<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Perum GSI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perum-gsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Jan 2021 13:41:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Perum GSI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanah Masih Labil, Perum SGI Tetap Ditutup Sementara</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-masih-labil-perum-sgi-tetap-ditutup-sementara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 11:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132693</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang hingga Rabu (20/1/2021) siang, masih ditutup. Tentunya untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Terkait developer pengembang Perum Griya Sulfat Inside, bakal segera dipanggil oleh Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kota Malang. Terkait pengerjaan rumah yang cukup dekat dengan bibir Sungai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang hingga Rabu (20/1/2021) siang, masih ditutup. Tentunya untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.</p>



<p>Terkait developer pengembang Perum Griya Sulfat Inside, bakal segera dipanggil oleh Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Kota Malang. Terkait pengerjaan rumah yang cukup dekat dengan bibir Sungai Bango.</p>



<p>&#8220;Kami serahkan ke PU, Site Plane-nya bagaimana. Berkaitan dengan perijinan dan lainnya. Kota minta ke PU untuk komunikasikan permasalahan ini dengan developer. Untuk lokasi harua segera ada tindakan. Harus dibrojong agar yang mengungsi bisa kembali ke rumah. Nantinya akan kami arahkan agar tidak asal-asalan,&#8221; ujar Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji di Jl Sadang, Rabu (20/1/2021) siang.</p>



<p>Sementara itu Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH bahwa usai jenazah Roland Sumarna ditemukan, secara resmi posko pencarian dihentikan.</p>



<p>&#8220;Setelah 3 hari jenazah korban ditemukan, secara resmi posko pencarian kami hentikan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua rescue. Untuk perumahan Perum Sulfat Inside, sementara kami tutup sampai ada hasil dari ahli, sudah aman atau tidak. Jika nantinya kami temukan pelanggaran dari pihak pengembang, pasti akan kami proses,&#8221; ujar Lomhes Pol Leonardus.</p>



<p>Kepala BPBD Kota Malang Ali Mulyanto, mengatakan bahwa tanah kawasan Perum Griya Sulfat Inside masih rawan dan rentan terhadap longsor. &#8220;Di perum ini tanahnya uruk. Sedimen kekuatan tetap rentan terhadap longsor,&#8221; ujar Ali.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah milik Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, longsor saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya, Senin (18/1/2021) pukul 17.30.</p>



<p>Tidak hanya itu, Roland juga diduga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasinya saat terjadi longsor, Roland dan motornya yang berada di halaman depan rumah ikut terseret longsor. Hingga pukul 22.00, belum diketahui keberadaanya apakah terseret Sungai Bango ataukah tertimbun reruntuhan.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Roland tinggal bersama Yunica (26) istrinya ringgal di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT09/RW 08. Rumahnya sendiri hanya sekitar 5 meter dari Sungai Bango. Pasangan ini baru menikah pada Desember 2020.</p>



<p>Saat hujan deras, Nurul Alfia (40) warga Jl Ontoseno I, Kecamatan Blimbing. Dia betsama anaknya, Radya (7), Rava (6) dan Cantika (3) sedang bertamu di rumah Roland. Mereka mengobrol bersama Yunica di teras rumah sambil menunggu hujan reda.</p>



<p>Sedangkan Roland saat itu sedang membersihkan gorong-girong depan rumah karena kondisi atus air hujan cukup deras. Tak lama kemudian, terjadi longsong pada bagian halaman depan rumah. Saat itu motor milik Roland dan juga motor milik Nurul ikut tergerus longsor. Begitu juga dengan Roland ikut terbawa longsor ke Sungai Bango.</p>



<p>&#8220;Akses depan rumah sudah tergerus longsor. Kami kemudian menyelamatkan diri,&#8221; ujar Nurul. Kondisi Yunica sangat syok. Bagiamana tidak saat kejadian dia berada di teras rumah melihat langsung peristiwa longsor tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Petugas Polsekta Blimbing dan SAR Kota Malang.</p>



<p>Petugas kepolisian dan SAR segera mendatangi lokasi, warga perumahan yang berada di sekitar Sungai Bango diungsikan. Sedangkan hingga pukul 22.00, Roland masih dalam pencarian dan berharap dapat ditemukan dalam kondisi selamat.</p>



<p>Kapolrsta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIk MH juga sudah berada di lokasi kejadian. &#8220;Saat ini petugas masih di lokasi,&#8221; ujar Kasubag Humas Iptu Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com. <strong>(gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jenazah Roland Langsung Dikenali Dari Tahi Lalat di Bawah Telinga Kiri</title>
		<link>https://memontum.com/jenazah-roland-langsung-dikenali-dari-tahi-lalat-di-bawah-telinga-kiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 09:59:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolresta Malang Kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[TPU Ciptomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jenazah Roland Sumarna (40), warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/1/2021) pukul 06.30. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Mbah Kamari (67) nelayan pencari rosokan di Bendungan Sengguruh. Penemuan ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Jenazah Roland Sumarna (40), warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya ditemukan di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/1/2021) pukul 06.30.</p>



<p>Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh Mbah Kamari (67) nelayan pencari rosokan di Bendungan Sengguruh.</p>



<p>Penemuan ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kepanjen dan Tim SAR yang sedang melakulan penyisiran. Jenazahnya kemudian dievakuasi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.</p>



<p>Pihak keluarga merasa yakin bahwa jenazah yang ditemukan adalah Roland&nbsp;Sumarna karena ada ciri &#8211; ciri fisik yang dapat langsung dikenali.</p>



<p>&#8220;Ada ciri-ciri fisik yang kami sangat kenal. Salah satunya yaitu ada tahi lalat, yang berada di bawah telinga sebelah kiri,&#8221; ujar Kakak sepupu korban, Ahmad Hariono.</p>



<p>Setelah dilakukan visum, jenazah Roland kemudian dibawa ke Mushola Jl Sadang, Kelurahan Bunulrejo. Walikota Malang Drs H Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadona SE tampak melepas keberangkatan jenazah Roland usai di salatkan di Mushola Jl Sadang. Jenazah Roland kemudian dimakamkan TPU Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="740" height="392" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/01/ambulan.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-132687" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2021/01/ambulan.jpg?resize=400%2C212&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><figcaption>Jenazah Roland dibawa ambulan untuk di makamkan di TPU Ciptomulyo. (gie)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, rumah milik Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, longsor saat hujan deras melanda Kota Malang dan sekitarnya, Senin (18/1/2021) pukul 17.30</p>



<p>Tidak hanya itu, Roland juga diduga ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. Informasinya saat terjadi longsor, Roland dan motornya yang berada di halaman depan rumah ikut terseret longsor. Hingga pukul 22.00, belum diketahui keberadaanya apakah terseret Sungai Bango ataukah tertimbun reruntuhan.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa sehari-harinya Roland tinggal bersama Yunica (26) istrinya ringgal di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10, RT09/RW 08. Rumahnya sendiri hanya sekitar 5 meter dari Sungai Bango. Pasangan ini baru menikah pada Desember 2020.</p>



<p>Saat hujan deras, Nurul Alfia (40) warga Jl Ontoseno I, Kecamatan Blimbing. Dia betsama anaknya, Radya (7), Rava (6) dan Cantika (3) sedang bertamu di rumah Roland. Mereka mengobrol bersama Yunica di teras rumah sambil menunggu hujan reda.</p>



<p>Sedangkan Roland saat itu sedang membersihkan gorong-girong depan rumah karena kondisi atus air hujan cukup deras. Tak lama kemudian, terjadi longsong pada bagian halaman depan rumah. Saat itu motor milik Roland dan juga motor milik Nurul ikut tergerus longsor. Begitu juga dengan Roland ikut terbawa longsor ke Sungai Bango.</p>



<p>&#8220;Akses depan rumah sudah tergerus longsor. Kami kemudian menyelamatkan diri,&#8221; ujar Nurul. Kondisi Yunica sangat syok. Bagiamana tidak saat kejadian dia berada di teras rumah melihat langsung peristiwa longsor tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Petugas Polsekta Blimbing dan SAR Kota Malang.</p>



<p>Petugas kepolisian dan SAR segera mendatangi lokasi, warga perumahan yang berada di sekitar Sungai Bango diungsikan. Sedangkan hingga pukul 22.00, Roland masih dalam pencarian dan berharap dapat ditemukan dalam kondisi selamat. </p>



<p>Kapolrsta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIk MH juga sudah berada di lokasi kejadian.. &#8221; Saat ini petugas masih di lokasi,&#8221; ujar Kasubag Humas Iptu Marhaeni saat dikonfirmasi Memontum.com. (<strong>gie)</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132686</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Banjir Malang Ditemukan Tak Bernyawa Sejauh 30 Km dari Perum GSI</title>
		<link>https://memontum.com/korban-banjir-malang-ditemukan-tak-bernyawa-sejauh-30-km-dari-perum-gsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 06:48:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi Jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Griya Sulfat]]></category>
		<category><![CDATA[Perum GSI]]></category>
		<category><![CDATA[Roland]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Desa Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (20/01) sekitar pukul 08.45. Roland yang sebelumnya menjadi korban banjir di teras rumahnya pada Senin (18/01) itu, sekitar ditemukan 30 km dari lokasi awal kejadian. Tubuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Roland Sumarna (40) warga Perum Griya Sulfat Inside (GSI) Jl Sadang, Desa Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Rabu (20/01) sekitar pukul 08.45.</p>



<p>Roland yang sebelumnya menjadi korban banjir di teras rumahnya pada Senin (18/01) itu, sekitar ditemukan 30 km dari lokasi awal kejadian. Tubuh korban yang sudah tidak bernyawa itu, segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan.</p>



<p>“Setelah berhasil dievakuasi, kemudian tubuh korban dibawa ke RS Syaiful Anwar, Kota Malang,” jelas Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, I Wayan Suyatna.</p>



<p>Sebelum berhasil ditemukan, pencarian terhadap Roland telah dilakukan selama 3 hari. Dalam upaya pencarian itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Polsek Blimbing, Koramil Blimbing, Tagana Malang, Usar PMI Malang, BPBD Malang, Potensi Semalang Raya serta masyarakat sekitar dibagi menjadi 6 SRU.</p>



<p>6 SRU dibagi menjadi 3 SRU penyisiran darat dan 3 SRU yang melakukan pencarian di sungai. SRU yang melakukan pencarian di darat berkoordinasi untuk melakukan penyisiran di area jembatan dari jembatan bunul hingga jembatan Mergojono.</p>



<p>Penyisiran di sungai dengan menggunakan perahu rafting dan perahu karet melakukan penyisiran dari Jembatan Mergojono hingga DAM Blobo menuju Sukonolo dengan Panjang pencarian kurang lebih 17 km. <strong>(hms/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132652</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
