<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>plesir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/plesir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Nov 2017 12:15:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>plesir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pejabat Gresik Patut Dicontoh, Dinas Keluar Negeri Gunakan Uang Pribadi</title>
		<link>https://memontum.com/pejabat-gresik-patut-dicontoh-dinas-keluar-negeri-gunakan-uang-pribadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2017 12:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[plesir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/8873-pejabat-gresik-patut-dicontoh-dinas-keluar-negeri-gunakan-uang-pribadi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Dampak kabar pejabat plesiran ke malaysia beberapa minggu lalu berbuntut panjang dikalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Gresik. Dan ini mungkin satu satunya hanya pejabat di lingkungan Pemkab Gresik yang sudi melaksanakan perjalanan dinas dengan menggunakan uang pribadinya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 119 pejabat tersebut melaksanakan perjalanan dinasnya ke Malaysia yang menelan biaya ‘pribadi’ [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8212; Dampak  kabar pejabat plesiran ke malaysia beberapa minggu lalu berbuntut panjang dikalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Gresik. Dan ini mungkin satu satunya hanya pejabat di lingkungan Pemkab Gresik yang sudi melaksanakan perjalanan dinas dengan menggunakan uang pribadinya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 119 pejabat tersebut melaksanakan perjalanan dinasnya ke Malaysia yang menelan biaya ‘pribadi’ sedikitnya Rp 660 juta.</p>
<p>Mujid Ridwan salah satu anggota Komisi I DPRD Gresik menyatakan, dalam dengar pendapat atau hearing yang digelar secara tertutup minggu kemarin menyatakan, bahwa komisinya tidak menemukan bukti ‘plesiran’ ratusan pejabat itu melanggar.</p>
<p>“Surat perjalanan dinasnya ada, dan tidak menggunakan anggaran APBD,” tegas Mujid usai dengar pemdapat secara tertutup beberapa waktu yang lalu. Pernyataan Mujid yang mempertegas bahwa melaksanakan kegiatan dinas ke luar negeri namun tidak menggunakan anggaran APBD terdengar tidak lazim lantaran tidak masuk akal.</p>
<p>“Kok aneh, masak dinas tapi menggunakan uang pribadi. Ini kan tidak masuk akal. Mungkin hanya Gresik yang mampu. Kabupaten lain diseluruh Indonesia bisa mencontoh Gresik, atau paling tidak studi banding ke Gresik. Ini hebat sekali pejabatnya,” ungkap Muslih Hasyim tokoh pemuda NU, Senin (27/11/2017).</p>
<p>Mantan Ketua Tim Sahabat SQ ini menegaskan, pernyataan Komisi I patut dipertanyakan kredibilitasnya sebagai wakil rakyat. Sebagai wakil rakyat mereka mestinya paham, mungkinkah tugas dinas dibiayai uang pribadi?</p>
<p>“Ini (Komisi I) patut dipertanyakan. Dan tidak masuk akal Komisi I percaya begitu saja bahwa tugas dinas menggunakan uang pribadi,” tandasnya. Pengurus jajaran Satkornas Banser Pusat ini menegaskan, ‘plesiran’ pejabat pemkab Gresik ke Malaysia sangat tidak etis dan tidak pantas. Masalahnya banyak persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat pejabatnya foya-foya keluar negeri.</p>
<p>“Sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat. APBD kritis, masyarakatnya kesulitan ekonomi bupati dan pejabatnya foya-foya ke luar negeri,” ungkapnya. Jika memang harus ke Malaysia untuk bertemu dengan TKI mestinya tidak membawa ratusan pejabat. Cukup dinas terkait. “Apa urgensinya ?. Dan harus diungkap benarkah mereka menggunakan uanh pribadi. Karena hanya pejabat di Gresik yang mau menggunakan uang pribadi untuk kegiatan dinasnya,” pungkasnya. <strong>(sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivis Sosial dan FPG DPRD Gresik Kritisi Pelesir Bupati dan Ratusan PNS ke Malaysia Pemborosan, Tidak Pro Rakyat</title>
		<link>https://memontum.com/aktivis-sosial-dan-fpg-dprd-gresik-kritisi-pelesir-bupati-dan-ratusan-pns-ke-malaysia-pemborosan-tidak-pro-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Nov 2017 08:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[plesir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/7175-aktivis-sosial-dan-fpg-dprd-gresik-kritisi-pelesir-bupati-dan-ratusan-pns-ke-malaysia-pemborosan-tidak-pro-rakyat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Setelah beberapa anggota DPRD Gresik menyoroti lawatan Bupati dan Wabup Gresik Sambari Halim Radianto ke Malaysia bersama 119 rombongan, mulai pejabat eselon II,III, IV, staf (PNS) dan pejabat BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di lingkup Pemkab Gresik, terus menjadi bulan-bulanan kritik dari masyarakat dan kini salah aktivis sosial Umi Khulsum angkat bicara. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8212;  Setelah beberapa anggota DPRD Gresik menyoroti lawatan Bupati dan Wabup Gresik Sambari  Halim Radianto ke Malaysia bersama 119 rombongan, mulai pejabat eselon II,III, IV, staf (PNS) dan pejabat BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di lingkup Pemkab Gresik, terus menjadi bulan-bulanan kritik dari masyarakat dan kini salah aktivis sosial Umi Khulsum angkat bicara.</p>
<p>Mereka menilai langkah pejabat Pemkab Gresik ini tidak elok disaat kondisi masyarakat dihadapkan dengan ekonomi susah. Apalagi banyak masyarakat membutuhkan uluran tangan pemerintah terkait sakit yang dideritanya.</p>
<p>Selain itu pihaknya juga menilai kepergian 120 rombongan Bupati ke Malaysia merupakan pentuk pemborosan anggaran.&#8221; Ini pemborosan, terlepas menggunakan uang pribadi atau APBD. Kan masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan pejabat khusunya mereka yang hidupnya pas pasan. </p>
<p>Dan menurut data kami diantaranya Mohamad Atan warga Driyorejo yang menyandang penyakit microsipaly itu juga dari kalangan warga miskin yang penuh berharap bantuan dari pemerintah Gresik, tapi mana buktinya selama ini,&#8221; ujar Umi Khulsum melaluhi telephon.</p>
<p>Tak hanya di Driyorejo Umi juga menyebutkan di Desa Wedani Kecamatan Cerme juga banyak warga masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan lantaran tak mampu membayar ongkos berobat sehingga harus memakai BPJS mandiri.</p>
<p>&#8220;Seharusnya daripada dibuat plesir seperti itu, kan mending untuk kegiatan sosial. Jangan rame bersosial hanya pada waktu kampanye saja, sangat di sayangkan jika pemerintah sudah mengeluarkan dana banyak hanya dikemas dalam bentuk keakraban. Terlepas itu biaya sendiri,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Senada apa yang di sampaikan anggota FPG DPRD Gresik Wongso Negoro, kalau benar kepergian 120 pejabat Pemkab Gresik bersama staf itu pakai uang pribadi dan setiap orang ditarik Rp 5,5 juta, maka sedikitnya ada uang terkumpul Rp 660 juta.&#8221; Itu uang tak sedikit, &#8221; ungkap politisi Golkar asal Menganti ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7175</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
