<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pertanian organik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pertanian-organik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 May 2018 16:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pertanian organik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Petani Batu Pilih Cara Konvensional Dari Pada Sistem Organik</title>
		<link>https://memontum.com/petani-batu-pilih-cara-konvensional-dari-pada-sistem-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2018 16:09:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian organik]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=41248</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Program pertanian sistem organik Pemkot Batu ternyata belum mampu dimaksimalkan oleh para petani. Padahal program ini sudah berjalan hampir 10 tahun, bukan hanya itu, anggaran yang dikucurkan pun untuk memaksimalkan sistem organik ternyata tidak terbukti secara nyata kepada petani. Dari pantauan, para petani masih banyak yang memakai sistem non organik/konvensional, adapun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Program pertanian sistem organik Pemkot Batu ternyata belum mampu dimaksimalkan oleh para petani. Padahal program ini sudah berjalan hampir 10 tahun, bukan hanya itu, anggaran yang dikucurkan pun untuk memaksimalkan sistem organik ternyata tidak terbukti secara nyata kepada petani. </p>
<p>Dari pantauan, para petani masih banyak yang memakai sistem non organik/konvensional,  adapun petani yang menanam secara organik namun hanya coba-coba. Sekitar 5 persen dari lahan yang difungsikan untuk tanaman organik, sisanya tetap dengam sistem non organik/masih memakai pupuk pestisida.  </p>
<p>Sahek Purwanto misalnya, petani asli Dusun Sumbersari Desa Sumberjo kepada Memo X, banyak tantangan dalam sistem organik seperti biaya yang tidak sedikit, waktu panen lebih lama dll. Makanya pertanian konvensional tetap menjadi yang utama agar uang/biaya bercocok tanam segera bisa panen dan diputar untuk biaya hidup. </p>
<p>&#8221; Pertanian konvensional lebih nampak hasilnya. Apalagi harus beralih ke pertanian organik, butuh penyesuaian. Petani saat ini banyak rugi jika langsung beralih ke pertanian organik. Belum lagi bayar sewa tanah seluas 1500 meter ini,&#8221; ujar dia, Kamis (3/5/2018).</p>
<p>Ia menguraikan, untuk sewa lahan yang lokasinya dibelakang Hotel Orchid misalnya, dia harus mengeluarkan biaya tidak murah, per tahun ia jarus membayar Rp 1,5-2,5 juta. Belum lagi untuk biaya operasinal dan perawatan dalam satu kali masa tanam hingga panen mengeluarkan uang sebesar Rp 1,6 juta.</p>
<p>&#8220;Jumlah itu untuk menanam sawi daging. Saat panen per kilogram dijualnya seharga Rp 2000. Itu harga tertinggi, kalau pasar kelebihan harga bisa Rp 700 per kilogram. Petanikan rugi kalau harga murah. Ya dijalani saja mas, kalau harga tinggi ya untung, kalau harga murah ya rugi,&#8221; keluh dia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">41248</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Bondowoso Lanjutkan Program Botanik</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-bondowoso-lanjutkan-program-botanik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 14:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Botanik]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35670-pemkab-bondowoso-lanjutkan-program-botanik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Plt Sekda, Drs. H. Karna Suswndi, MM akan berkomitmen melanjutkan konsep pertanian organik. Sistem ini dilakukan untuk melestarikan lingkungan alam. “Soal prertanian organik, Bondowoso sudah menjadi percontohan Nasional”, jelas Karna, panggilan akrabnya. Bondowoso memiliki lahan terluas di Indonesia untuk pertanian organik dan akan terus ditingkatkan. Menurutnya, pertanian organik merupakan sistem manajemen produksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212;   Plt Sekda, Drs. H. Karna Suswndi, MM akan berkomitmen melanjutkan konsep pertanian organik. Sistem ini dilakukan untuk melestarikan lingkungan alam.  “Soal prertanian organik, Bondowoso sudah menjadi percontohan Nasional”, jelas Karna, panggilan akrabnya.</p>
<p>Bondowoso memiliki lahan terluas di Indonesia untuk pertanian organik dan akan terus ditingkatkan. Menurutnya, pertanian organik merupakan sistem manajemen produksi yang bertujuan untuk produksi yang sehat.</p>
<p>Dengan menghindari, lanjutnya, penggunaan kimia berbahan aktif. Dalam hal ini pupuk kimia maupun pestisida untuk menghindari pencemaran udara tanah dan air. Disamping itu, pertanian organik juga menjaga keseimbangan ekosistem dan sumberdaya alam.</p>
<p>“Sistem pertanian organik banyak manfaaatnya, antara lain, tanaman menjadi sehat, bebas dari bahan kimia aktif, residu, baik yang berasal dari pestisida ataupun akibat pemupukan bahan kimia”, kata Karna.</p>
<p>Hasil produksi pertanian orgsnik, lsnjutnys, akan lebih sehat dan menjadi pertanian yang mampu menjaga kelestarian alam serta menjaga keseimbangan ekosistem,” tambahnya. &#8220;Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri, telah memulai Gerakan Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) sejak 2008”, jelasnya.</p>
<p> Dikatakan, Botanik bertujuan untuk mengubah pola pikir petani, yang semula memupuk tanaman tetapi sekarang harus memupuk tanah. Tehnis pengelolaannya harus komprehensip, mulai dari hulu hingga hilir.</p>
<p>“Jika tanah dipupuk dengan bahan organik, tumbuhan yang tumbuh diatasnya akan menjadi tanaman organik. Upaya itu dilakukan oleh petani setempat dan didukung penuh oleh pemerintah,” ujarnya .</p>
<p>Aspek yang perlu diperhatikan, kata Karna, adalah sistem pertanian organik yang menggunakan pupuk organik dan pestisida organik (nabati). Karena pupuk dan pestisida yang digunakan merupakan sarana produksi yang utama setelah benih.</p>
<p>Pengguanaan pupuk organik sangat menentukan arah sistem pertanian kedepan. Konversi penggunaan pupuk organik menjadi perhatian serius Pemkab Bondowoso.  “Untuk mengembalikan kesuburan tanah volume pupuk organik harus ditambah dengan tujuan untuk menyehatkan tanah dan membebaskan dari unsur residu”, pungkasnya. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jamu Tamunya di Cafe Pendopo</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jamu-tamunya-di-cafe-pendopo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2018 15:33:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian organik]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/34982-bupati-jamu-tamunya-di-cafe-pendopo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni menjamu pentingnya di Cafe Pendopo. Ini cara Bupati Amin dalam memperkenalkan BRK (Bondowoso Republik Kopi) kepada seluruh tamu-tamunya. Kebetulan tamu yang berkunjung ke Bondowoso malam ini adalah Dr. Winarno, CEO sertifikasi pertanian organik internasional, Dr. Masnawi, Kepala Puslit Koka Jember, Dr. Imam Suharto, Ketua Scoopi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni menjamu pentingnya di Cafe Pendopo. Ini cara Bupati Amin dalam memperkenalkan BRK (Bondowoso Republik Kopi) kepada seluruh tamu-tamunya. Kebetulan tamu yang berkunjung ke Bondowoso malam ini adalah Dr. Winarno, CEO sertifikasi pertanian organik internasional, Dr. Masnawi, Kepala Puslit Koka Jember, Dr. Imam Suharto, Ketua Scoopi.</p>
<p>Mendampingi Bupati, tampak Kepala Dinas Pertanian, H. Munandar, SP, MM, dengan seluruh Kabid dan Kasi terkait serta Ketua Gapoktan Al Barokah Lombok Kulon, Mulyono. Kehadiran tamu penting ini dalam rangka penyerahan Sertifikat Internasional kepada Gapoktan Al Barokah yang telah berhasil menjadikan lahan pertanian menjadi organik yang dibina oleh Disperta Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Drs H Amin Said Husni mengatakan, proses untuk mendapatkan Sertifikat Internasional dibidang pertanian organik membutuhkan waktu yang sangat panjang.</p>
<p>&#8216;Dunia telah mengakui Bondowoso yang berhasil mengelola pertanian organik. Yaitu dengan menerbitkan Sertifikat Internasional untuk Gapoktan Al Barokah&#8217;, kata Amin panggilan akrabnya.</p>
<p>Ditempat yang sama, Dr Winarno mengatakan, untuk mendapatkan Sertifikat Internasional tidak semudah membalikkan telapak tangan&#8217;, jelasnya.</p>
<p>&#8216;Banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Sertifikat Internasional dibidang pertanian organik.Karena seleksinya sangat ketat&#8217;, kata Winarno.</p>
<p>Gapoktan Al Barokah, lanjutnya, merupakan Gapoktan yang berhasil melewati proses yang super ketat tersebut. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Bondowoso Siapkan Lahan Pertanian Organik Baru 90 Ha</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-bondowoso-siapkan-lahan-pertanian-organik-baru-90-ha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2018 12:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/34388-pemkab-bondowoso-siapkan-lahan-pertanian-organik-baru-90-ha</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Sedikitnya 90 hektar lahan di beberapa kecamatan di Bondowoso disiapkan sebagai lahan tambahan untuk pertanian organik. Hal ini dilakukan setelah beras organik asal Bondowoso mendapat sertifikasi internasional. Lahan pertanian organik yang dipersiapkan tersebut berada di tiga wilayah, yakni di Desa Taal Kecamatan Tapen, Desa Sulek Kecamatan Tlogosari, dan Desa Sumber Malang Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Sedikitnya 90 hektar lahan di beberapa kecamatan di Bondowoso disiapkan sebagai lahan tambahan untuk pertanian organik. Hal ini dilakukan setelah beras organik asal Bondowoso mendapat sertifikasi internasional.</p>
<p>Lahan pertanian organik yang dipersiapkan tersebut berada di tiga wilayah, yakni di Desa Taal Kecamatan Tapen, Desa Sulek Kecamatan Tlogosari, dan Desa Sumber Malang Kecamatan Wringin.</p>
<p>Masing-masing lokasi memiliki luas sekitar 20 hektar. Ditambah di Desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari yang luasnya mencapai 30 hektar. &#8220;Awalnya lahan pertanian organik sekitar 105 hektar”, kata Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Bondowoso, Munandar.</p>
<p>Kemudian, lanjutnya,  kami kembangkan lagi seluas 90 hektar. Jadi total luas padi organik itu saat ini mencapai 195 hektar. Ia menambahkan, pengembangan lahan pertanian organik itu dilakukan secara bertahap.</p>
<p>Karena jika dilakukan secara sporadis dikhawatirkan takkan berjalan secara maksimal. &#8220;Memang harus dilakukan secara bertahap. Sembari secara perlahan mengubah pola pertanian di masyarakat, yang saat ini masih dilakukan secara konvensional,&#8221; papar Munandar.</p>
<p>Sejak tahun 2008, beras organik asal Bondowoso akhirnya mendapatkan sertifikasi internasional dari Control Union Certification, Belanda. Sertifikasi tersebut tentu saja berakibat makin banyaknya permintaan beras organik dari beberapa negara sehingga peningkatan kapasitas produksi mutlak dibutuhkan agar dapat memenuhi permintaan pasar internasional tersebut. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">34388</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gus Ipul Berharap Kaum Muda Jatim Geluti Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/gus-ipul-berharap-kaum-muda-jatim-geluti-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 14:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/27770-gus-ipul-berharap-kaum-muda-jatim-geluti-pertanian</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Saifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul Calon Gubernur Jatim berpesan supaya generasi muda kembali bersemangat menggeluti dunia pertanian. Hal itu dikatakan Gus Ipul usai kunjungi Gapoktan Mitra Arjuna Kelompok Bumiaji Sejahtera di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji hari ini, Rabu (21/2/2018). Menurut dia, pertanian adalah masa depan bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Saifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul Calon Gubernur Jatim berpesan supaya generasi muda kembali bersemangat menggeluti dunia pertanian. Hal itu dikatakan Gus Ipul usai kunjungi Gapoktan Mitra Arjuna Kelompok Bumiaji Sejahtera di Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji hari ini, Rabu (21/2/2018).</p>
<p>Menurut dia, pertanian adalah masa depan bersama sehingga perlu inovasi dan kreativitas. Gus Ipul khawatir jika generasi muda tidak peduli dengan pertanian, dimasa mendatang tidak ada petani, pasti nanti akan banyak warga asing yang menjadi petani. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0041-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-27773" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0041-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0041-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0041-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0041-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Tanah di Jatim ini sangat subur, jangan sampai petani hanya dari kalangan kaum tua. Harus ada kaum muda, nanti bisa-bisa diisi oleh petani asing. Banyak harapan untuk kedepan tentang pertanian jika diisi kaum muda. Pasti akan lahir inovasi dan kreativitas baru dalam pengembangan komoditas dl,&#8221; ungkap Gus Ipul. </p>
<p>Dirinya mencontohkan seperti di pengembangan wisata agro petik jambu kristal organik ini yang dia kunjungi. Gus Ipul sangat bangga kepada para petani muda yang bersemangat memberikan perannya. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0031-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-27772" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0031-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0031-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0031-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180221-WA0031-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Jika muncul inovasi dan kreativitas dalam pertanian dipastikan harga komoditas meningkat dan pendapatan petani meningkat. Kami berharap perhatian anak muda untuk kembali menjadi petani,&#8221; harapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27770</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
