<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Peternakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peternakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Oct 2025 13:20:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Peternakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dorong Sektor Peternakan Naik Kelas, Pemkab Jember Sediakan Peralatan Modern</title>
		<link>https://memontum.com/dorong-sektor-peternakan-naik-kelas-pemkab-jember-sediakan-peralatan-modern</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 13:20:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[sediakan]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menginginkan sektor peternakan di Kabupaten Jember naik kelas. Karenanya, modernisasi alat pendukung adalah salah satu upaya agar peternak sejahtera. Hal ini, disampaikan Bupati Fawait saat meninjau langsung kegiatan yang digelar Peternakan dan Tanaman Pangan bersama kelompok peternak di sela agenda Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menginginkan sektor peternakan di Kabupaten Jember naik kelas. Karenanya, modernisasi alat pendukung adalah salah satu upaya agar peternak sejahtera.</p>



<p>Hal ini, disampaikan Bupati Fawait saat meninjau langsung kegiatan yang digelar Peternakan dan Tanaman Pangan bersama kelompok peternak di sela agenda Bunga Desaku di Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025) tadi. Sementara salah satunya peralatan yang dimiliki Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, adalah alat pendeteksi kebuntingan hewan. Alat yang dikenal dengan Ultrasonography Scanner Portable (USG).</p>



<p>“Kita ingin peternak di Jember naik kelas, dari tradisional ke modern. Kalau hewan sehat, peternak sejahtera, maka pangan kita juga kuat,” kata Bupati Fawait.</p>



<p>Kegiatan yang berlangsung di lahan Desa Pakis itu, diisi dengan Pelatihan Silase, Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) dan USG Domba, Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu, serta pengukuhan Kelompok Peternak Domba Makmur Panti. USG portable pada domba adalah alat pemindai berbasis gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasound) yang digunakan untuk melihat kondisi organ dalam domba secara real time, tanpa perlu melakukan pembedahan. Karena bersifat portable, alat ini mudah dibawa ke lapangan dan dapat digunakan langsung di kandang atau lokasi peternakan.</p>



<p>Secara umum, fungsi USG portable pada domba salah satunya untuk mendeteksi kebuntingan dini (early pregnancy detection). Alat ini juga memungkinkan peternak dan dokter hewan mengetahui apakah domba betina sedang bunting, bahkan sejak usia kebuntingan 25–30 hari.</p>



<p>Dengan deteksi dini, peternak dapat mengatur manajemen pakan, kandang dan reproduksi dengan lebih efisien. Alat ini juga memantau kondisi dan perkembangan janin. USG portable menampilkan gambar janin di dalam rahim, sehingga dapat dilihat jumlah anak (tunggal, kembar atau lebih), posisi janin, serta kesehatannya hingga mendekati waktu kelahiran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fawait sendiri mengaku, terkesima dengan alat USG khusus hewan ternak yang kini dimiliki oleh dinas setempat. Perangkat bernama Ultrasonography Scanner Portable itu digunakan untuk memeriksa kondisi reproduksi dan kebuntingan domba secara dini tanpa harus menimbulkan stres atau risiko bagi hewan.</p>



<p>“Ternyata Jember sudah punya alat secanggih ini. USG domba ini bisa mengetahui kebuntingan, memantau kesehatan reproduksi dan membantu peternak menentukan waktu terbaik untuk kawin atau melahirkan,” ujar Bupati Fawait.</p>



<p>Bupati menilai, kemajuan teknologi di sektor peternakan menjadi indikator kesiapan Jember menuju pertanian dan peternakan modern. Dirinya bahkan langsung menggagas ide untuk menjadikan salah satu wilayah di Jember sebagai kecamatan percontohan peternakan terpadu.</p>



<p>“Tahun depan harus ada satu kecamatan yang kita jadikan percontohan, bisa disebut sebut sebagai Kecamatan Ternak,” tegasnya.</p>



<p>Kegiatan pelatihan di Desa Pakis ini mendapat sambutan antusias dari para peternak setempat. Selain mendapat pendampingan teknis dari dokter hewan, peserta juga memperoleh edukasi cara membuat silase pakan fermentasi yang tahan lama dan bergizi tinggi.</p>



<p>Langkah ini penting, untuk menghadapi musim kemarau dan menjaga produktivitas ternak. Dengan dukungan penuh dari Bupati Fawait, sektor peternakan diharapkan tak hanya meningkat dari sisi jumlah populasi, tetapi juga kualitas produksi dan kesejahteraan peternak. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227172</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2025, Pemkab Lamongan Suguhkan Vaksinasi hingga Talkshow</title>
		<link>https://memontum.com/bulan-bakti-peternakan-dan-world-rabies-day-2025-pemkab-lamongan-suguhkan-vaksinasi-hingga-talkshow</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[rabies]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226355</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2025, di Kawasan Gadjah Mada, Minggu (28/09/2025) tadi. Pelaksanaan peringatan tersebut, ditandai dengan vaksinasi rabies gratis, pemeriksaan hewan gratis hingga talkshow tentang penyakit hewan zoonosis. Kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2025 ini, menjadi salah satu media untuk memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2025, di Kawasan Gadjah Mada, Minggu (28/09/2025) tadi. Pelaksanaan peringatan tersebut, ditandai dengan vaksinasi rabies gratis, pemeriksaan hewan gratis hingga talkshow tentang penyakit hewan zoonosis.</p>



<p>Kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day 2025 ini, menjadi salah satu media untuk memberikan wawasan kepada peternak dan mendorong potensi peternakan di Kota Soto. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas peternakan lokal, mengatasi kendala seperti penyakit ternak dan mahalnya pakan, serta memacu ekspor. Mengingat, peternakan merupakan salah satu sektor yang ada pada program swasembada pangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa serangkaian pelaksanaan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lamongan, dalam mewujudkan peternakan yang berkembang pesat dan maju. &#8220;Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendukung realisasi swasembada pangan. Peternakan menjadi salah satu pendukungnya. Maka dari itu, peternakan harus berkembang pesat dan maju. Sehingga, peternak juga sejahtera,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Guna mendukung peternak di Lamongan, tambahnya, juga diserahkan tiga tosa untuk gudang pakan kepada pihak desa. Yang mana saat ini, sudah dibangun delapan belas gudang pakan.</p>



<p>Sementara dalam rangkaian pelaksanaan itu, juga digelar pameran peternakan. Bahkan, sedikitnya ada 31 pameran peternakan yang turut meramaikan. Sejumlah peserta, diantaranya dari Japfa Comfeed, produk olahan kayu putih, Alexander Burja, Azria Pet Shop, Produk Olahan Bakalan Pule, UPT Pembibitan, Kelompok Ternak Desa Trepan, Kelompok Tani Ternak Rojokoyo Makmur, Tikung (Bank Pakan 2024), Kandang Kambing Portable, Complete Feed Godog Laren hingga Puskeswan Modo. <strong>(kom/son/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226355</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Penganugerahan BBIB Awards 2025, Wakil Bupati Malang Harap Peningkatan Peternakan di Kabupaten</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-penganugerahan-bbib-awards-2025-wakil-bupati-malang-harap-peningkatan-peternakan-di-kabupaten</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Awards]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penganugerahan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225032</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri Puncak Penganugerahan BBIB Awards 2025 yang diselenggarakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kecamatan Singosari, Kamis (14/08/2025) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri Puncak Penganugerahan BBIB Awards 2025 yang diselenggarakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kecamatan Singosari, Kamis (14/08/2025) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang serta para penerima BBIB Awards 2025.</p>



<p>Dalam penganugerahan itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Malang menerima Penghargaan Terbaik Pertama, dengan kategori hibah semen beku pengguna jasa bimbingan teknis dan sertifikasi kompetensi wilayah intensif sebanyak 400 dosis.</p>



<p>Wabup Lathifah dalam sambutannya, mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 BBIB Singosari serta menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. &#8220;Kami berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi para peternak, serta semangat guna melahirkan inovasi dalam memajukan sektor peternakan di Kabupaten Malang,&#8221; katanya.</p>



<p>Selama ini, tambahnya, BBIB Singosari telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan sektor peternakan. Tidak hanya di Kabupaten Malang, tetapi juga di tingkat nasional. Bahkan, peran BBIB cukup besar, seperti dalam menyediakan semen beku berkualitas, layanan bimbingan teknis reproduksi dan sertifikasi kompetensi telah memberikan kontribusi besar bagi peningkatan mutu genetik ternak, produktivitas dan kesejahteraan peternak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang diraih BBIB Singosari bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, sebagai Terbaik I Kategori Pengguna Layanan Bimbingan Teknis Reproduksi,&#8221; ujar Wabup Malang.</p>



<p>Menurutnya, hal tersebut adalah bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BBIB Singosari berjalan dengan baik dan menghasilkan dampak positif. Keberhasilan ini, tentu tidak lepas dari dedikasi para peternak, penyuluh, tenaga teknis, serta dukungan penuh berbagai pihak.</p>



<p>Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan BBIB Award 2025 ini bukanlah sekadar ajang penghargaan semata. Melainkan, adalah bentuk apresiasi dan motivasi bagi seluruh pengguna layanan BBIB agar terus meningkatkan profesionalisme, kualitas usaha dan kontribusi dalam membangun ketahanan pangan nasional.</p>



<p>Ke depan, Wabup Malang berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi para pelaku usaha peternakan di Kabupaten Malang. Selain itu, Wakil Bupati Malang juga menekankan beberapa point penting. Diantaranya, mengembangkan usaha peternakan berbasis inovasi dan teknologi modern, agar mampu bersaing di pasar regional, nasional, bahkan internasional. Menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penerapan sistem peternakan yang ramah lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan hewan serta memperkuat kolaborasi antara peternak, pemerintah, akademisi dan swasta demi menciptakan ekosistem peternakan yang tangguh dan berdaya saing tinggi.</p>



<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BBIB Singosari atas dedikasi, inovasi dan kiprahnya selama lebih dari 4 dekade dalam memajukan peternakan Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang,&#8221; tambah Wabup Malang. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225032</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Sebut Peternakan Ayam Petelur Desa Duwek Potensial untuk Kembangkan Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-sebut-peternakan-ayam-petelur-desa-duwek-potensial-untuk-kembangkan-ekonomi-kerakyatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[potensial,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Salah satu embrio usaha yang kini dinilai potensial tumbuh di Lumajang, adalah peternakan ayam petelur dan burung puyuh di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung. Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Salah satu embrio usaha yang kini dinilai potensial tumbuh di Lumajang, adalah peternakan ayam petelur dan burung puyuh di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung.</p>



<p>Hal ini ditegaskan Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam Program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu) di Kecamatan Randuagung, Rabu (23/07/2025) tadi. Dalam kunjungan itu, Bunda Indah memberikan apresiasi terhadap kualitas kandang dan manajemen peternakan yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat desa.</p>



<p>“Peternakan ayam petelur di Desa Buwek ini adalah embrio dari usaha koperasi yang sangat menjanjikan. Kandangnya bersih, tidak bau dan dikelola dengan baik. Ini bisa jadi contoh yang layak direplikasi,” kata Bunda Indah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, unit usaha peternakan yang digagas warga tak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan lokal, tapi juga dapat disinergikan dengan program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberdayaan desa berbasis pangan. Koperasi Desa Merah Putih sendiri, merupakan inisiatif nasional yang digerakkan pemerintah untuk membuka 80 ribu unit koperasi berbasis desa/kelurahan di seluruh Indonesia.</p>



<p>Di Lumajang, program ini disambut dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal. Tidak hanya ayam petelur, peternakan Desa Buwek juga tengah mengembangkan budidaya burung puyuh sebagai produk unggulan tambahan. Dengan siklus produksi yang cepat dan permintaan pasar yang stabil, burung puyuh dinilai prospektif mendukung program penguatan gizi dan ekonomi keluarga.</p>



<p>“Kami ingin setiap koperasi desa memiliki keunggulan lokal. Di sini, ternak menjadi kekuatan yang bisa menopang ekonomi warga, membuka lapangan kerja dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Bunda Indah.</p>



<p>Ke depan, Pemkab Lumajang akan memberikan pendampingan manajemen, akses permodalan, dan penguatan jejaring pasar agar koperasi desa tidak hanya berjalan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan dan mampu bersaing. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis kekuatan komunitas lokal. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Investor Lokal Kembangkan Peternakan Sapi Perah di Kediri, Mas Dhito Minta Administrasi Dibantu</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-investor-lokal-kembangkan-peternakan-sapi-perah-di-kediri-mas-dhito-minta-administrasi-dibantu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[dibantu]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223746</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengapresiasi munculnya pengusaha lokal yang akan berinvestasi pada sektor peternakan, khususnya pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Kediri. Dikatakannya, bahwa investasi pada peternakan sapi perah, selain mendukung pemenuhan susu secara nasional juga dapat menyedot tenaga kerja. Terlebih, investor telah menyatakan komitmennya untuk merekrut tenaga kerja dari warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengapresiasi munculnya pengusaha lokal yang akan berinvestasi pada sektor peternakan, khususnya pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Kediri. Dikatakannya, bahwa investasi pada peternakan sapi perah, selain mendukung pemenuhan susu secara nasional juga dapat menyedot tenaga kerja. Terlebih, investor telah menyatakan komitmennya untuk merekrut tenaga kerja dari warga miskin.</p>



<p>“Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kabupaten Kediri, sangat mensuport. Apalagi, investasi nantinya siap menyerap tenaga kerja dari warga miskin,” kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, Jumat (04/07/2025) tadi.</p>



<p>Apresiasi sendiri, disampaikan Mas Dhito saat melakukan pertemuan dengan Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian dan pihak investor dari PT IBS Farm dari Plosoklaten. Di mana dalam pertemuan itu, komitmen dari pihak investor sejalan dengan program kerjanya di periode kedua, yang fokus mengentaskan kemiskinan ektrem.</p>



<p>Untuk mengentaskan warga dari kemiskinan ektrem, pemerintah daerah siap menggandeng berbagai pihak, terutama pengusaha yang akan berinvestasi di Kabupaten Kediri. Mas Dhito pun meminta jajarannya, untuk dapat membantu suksesnya pengurusan perizinan bagi para investor.</p>



<p>“Kita sudah menanti investor datang dan ini sudah di depan mata. Sehingga, jangan sampai gagal karena administrasi,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, dalam pertemuannya dengan Mas Dhito mengungkapkan bahwa saat ini untuk memenuhi kebutuhan susu di Indonesia masih harus impor. Sebab, produksi susu di Indonesia baru 21 persen dari 4,7 juta ton total kebutuhan.</p>



<p>“Produksi kita itu baru 1 juta ton setiap tahun dan 60 persen populasi sapinya di Jawa Timur,” ungkapnya.</p>



<p>Kedatangannya di Kabupaten Kediri, diakui sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi impor susu, mengingat adanya kesanggupan pengusaha lokal untuk mengembangkan peternakan Sapi Perah. Dalam hal ini, PT IBS Farm rencananya berinvestasi 3 ribu ekor Sapi Perah secara berkala. Sebagai tahap awal, ujarnya, dari 5 ratus ekor Sapi Perah yang rencananya akan didatangkan dari Australia pada tahun 2025, kini sebanyak 100 ekor sudah datang dan berada di Balai Karantina sebelum akhirnya dikirim ke kandang milik IBS Farm.</p>



<p>Sementara itu, pemilik IBS Farm, Muhammad Rofiq, menyatakan keseriusannya untuk berinvestasi di peternakan Sapi Perah. Sebagaimana yang telah dijalankan pada budidaya Sapi Pedaging selama ini, seluruh tenaga kerja diambil dari masyarakat sekitar, khususnya dari kalangan kurang mampu. “Kita telah membicarakan dengan Dinas Sosial meminta data warga miskin yang akan saya rekrut untuk kerja di situ,” ujarnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motivasi dan Pastikan Ketersediaan Telur Aman, Wali Kota Malang Tinjau Peternakan Ayam Petelur</title>
		<link>https://memontum.com/motivasi-dan-pastikan-ketersediaan-telur-aman-wali-kota-malang-tinjau-peternakan-ayam-petelur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau salah satu peternakan ayam petelur di Kawasan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Peninjauan ini dilakukan, selain untuk memberikan motivasi peternak, juga guna memastikan ketersediaan dan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Pria nomor satu di lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, meninjau salah satu peternakan ayam petelur di Kawasan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (13/03/2025) tadi. Peninjauan ini dilakukan, selain untuk memberikan motivasi peternak, juga guna memastikan ketersediaan dan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, itu menyampaikan bahwa harga telur saat ini mengalami penurunan di tingkat peternak. Walaupun, harga di pasaran masih tetap tinggi.</p>



<p>&#8220;Hari ini, di sini Rp 22 ribu dan kemarin Rp 23 ribu atau mengalami penurunan. Karenanya, nanti akan kita cek di pasaran, karena saat meninjau ke pasar itu untuk harga masih Rp 28 ribu. Mudah-mudahan nanti menjelang Hari Raya Idul Fitri, kita bisa menekan, terutama harga bahan pokok,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Wali Kota Malang juga mengungkapkan, bahwa stok telur masih tetap tersedia dan bahkan bisa mencapai 300 kilogram perhari. Pihaknya juga akan terus memantau harga di pasar, agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Untuk stok, alhamdulillah masih aman. Permintaan juga tetap ada dan tentunya tetap tersedia. Kita juga akan terus pantau harga di pasaran,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, memastikan bahwa ketersediaan telur sampai dengan Hari Raya Idul Fitri 2025 relatif aman. Terlebih, peternak menghasilkan kurang lebih sebanyak 300 kilogram telur per harinya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah, untuk di Kedungkandang ada peternak yang tiap hari bisa menghasilkan 300 kilogram telur setiap hari. Secara keseluruhan untuk produksi telur di Kota Malang, memang belum mencukupi kebutuhan. Sehingga, harus melakukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Blitar,&#8221; ujar Slamet.</p>



<p>Menurutnya, jumlah peternak ayam petelur di Kota Malang mengalami penurunan dari 12 menjadi sembilan peternak dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024. Itu karena semakin berkembangnya kawasan pemukiman di sekitar kandang.</p>



<p>&#8220;Tapi secara produksi masih relatif tinggi, rata-rata 300 kilogram per harinya. Kalau kebutuhan per Kota Malang bisa 40 persen tersupply dari potensi telur di Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, salah satu peternak ayam petelur, Somad, mengakui bahwa harga telur biasanya naik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, di tahun ini justru cenderung menurun.</p>



<p>&#8220;Empat hari lalu, untuk harga masih Rp 23 ribu hingga 24 ribu dan sekarang turun jadi Rp 22 ribu perkilogram dari kandang. Kalau di luar kandang, mungkin sekitar Rp 24 ribu,&#8221; katanya.</p>



<p>Dikatakan Somad, bahwa faktor utama yang memengaruhi harga telur adalah permintaan pasar dan harga pakan. Jika harga pakan naik sementara harga jual telur turun, maka peternak bisa mengalami kerugian.</p>



<p>&#8220;Sedangkan untuk obat dan vaksin kan pasti. Harga pangan sekarang masih stabil. Pemerintah biasanya juga memberikan support konsultasi untuk obat-obatan dan vaksin. Vaksin pun dua bulan sekali tidak tentu gratis dari pemerintah,&#8221; imbuh Somad. <strong>(cw1/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Peternakan Hewan Pasuruan Minta Peternak Waspada Munculnya Penyakit Mulut dan Kuku</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-peternakan-hewan-pasuruan-minta-peternak-waspada-munculnya-penyakit-mulut-dan-kuku</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[munculnya]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218070</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan menghimbau peternak sapi untuk waspada terhadap munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Itu karena, di akhir tahun 2024 kemarin, dilaporkan masih terdekteksi ciri-cirinya dari penyakit ini. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa pada Desember 2024 lalu, jumlah kasus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan menghimbau peternak sapi untuk waspada terhadap munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Itu karena, di akhir tahun 2024 kemarin, dilaporkan masih terdekteksi ciri-cirinya dari penyakit ini.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa pada Desember 2024 lalu, jumlah kasus PMK di Kabupaten Pasuruan yang dilaporkan ada sebanyak 99 kasus. Puluhan kasus PMK tersebut, terjadi di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Nguling, Purwodadi, Prigen, Winongan, Pandaan dan Kecamatan Gempol.</p>



<p>&#8220;Merebaknya mulai awal Desember tahun 2024 kemarin. Satu bulan ada 99 kasus PMK di enam wilayah kecamatan,&#8221; kata Alfiah, Selasa (02/01/2025) tadi.</p>



<p>Dijelaskannya, kasus ini kembali muncul dikarenakan perubahan musim. Dari sebelumnya kemarau ke musim penghujan. Selain itu, banyaknya sapi yang terkena PMK akhir-akhir ini adalah sapi-sapi yang belum divaksin ataupun sapi baru yang berasal dari luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Banyak sapi yang oleh pemiliknya tidak divaksin. Sekarang stok vaksin sudah gak ada, jadi sebisa mungkin para peternak sendiri yang memvaksin,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dengan fakta di atas, Pemkab Pasuruan sebelumnya telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan selanjutnya surat edaran bisa dilanjutkan sampai di tingkat peternak. &#8220;Kami juga lakukan KIE Lewat online, Poskeswan kami juga memberikan sosialisasi di media sosial. Tapi untuk vaksin sekarang masih kosong, sehingga kami harapkan dapat swadaya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Alfiah meminta kepada para peternak agar tidak perlu risau dalam menghadapi kasus ini. Pasalnya, sebelumnya Pemkab Pasuruan berhasil menekan angka kasus PMK hingga tanpa kasus pada bulan Oktober lalu. Hal ini dilakukan, dengan cara menjaga kebersihan kandang ternak mulai dari pemberian makanan hingga penyemprotan disinfektan secara rutin di area kandang.</p>



<p>Tidak hanya itu, pemberian vitamin juga menjadi fokus Pemkab Pasuruan dalam memberantas kasus PMK. &#8220;Yang paling penting meningkatkan pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan, produk hewan, dan media pembawa penyakit hewan lainnya dari peternakan atau lokasi kejadian atau kasus,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218070</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Peternakan Sapi Modern di Banyuwangi, Pj Gubernur Tambah Kuota Sapi untuk Dongkrak Produksi Susu</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-peternakan-sapi-modern-di-banyuwangi-pj-gubernur-tambah-kuota-sapi-untuk-dongkrak-produksi-susu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 12:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217844</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendampingi Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau peternakan sapi yang dikelola secara modern di PT Bumi Rojo Koyo Banyuwangi, Senin (23/12/2024) tadi. Perlu diketahui, bahwa Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah penyumbang pemenuhan kebutuhan susu di Jawa Timur. Produksi susu segar di Banyuwangi, kini terus digenjot untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendampingi Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau peternakan sapi yang dikelola secara modern di PT Bumi Rojo Koyo Banyuwangi, Senin (23/12/2024) tadi.</p>



<p>Perlu diketahui, bahwa Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah penyumbang pemenuhan kebutuhan susu di Jawa Timur. Produksi susu segar di Banyuwangi, kini terus digenjot untuk ditingkatkan produksinya.</p>



<p>Peternakan PT Bumi Rojo Koyo Banyuwangi sendiri, terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan mampu memproduksi 32 ton susu segar tiap hari. Kini, produksi tersebut akan ditingkatkan dengan bekerjasama Australia Barat untuk mendatangkan 3 ribu sapi perah.</p>



<p>“Alhamdulilah, Pemprov Jatim memberikan support dengan mengeluarkan izin penambahan jumlah sapi di sini. Jadi, insyaallah ada izin 3 ribu ekor sapi untuk menambah produksi susu. Terima kasih atas dukungan penuh dari Pemprov Jatim,&#8221; kata Bupati Ipuk Fiestiandani.</p>



<p>Bupati juga mengatakan, bahwa Pemkab Banyuwangi telah bekerja sama dengan PT Bumi Rojo Koyo untuk memenuhi kebutuhan susu pada Program Makan Bergizi Gratis, bagi siswa yang akan diberlakukan di semua sekolah pada Januari mendatang. “Kami juga berharap, produksi susu Banyuwangi bisa mendukung program ketahanan pangan, baik Jawa Timur maupun nasional,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Pj Gubernur Jatim mengatakan bahwa jika saat ini 80 persen susu nasional masih dipenuhi dari impor. Dari seluruh produksi dalam negeri, Jatim menyumbang 60 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini yang akan kita jaga. Salah satunya dengan kerja sama dengan Australia Barat untuk menambah kuota sapi di peternakan Bumi Rojo Koyo, yang akan mendatangkan sapi pada Februari nanti untuk memenuhi kebutuhan Jatim,” kata Pj Gubernur Adhy.</p>



<p>Manajer Operasional PT Bumi Rojo Koyo, Arif Gunawan, mengatakan saat ini sapi di peternakannya sebanyak 2.500 ekor. Sebanyak 1.100 diantaranya aktif memproduksi susu setiap hari dan sisanya masih dalam proses pemeliharaan.</p>



<p>“Satu sapi bisa menghasilkan 28 hingga 30 liter susu. Total produksi susu sehari sebanyak kurang lebih 42 ribu liter atau 32 ton,” kata Arif.</p>



<p>Saat ini, susu yang diproduksi dikirim dalam bentuk freshmilk ke sejumlah perusahaan dan KUD di Jawa Timur. “Diantaranya kami kirim ke Indolacto, Greenfield dan beberapa KUD di Jatim. Kami juga produksi susu siap minum tapi masih terbatas produksinya,” ujarnya.</p>



<p>Peternakan sendiri dikelola dengan konsep modern farm, dimana mulai dari pakan sampai limbah diolah untuk dimanfaatkan kembali. “Limbah bentuk cair kami olah lagi untuk flushing sedangkan limbah berupa padatan kami jadikan pupuk yang kami gunakan di pertanian milik perusahaan seluas 40 hektar,” terangnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217844</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasuruan Sebar Petugas Pemeriksa Kelayakan Konsumsi Daging Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-peternakan-dan-kesehatan-hewan-pasuruan-sebar-petugas-pemeriksa-kelayakan-konsumsi-daging-kurban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksa]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban. Pengawasan postmortem itu dilakukan, kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musala, Ponpes maupun di tempat lain. Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban. Pengawasan postmortem itu dilakukan, kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musala, Ponpes maupun di tempat lain.</p>



<p>Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban sebelum dikonsumsi. Petugas melakukan pemeriksaan dengan teliti memastikan daging kurban layak dikonsumsi.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa pemeriksaan post mortem pada hewan kurban berupa organ dan jerohan seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa dan limfoglandula. Masing-masing organ tersebut diperiksa satu-satu untuk memastikan keamanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apabila ditemukan hal yang mencurigakan, ujarnya, maka petugas berhak untuk menguji daging atau jeroan hewan qurban. Tujuannya, untuk kemudian dilakukan langkah tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>



<p>&#8220;Kita kasih contoh, kalau warna dagingnya pucat atau kotor, atau pas kita iris hatinya kemudian ternyata berpasir, maka sudah pasti terinfeksi cacing hati. Kalau paru-paru biasanya ujung-ujungnya runcing, kalau gak sehat pasti bentuknya berbeda dan agak bau,&#8221; kata Alfiah, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Masjid Subulus Salam, Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Selasa (18/06/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Alfiah, total ada 514 titik penyembelihan hewan Qurban di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1318 ekor sapi yang disembelih, ditambah 3995 kambing dan 1610 domba, dan pemotongan akan dilakukan sampai dua hari ke depan. &#8220;Kami terus berkeliling ke semua tempat penyembelihan hewan kurban selama 4 hari berturut-turut,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari data yang masuk, masih belum ditemukan adanya organ dalam maupun daging yang tidak layak dikonsumsi. Alfiah menegaskan bahwa ada temuan sedikit cacing hati pada salah satu sapi milik masyarakat. Namun hal tersebut sudah bisa diatasi dengan segera. &#8220;Kami menyampaikan kepada panitia kurban sebaiknya dalam penggunaan pembungkus daging sebaiknya yang berwarna bening supaya jelas warna dagingnya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210906</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
