<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>persimpangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/persimpangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jan 2024 09:53:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>persimpangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Barrier di Persimpangan Untung Suropati Kota Malang Dibuka, Jalur Lalin Kembali Terapkan Dua Arah</title>
		<link>https://memontum.com/barrier-di-persimpangan-untung-suropati-kota-malang-dibuka-jalur-lalin-kembali-terapkan-dua-arah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2024 08:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barrier]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persimpangan]]></category>
		<category><![CDATA[suropati]]></category>
		<category><![CDATA[terapkan]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204334</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang telah membuka barrier yang ada di Jalan Untung Suropati Utara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sehingga, saat ini jalan tersebut kembali diberlakukan dua arah. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika barrier tersebut memang sudah dibuka perminggu ini. Sehingga, saat ini para pengendara dari arah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang telah membuka barrier yang ada di Jalan Untung Suropati Utara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sehingga, saat ini jalan tersebut kembali diberlakukan dua arah.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika barrier tersebut memang sudah dibuka perminggu ini. Sehingga, saat ini para pengendara dari arah Selatan (Buk Gluduk, red) sudah diperbolehkan untuk belok kanan ke arah Jalan Untung Suropati Utara.</p>



<p>&#8220;Betul, perminggu ini sudah kami buka barrier. Ini juga merupakan hasil evaluasi bersama dengan Polresta Malang Kota dan Yonbekang Kostrad,&#8221; ujar Jaya-sapaannya, Rabu (10/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika dari evaluasi tersebut, pembukaan barrier dilakukan karena perilaku masyarakat dinilai kurang disiplin. Meski sudah ada rambu atau larangan, banyak pengendara yang melanggar. Sehingga, terkadang di persimpangan tersebut masih terjadi penumpukan.</p>



<p>&#8220;Setelah ditutup dengan barrier ternyata masih banyak yang semaunya sendiri. Padahal hasil perhitungan dari sebelum dilakukan rekayasa itu terjadi perubahan tingkat kejenuhan sebesar 0,1,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan kembalinya diberlakukan dua arah tersebut, Jaya berharap agar ke depan tidak terjadi penumpukan kendaraan lagi. Terlebih, hal ini berseiring dengan telah normalnya arus kendaraan di Lumajang.</p>



<p>&#8220;Hasil dari evaluasi bersama, beberap truk yang dulu melewati Kota Malang itu karena jembatan di Lumajang rusak. Nah, sekarang sudah berkurang karena jembatannya kan sudah jadi. Maka lalu lintas di persimpangan Buk Gludug juga berkurang. Sehingga menurut evaluasi, seharusnya tidak berpengaruh (diberlakukannya lagi dua arah di Jalan Untung Suropati),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Namun, apabila di persimpangan itu terjadi penumpukan hingga menyebabkan kemacetan, maka akan dilakukan evaluasi kembali. Apalagi, keramaian di persimpangan Buk Gluduk terjadi di jam-jam tertentu saja.</p>



<p>&#8220;Pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.30 WIB, lalu sore pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Maka kebijakan saya, bukan untuk disitu saja, disiagakan anggota kami di titik-titik kota yang rawan kemacetan. Semua anggota Dishub kami tempatkan pada poros pagi paling dekat dengan kediaman masing masing, untuk membantu mengurai kemacetan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya pemasangan barrier ini telah dilakukan sejak Jumat (25/08/2023) lalu. Di mana dalam uji coba rekayasa arus lalin saat itu, di Jalan Untung Suropati Utara dan sekitar Buk Gluduk telah membuahkan hasil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204334</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Wacanakan Rekayasa Lalu Lintas di Persimpangan Mergan Lori</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-wacanakan-rekayasa-lalu-lintas-di-persimpangan-mergan-lori</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mergan]]></category>
		<category><![CDATA[persimpangan]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[wacanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203160</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang wacanakan rekayasa lalu lintas di Kecamatan Sukun, khususnya di persimpangan Mergan Lori, Jalan Jupri dan Jalan Raya Langsep. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, seusai melakukan rapat bersama dengan Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Senin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang wacanakan rekayasa lalu lintas di Kecamatan Sukun, khususnya di persimpangan Mergan Lori, Jalan Jupri dan Jalan Raya Langsep. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, seusai melakukan rapat bersama dengan Forum Lalu lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ), Senin (11/12/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Jaya, itu menyampaikan bahwa rekayasa itu akan dilakukan karena menilai tingkat kejenuhan di kawasan tersebut melebihi 1,7 DS. Apalagi di Jalan Mergan Lori, lebar jalan hanya 6 meter dan dipergunakan untuk dua jalur.</p>



<p>“Kalau nanti ada penerapan dari apa yang saat ini sedang kita rencanakan, itu kita upayakan bisa sampai 0 titik kejenuhannya terutama yang di Mergan. Di Mergan itu juga kampung, tidak ada pedestrian. Jadi untuk mengurangi tingkat kerawanan dan supaya masyarakat khususnya pejalan kaki lebih aman dan nyaman, perlu diperhitungkan rekayasa yang harus kita mulai tahapannya,” kata Jaya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika dalam hal ini pihaknya juga masih harus melakukan konsultasi publik bersama dengan masyarakat. Selain itu, juga perlu untuk melakukan tinjauan lapangan bersama dengan FLLAJ.</p>



<p>“Mulai dari akademisi dan sebagainya kita perlu untuk melihat bagaimana kondisi riil di lapangan. Kemudian bagaimana tanggapan dan masukan dari masyarakat. Selanjutnya baru ada uji coba yang nanti bisa jadi sebulan,” ujarnya.</p>



<p>Untuk rekayasa yang dilakukan di Jalan Mergan Lori tersebut, yakni akan dibuat satu arah sepanjang 100 hingga 200 meter. Mulai dari masuk Jalan Mergan Lori (perempatan lampu merah) hingga Mergan Sekolah.</p>



<p>“Karena crowdednya di situ. Apalagi di kaki simpang Mergan itu tidak simetris. Artinya ada sisi simpang yang lurus, ada yang tidak lurus. Misalnya, dari arah Pasar Kasin itu mau belok kiri, kan harus 90 derajat, mobil itu gak bisa manuvernya. Sedangkan dalam kenyataannya banyak pengendara yang memaksa masuk ke kiri, ke Mergan Lori dan itu sangat menghambat, karena dia harus mengambil haluan. Begitu pula yang dari arah Jalan Jupri,” jelasnya.</p>



<p>Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan treatmen lain yang akan dilakukan di kawasan tersebut. Seperti, penataan PKL yang berada di belakang Pasar Mergan. Karena hal itu dinilai menghambat dan pelru ada penanganan tersendiri.</p>



<p>“Kita harus mulai berbicara mengenai penataan arus lalu lintas. Karena di Malang ini infrastruktur jalan sangat terbatas maka yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya lebih lancar,” tambahnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai rencana pelaksanaan rekayasa tersebut, Jaya menyampaikan jika pihaknya tidak bisa memastikan. Namun, hasil rapat FLLAJ tersebut harus ditindaklanjuti dengan uji teknis di lapangan dan melibatkan warga untuk menggali informasi.</p>



<p>“Kita tidak bisa mengatakan tahun depan atau kapan, tetapi yang penting itu harus kita lalui. Ini dilakukan juga dalam rangka memfasilitasi seluruh masyarakat. Ini yang menjadi perhatian pertimbangan, supaya semunya menjadi lancar,” imbuhnya.<strong>&nbsp;(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Urai Kemacetan di Persimpangan Jalan Untung Suropati Utara, Pemkot Malang Pasang Rambu Lalin</title>
		<link>https://memontum.com/urai-kemacetan-di-persimpangan-jalan-untung-suropati-utara-pemkot-malang-pasang-rambu-lalin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[persimpangan]]></category>
		<category><![CDATA[suropati]]></category>
		<category><![CDATA[untung]]></category>
		<category><![CDATA[utara,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196678</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra dan jajaran TNI/Polri, melakukan pemasangan rambu lalu lintas di kawasan Yon Bekang Kostrad, atau Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (25/08/2023) tadi. Wali Kota Sutiaji menyampaikan, jika pemasangan tersebut dilakukan untuk mengatasi kemacetan atau penumpukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra dan jajaran TNI/Polri, melakukan pemasangan rambu lalu lintas di kawasan Yon Bekang Kostrad, atau Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (25/08/2023) tadi.</p>



<p>Wali Kota Sutiaji menyampaikan, jika pemasangan tersebut dilakukan untuk mengatasi kemacetan atau penumpukan kendaraan yang biasa terjadi. Sehingga, manajemen rekayasa lalu lintas dibutuhkan.</p>



<p>“Cara untuk mengatasi yang ekstrim itu butuh pelebaran jalan dan sebagainya. Tentunya, itu membutuhkan cost yang tinggi. Maka di samping menunggu itu, kita lakukan manajemen rekayasa. Tentu ini tidak bisa permanen, belum tentu volume kendaraan bisa berkurang atau bertambah,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika untuk melihat tingkat efektivitas rekayasa lalu lintas tersebut belum tentu satu hingga dua hari saja. Namun, bisa dua hingga tiga minggu. Maka, menurutnya dibutuhkan analisa lebih lanjut oleh Forum Lalu Lintas.</p>



<p>“Nanti Forum Lalu Lintas akan menganalisa di pranya. Kemudian, pada pascanya akan dilihat seberapa efektif lalu lintasnya di kawasan ini. Tentu akan terus dikaji. Tadi saya kontrol, setelah itu nanti akan ada penyempurnaan. Insyaallah, bisa mengurangi kepadatan volume,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Ditambahkan Sutiaji, jika pada kawasan tersebut termasuk arus keluar masuknya kendaraan para militer. Sehingga, diberikan pengecualian untuk belok kanan dari arah Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Untung Suropati Utara.</p>



<p>“Karena ini kawasan militer, tentu teman-teman militer kena dampaknya. Sehingga ada pengecualian untuk belok kanan langsung itu kendaraan militer. Disini juga termasuk ada perumahan militer. Ini proses sehingga harapan nya masyarakat sadar dan saya yakin masyarakat mulai paham terkait rekayasa,” tambah Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika manajemen rekayasa tersebut dilakukan uji coba terlebih dahulu. Apabila nantinya sudah ditetapkan dengan SK Wali Kota, maka akan dipermanenkan.</p>



<p>“Di sini baru uji coba dulu dan kita butuh masukan dari masyarakat. Karena tidak ada yang sempurna. Begitu kita mulai atau coba pasti akan ada perbaikan,” kata Widjaja.</p>



<p>Manajemen rekayasa tersebut, menurutnya sudah dibahas sejak tahun 2022 lalu oleh Forum Lalu Lintas dan pelaksanaan uji coba rekayasa baru bisa diterapkan saat ini. &#8220;Sekali lagi, kita harus coba dari pada sama sekali tidak dilakukan. Ini untuk mengurangi volume kemacetan arus lalin. Kita coba kalau ada yang dikurangi atau ditambah kita lakukan. Nanti kita hitung, minimal mengurangi seperti belok ke kanan itu tidak boleh kan menunda. Tapi pasti banyak warga yang bingung. Insyaallah ini bisa mengurangi, makanya kita pasang rambu sebagai pembantu,” imbuh Widjaja.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut ada tiga rambu lalu lintas yang dipasang, pertama masyarakat dari arah Jalan Gatot Subroto tidak diperbolehkan belok kanan menuju Jalan Untung Suropati Utara, kedua rambu dilarang masuk pada kawasan militer, kecuali kendaraan militer dan ketiga yakni rambu dari Jalan Untung Suropati Utara tidak diperbolehkan untuk belok kanan menuju Jalan Panglima Sudirman. <strong>(hsm/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196678</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
