<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Photography &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/photography/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jul 2025 11:19:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Photography &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kabupaten Lumajang Jadi Tuan Rumah FAFI 2025 dan Workshop Photography &#038; Videography</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-lumajang-jadi-tuan-rumah-fafi-2025-dan-workshop-photography-videography</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[videography]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224173</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang menjelma menjadi kanvas terbuka saat menjadi tuan rumah Opening Ceremony Forum Asosiasi Fotografer Indonesia (FAFI) 2025 dan Workshop Photography &#38; Videography, 19 hingga 20 Juli 2025. Acara ini bukan sekadar temu lensa dan teknik, namun juga perayaan keindahan, pertemuan batin para seniman cahaya dan ruang di mana cerita tentang Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang menjelma menjadi kanvas terbuka saat menjadi tuan rumah Opening Ceremony Forum Asosiasi Fotografer Indonesia (FAFI) 2025 dan Workshop Photography &amp; Videography, 19 hingga 20 Juli 2025. Acara ini bukan sekadar temu lensa dan teknik, namun juga perayaan keindahan, pertemuan batin para seniman cahaya dan ruang di mana cerita tentang Indonesia diabadikan dengan rasa.</p>



<p>Dalam momen itu, tidak kurang dari 350 fotografer dan videografer dari berbagai penjuru tanah air datang dan hadir di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro. Mereka datang membawa cinta pada visual, semangat berbagi pengetahuan dan hasrat mendalam untuk menangkap keajaiban yang sering luput dari mata biasa.</p>



<p>Bupati Lumajang, Indah Amperawati, membuka acara dengan senyum hangat dan harapan besar. Dirinya menyebut kegiatan ini sebagai momen emas untuk memperkenalkan keelokan Lumajang kepada dunia melalui medium paling jujur yakni gambar.</p>



<p>“Lewat lensa, kita tak hanya memotret, tapi juga merekam denyut kehidupan, membingkai kasih dan menyulam kenangan,” kata Bunda Indah, Sabtu (19/07/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, fotografi dan videografi adalah bahasa universal yang mampu menerjemahkan keheningan alam, wajah tulus petani, hingga gerak sunyi air terjun dalam satu klik abadi. Suasana Glagah Arum selama dua hari penuh, pun berubah menjadi laboratorium kreatif terbuka. Peserta diajak menyelami filosofi di balik cahaya dan komposisi, belajar membaca dunia dengan kepekaan jiwa.</p>



<p>Bunda Indah berharap, gema acara ini bisa melahirkan gelombang baru semangat berkarya dan mempromosikan Lumajang sebagai tempat yang ramah bagi seniman visual. “Kita ingin Lumajang menjadi titik cahaya di peta kreativitas nasional,” tuturnya.</p>



<p>Salah satu peserta dari Bandung, Sari, menyebut pengalaman ini sebagai perjumpaan spiritual. “Saya belajar, foto yang paling kuat bukan yang paling tajam, tapi yang paling jujur,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya belajar teknis dan estetika, para peserta juga diajak memahami konteks sosial di balik setiap objek. Bahwa di balik kerut wajah petani atau langit senja desa, ada narasi besar tentang perjuangan dan harapan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tema &#8216;Wajah Indonesia dari Desa&#8217; dipilih bukan tanpa makna. Lumajang, dengan wajah-wajah sederhananya, menawarkan lukisan nyata tentang Indonesia yang bersahaja, pekerja keras dan penuh pesona yang belum banyak diketahui publik luas.</p>



<p>Kehadiran UMKM lokal, yang membuka stan kuliner dan kerajinan di Food Court Buper Glagaharum menambah warna. Aromanya merangkul peserta dan rasanya membisikkan kisah-kisah dapur nenek moyang yang masih hidup dalam sebuah resep.</p>



<p>Presiden FAFI, Haris Dwi Utomo, menyebut bahwa Lumajang sebagai panggung yang sempurna. “Di sini, cahaya tidak hanya jatuh di daun, tapi juga di hati. Ini tempat dimana kreativitas bisa bertunas dan berbuah manis,” ungkapnya.</p>



<p>Sesi pemutaran video dokumenter dan pameran karya spontan dari hasil hunting selama acara sontak menyihir suasana. Beberapa foto viral di media sosial, menampilkan potret anak kecil memancing di sungai kecil dan lanskap kabut menyelimuti perbukitan seolah mengajak netizen ikut masuk ke dalam cerita.</p>



<p>Tidak hanya membawa oleh-oleh gambar, peserta juga membawa pulang pemahaman baru. Bahwa kamera bukan sekadar alat, tapi jendela untuk melihat kemanusiaan, medium untuk mengabarkan pesan dan cermin untuk berkaca pada siapa kita sebagai bangsa.</p>



<p>Dampak acara terasa nyata, hotel penuh, warung ramai dan penduduk lokal merasakan geliat yang jarang mereka jumpai. Glagah Arum menjadi tempat yang bukan hanya disinggahi, tapi dirindukan kembali. FAFI 2025 Lumajang telah menulis babak baru dalam kisah fotografi Indonesia. Menunjukkan bahwa dengan cahaya, komposisi, dan cinta pada budaya, sebuah daerah bisa berdiri sejajar di panggung nasional, bahkan dunia.</p>



<p>Dan ketika acara berakhir, peserta melangkah pulang bukan hanya dengan memori di kartu memori, tapi juga kesan mendalam di relung hati. Karena di Lumajang, mereka tak sekadar membidik, tapi juga menemukan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224173</post-id>	</item>
		<item>
		<title>222 Peserta dari 22 Negara Eksplor Kota Probolinggo dalam PSA dan Art Photography of Indonesia</title>
		<link>https://memontum.com/222-peserta-dari-22-negara-eksplor-kota-probolinggo-dalam-psa-dan-art-photography-of-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[eksplor]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212358</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Kota Probolinggo menjadi destinasi ketiga kegiatan gathering dari Photography Society of America (PSA) dan Art Photography of Indonesia, yang diikuti sebanyak 222 peserta dari 22 negara yang berbeda. Sejumlah komunitas fotografi internasional, ini tiba di Kota Probolinggo, sejak Jumat (26/07/2024) tadi. Dalam serangkaian pelaksanaan itu, sejumlah peserta langsung diajak melihat dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Kota Probolinggo menjadi destinasi ketiga kegiatan gathering dari Photography Society of America (PSA) dan Art Photography of Indonesia, yang diikuti sebanyak 222 peserta dari 22 negara yang berbeda. Sejumlah komunitas fotografi internasional, ini tiba di Kota Probolinggo, sejak Jumat (26/07/2024) tadi.</p>



<p>Dalam serangkaian pelaksanaan itu, sejumlah peserta langsung diajak melihat dari dekat Gereja Merah dan Kelenteng Sumber Naga, yang kaya akan nilai historis. Kemudian malamnya, peserta menuju Wisata Mangrove BJBR yang terletak di Pelabuhan PPP Mayangan, untuk jamuan makan malam sekaligus acara penyambutan.</p>



<p>Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis beserta jajaran menyambut sejumlah peserta secara langsung. Melalui kegiatan dunia fotografi ini, diharapkan dapat lebih mengembangkan potensi wisata Kota Probolinggo.</p>



<p>“Beberapa rangkaian acara yang kami sajikan, semoga dapat dieksplor secara maksimal oleh teman-teman fotografi semua. Dan jangan lupa, setelah difoto disebarluaskan ke seluruh dunia, agar dunia tahu bahwa Kota Probolinggo mempunyai wisata yang indah,” kata Pj Wali Kota Nurkholis.</p>



<p>Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Christopher Green, yang turut hadir tidak ketinggalan juga menyapa jajaran Pemkot Probolinggo dan PSA. Dirnya menyampaikan, bahwa acara ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia-AS.</p>



<p>“Hubungan diplomatik Indonesia-AS sudah berlangsung lama, termasuk di dunia pendidikan. Seperti contohnya, pertukaran pelajar. Saya mengapresiasi bahwa hubungan antara dua negara ini bisa dilakukan melalui dunia fotografi. Terima kasih Bapak Nurkholis yang telah mengundang kami menjadi bagian dari kegiatan malam ini,” kata Green, yang menyampaikan dengan Bahasa Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ungkapan serupa, juga disampaikan Presiden PSA, JR Schnetzel. Dirinya sangat menikmati acara yang disajikan oleh Pemkot Probolinggo. “Dengan mengikuti kegiatan ini, saya punya teman baru, juga bertemu dengan teman lama. Selama beberapa hari ini, saya mengamati bagaimana anda sekalian, yang berasal dari negara yang berbeda, semakin akrab satu sama lain. Nikmatilah perjalanan ini dan tunjukkan foto terbaik kalian,” kata Schnetzel.</p>



<p>Sekedar diketahui, Photo Gathering PSA ini merupakan kali kedua digelar. Agenda pertama diadakan di India dan yang kedua di Indonesia. Di Indonesia sendiri, rangkaian acara dimulai dari Yogyakarta lalu menuju ke Surakarta dan terakhir ke Kota Probolinggo.</p>



<p>International Relationship Vice President PSA sekaligus Direktur dari Art Photography of Indonesia, Agatha Bunanta, mengatakan bahwa Kota Probolinggo menjadi salah satu tujuan PSA, karena pihaknya ingin mengangkat kesenian dan wisata Kota Probolinggo</p>



<p>&nbsp;“Mungkin selama ini Kota Probolinggo dijadikan tempat transit untuk wisata Bromo ya, jadi kami hadirkan anggota PSA untuk memotret ebih paham lagi dengan Kota Probolinggo dan mengenalkan wisata dan kesenian asli Kota Probolinggo dengan membagikan hasil karya mereka ke seluruh dunia,” jelas Agatha.</p>



<p>Sementara itu, salah satu anggota PSA, Michael Smith, mengungkapkan sangat menikmati kunjungannya di Indonesia, khususnya Kota Probolinggo. Dirinya sendiri sudah menjadi bagian dari PSA semenjak dua tahun terakhir dan ini kali pertama dirinya mengikuti photo gathering yang digelar PSA.</p>



<p>“Saya sangat apresiasi adalah orang-orangnya. Indonesia memiliki orang-orang yang sangat ramah dan suka tersenyum,” ujar Smith.</p>



<p>Kunjungan ini akan berlangsung selama dua hari atau hingga Sabtu (27/07/2024) besok. Dimana, ratusan fotografer tersebut juga akan diajak untuk mengeksplor Kerapan Sapi Brujul dan menanam Mangrove di Pantai Permata Pilang sebelum mereka bertolak ke Gunung Bromo. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Malang Workshop Photography 2024, Pj Wali Kota Wahyu Dorong Gali Potensi Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://memontum.com/buka-malang-workshop-photography-2024-pj-wali-kota-wahyu-dorong-gali-potensi-ekonomi-kreatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Feb 2024 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205993</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu sub sektor ekonomi kreatif (Ekraf) yang berpotensi, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Malang Workshop Photography 2024, di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, Kamis (15/02/2024) tadi. Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa dengan adanya fotografer tentu akan menggali beragam potensi yang ada di Kota Malang. Mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu sub sektor ekonomi kreatif (Ekraf) yang berpotensi, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka kegiatan Malang Workshop Photography 2024, di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang, Kamis (15/02/2024) tadi.</p>



<p>Pj Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa dengan adanya fotografer tentu akan menggali beragam potensi yang ada di Kota Malang. Mulai dari gambaran suasana fakta dan realita di lapangan hingga promosi sektor-sektor lain di Kota Malang.</p>



<p>“Dari 17 sub sektor, photography ini salah satunya dan sektor yang potensial. Harapan kami, tentu dengan adanya workshop ini bisa menumbuhkan fotografer yang baik. Apalagi, juga mendatangkan nara sumber dari warga Kota Malang yang sudah mempunyai prestasi di skala Nasional,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wahyu juga berharap agar ke depan para fotografer tersebut dapat bersinergi dengan baik bersama para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang atau pun dengan yang lainnya. Sehingga, dapat memberikan wujud secara nyata dengan adanya foto tersebut.</p>



<p>“Hal ini dilakukan, juga agar masyarakat baik lokal maupun regional dapat mengetahui. Tentu di 2025 sektor ekraf di Kota Malang yang akan kita lakukan juga semakin banyak, ada kriya, fashion, animasi, film dan video yang dikoordinir oleh Komite Ekonomi Kreatif (KEK),” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tentunya melalui upaya tersebut, Wahyu juga mengingkan agar ekraf Kota Malang semakin berkembang. Apalagi, menurutnya United Nations Educational, Scientific and Cultural Oragnization (Unesco) pun telah menunjukkan minatnya untuk melihat progres ekraf yang ada di Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa dalam kegiatan itu melibatkan 35 orang peserta yang mengikuti. Jumlah tersebut telah dikurasi dari 112 pendaftar yang ada.</p>



<p>“Kegiatan ini nanti dilakukan dengan dua tahap, ada tahapan indoor nanti di Hotel Pelangi dan outdoornya di Alun-alun Merdeka Kota Malang. Harapannya bisa langsung praktik mengambil gambar secara baik dan bagus, kemudian yang di Hotel Pelangi itu nanti akan ada pemberian materi,” ujar Baihaqi.</p>



<p>Kemudian, dikatakan jika para peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut, ke depan akan terus diberikan arahan yang berkelanjutan. Apabila nantinya ada berbagai macam event, maka secara langsung bisa menerjunkan fotografer tersebut.</p>



<p>“Jadi kami terus berkelanjutan dan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Nanti peserta ini akan masuk ke bank data kami, kami monitor dan evaluasi. Karena ke depan kalau ada event pasti banyak wisatawan yang akan ber foto-foto dan menginginkan hasil yang bagus, termasuk nanti juga bisa kita libatkan dalam tamu-tamu kita di Porprov 2025 nanti,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205993</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ilkom UMM Gelar Workshop Food Photography, Branding Makanan Khas</title>
		<link>https://memontum.com/ilkom-umm-gelar-workshop-food-photography-branding-makanan-khas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2018 16:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/70483-ilkom-umm-gelar-workshop-food-photography-branding-makanan-khas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8211; Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara Workshop Food Photography di kelurahan Sukodono, Gresik, Minggu (23/12/2018). Tampil sebagai pemateri, yaitu Bretya Pati Anoraga, owner @takeafood_foodphotography, yang diikuti beberapa komunitas dan blogger di Gresik, untuk melakukan praktek foto aneka makanan tradisional. Aan, sapaan akrabnya, berencana membuat revolusi besar dalam dunia ekosistem [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8211; Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara Workshop Food Photography di kelurahan Sukodono, Gresik, Minggu (23/12/2018). Tampil sebagai pemateri, yaitu Bretya Pati Anoraga, owner @takeafood_foodphotography, yang diikuti beberapa komunitas dan blogger di Gresik, untuk melakukan praktek foto aneka makanan tradisional.</p>
<p>Aan, sapaan akrabnya, berencana membuat revolusi besar dalam dunia ekosistem fotografi makanan. Yakni mengajak bergabung fotografer muda yang punya minat di bidang ini. Aan membagikan kiat-kiat dasar memotret makanan tradisional Indonesia, khususnya makanan khas Gresik.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-70484" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181226-WA0018-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181226-WA0018-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181226-WA0018-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181226-WA0018-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Seorang food fotografer membutuhkan &#8216;cerita&#8217; agar foto tampak lebih hidup. Selain itu, agar tampilan makanan menarik, seorang fotografer harus dapat menyesuaikan tata pencahayaannya,&#8221; tutur Aan.</p>
<p>Ketua Pelaksana Program, Izdihar Fakhriyah, menyatakan, salah satu tujuan diadakannya program ini adalah untuk menyiapkan peserta, utamanya anak muda kelurahan Sukodono, dalam menghadapi program Discover Gresik.</p>
<p>&#8220;Gresik tidak hanya dikenal sebagai Kota Industri. Namun, juga tetap dikenal melalui makanan khasnya, seperti pudhak, otak otak, jenang ayas, dan lain sebagainya,&#8221; jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM ini.</p>
<p>Salah satu peserta, M. Ajib, mengungkapkan, banyak hal baru yang didapat dari workshop ini. Terlebih untuk orang awam. &#8220;Acaranya menginspirasi dan mengedukasi kami yang baru mengenal food photography,&#8221; ujar anggota Karang Taruna Sukodono ini.</p>
<p>Diadakannya workshop food photography sebagai bagian dari rangkaian garapan mega proyek Discover Gresik. Yakni, program merancang 5 kawasan menjadi destinasi bernilai kemanfaatan sosial yang diintegrasikan melalui praktikum peminatan Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi UMM. Desa Kramat Inggil melalui konsep Eco Green Village, Kelurahan Kemuteran melalui konsep Night Market, Kelurahan Kroman melalui konsep Wisata Pelabuhan, Kelurahan Penelingan melalui konsep Cultural and Heritage, serta Kelurahan Sukodono melalui konsep Sentra Kuliner. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70483</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
