<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pjj &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pjj/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Mar 2021 10:14:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pjj &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pembelajaran Secara Daring Tidak Optimal Dalam Pembentukan Karakter Siswa</title>
		<link>https://memontum.com/pembelajaran-secara-daring-tidak-optimal-dalam-pembentukan-karakter-siswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2021 10:14:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Jarak Jauh]]></category>
		<category><![CDATA[pjj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135986</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kesulitan dalam pembelajaran siswa-siswi, tidak hanya jadi keluhan orang tua murid. Namun, pihak sekolah juga turut mengalami hal yang sama dalam pembelajaran daring yang dirasa kurang optimal. Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepanjen, Yasik S.Pd, menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran. Akan tetapi, lebih pada pembentukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kesulitan dalam pembelajaran siswa-siswi, tidak hanya jadi keluhan orang tua murid. Namun, pihak sekolah juga turut mengalami hal yang sama dalam pembelajaran daring yang dirasa kurang optimal.</p>



<p>Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) <a href="https://memontum.com/tag/kabupaten-malang">Kepanjen</a>, Yasik S.Pd, menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran. Akan tetapi, lebih pada pembentukan karakter siswa-siswi.</p>



<p>&#8220;Dari total siswa-siswi yang ada di SDN Kepanjen sebanyak 350, hanya sedikit yang benar-benar paham akan tugas yang diberikan oleh gurunya,&#8221; jelasnya, Kamis (04/03) tadi.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika di lihat dari hasil belajar siswa-siswi, masih banyak yang tidak serius dalam menjalani PJJ (pembelajaran jarak jauh).</p>



<p>Dirinya merasa jika pembelajaran daring ini terus di lakukan, maka akan sulit bagi guru untuk menilai kemampuan dan karakter siswa yang sebenarnya.</p>



<p>&#8220;Karena proses pembelajaran secara daring tidak langsung di kontrol oleh guru, apakah mereka serius, atau hanya sekedar untuk absen. Tapi jika pembelajaran tatap muka (PTM), maka secara otomatis guru bisa mengetahui apa yang di serap siswa dari pelajaran maupun tugas yang diberikan kepada mereka,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Masih kata Yasik, ia menyampaikan bahwa dengan adanya PJJ atau pembelajaran secara daring, tidak semua orangtua itu, mampu membimbing anak-anak di rumah seperti mengajar, mendidik dan membina anaknya sendiri, di bandingkan dengan PTM.</p>



<p>&#8220;Jadi tugas guru itu selain mengajar, memberikan materi dan tugas, kita punya peran penting untuk membentuk karakter siswa-siswi,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/126863-dok-gaji-pegawai-honorer-pemkab-naik-rp-500-ribu">Dok… Gaji Pegawai Honorer Pemkab Naik Rp 500 Ribu</a></strong></p>



<p>Untuk mengetahui karakter anak sangat sulit. PJJ seperti sekarang, dari sekian siswa yang ada, banyak yang tidak bisa memahami materi dan tugas yang diberikan. Dirinya yakin bahwa tidak semua murid mengerjakan tugasnya sendiri.</p>



<p>&#8220;Jadi hasil belajar anak kurang optimal, bisa saja yang mengerjakan tugas anak-anak adalah orangtua atau wali, mereka justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk main game dan bermain. Saya menilai PJJ tidak efektif, baik dari segi kedisiplinan maupun dari segi hasil belajar siswa,&#8221; ungkapnya. <strong>(cw3/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135986</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikbud Kota Malang Akan Buat Kurikulum Muatan Lokal Hadapi PJJ</title>
		<link>https://memontum.com/dikbud-kota-malang-akan-buat-kurikulum-muatan-lokal-hadapi-pjj</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 08:09:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pjj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135732</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah berlangsung genap 1 tahun sejak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) melayangkan kebijakan ini, dikarenakan kondisi pandemi tanggal 1 Maret 2020 lalu. Oleh sebab itu dengan masih berlangsungnya PJJ hingga saat ini, dalam ranah pendidikan banyak hal yang harus diperbaiki. Banyak kendala yang dialami siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang </strong>&#8211; Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah berlangsung genap 1 tahun sejak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud-RI) melayangkan kebijakan ini, dikarenakan kondisi pandemi tanggal 1 Maret 2020 lalu.</p>



<p>Oleh sebab itu dengan masih berlangsungnya PJJ hingga saat ini, dalam ranah pendidikan banyak hal yang harus diperbaiki.</p>



<p>Banyak kendala yang dialami siswa dalam pembelajaran daring saat ini. Dimana mau tidak mau, guru pengajar juga ikut merasakan berbagai keluhan dan problem tersebut.</p>



<p>Seperti yang diceritakan Guru Bahasa Indonesia SMPN 9 Kota Malang, Luluk Hesti Dewi, Senin (01/03). &#8220;Banyak kendala yang dilalui siswa, mulai dari kendala sinyal, gadget, hingga kedisiplinan. Sehingga kami berikan bantuan untuk kemudahan siswa kami,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bantuan diberikan bagi yang mengalami kendala seperti sinyal, kuota, bahkan ponsel, dengan mempersilahkan mereka untuk datang ke perpustakaan sekolah. Hal itu dimaksudkan untuk bisa memanfaatkan fasilitas sekolah yang ada.</p>



<p>Meski begitu, wanita yang juga merupakan pustakawan di SMPN 9 itu mengatakan, dalam sehari tak banyak siswa yang datang.</p>



<p>&#8220;Hanya lima sampai belasan saja yang datang, ada juga beberapa yang kemari untuk remidi atau susulan. Soalnya waktu ujian mereka kehabisan kuota, atau sinyanya jelek,&#8221; jabarnya.</p>



<p>Selain itu guru juga memiliki kendala, seperti masalah memori ponsel. &#8220;Kami mengajar tak hanya satu kelas saja. Dan tiap kelasnya ada puluhan siswa. Belum lagi guru yang mengajar lebih dari 1 mata pelajaran,&#8221; keluhnya.</p>



<p>Oleh sebab itu, ia bersama rekan guru lainnya harus ekstra sabar, dalam mengajar selama pandemi.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/135045-penilaian-keseharian-jadi-syarat-kelulusan-siswa-kota-malang-tahun-2021">Penilaian Keseharian Jadi Syarat Kelulusan Siswa Kota Malang Tahun 2021</a></strong></p>



<p>Berkaitan dengan hal tersebut, sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Suwarjana, menerangkan bahwa ada beberapa tugas yang harus ia perbaiki di satu tahun pendidikan daring ini.</p>



<p>Yaitu berkaitan dengan pendidikan karakter. Karena lamanya tidak bertemu guru, membuat kedisiplinan dan pendidikan karakter siswa sedikit luntur.</p>



<p>&#8220;Pendidikan karakter salah satu PR buat saya. Sebab, adik kita sekarang luntur budi pekertinya. Sekolah sudah melakukan upaya penerapan pendidikan karakter, tapi itu kurang efektif, &#8221; ujarnya.</p>



<p>Sehingga, pihaknya sudah berusaha mengumpulkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan pengawas.</p>



<p>&#8220;Kami akan membuat kurikulum muatan lokal untuk budi pekerti. Memang resikonya akan menambah jam pelajaran dan guru pulang agak siang. Semoga nanti tahun 2022 awal sudah kami masukkan,&#8221; terangnya. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135732</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
