<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>plat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/plat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jul 2023 10:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>plat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kawanan Pelaku Curanmor diantaranya Pasutri dengan Modus Gunakan Plat Merah Palsu Dibekuk</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-pelaku-curanmor-diantaranya-pasutri-dengan-modus-gunakan-plat-merah-palsu-dibekuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[diantaranya]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[modus]]></category>
		<category><![CDATA[palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[plat]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192303</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komplotan pelaku pencurian motor (Curanmor) yang terdiri dari pasangan suami istri (Pasutri) berinisial ST (47) dan DE (44), warga kawasan Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, berhasil diringkus petugas Polres Probolinggo Kota. Selain menangkap keduanya, petugas juga membekuk seorang pelaku Curanmor lainnya, yakni berinisial RH (39), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ketiga pelaku, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komplotan pelaku pencurian motor (Curanmor) yang terdiri dari pasangan suami istri (Pasutri) berinisial ST (47) dan DE (44), warga kawasan Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, berhasil diringkus petugas Polres Probolinggo Kota. Selain menangkap keduanya, petugas juga membekuk seorang pelaku Curanmor lainnya, yakni berinisial RH (39), warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.</p>



<p>Ketiga pelaku, adalah sindikat kawanan Curanmor yang biasanya beroperasi dengan menggunakan Nopol palsu. Tidak puas hanya menangkap ketiganya, petugas juga menangkap seorang penadah berinisial, RR (47), warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa&#8217;bani, mengatakan bahwa komplotan tersebut saat beraksi selalu menggunakan kendaraan dengan plat merah. Plat merah yang digunakan tersebut, merupakan Nopol palsu.</p>



<p>Terkait dengan pengungkapan aksi pelaku, paparnya, berawal dari laporan korban Curanmor di Taman Maramis Jumat (16/06/2023) lalu. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ST dan RH.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dari hasil penyelidikan, petugas kali pertama berhasil membekuk ST dan RH. Dari situlah, kemudian kita kembangkan dan berhasil membekuk DE, yang tidak lain adalah istri ST. Kemudian, kita juga menangkap RR, yang merupakan penadah,&#8221; terangnya saat rilis di Mapolres Kota Probolinggo, Sabtu (01/07/2023) tadi.</p>



<p>Kepada petugas, komplotan tersebut mengaku bahwa dalam aksinya juga menggunakan motor Honda Supra Nopol N 3463 PP, dengan warna plat merah. Sarana itu digunakan, agar tidak dicurigai oleh warga saat beraksi. Untuk area operasinya, berada di sekitaran Taman Maramis.</p>



<p>Terkait peran DE, diketahui juga sebagai eksekutor. Diantaranya, juga merusak kunci motor korban yang di parkir. Sedangkan RH, kadang sebagai pemantau situasi.</p>



<p>&#8220;Dari hasil penyelidikan terhadap tiga kawanan pelaku ini, diketahui bahwa aksi mereka sudah berlangsung di 20 TKP. Paling banyak, aksi mereka berlangsung di Taman Maramis,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari pengungkapan ini, pihaknya juga mengamankan barang-bukti berupa tiga unit sepeda motor, dua buah kunci T, BPKB dan STNK serta plat Nopol. Selain itu, juga sejumlah spion motor dari aksi kejahatan. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192303</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanah Rumah Tiba-tiba Diukur Orang Bermobil Plat Merah, Warga Buruja Sumenep Terusik</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-rumah-tiba-tiba-diukur-orang-bermobil-plat-merah-warga-buruja-sumenep-terusik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 15:28:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bermobil]]></category>
		<category><![CDATA[buruja]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diukur]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[plat]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<category><![CDATA[terusik]]></category>
		<category><![CDATA[tiba-tiba]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191534</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Ketenangan warga di Dusun Buruja, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terusik, Rabu (21/06/2023) tadi. Adalah Misrawi, yang mengaku merasa kaget, karena mendapati tanah miliknya diukur oleh sejumlah orang dengan mengendarai mobil plat merah. Kejadian itu, diketahuinya dari pantauan CCTV yang berada di sekitar lokasi. Sementara, Misrawai sendiri mengaku, bahwa aktivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Ketenangan warga di Dusun Buruja, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terusik, Rabu (21/06/2023) tadi. Adalah Misrawi, yang mengaku merasa kaget, karena mendapati tanah miliknya diukur oleh sejumlah orang dengan mengendarai mobil plat merah.</p>



<p>Kejadian itu, diketahuinya dari pantauan CCTV yang berada di sekitar lokasi. Sementara, Misrawai sendiri mengaku, bahwa aktivitas itu tidak ada pemberitahuan apapun kepada dirinya. Sementara sejumlah orang yang diamati dari CCTV, seperti sedang melakukan pengukuran tanah.</p>



<p>&#8220;Saya tidak tahu, dalam rangka apa beberapa orang itu. Namun, dari gerak-geriknya di CCTV, terlihat orang tersebut seperti mengukur tanah,&#8221; katanya saat dihubungi melalui saluran telepon, Rabu (21/06/2023) tadi.</p>



<p>Rasa heran Misrawi memuncak, saat sejumlah orang yang mengendarai mobil plat merah tersebut, sampai masuk ke dalam area tanah yang selama ini sudah dipagar untuk budidaya tambak. Sementara status tanah, telah ber SHM dan tidak bermasalah. Termasuk, juga tidak mengajukan PTSL.</p>



<p>&#8220;Sampai ke dalam, mas,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melihat kejadian tersebut, Misrawi lantas menemui Kepala Desa Lapa Laok, Imam Gazali, untuk menanyakan aktivitas sejumlah orang yang terlihat seperti melakukan pengukuran. Berdasarkan penjelasan Kepala Desa Lapa Laok, diketahui jika aktivitas beberapa orang itu tidak ada pemberitahuan kepada pihak Pemerintah Desa Lapa Laok.</p>



<p>&#8220;Saya tidak menerima laporan atau konfirmasi apapun dari orang tersebut,&#8221; ujar Misrawi, mengulang penjelasan Kades Lapa Laok.</p>



<p>Kepala Desa Lapa Laok, Imam Gazali, saat dikonfirmasi ulang mengenai aktivitas orang bermobil Plat Merah, juga mengaku kaget mendengar laporan warganya.</p>



<p>&#8220;Tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada pemerintah desa,&#8221; ujar Gazali melalui saluran telepon, Rabu (21/06/2023) tadi.</p>



<p>Imam Gazali juga mengaku heran, sebab dirinya menduga hal itu dilakukan oleh pihak terkait atau pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang pertanahan. Karena, tidak mungkin masyarakat mengendarai kendaran mobil plat merah.</p>



<p>Jika memang peristiwa pengukuran itu benar, paparnya, seharusnya pihak terkait dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep, terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik tanah dan pemerintah desa. &#8220;Kalau dilihat dari kendaraannya, dapat diduga dari pertanahan. Karena mobil plat merah tidak mungkin dikendarai masyarakat umum,&#8221; jelasnya. <strong>(dan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191534</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
