<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Picu Kematian? &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/picu-kematian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2021 09:47:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Picu Kematian? &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banyak Minum Obat Sekali Waktu, Picu Kematian?</title>
		<link>https://memontum.com/banyak-minum-obat-sekali-waktu-picu-kematian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 12:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Picu Kematian?]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=60773</guid>

					<description><![CDATA[Faktanya, ada sejumlah butir obat yang hilang dari bungkus obat berwarna putih itu. Fakta lain, Kamis Seorang sepupu korban terakhir kali mendengar suara korban Tatok. Kamis pukul 14.00, Budi sempat mendatangi rumah Tatok. Itu terakhir Budianto (42) mendengar suara Tatok. &#8220;Saya sempat minta sabut kelapa. Dia teriak dari dalam. Saya ndak ketemu dia. Dengar dia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><em><strong>Faktanya,</strong></em> ada sejumlah butir obat yang hilang dari bungkus obat berwarna putih itu. Fakta lain, Kamis Seorang sepupu korban terakhir kali mendengar suara korban Tatok.</p>
<p dir="ltr">Kamis pukul 14.00, Budi sempat mendatangi rumah Tatok. Itu terakhir Budianto (42) mendengar suara Tatok. &#8220;Saya sempat minta sabut kelapa. Dia teriak dari dalam. Saya ndak ketemu dia. Dengar dia bilang, Jupuk dewe, aku rodok gering,&#8221; ungkap Budi.</p>
<p dir="ltr">Budi pula yang pertama kali mencium bau busuk di rumah korban. &#8220;Saya cium bau tidak sedap saat mengintip di lubang pintu rumah,&#8221; sebut Budi. Budi lalu memberitahu Bersama Endang, Budi dan warga lainnya kemudian</p>
<p dir="ltr">Tim kesehatan, saksi lain yang masuk ke dalam kamar korban, Ns. Mega Ardy, melihat sebungkus obat merk P****. Bungkusan obat itu jejak tanda korban menderita sakit teramat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ada enam kayaknya yang sudah diminum di lantai depan TV. Ada banyak bungkus air mineral,&#8221; cerita Mega kepada Memontum.com, Minggu (21/10/2018) siang. (sos)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60773</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
