dan Wabup Lumajang Tegaskan Semangat Persatuan dan Cinta Tanah Air</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-apel-akbar-pramuka-bupati-dan-wabup-lumajang-tegaskan-semangat-persatuan-dan-cinta-tanah-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225006</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Untuk pertama kalinya, apel akbar Pramuka digelar di Dermaga Ujung Markas Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya, dengan latar megah KRI Surabaya 591 dan KRI Makassar, Kamis (14/08/2025) tadi. Upacara sendiri, dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jatim. Kehadiran Bupati Lumajang, Indah Amperawati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Untuk pertama kalinya, apel akbar Pramuka digelar di Dermaga Ujung Markas Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya, dengan latar megah KRI Surabaya 591 dan KRI Makassar, Kamis (14/08/2025) tadi. Upacara sendiri, dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jatim.</p>



<p>Kehadiran Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Wakil Bupati (Wabup), Yudha Adji Kusuma, bersama ribuan Pramuka dari berbagai daerah, menandai keterlibatan aktif seluruh komponen daerah dalam menghidupkan semangat kebangsaan.</p>



<p>Pada momen itu, Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa pelaksanaan apel di laut bukan sekadar inovasi lokasi, tetapi pesan strategis bagi generasi muda. “Laut adalah identitas besar bangsa Indonesia. Apel di atas kapal perang memberi pesan bahwa generasi muda harus siap menjaga kedaulatan, mencintai laut dan menumbuhkan nasionalisme. Saya bangga Lumajang bisa menjadi bagian dari momen bersejarah ini,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Wabup Yudha Adji Kusuma menambahkan, bahwa laut bukan hanya ruang geografis, tetapi juga sumber daya strategis yang harus dijaga. “Ini bukan sekadar seremoni, melainkan pembelajaran langsung tentang arti penting laut bagi bangsa. Saya berharap Pramuka Lumajang pulang dengan semangat baru untuk menjaga persatuan dan cinta tanah air,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati Lumajang juga memberikan dukungan penuh terhadap Gerakan 10 juta Bendera, sebuah ajakan nasional untuk mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia. “Gerakan ini adalah simbol penyatuan langkah bangsa. Kibarkan bendera di rumah, sekolah, kantor, hingga jalan desa. Tunjukkan bahwa kita bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Mas Yudha juga menegaskan, bahwa mengibarkan bendera adalah mengibarkan semangat persatuan. Sederhana, tapi punya daya ikat luar biasa bagi bangsa ini.</p>



<p>Peringatan Hari Pramuka di laut ini, menjadi momentum penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam konteks kekinian, membentuk generasi yang tangguh, adaptif, berkarakter, sekaligus memiliki kesadaran maritim. Lebih dari sekadar peringatan, kegiatan ini mengingatkan bahwa laut adalah halaman depan negara yang harus dijaga bersama. Semangat yang dibawa pulang dari Koarmada II diharapkan membakar motivasi Pramuka di seluruh Jawa Timur untuk menjadi pelopor persatuan, pelindung kekayaan laut dan penjaga kedaulatan bangsa. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225006</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut HUT RI, Sekda Lumajang Serukan Semangat Persatuan dan Nasionalisme</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-hut-ri-sekda-lumajang-serukan-semangat-persatuan-dan-nasionalisme</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme,]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[serukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224609</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyerukan semangat persatuan dan nasionalisme kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat. Seruan ini disampaikan, dalam Upacara Bendera yang berlangsung di Halaman Kantor Pemkab Lumajang, Senin (04/08/2025) tadi. Dalam amanatnya, Sekda Agus mengajak seluruh lapisan masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyerukan semangat persatuan dan nasionalisme kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat. Seruan ini disampaikan, dalam Upacara Bendera yang berlangsung di Halaman Kantor Pemkab Lumajang, Senin (04/08/2025) tadi.</p>



<p>Dalam amanatnya, Sekda Agus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan, mulai dari mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah masing-masing hingga menghias lingkungan dengan nuansa merah putih. “Semangat kebangsaan itu tidak hanya hidup dalam upacara, tetapi juga tumbuh dari partisipasi kecil yang dilakukan bersama-sama, dari tingkat RT hingga kabupaten. Ini adalah bentuk kecintaan kita terhadap Tanah Air,” kata Sekda Agus Triyono.</p>



<p>Dirinya menekankan, bahwa peringatan HUT RI menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong dan cinta Tanah Air. Menurutnya, kegiatan bersih lingkungan, menghias kampung dan menyelenggarakan lomba rakyat merupakan cerminan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Mari kita rawat semangat persatuan dengan cara yang sederhana, namun bermakna. Melalui kolaborasi antar warga, kita bangun lingkungan yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga kuat dalam rasa kebangsaan,” imbuhnya.</p>



<p>Sekda Agus juga menekankan, pentingnya ASN sebagai teladan di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga kedisiplinan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keindonesiaan. “Kibarkan Bendera Merah Putih di rumah kita. Jadikan lingkungan sekitar sebagai ruang tumbuhnya semangat kemerdekaan. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pejuang yang telah mengorbankan segalanya untuk negeri ini,” ucapnya.</p>



<p>Sekedar Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk tetap menjaga keharmonisan sosial dan tidak mudah terbawa arus informasi yang tidak membangun, khususnya di era digital saat ini. “Menjadi bagian dari bangsa besar ini berarti menjaga keutuhan dan kehormatan simbol-simbol negara. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif yang memperkuat persaudaraan,” tambahnya.</p>



<p>Sekda Agus berharap, peringatan HUT ke-80 RI menjadi pengingat bersama, bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus terus dijaga melalui tindakan nyata, bukan hanya seremoni. “Semoga Lumajang terus menjadi daerah yang damai, guyub dan penuh semangat nasionalisme,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224609</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang ‘Kongres Persatuan’, Cak Munir Siap Bawa PWI Kembali Bersatu</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-kongres-persatuan-cak-munir-siap-bawa-pwi-kembali-bersatu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bersatu]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres]]></category>
		<category><![CDATA[persatuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224546</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Direktur Utama (Dirut) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Akhmad Munir, menyatakan siap maju dalam kontestasi menuju kursi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (Ketum PWI) Pusat periode 2025-2030. Hal ini disampaikannya, Jumat (01/082025) tadi. “Bismillah, saya maju untuk membawa PWI kembali bersatu, dengan melakukan rekonsiliasi,&#8221; kata pria yang akrap disapa Cak Munir. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Direktur Utama (Dirut) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Akhmad Munir, menyatakan siap maju dalam kontestasi menuju kursi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (Ketum PWI) Pusat periode 2025-2030. Hal ini disampaikannya, Jumat (01/082025) tadi.</p>



<p>“Bismillah, saya maju untuk membawa PWI kembali bersatu, dengan melakukan rekonsiliasi,&#8221; kata pria yang akrap disapa Cak Munir.</p>



<p>Dirinya menyatakan, ingin menjadikan PWI sebagai komunitas yang berwibawa dengan harapan baru, membawa secara cepat adaptasi PWI menuju digitalisasi. Dengan semangat pemersatuan, Cak Munir optimis bisa membawa kebaikan untuk PWI ke depan.</p>



<p>Sebagai bentuk keseriusannya ikut dalam ‘kongres persatuan’ yang digelar akhir Agustus 2025 mendatang, Cak Munir mulai intensif melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Semua ini dilakukan, untuk meminta masukan, nasehat kepada para wartawan senior dan menambah jaringan serta masukan-masukan dari daerah.</p>



<p>“Berbagai masukan dan saran dari daerah-daerah seluruh Indonesia nantinya bisa dijadikan bekal demi kemajuan PWI ke depan,” ujar mantan Ketua PWI Jatim dua periode ini.</p>



<p>Selain itu, Cak Munir juga berdiskusi secara daring dengan para wartawan senior di berbagai provinsi, untuk mendapatkan masukan-masukan serta saran, untuk PWI ke depan lebih baik. Apalagi, Cak Munir sangat memiliki darah PWI. Pasalnya, Cak Munir telah bergabung dalam PWI sejak mengawali karier sebagai wartawan.</p>



<p>Cak Munir juga menyampaikan alasan kuat untuk berkontestasi, yakni demi mengembalikan muruah dan martabat PWI sebagai organisasi pers terbesar di Indonesia. &#8220;Darah saya PWI, sepanjang karier jadi wartawan sejak 1991 sampai sekarang (tahun 2025) menjadi pengurus PWI,&#8221; ucap Cak Munir.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang Kongres Persatuan, sejumlah nama muncul. Tercatat ada 7 nama yang dinilai layak untuk memimpin organisasi kewartawanan tertua dan terbesar di Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain nama Akhmad Munir, juga muncul Atal Sembiring Depari (Ketum PWI Pusat periode 2018-2023), Hendry Ch Bangun (Ketum PWI Pusat hasil Kongres Bandung 2023) dan Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI Pusat versi KLB).</p>



<p>Selanjutnya ada nama Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Teguh Santoso. Teguh Santoso pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013–2018 dan menjadi anggota Dewan Kehormatan (DK) dari 2018 hingga 2020.</p>



<p>Ada juga nama Johnny Hardjojo yang masuk dalam bursa kandidat Ketum PWI Pusat. Johnny lahir di Jakarta pada 14 Maret 1959 dan memulai karier jurnalistiknya sejak akhir 1970-an di PT Metro Pos Jakarta.</p>



<p>Johnny pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat (2003–2008), Anggota Dewan Penasihat PWI Pusat (2008–2013) dan saat ini menjadi Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya (2024–2029) serta Ketua Dewan Kehormatan Forum Pemred Media Siber Indonesia. Nama lain ada Ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah.</p>



<p>Informasi lain menyebut, meski sudah tercatat 7 kandidat, bukan tidak mungkin akan muncul sosok kandidat lain. Terbaru, muncul nama Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, yang dinilai mampu menjadi penengah.</p>



<p>Menurut wartawan senior Sholahuddin, pihaknya meyakini, tokoh seperti Ahmad Munir atau Lutfil Hakim bisa menjadi bagian dari jalan tengah tersebut. “Beliau-beliau ini memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas dan kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk membawa PWI ke depan,” kata mantan wartawan Jawa Pos ini.</p>



<p>Menurut Hud, panggilan akrab Sholahuddin, tentu saja, proses pemilihan di Kongres Persatuan PWI itu masih dinamis. Namun, tambah Hud, dengan semakin kencangnya tarik-menarik di antara kubu-kubu yang ada, opsi untuk mencari figur penengah dari luar lingkaran konflik utama tampaknya bisa menjadi pertimbangan serius bagi para pemangku kepentingan di PWI. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224546</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
