<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>PKL di Trenggalek Kena Gusur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pkl-di-trenggalek-kena-gusur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jan 2019 11:06:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>PKL di Trenggalek Kena Gusur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Minim Pembinaan, PKL di Trenggalek Kena Gusur</title>
		<link>https://memontum.com/minim-pembinaan-pkl-di-trenggalek-kena-gusur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2019 11:06:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Minim Pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[PKL di Trenggalek Kena Gusur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=73696</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek&#8211;Masih minimnya pembinaan bagi seluruh pedagang kaki lima (PKL) dan pegangan asongan di Kabupaten Trenggalek, diduga memicu terjadinya polemik saat penertiban dilakukan. Meski sudah disepakati, bahwa pedagang kaki lima diperbolehkan berjualan di area Alun &#8211; Alun Trenggalek, setelah pukul 14.00 WIB, namun masih banyak pedagang kaki lima yang nekat berjualan di area tersebut. Dugaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek&#8211;</strong>Masih minimnya pembinaan bagi seluruh pedagang kaki lima (PKL) dan pegangan asongan di Kabupaten Trenggalek, diduga memicu terjadinya polemik saat penertiban dilakukan. Meski sudah disepakati, bahwa pedagang kaki lima diperbolehkan berjualan di area Alun &#8211; Alun Trenggalek, setelah pukul 14.00 WIB, namun masih banyak pedagang kaki lima yang nekat berjualan di area tersebut.</p>
<p>Dugaan polemik akan penertiban para pedagang kaki lima yang masih berjualan di kawasan pusat kota ini terjadi lantaran minimnya pembinaan dari Pemerintah Daerah.</p>
<p>Bahkan, pasca ditertibkannya oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Trenggalek, sejumlah pedagang kaki lima merasa keberatan dan justru mengadu ke kantor DPRD Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Diketahui jumlah pedagang asongan dan pedagang kaki lima yang berjualan di dalam maupun diluar Alun &#8211; Alun memang cukup banyak. Meski berdasarkan peraturan, hal tersebut tidak diperkenankan, &#8221; ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Siswanto saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).</p>
<p>Semakin menjamurnya pedagang kaki lima dan pedagang asongan ini tentu mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Seperti yang tertera dalam Peraturan Bupati dan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2015 yang menyebutkan bahwa kawasan Alun &#8211; Alun Trenggalek merupakan kawasan terkadang bagi pedagang.</p>
<p>Terlebih, banyaknya pedagang yang berjualan di kawasan ini terjadi pasca dilakukan penambahan arena bermain anak yang ada di sisi barat Alun &#8211; Alun. Tak heran, para pedagang memanfaatkan kesempatan tersbut untuk mencari rejeki.</p>
<p>Sementara, hingga saat ini pihak terkait juga belum melakukan pembinaan apapun kepada para pedagang secara maksimal.</p>
<p>&#8220;Bukan belum melakukan pembinaan, tetapi sudah pernah. Hanya saja saking banyaknya pedagang, membuat mereka mencari tempat strategis sendiri untuk berjualan, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Siswanto mengaku akan melakukan koordinasi terkait hal tersebut kepada Sekretaris Daerah maupun Bupati Trenggalek, untuk mencari solusi terbaik dan tentunya tidak memberatkan para pedagang kaki lima maupun pedagang asongan.</p>
<p>&#8220;Nanti akan kita bahas bersama untuk mencari jalan keluarnya, &#8221; tegas Siswanto.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa pada 15 Januari kemarin, Satpol PP Kabupaten Trenggalek menertibkan sejumlah pedagang kaki lima yang ada di kawasan dalam Alun &#8211; Alun. Merasa tidak terima akan perlakuan tersebut, para pedagang mengadukannya ke kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. (mil/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73696</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
