<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Plafon Jebol &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/plafon-jebol/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Mar 2021 06:31:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Plafon Jebol &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Atap Plafon Ruang Laboratorium Biologi SMAN 2 Batu Jebol</title>
		<link>https://memontum.com/atap-plafon-ruang-laboratorium-biologi-sman-2-batu-jebol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2021 06:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Plafon Jebol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137226</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ruang Laboratorium Biologi SMA Negeri (SMAN) 2 Kota Batu, jebol pada atap plafonnya. Jebolnya atap, diduga terjadi Rabu (17/03) malam dan baru diketahui pihak sekolah pada Kamis (18/03). Kepala Sekolah SMA Negeri 2, Anto Dwi Cahyono, mengatakan bahwa dirinya baru menerima laporan kejadian itu pada Kamis (18/03). &#8220;Kemarin saat kita ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Ruang Laboratorium Biologi SMA Negeri (SMAN) 2 Kota Batu, jebol pada atap plafonnya. Jebolnya atap, diduga terjadi Rabu (17/03) malam dan baru diketahui pihak sekolah pada Kamis (18/03).</p>



<p>Kepala Sekolah SMA Negeri 2, Anto Dwi Cahyono, mengatakan bahwa dirinya baru menerima laporan kejadian itu pada Kamis (18/03).</p>



<p>&#8220;Kemarin saat kita ada kegiatan pembinaan dan pengawasan dari cabang <a href="https://memontum.com/tag/disdik-kota-batu">Dinas Pendidikan</a> Kota Batu dan Malang, baru mendapatkan info sekitar pukul 10.00. Bahwa, ruang laboratorium biologi mengalami atap plafon yang ambrol dan saat ditinjau, memang benar. Sebagian besar plafon yang terbuat dari gypsum, sudah berantakan di lantai,&#8221; jelas Anto, Jumat (19/03) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/133712-penerima-pip-batu-tahun-ini-turun">Penerima PIP Batu Tahun Ini Turun</a></strong></p>



<p>Masih menurut Anto, ruangan itu dibangun sekitar tujuh tahun yang lalu. Faktor penyebabnya, masih kami teliti. Apakah beban terlalu berat atau ada kondisi bangunan yang sudah lapuk. Untuk itu, sekolah berkirim surat ke DPUPR Kota Batu, guna mengetahui akibat dan seberapa besar kerusakannya pada gedung tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami pada posisi mencari informasi. Memang hampir setahun ini, tidak ada kegiatan di sekolah. Gedung tetap kami rawat, tapi kami tidak tahu kekuatan bangunan tersebut. Harapannya, segera ada perbaikan kembali karena kami segera melapor ke Dapodik paling lambat Maret ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkan, kerusakan memang di dalam instruksi tersebut harus ada penilaian DPUPR. Tujuannya, agar tahu seberapa besar kerusakan yang ada. Ini baru pertama kali terjadi.</p>



<p>&#8220;Ya ada kerusakan kecil. Seperti lampu, genteng bocor, saluran air mampet. Kalau yang ini, kayaknya di luar dugaan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara untuk alat-alat laboratorium, dirinya menjelaskan, tidak ada yang rusak. Karena jatuh plafon, mengenai langsung ruangan kelas. Sementara untuk peralatan, ada gudangnya sendiri.</p>



<p>&#8220;Untungnya, saat itu tidak ada proses pembelajaran. Tidak ada korban jiwa, karena ruangan tersebut kosong. Kami ada kegiatan, tapi di ruangan lain,&#8221; paparnya.</p>



<p>Disinggung apakah kegiatan pembelajaran tatap muka segera dilakukan, Anto menjelaskan, bahwa sesuai instruksi, pada Juli untuk tatap muka sesuai anjuran Bapak Menteri. Secara SOP, sudah kami penuhi dan berkirim surat ke Gugus Tugas Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Rencananya kelas 12, tapi kalau tahun ajaran baru, kami sesuaikan. Karena aturannya, sepertiga siswa yang masuk. Sesuai survei, sudah kami lakukan dan ada 70 persen orang tua setuju untuk pembelajaran tatap muka,&#8221; paparnya seraya menambahkan, untuk kerusakan ruang laboratorium nantinya, sesuai edaran Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur, selain yang menentukan DPUPR, juga belum bisa menyimpulkan ini butuh anggaran berapa. Kalau ringan bisa menggunakan BOS, kalau menengah dan berat, bisa menggunakan DAK. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atap Plafon Puskesmas Beji Sudah Jebol, Masih Belum Ditinjau</title>
		<link>https://memontum.com/atap-plafon-puskesmas-beji-sudah-jebol-masih-belum-ditinjau-atap-plafon-puskesmas-beji-sudah-jebol-masih-belum-ditinjau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2021 13:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Akreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[Atap Plafon]]></category>
		<category><![CDATA[Plafon Jebol]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Beji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131834</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Miris. Begitulah reaksi yang diperlihatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, merespon jebolnya atap plafon bangunan Puskesmas Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang dibangun dengan nilai anggaran Rp 5,5 miliar. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Dr Kartika Tri Sulandari, saat dikonfirmasi mengenai keberadaan bangunan yang baru setahun digunakan itu, justru mengatakan akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Miris. Begitulah reaksi yang diperlihatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, merespon jebolnya atap plafon bangunan Puskesmas Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang dibangun dengan nilai anggaran Rp 5,5 miliar.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Dr Kartika Tri Sulandari, saat dikonfirmasi mengenai keberadaan bangunan yang baru setahun digunakan itu, justru mengatakan akan melakukan pemantau. Baru kemudian, dilakukan langkah-langkah termasuk soal penganggaran.</p>



<p>&#8220;Nanti kita pantau dan segera mungkin akan kita tindaklanjuti,&#8221; kata Kartika seraya buru-buru meninggalkan lokasi, Senin (11/01) tadi.</p>



<p>Kepala UPT Puskesmas Beji, dr Muhammad Mufid, saat dikonfirmasi di kantornya, mengatakan tidak tahu menahu terkait kerusakan di tempatnya bekerja. </p>



<p>Dirinya pun, juga tidak tahu apa yang menyebabkan kerusakan jebolnya plafon. Dengan alasanya, dirinya baru menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Beji, per Agustus 2020.</p>



<p>“Saya baru masuk ke sini Agustus (2020, red), jadi tidak banyak tahu. Rusaknya mulai kapan juga lupa, yang tahu justru Dinas Kesehatan,” ujar Mufid, Senin (11/01).</p>



<p>Saat akan ditanya hal lain, Mufid malah meminta konfirmasi langsung ke dinas. &#8220;Kalau saya posisinya di UPT. Publikasi itu dikendalikan dinas. Agar infonya lebih lengkap, ke dinas saja. Dinas selalu paham. Selama ini berjalan, kalau untuk publikasi media yang mengendalikan Dinas Kesehatan,” paparnya.</p>



<p>Mufid kembali menegaskan, jika dirinya tidak tahu penyebab rusaknya langit-langit pada plafon Puskesmas.</p>



<p>“Rusaknya karena apa, juga tidak tahu. Rusaknya sejak kapan, juga tidak tahu. Langkah saya preventif saja. Kan, tidak banyak bocornya hanya beberapa lokasi. Namanya bocor, ya dihindari,” ujarnya enteng. </p>



<p>Sebagaimana diberitakan, ada sebanyak dua ruang berbeda di bangunan yang dikerjakan dan rampung di tahun 2019 itu, mengalami kerusakan pada atap plafon. Akibat kerusakan, juga sempat merusak barang elektronik kantor. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Atap Plafon Bangunan Puskesmas Beji Senilai Rp 5,5 Miliar Jebol, Padahal Baru Setahun Digunakan</title>
		<link>https://memontum.com/atap-plafon-bangunan-puskesmas-beji-senilai-rp-55-miliar-jebol-padahal-baru-setahun-digunakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 07:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[komisi C]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Plafon Jebol]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Beji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131702</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Baru sekitar setahun difungsikan, atap bangunan plafon Kantor UPT Puskesmas Beji di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sudah jebol. Pembangunan kantor yang menelan anggaran sekitar Rp 5,5 Miliar atau Rp 6,2 miliar dari Pagu di tahun 2019 itu, kontan menyisakan lubang menganga di dua ruangan berbeda. Pertama, atap plafon di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Baru sekitar setahun difungsikan, atap bangunan plafon Kantor UPT Puskesmas Beji di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sudah jebol.</p>



<p>Pembangunan kantor yang menelan anggaran sekitar Rp 5,5 Miliar atau Rp 6,2 miliar dari Pagu di tahun 2019 itu, kontan menyisakan lubang menganga di dua ruangan berbeda.</p>



<p>Pertama, atap plafon di ruang staf dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang 2 meter. Kejadian tersebut, berlangsung pada 3 Desember 2020. Kemudian, atap plafon di ruang kepala tata usaha, pada Rabu (07/01) sore lalu.</p>



<p>Penjaga UPT Puskemas Beji, Keristio (35), menyampaikan bahwa kerusakan atap plafon diduga karena genteng yang bocor dan membuat air hujan menggenang pada plafon tersebut. Dari situ, diduga air menggenang sehingga mengakibatkan kerusakan alias jebolnya atap.</p>



<p>&#8220;Sebelum ambrol, mungkin karena awalnya ada genteng yang bocor. Sehingga, air jatuh ke plafon. Lama kelamaan, atap pun kemudian menjadi jebol. Beruntung, saat kejadian tidak ada korbannya,&#8221; kata penjaga UPT, Sabtu (09/01) tadi.</p>



<p>Ambrolnya plafon, kontan membuat sebagian ruang tidak bisa difungsikan. Sementara akibat kejadian itu, membuat alat elektronik UPT, pun rusak karena tertimpa matrial plafon. Sedangkan beberapa ruang lain, diperoleh informasi juga terjadi rembesan saat hujan turun.</p>



<p>Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud, saat dikonfirmasi sangat menyayangkan kejadian itu. Mengingat, perbaikan gedung baru dilakukan di tahun 2019. Artinya, baru setahun digunakan, sudah mengalami kerusakan.</p>



<p>&#8220;Tentu saja, saya sangat menyayangkan kejadian di UPT Puskesmas Beji. Apalagi, saat itu anggaran rehabilitasi gedungnya, menelan biaya yang tidak sedikit,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Batu itu menambahkan, bagaimana sistem perencanaan dan pengawasan selama rehabilitasi gedung dilakukan, layak dipertanyakan. Mengingat, ruangan yang mengalami kerusakan atau jebol, bukan satu titik. Namun, ada di lantai bangunan berbeda.</p>



<p>&#8220;Ini perlu dipertanyakan bagaimana perencanaan dan pengawasannya,&#8221; tegas Didik.</p>



<p>Sekedar diketahui, untuk rehab bangunannya sendiri, awalnya hanya dua lantai dan kemudian menjadi tiga lantai. Dalam bangunan, dilengkapi dengan sarana tempat ibadah atau mushola.</p>



<p>Sedangkan, UPT Puskesmas Beji, termasuk satu-satunya dari lima puskesmas yang terakreditasi Utama. Sementara sisanya, terakreditasi Madya. <strong>(cw2/sit)</strong></p>



<p></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131702</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
