<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>petelur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/petelur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jul 2025 12:17:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>petelur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Lumajang Sebut Peternakan Ayam Petelur Desa Duwek Potensial untuk Kembangkan Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-sebut-peternakan-ayam-petelur-desa-duwek-potensial-untuk-kembangkan-ekonomi-kerakyatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[potensial,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Salah satu embrio usaha yang kini dinilai potensial tumbuh di Lumajang, adalah peternakan ayam petelur dan burung puyuh di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Salah satu embrio usaha yang kini dinilai potensial tumbuh di Lumajang, adalah peternakan ayam petelur dan burung puyuh di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung.</p>



<p>Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam Program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) di Kecamatan Randuagung, Rabu (23/07/2025) tadi. Dalam kunjungan itu, Bunda Indah memberikan apresiasi terhadap kualitas kandang dan manajemen peternakan yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat desa.</p>



<p>“Peternakan ayam petelur di Desa Buwek ini adalah embrio dari usaha koperasi yang sangat menjanjikan. Kandangnya bersih, tidak bau dan dikelola dengan baik. Ini bisa jadi contoh yang layak direplikasi,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, unit usaha peternakan yang digagas warga tak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan lokal, tapi juga dapat disinergikan dengan program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberdayaan desa berbasis pangan. Koperasi Desa Merah Putih sendiri, merupakan inisiatif nasional yang digerakkan pemerintah untuk membuka 80 ribu unit koperasi berbasis desa/kelurahan di seluruh Indonesia.</p>



<p>Di Lumajang, program ini disambut dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal. Tidak hanya ayam petelur, peternakan Desa Buwek juga tengah mengembangkan budidaya burung puyuh sebagai produk unggulan tambahan. Dengan siklus produksi yang cepat dan permintaan pasar yang stabil, burung puyuh dinilai prospektif mendukung program penguatan gizi dan ekonomi keluarga.</p>



<p>“Kami ingin setiap koperasi desa memiliki keunggulan lokal. Di sini, ternak menjadi kekuatan yang bisa menopang ekonomi warga, membuka lapangan kerja dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Ke depan, Pemkab Lumajang akan memberikan pendampingan manajemen, akses permodalan, dan penguatan jejaring pasar agar koperasi desa tidak hanya berjalan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis kekuatan komunitas lokal. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motivasi dan Pastikan Ketersediaan Telur Aman, Wali Kota Malang Tinjau Peternakan Ayam Petelur</title>
		<link>https://memontum.com/motivasi-dan-pastikan-ketersediaan-telur-aman-wali-kota-malang-tinjau-peternakan-ayam-petelur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau salah satu peternakan ayam petelur di Kawasan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Peninjauan ini dilakukan, selain untuk memberikan motivasi peternak, juga guna memastikan ketersediaan dan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Pria nomor satu di lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau salah satu peternakan ayam petelur di Kawasan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Peninjauan ini dilakukan, selain untuk memberikan motivasi peternak, juga guna memastikan ketersediaan dan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, itu menyampaikan bahwa harga telur saat ini mengalami penurunan di tingkat peternak. Walaupun, harga di pasaran masih tetap tinggi.</p>



<p>&#8220;Hari ini, di sini Rp 22 ribu dan kemarin Rp 23 ribu atau mengalami penurunan. Karenanya, nanti akan kita cek di pasaran, karena saat meninjau ke pasar itu untuk harga masih Rp 28 ribu. Mudah-mudahan nanti menjelang Hari Raya Idul Fitri, kita bisa menekan, terutama harga bahan pokok,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Wali Kota Malang juga mengungkapkan, bahwa stok telur masih tetap tersedia dan bahkan bisa mencapai 300 kilogram perhari. Pihaknya juga akan terus memantau harga di pasar, agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Untuk stok, alhamdulillah masih aman. Permintaan juga tetap ada dan tentunya tetap tersedia. Kita juga akan terus pantau harga di pasaran,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, memastikan bahwa ketersediaan telur sampai dengan Hari Raya Idul Fitri 2025 relatif aman. Terlebih, peternak menghasilkan kurang lebih sebanyak 300 kilogram telur per harinya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah, untuk di Kedungkandang ada peternak yang tiap hari bisa menghasilkan 300 kilogram telur setiap hari. Secara keseluruhan untuk produksi telur di Kota Malang, memang belum mencukupi kebutuhan. Sehingga, harus melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Blitar,&#8221; ujar Slamet.</p>



<p>Menurutnya, jumlah peternak ayam petelur di Kota Malang mengalami penurunan dari 12 menjadi sembilan peternak dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024. Itu karena semakin berkembangnya kawasan pemukiman di sekitar kandang.</p>



<p>&#8220;Tapi secara produksi masih relatif tinggi, rata-rata 300 kilogram per harinya. Kalau kebutuhan per Kota Malang bisa 40 persen tersupply dari potensi telur di Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, salah satu peternak ayam petelur, Somad, mengakui bahwa harga telur biasanya naik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, di tahun ini justru cenderung menurun.</p>



<p>&#8220;Empat hari lalu, untuk harga masih Rp 23 ribu hingga 24 ribu dan sekarang turun jadi Rp 22 ribu perkilogram dari kandang. Kalau di luar kandang, mungkin sekitar Rp 24 ribu,&#8221; katanya.</p>



<p>Dikatakan Somad, bahwa faktor utama yang memengaruhi harga telur adalah permintaan pasar dan harga pakan. Jika harga pakan naik sementara harga jual telur turun, maka peternak bisa mengalami kerugian.</p>



<p>&#8220;Sedangkan untuk obat dan vaksin kan pasti. Harga pangan sekarang masih stabil. Pemerintah biasanya juga memberikan support konsultasi untuk obat-obatan dan vaksin. Vaksin pun dua bulan sekali tidak tentu gratis dari pemerintah,&#8221; imbuh Somad. <strong>(cw1/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PHRI Kota Batu Gandeng Peternak Lokal Ayam Petelur untuk Penuhi Hotel dan Restoran</title>
		<link>https://memontum.com/phri-kota-batu-gandeng-peternak-lokal-ayam-petelur-untuk-penuhi-hotel-dan-restoran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jul 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[penuhi]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[PHRI]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193485</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu membuka peluang penyerapan kerja sama dari peternak lokal ayam petelur. Ini dilakukan, sebagai bagian Program Satu Tiket Satu Apel, kerja sama PHRI dengan petani apel. Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan bahwa saat ini hotel, restoran maupun taman rekreasi bisa memenuhi permintaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu membuka peluang penyerapan kerja sama dari peternak lokal ayam petelur. Ini dilakukan, sebagai bagian Program Satu Tiket Satu Apel, kerja sama PHRI dengan petani apel.</p>



<p>Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan bahwa saat ini hotel, restoran maupun taman rekreasi bisa memenuhi permintaan untuk menyerap hasil petani atau peternak lokal. Apalagi, jika produsen lokal Batu bisa memenuhi kriteria standar untuk suplai ke hotel dan resto dengan harga yang bersaing.</p>



<p>&#8220;Jadi, di sini PHRI membuka peluang untuk menyerap produk lokal. Seperti telur yang diproduksi dari peternak ayam petelur. Kami di sini juga bisa kerja sama,&#8221; terangnya, Senin (17/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, PHRI akan sangat terbantu karena kebutuhan telur ayam dari anggota cukup tinggi. Apalagi saat akhir pekan atau saat tertentu seperti waktu liburan. &#8220;Misalnya saja, dari telur yang sudah memenuhi standar, kemudian pasokan kebutuhan bagi hotel dan restoran yang konsisten. Jelas, ini sangat terbantu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Peluang kerja sama dengan peternak ayam petelur ini, tambah Sujud, tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh pelaku usaha lain. Salah satunya adalah petani apel. &#8220;Kami selama ini juga menyerap produk lokal salah satu di antaranya apel. Dengan Program Satu Tiket Satu Apel yang sudah berjalan di hotel-hotel untuk welcome fuit ini, maka peluang besar juga bekerjasama dengan peternak ayam petelur untuk memasok hasil produk telurnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk itu, tegasnya, PHRI memang mengutamakan produk lokal untuk penyerapannya. Ini bisa dilakukan di semua lini mulai produk sayuran, buah-buahan, peternakan serta UMKM. &#8220;Yang jelas, kami membuka peluang kerja sama dengan peternak telur untuk kebutuhan hotel dan restoran. Bahkan, yang terjadi saat ini pun untuk buah apel lokal, pihak hotel juga membeli dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar,” tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193485</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
