<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>podang, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/podang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Oct 2023 14:11:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>podang, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pastikan Kualitas Mangga Podang Tetap Bagus, Mas Dhito Lakukan Pengecekan dan Dialog dengan Petani</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kualitas-mangga-podang-tetap-bagus-mas-dhito-lakukan-pengecekan-dan-dialog-dengan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagus,]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mangga]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengecekan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[podang,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199359</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Memasuki musim panen Mangga Podang, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pengecekan Pasar Buah Banyakan, Jumat (06/10/2023) sore. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu untuk memastikan bahwa buah mangga yang dijual petani benar-benar masak pohon. Untuk memastikan, selain melihat-lihat buah mangga yang dijual, Mas Dhito-sapaan akrabnya, juga berdialog dengan petani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kediri</strong> &#8211; Memasuki musim panen Mangga Podang, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pengecekan Pasar Buah Banyakan, Jumat (06/10/2023) sore. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Kediri, itu untuk memastikan bahwa buah mangga yang dijual petani benar-benar masak pohon.</p>



<p>Untuk memastikan, selain melihat-lihat buah mangga yang dijual, Mas Dhito-sapaan akrabnya, juga berdialog dengan petani yang tengah menjual mangga panenannya di pasar. Bahkan, Mas Dhito mencoba mencicipi langsung mangga yang dijual petani.</p>



<p>&#8220;Kita tes untuk memastikan petani tidak melakukan boosting atau booster terhadap tanamannya. Tadi ada yang kita cek dan alhamdulilah ternyata masak dari pohon langsung,&#8221; kata Mas Dhito.</p>



<p>Sebagai salah satu komoditas unggul tanaman hortikultura, khususnya di wilayah barat sungai, Mas Dhito serius untuk melakukan pengawasan terhadap petani Mangga Podang. Pengawasan itu, untuk menjaga petani tidak melakukan booster atau memacu buah supaya cepat matang dengan ethrel.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan pengawasan yang dilakukan, diharapkan kualitas Mangga Podang tetap terjaga yang diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dan berdampak pada kesejahteraan petani. &#8220;Pesannya buat petani Mangga Podang, jangan di booster supaya cepat matang. Nanti cepat busuk seperti pengalaman tahun kemarin,&#8221; pesan Mas Dhito kepada para petani Mangga Podang.</p>



<p>Dalam kunjungannya ke pasar buah itu, Mas Dhito juga memborong Mangga Podang dari Damis, petani yang diajak berdialog. Setidaknya, terdapat dua kwintal Mangga Podang yang dibeli Mas Dhito dan diminta dibagikan kepada warga.</p>



<p>Petani asal Dusun Gunung Butak, Bulusari, Tarokan, itu mengaku dari luasan lahan perkebunan Mangga Podang yang dimiliki, setiap dua hari dirinya selalu menjual hasil panenan sekitar 4 kwintal. &#8220;Buahnya saya jaga supaya masak alami dari pohon, saya tidak pernah booster,&#8221; akunya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menerangkan bahwa musim buah mulai pada September, dimana setiap hari rata-rata bisa mencapai dua ton Mangga Podang dari petani masuk ke pasar buah. &#8220;Nanti di November ini bisa sampai lima ton, peak season (puncak berbuah) nanti di bulan November dan Desember,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pemasaran buah Mangga Podang itu tidak hanya lokal Kediri, melainkan juga dikirim sampai ke Kalimantan, Bali, Surabaya dan beberapa daerah lain di sekitar Kediri. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199359</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Krecek Pelem Podang, Makanan Tradisional Kediri Pengganti Lauk Pauk yang Cocok Dicampur Mie</title>
		<link>https://memontum.com/krecek-pelem-podang-makanan-tradisional-kediri-pengganti-lauk-pauk-yang-cocok-dicampur-mie</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 01:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[dicampur]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[krecek]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[podang,]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199170</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Mangga Podang menjadi salah satu komoditi unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kediri. Pohon Mangga Podang, paling banyak tersebar di wilayah barat sungai, yang ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Banyakan, Grogol dan Kecamatan Tarokan. Buah Mangga Podang sendiri, memiliki ciri khas berbeda dengan mangga jenis lainnya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan mangga &#8216;bokong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Mangga Podang menjadi salah satu komoditi unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kediri. Pohon Mangga Podang, paling banyak tersebar di wilayah barat sungai, yang ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Banyakan, Grogol dan Kecamatan Tarokan.</p>



<p>Buah Mangga Podang sendiri, memiliki ciri khas berbeda dengan mangga jenis lainnya. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan mangga &#8216;bokong abang&#8217; (Pantat Merah). Jika sudah masak, warna mangga ini akan kuning kemerah dan rasanya sangat manis.</p>



<p>Mangga Podang sendiri, hanya memiliki satu kali musim panen antara bulan Oktober, November dan Desember. Saat musim panen tiba seperti sekarang ini, harganyapun turun drastis bisa mencapai angka Rp 3.000 perkilogram.</p>



<p>Melimpahnya buah Mangga Podang saat panen raya dan harganya murah, biasanya membuat masyarakat sekitar enggan untuk memanennya. Alhasil, busuk dan jatuh sendiri dari pohon.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ridwan Efendi, warga asli Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, yang memiliki cara untuk mengolah buah Mangga Podang menjadi bahan makanan yang cukup lezat yang warga sekitar menyebutnya &#8216;Krecek pelem&#8217; atau istilah lainnya Karak Mangga.</p>



<p>Menurut Ridwan, makanan ini adalah resep turun temurun sejak nenek moyang. Cara mengolahnya, pun sangat sederhana, yaitu setelah dikupas dan diiris tipis-tipis, mangga kemudian dilumuri abu. Setelah merata, baru dijemur hingga kering sempurna.</p>



<p>&#8220;Karak Mangga biasanya digunakan untuk pengganti lauk pauk dan dapat pula dijadikan bothok dengan dicampur dengan kelapa muda. Lebih enak lagi, bila dimasak tumis bareng mie. Teksturnya kenyal seperti kita makan jamur,&#8221; terangnya saat membuat krecek di rumahnya, Selasa (03/10/2023) tadi.</p>



<p>Masih kata Ridwan, semakin berkembangnya zaman dan banyak bermunculan rumah makan mewah, sekarang sudah jarang warga yang masih memproduksinya untuk dikonsumsi sendiri. &#8220;Padahal bahan makanan tradisional seperti krecek pelem ini terbilang sangat ekonomis dan dijamin tanpa bahan pengawet. Jadi aman dikonsumsi oleh siapa pun,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Karenanya, dirinya pun berharap makanan tradisional ini tetap berjaya dan lestari di lingkungan masyarakat. &#8220;Saya berharap, makanan ini dapat kembali berjaya seperti pada zaman nenek moyang kita dahulu. Apalagi, jika musim panen Mangga Podang juga sangat melimpah. Sehingga, tinggal diolah dan tidak mensia-siakan buahnya,&#8221; paparnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199170</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
