<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pinus &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pinus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Jul 2023 09:47:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pinus &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Malang Berangkatkan Rombongan Bakti Sosial Trail Syariah Hutan Pinus Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-berangkatkan-rombongan-bakti-sosial-trail-syariah-hutan-pinus-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jul 2023 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakti]]></category>
		<category><![CDATA[Berangkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pinus]]></category>
		<category><![CDATA[rombongan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[trail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192785</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, memberangkatkan Bakti Sosial Trail Syariah Hutan Pinus Semeru, Minggu (09/07/2023) pagi. Prosesi pemberangkatan sendiri, turut dihadiri beberapa OPD hingga Muspika Wajak. Bakti Sosial Trail Syariah Hutan Pinus Semeru, ini digelar dalam rangka pembangunan Masjid Baiturrahman di Dusun Krajan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, memberangkatkan Bakti Sosial Trail Syariah Hutan Pinus Semeru, Minggu (09/07/2023) pagi. Prosesi pemberangkatan sendiri, turut dihadiri beberapa OPD hingga Muspika Wajak.</p>



<p>Bakti Sosial Trail Syariah Hutan Pinus Semeru, ini digelar dalam rangka pembangunan Masjid Baiturrahman di Dusun Krajan, Kecamatan Wajak dan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Taman Satriyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dalam pemberangkatan itu, Bupati Sanusi menyampaikan apresiasi pelaksanaan kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dan berpartisipasi pada kegiatan.</p>



<p>“Mudah-mudahan kepedulian dari saudara sekalian pada kegiatan bakti sosial hari ini, akan mendapatkan balasan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, tanpa mengesampingkan faktor keamanan dan keselamatan,” kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Malang selalu memberikan dukungan terhadap olah raga otomotif di Kabupaten Malang. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan memberikan ruang bagi beragam komunitas otomotif untuk turut andil dalam memajukan daerah.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Diharapkan, ujarnya, melalui kegiatan ini akan dapat membuka potensi kolaborasi antar komunitas. Sekaligus, menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>



<p>“Mudah-mudahan niat mulia dari kita sekalian mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Kami berharap, seluruh proses pembangunan masjid dapat berjalan dengan lancar. Sehingga, ke depannya dapat membawa manfaat dan kebaikan, utamanya bagi umat Muslim di sekitarnya,” imbuh Bupati Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan sama, Bupati Sanusi juga mengajak untuk selalu turut menjaga dan merawat kawasan Hutan Pinus Semeru. Mengingat, Hutan Pinus Semeru ini merupakan salah satu destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Malang, yang memiliki potensi besar dalam memberikan dampak positif. Baik terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.</p>



<p>&#8220;Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, menata dan mengelola kawasan Hutan Pinus Semeru, ini secara bijak. Upaya ini dapat kita lakukan diantaranya dengan menjaga kebersihan dan keindahannya serta tidak membuang sampah sembarangan. Hendaknya pula kita sebagai pengunjung juga perlu mencermati dan mematuhi peraturan yang telah dibuat di setiap lokasi wisata,&#8221; tegasnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perhutani KPH Malang Datangkan Penyadap Pinus JawaTengah, Kenapa?</title>
		<link>https://memontum.com/perhutani-kph-malang-datangkan-penyadap-pinus-jawatengah-kenapa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2019 13:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Perhutani KPH Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pinus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/77788-perhutani-kph-malang-datangkan-penyadap-pinus-jawatengah-kenapa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Agar menghasilkan getah pinus lebih maksimal, Perum Perhutani KPH Malang harus mendatangkan tenaga penyadap ahli dari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Ir Heru Dwi Kunarwanto MM Administratur Perum Perhutani KPH Malang mengatakan, kita harus merekrut tenaga penyadap dari luar propinsi Jawa Timur yakni dari Kecamatan Majenang Jawa Tengah. Selain orang-orangnya memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Agar menghasilkan getah pinus lebih maksimal, Perum Perhutani KPH Malang harus mendatangkan tenaga penyadap ahli dari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.</p>
<p>Ir Heru Dwi Kunarwanto MM Administratur Perum Perhutani KPH Malang mengatakan, kita harus merekrut tenaga penyadap dari luar propinsi Jawa Timur yakni dari Kecamatan Majenang Jawa Tengah.</p>
<p>Selain orang-orangnya memang ahli, terang Heru,kawasan hutan pinus disana sangat luas, hingga target pendapatan getah pinus dalam satu tahun tembus angka 10-15 ribu ton.</p>
<p>&#8220;Dalam hal ini bukan berarti warga Kabupaten Malang tidak punya keahlian dalam hal penyadapan pinus. Tetapi mereka banyak alih profesi ke dunia wisata. Selain sebagai tukang parkir,ada juga sebagian memutuskan jadi tukang ojek para wisatawan, &#8220;ujar Heru Senin (11/2/2019) siang tadi.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya,target pendapatan Perum Perhutani KPH Malang 2019 tembus angka sebesar Rp 35 miliar.Guna mencapai target tersebut, selain dari handalan kayu dan getah pinus juga dari kawasan wisata.</p>
<p>Dengan didampingi Kepala Sub Seksi Komunikasi Perushaan(KSS Komperes) Supriyanto, Heru kembali menjelaskan, untuk wilayah Perhutani KPH Malang saat ini ada 138 titik wisata. Jumlah tersebut mulai dari skala besar, kecil, menengah dan sedang, bahkan beberapa diantaranya masih dalam tahap merintis.</p>
<p>&#8220;Untuk jenis wisata coban yang besar yaitu coban Rais. Sementara untuk wisata laut yaitu pantai Regent Balekambang, &#8221; tandasnya.</p>
<p>Disinggung terkait peningkatan atau branding wisata, pihaknya selalu kedepankan promosi, baik melalui Media Sosial (Medsos) atau seecara langsung oleh para wisatawan. Tidak kalah pentingnya juga meningkatkan kebersihan di sejumlah titik lokasi wisata. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKPH Kepanjen Andalkan Getah Pinus &#038; Pariwisata, Begini Alasannya</title>
		<link>https://memontum.com/bkph-kepanjen-andalkan-getah-pinus-pariwisata-begini-alasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 11:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[BKPH Kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[Pinus]]></category>
		<category><![CDATA[Wana Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76213-bkph-kepanjen-andalkan-getah-pinus-pariwisata-begini-alasannya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Andalan utama Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kepanjen Perum Perhutani KPH Malang, yakni getah pinus dan destinasi wisata. Itu salah satu alasan. Karena, selain Hasil Hutan Bukan Kayu (HH BK) getah pinus ini dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Berdasarkan FAO (2010), Indonesia berada di urutan terbesar kedua setelah Cina dalam perdagangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Andalan utama Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kepanjen Perum Perhutani KPH Malang, yakni getah pinus dan destinasi wisata. Itu salah satu alasan. Karena, selain Hasil Hutan Bukan Kayu (HH BK) getah pinus ini dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin.</p>
<p>Berdasarkan FAO (2010), Indonesia berada di urutan terbesar kedua setelah Cina dalam perdagangan getah pinus internasional.</p>
<p><div id="attachment_76215" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-76215" decoding="async" class="size-full wp-image-76215" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0070-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Wana Wisata Coban Glotak Wilayah RPH Wagir. (ist/repro)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0070-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0070-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0070-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0070-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0070-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-76215" class="wp-caption-text"><strong>Wana Wisata Coban Glotak Wilayah RPH Wagir. (ist/repro)</strong></p></div></p>
<p>Yon Maryono, Asper/KBKPH Kepanjen menjelaskan, jumlah keseluruhan tanaman pinus di wilayah BKPH Kepanjen hingga mencapai 1.532,00 ha.</p>
<p>Jumlah tersebut,termasuk yang belum tersadap, tersebar di 3 wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH), seperti RPH Selorejo, Wagir dan RPH Gendogo.</p>
<p><div id="attachment_76214" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-76214" decoding="async" class="size-full wp-image-76214" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0072-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Yon Maryono Asper/KBKPH Kepanjen. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0072-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0072-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0072-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0072-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190131-WA0072-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-76214" class="wp-caption-text"><strong> Yon Maryono Asper/KBKPH Kepanjen. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Untuk proses penyadapan pohon pinus itu harus melalui beberapa ketentuan. Seperti, usia pohon harus capai usia 12 tahun keatas. Kemudian juga ketetapan keliling 65 Cm, termasuk volume 80 proses atau 80 up, &#8221; papar Yon Maryono, Kamis (31/1/2019) siang tadi.</p>
<p>Disinggung tentang target pendapatan getah pinus tahun 2019 kedepan? Menurut mantan KBKPH Tumpang ini, untuk target pendapatan getah pinus ditentukan setiap pohon.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76213</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
