<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>PLN Lumajang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pln-lumajang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2020 06:01:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>PLN Lumajang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Listrik Naik Saat Pandemi Corona, Ini Penjelasan PLN Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/listrik-naik-saat-pandemi-corona-ini-penjelasan-pln-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 02:23:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[PLN Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120328-listrik-naik-saat-pandemi-corona-ini-penjelasan-pln-lumajang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kenaikan tarif listrik bagi sebagian pelanggan pascabayar seperti yang terjadi di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang yang tiba-tiba melojak naik berhubungan dengan situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi corona. Hal itu dikatakan Manager PLN Lumajang Hendrik, pada memontum.com Senin (27/7/2020) siang. Dikantornya guna memberikan penjelasan. &#8220;Jadi begini pak, untuk bulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Kenaikan tarif listrik bagi sebagian pelanggan pascabayar seperti yang terjadi di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang  yang tiba-tiba melojak naik berhubungan dengan situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi corona. Hal itu dikatakan Manager PLN Lumajang Hendrik, pada memontum.com Senin (27/7/2020) siang. Dikantornya guna memberikan penjelasan.</p>
<p>&#8220;Jadi begini pak, untuk bulan maret sama april sesuai dengan intruksi pemerintah diberlakukannya PSBB.  PLN tidak melakukan pembacaan meter ke pelanggan, selama dua bulan, kemudian untuk tagihan listriknya itu dihitung sesuai dengan rata-rata. Jadi rata-rata pemakaian sebelumnya itu dijadikan acuan,&#8221; terang Hendrik menganggapi adanya keluhan warga.</p>
<p>Dijelaskan, Pelayanan Pelanggan PLN tagihan listrik pada Mei dan Juni tidak lagi menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan. PLN akan menghitung langsung dengan membaca meter kwh pemakaian pelanggan.</p>
<p>&#8220;Jadi kemudian untuk dibulan mei sudah dilakukan pembacaan kembali, tetapi pada bulan mei tersebut untuk dilokasi pelanggan itu pagarnya tutup, jadi dilakukan pencatatan lagi seperti bulan sebelumnya. Kemungkinan pada bulan dilakukan rata-rata itu, dipelanggan itu pemakaiannya ada peningkatan. Atau listriknya memang dipakai sesuai dengan stannya itu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;kemudian di bulan juni kemarin ketika dilakukan pembacaan dan petugas berhasil mendapatkan angka stan meter, pemakaian yang belum sempat terbaca tadi terakumulasi dibulan juni. Sehingga tagihannya mencapai angka itu. Itu sebenarnya murni dari pemakaian energi listrik yang digunakan oleh pelanggan yang sesuai dengan ukur di KWH meter,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><a href="https://lumajang.memontum.com/2364-warga-banjarwaru-lumajang-menjerit-pln-biasa-bayar-rp-58-ribu-kena-rp-940-ribu" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Baca :</strong> Warga Banjarwaru Lumajang ‘Menjerit’, PLN Biasa Bayar Rp 58 Ribu Kena Rp 940 Ribu</a></p>
<p>Lanjut dia, sebenarnya PLN mulai bulan april kemarin ada istilahnya pembacaan meter mandiri. Jadi pelanggan itu bisa melakukan pembacaan meter mandiri, setiap tanggal di atas dua puluh pelanggan bisa mengirimkan stan meter itu ke PLN. Melalui WhatsApp Center 08122123123. </p>
<p>&#8220;Caranya melakukan WhatsApp ke nomor tersebut mengirim foto kwh meternya kirim ke PLN. Misalkan pelanggan keluar kota atau tidak dirumah sedangkan petugas kan butuh data meter itu, ketika tidak bisa melakukan pembacaan pelanggan bisa menyampaikan sendiri ke WhatsApp Center tersebut,&#8221; pungkasnya.<strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120328</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Banjarwaru Lumajang &#8216;Menjerit&#8217;, PLN Biasa Bayar Rp 58 Ribu Kena Rp 940 Ribu</title>
		<link>https://memontum.com/warga-banjarwaru-lumajang-menjerit-pln-biasa-bayar-rp-58-ribu-kena-rp-940-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2020 02:27:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[PLN Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[tagihan listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120033-warga-banjarwaru-lumajang-menjerit-pln-biasa-bayar-rp-58-ribu-kena-rp-940-ribu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pembengkakan tagihan listrik pascabayar milik, M Degik (47) warga Dusun Banjarwaru, Desa Banjarwaru, Kecamatan/Kabupaten Lumajang Jawa Timur &#8216;Tidak Masuk Akal&#8217;. Pasalnya, Degik menyampaikan jika penggunaan KWH pada bulan bulan terakhir, tagihan Rekening listriknya mengalami kenaikan yang cukup besar dan sepertinya tidak wajar. Dijelaskan, bulan Februari 2020. Ia mengontrak rumah milik Dugel Ariyanto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Pembengkakan tagihan listrik pascabayar milik, M Degik (47) warga Dusun Banjarwaru, Desa Banjarwaru, Kecamatan/Kabupaten Lumajang Jawa Timur &#8216;Tidak Masuk Akal&#8217;. Pasalnya, Degik menyampaikan jika penggunaan KWH pada bulan bulan terakhir, tagihan Rekening listriknya mengalami kenaikan yang cukup besar dan sepertinya tidak wajar.</p>
<p>Dijelaskan, bulan Februari 2020. Ia mengontrak rumah milik Dugel Ariyanto yang saat itu belum terpasang saluran listrik PLN, kemudian pada bulan yang sama dirinya melakukan pasang baru listrik untuk rumah milik Dugel Ariyanto yang saat ini ditempatinya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-120035" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0223.jpg?resize=740%2C323&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="323" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0223.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0223.jpg?resize=300%2C131&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0223.jpg?resize=600%2C262&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0223.jpg?resize=200%2C87&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><br />
<img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-120034" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0224.jpg?resize=740%2C315&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="315" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0224.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0224.jpg?resize=300%2C128&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0224.jpg?resize=600%2C255&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200723-WA0224.jpg?resize=200%2C85&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Pada Bulan Februari 2020, saya mulai menempati rumah Dugel Ariyanto setelah listriknya terpasang,&#8221; ungkapnya pada wartawan, Kamis (23/7/2020) siang.</p>
<p>Mata dia, daya KWH yang diambil 900 Volt dan setiap bulannya dirinya membayar kisaran Rp 56.000 &#8211; Rp 58.000, namun alangkah terkejutnya ketika hendak melakukan pembayaran pada bulan Juli 2020, karena tagihannya melojak hingga Rp 940.000 ribu.</p>
<p>&#8220;4 bulan sebelumnya setelah pasang baru, saya bayar tagihan listrik rata-rata tidak sampai Rp 60.000, namun pada bulan ini (Juli, red) tagihannya Rp 940.000, saya kaget dengan tagihan listrik ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pihaknya sudah komplain ke Kantor PLN Lumajang, namun katanya tidak ada solusi, Degik menceritakan bahwa kenaikan tarif bayar listrik tersebut diakibatkan selama Pandemic Covid 19, yang tidak ada controlan.</p>
<p>&#8220;Katanya selama Corona tidak dikontrol, lalu kenapa print out tagihan saya kok bisa keluar kalau tidak dikontrol,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Fandi, selaku penanggung jawab pelayanan PLN Lumajang, menjelaskan melalui pesan WhatsApp jika pembengkakan tagihan listrik pascabayar disebabkan tagihan rekening secara acak, karena pada bulan Maret dan April tidak dilakukan kontrol oleh petugas Cater, sehingga pada tagihan bulan berikutnya tagihan pelanggan membengkak.</p>
<p>&#8220;Pada dasarnya tagihan rekening listrik adalah angka/stan baca yang di kontrol di kwh meter. Membengkaknya tagihan rekening listrik salah satunya dikarenanan bulan maret dan april yang tidak dilakukan kontrol oleh Petugas Cater akibat anjuran Pemerintah PSBB,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Setelah adanya instruksi kembali oleh PLN Pusat maka bulan Mei dan selanjutnya di lakukan kontrol dan sesuai dengan angka stan di kwh meter. Nah saat itu lah utk pelanggan-pelanggan yang tagihannya awalnya dirata-rata bisa membengkak dibelakang,&#8221; imbuhnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120033</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
