<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pohon &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pohon/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2026 14:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pohon &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon, Pemkot Probolinggo Sebar 100 Pohon di RTH Maramis-Kanigaran</title>
		<link>https://memontum.com/hari-gerakan-penanaman-1-juta-pohon-pemkot-probolinggo-sebar-100-pohon-di-rth-maramis-kanigaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[maramis-kanigaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229794</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Memperingati Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar apel &#8216;Sahabat Pohon (Sehatkan Alam, Hijaukan Bumi Lewat Tanam Pohon)&#8217; di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maramis-Kanigaran, Rabu (28/01/2026) tadi. Gelaran ini, diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo yang berkolaborasi dengan BAZNAS, dengan melakukan aksi nyata berupa penanaman 100 pohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Memperingati Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar apel &#8216;Sahabat Pohon (Sehatkan Alam, Hijaukan Bumi Lewat Tanam Pohon)&#8217; di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maramis-Kanigaran, Rabu (28/01/2026) tadi. Gelaran ini, diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo yang berkolaborasi dengan BAZNAS, dengan melakukan aksi nyata berupa penanaman 100 pohon di sepanjang lintasan jogging track jalan tembus Maramis – Gladak Serang.</p>



<p>Adapun jenis pohon yang ditanam, antara lain bungur dan tabebuya, yang dipilih karena memiliki akar tunggang yang dalam. Sehingga, tidak merusak paving, sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh dan tutupan lahan. Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon jambu mente dan asem, sebagai upaya peremajaan pohon yang telah berusia tua.</p>



<p>Wali Kota Aminuddin yang bertindak sebagai pembina apel, menegaskan bahwa kebutuhan pohon di Kota Probolinggo masih jauh dari ideal. “Di Kota Probolinggo dibutuhkan sekitar 250 ribu pohon, karena secara ideal satu orang membutuhkan satu pohon. Saat ini, pohon yang tersedia baru sekitar 12.500,” kata Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Bahkan, menurut wali kota, tutupan pohon di Kota Probolinggo belum memenuhi standar ideal 30 persen ruang terbuka hijau. “Pohon adalah sumber kehidupan. Ia menjadi penghasil oksigen, tempat burung bersarang sekaligus indikator kualitas lingkungan,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, keberadaan burung dapat menjadi penanda sederhana kondisi lingkungan. “Kalau di suatu wilayah tidak terdengar burung, itu tandanya pohonnya masih kurang. Semakin banyak pohon, semakin banyak burung dan itu menandakan lingkungan yang sehat,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Aminuddin juga mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat, dengan menggaungkan gerakan satu orang satu pohon, termasuk di sektor pendidikan. “Kami dorong satu murid satu pohon. Dengan begitu, akan ada tambahan ribuan pohon baru ke depan,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya memaparkan, berbagai manfaat pohon, mulai dari peningkatan oksigen, dukungan terhadap ekosistem hewan, hingga fungsi biopori alami yang mampu menyerap air hujan dan mengurangi risiko genangan maupun banjir. Terutama, di tengah cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan akibat pengaruh siklon.</p>



<p>“Kalau masih ada genangan air, itu tanda pohonnya masih kurang. Pohon adalah solusi alami bagi lingkungan dan cadangan air tanah,” pesannya.</p>



<p>Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan proses penanaman pohon bungur yang telah diberi penanda nama masing-masing pejabat. Mulai dari wali kota, Ketua TP PKK, anggota Forkopimda hingga pimpinan perusahaan.</p>



<p>Dalam momen itu, wali kota juga meninjau area persawahan di sepanjang jogging track sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer, yang terhubung hingga Gladak Serang. “Nanti akan kita jadikan juga di sini sebagai salah satu destinasi wisata air. Potensinya besar, termasuk pengembangan kuliner berbasis hasil tanaman masyarakat seperti jagung, pisang, singkong, dan sukun,” tambahnya. <strong>(kom/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Menanam Sejuta Pohon, Pemkab Lumajang Bagikan Bibit Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/hari-menanam-sejuta-pohon-pemkab-lumajang-bagikan-bibit-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bagikan]]></category>
		<category><![CDATA[menanam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[sejuta]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229375</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai momentum Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon sebagai penguat komitmen pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Peringatan ini, digelar di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Jumat (09/01/2026) tadi. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyerahkan bibit tanaman kepada Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Desa atau Kelurahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai momentum Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon sebagai penguat komitmen pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Peringatan ini, digelar di Lobi Kantor Bupati Lumajang, Jumat (09/01/2026) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang turut menyerahkan bibit tanaman kepada Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Desa atau Kelurahan Berseri, Desa atau Kelurahan Proklim, serta para pegiat pelestarian lingkungan.</p>



<p>Peringatan Hari Menanam Sejuta Pohon itu, juga menjadi penguat komitmen bersama untuk mewujudkan Lumajang yang lestari, sehat dan berdaya saing, sejalan dengan semangat Asta Cita Nararya. Lingkungan hidup sendiri, diposisikan sebagai fondasi penting pembangunan daerah yang berorientasi pada masa depan.</p>



<p>Langkah ini, menegaskan bahwa gerakan menjaga lingkungan harus dimulai sejak dini, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tumbuh menjadi budaya bersama demi keberlanjutan Lumajang. Dalam kegiatan ini, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Bank Jatim melalui Program CSR Bank Jatim Peduli yang mendukung rehabilitasi sarana dan prasarana Alun-Alun Lumajang.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan kunci penting dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi dengan Bank Jatim, dinilai sebagai contoh kemitraan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan ruang publik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Kontribusi CSR Bank Jatim melalui penyediaan sarana dan prasarana Alun-Alun Lumajang menjadi wujud tanggung jawab bersama dalam merawat ruang publik sebagai ruang sosial, ekologis dan kultural masyarakat,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, keberadaan fasilitas pendukung di kawasan Alun-Alun Lumajang, tidak semata meningkatkan kenyamanan dan estetika. Namun, juga memperkuat fungsi Alun-alun sebagai ruang interaksi sosial, rekreasi keluarga, serta simbol wajah kota yang ramah lingkungan. Upaya tersebut, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menata ruang publik yang inklusif, aman dan berkelanjutan.</p>



<p>Ke depan, Bunda Indah berharap sinergi dengan Bank Jatim terus diperluas ke berbagai sektor strategis lain. Seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan ketahanan lingkungan. Dengan kolaborasi yang konsisten dan terarah, pembangunan daerah diharapkan semakin berkualitas dan berkelanjutan.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Menengah Korporasi dan Jaringan Bank Jatim, Arif Suhirman, menegaskan komitmen Bank Jatim untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Timur melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. “Bantuan CSR Bank Jatim Peduli yang diserahkan meliputi 40 unit lampu taman, 30 unit kursi taman, 6 unit pergola, 1 unit kendaraan triseda, 35 unit pot bunga teraso, serta 2 unit depo kran air siap minum. Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung kenyamanan, keindahan, sekaligus keberlanjutan fungsi lingkungan di kawasan Alun-Alun Lumajang,” jelasnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229375</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Siapkan Asuransi untuk Kendaraan Tertimpa Pohon, Klaim Maksimal Rp 15 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-siapkan-asuransi-untuk-kendaraan-tertimpa-pohon-klaim-maksimal-rp-15-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[maksimal,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tertimpa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227430</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Kota Malang kini tak perlu khawatir, apabila kendaraannya tertimpa pohon. Pasalnya, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah menyiapkan program asuransi khusus bagi kendaraan yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Warga Kota Malang kini tak perlu khawatir, apabila kendaraannya tertimpa pohon. Pasalnya, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah menyiapkan program asuransi khusus bagi kendaraan yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang.</p>



<p>Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Malang untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat atas risiko kerusakan akibat faktor alam. “Kalau ada kendaraan tertimpa pohon, bisa mengajukan klaim asuransi. Penggantian maksimal yang diberikan adalah Rp 15 juta per kendaraan,” jelas Raymond, Rabu (05/11/2025) tadi.</p>



<p>Namun, apabila satu pohon menimpa lebih dari satu kendaraan, maka nilai asuransinya akan dibagi sesuai kemampuan anggaran. “Kalau dalam satu pohon ada dua kendaraan yang tertimpa, ya dibagi dua, karena kemampuan anggarannya memang segitu,” tambahnya.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa program tersebut berbeda dengan kebijakan di beberapa daerah lain seperti Surabaya, yang tidak menyediakan penggantian asuransi karena dianggap sebagai bencana alam. Di Kota Malang, pemerintah menyiapkan anggaran asuransi sebesar Rp 300 juta per tahun, dengan sistem pembelian premi kepada pihak asuransi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita sistemnya beli premi ke perusahaan asuransi. Kalau terjadi insiden, pihak asuransi yang akan memproses klaimnya. Jadi masyarakat tinggal melengkapi syarat administrasi yang dibutuhkan,” tuturnya.</p>



<p>Selain untuk kendaraan, DLH juga memberikan penggantian biaya pengobatan luka ringan akibat tertimpa pohon, sesuai dengan kwitansi perawatan. Sedangkan untuk korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut atau rawat inap, diarahkan menggunakan BPJS Kesehatan.</p>



<p>“Kalau lecet atau luka ringan, bisa diganti DLH. Tapi kalau harus menginap, lebih baik pakai BPJS karena cakupan pelayanannya lebih luas,” ujarnya.</p>



<p>Di akhir, Raymond berharap agar masyarakat juga melengkapi kendaraan pribadi dengan asuransi mandiri, sehingga perlindungan yang diperoleh bisa lebih maksimal. “Kalau kendaraan juga punya asuransi sendiri, nanti bisa dua-duanya dipakai. Jadi masyarakat lebih aman,” imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227430</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hindari Penebangan Pohon, Wali Kota Wahyu Ajukan Perubahan Kontrak Kerja Revitalisasi Drainase Suhat</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-penebangan-pohon-wali-kota-wahyu-ajukan-perubahan-kontrak-kerja-revitalisasi-drainase-suhat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ajukan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hindari]]></category>
		<category><![CDATA[kontrak]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220309</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rencana pelaksanaan revitalisasi drainase Soekarno Hatta (Suhat) yang akan menebang banyak pohon, mendapat perhatian Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Mengantisipasi banyaknya pohon yang bakal terpangkas, wali kota bakal mengajukan perubahan kontrak kerja ke pemerintah provinsi, agar pepohonan tidak banyak terdampak. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa untuk bisa melakukan perubahan kontrak kerja, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rencana pelaksanaan revitalisasi drainase Soekarno Hatta (Suhat) yang akan menebang banyak pohon, mendapat perhatian Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Mengantisipasi banyaknya pohon yang bakal terpangkas, wali kota bakal mengajukan perubahan kontrak kerja ke pemerintah provinsi, agar pepohonan tidak banyak terdampak.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa untuk bisa melakukan perubahan kontrak kerja, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama pihak pengguna anggaran (PA). Sehingga, rencana perubahan kontrak kerja atau istilahnya Contract Change Orde (CCO), bisa dilakukan. Dengan begitu, pelaksanaan revitalisasi drainase nantinya bisa menghindari penebangan pepohonan dalam skala besar.</p>



<p>&#8220;Kami akan mengajukan CCO itu ke Pemprov Jawa Timur. Sehingga, bisa menghindari pohon yang akan banyak ditebang dan mengorbankan beberapa bangunan yang ada di sempandan jalan,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Terkait dengan bangunan yang akan dikorbankan, dirinya menjelaskan bahwa telah melakukan inventarisir. Termasuk, melakukan pengecekan ulang dilakukan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Secara bertahap, mengenai rencana ini akan kami sosialisasi sehingga tidak membuat mereka yang terdampak menjadi kaget. Langkah ini, pun juga sudah mempertimbangkan azas kemanusiaan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Masih menurut Wali Kota Wahyu, bahwa perubahan nantinya juga tetap mempertimbangkan pedestarian. Sehingga, nantinya akan tetap ada dan yang terpenting adalah bak kontrol tetap aman.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Julhardjanto, menyampaikan jika pihaknya akan bekerjasama dengan Satpol PP dan Disnaker-PMPTSP, dalam merespon langkah-langkah lanjutan terkait perubahan. Itu karena, menyangkut bangunan yang nantinya terdampak.</p>



<p>&#8220;Jadi dalam sosialisasi itu, nantinya kita akan melihat apakah mereka benar-benar berada di lahan pemerintah atau tidak. Jangan sampai kita melakukan suatu tindakan yang tujuannya baik, malah justru berbuah yang tidak baik bagi masyarakat,&#8221; jelasnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220309</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ruwatan Sumber Air dan Penanaman Pohon, Pj Bupati Jombang Ingatkan Kesejahteraan dan Prinsip K4</title>
		<link>https://memontum.com/ruwatan-sumber-air-dan-penanaman-pohon-pj-bupati-jombang-ingatkan-kesejahteraan-dan-prinsip-k4</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip]]></category>
		<category><![CDATA[ruwatan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217765</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan gelaran Ruwatan Sumber Air dan Penanaman Pohon, Sabtu (21/12/2024) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Sumber Jarak Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-34 Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Tirta Kencana. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka pelaksanaan gelaran Ruwatan Sumber Air dan Penanaman Pohon, Sabtu (21/12/2024) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Sumber Jarak Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-34 Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) Tirta Kencana.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Air merupakan sumber kehidupan. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berkomitmen melaksanakan tanggung jawab melalui Sinergi antara Perumda Tirta Kencana dan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang, dalam memberikan pelayanan air bersih yang aman merata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Jombang.</p>



<p>“Pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang. Hanya saja, pengelolaan air bukan hanya soal penyediaan semata, melainkan pengelolaan yang baik harus memenuhi prinsip K4 yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan,” kata Pj Bupati Jombang.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, prinsip K4 sangatlah penting, agar keberadaan air tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. &#8220;Ruwatan sumber air yang dilaksanakan sangat sarat akan nilai-nilai budaya dan spiritualitas. Dalam budaya Jawa, ruwatan memiliki makna sebagai upaya untuk membersihkan, melindungi dan mengharmoniskan kehidupan dengan alam semesta,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ruwatan adalah cara masyarakat Jawa, untuk menunjukkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa, dalam konteks sumber air ruwatan mencerminkan kepedulian masyarakat untuk merawat sumber-sumber air sebagai penopang kehidupan. &#8220;Tradisi ruwatan mengajarkan kita pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, agar terhindar dari kerusakan lingkungan serta bencana yang merugikan banyak pihak,” ungkapnya.</p>



<p>Pj Bupati Teguh juga berpesan, melestarikan sumber daya air membutuhkan komitmen dan sinergi dari semua pihak. Termasuk, masyarakat karena alam telah memberikan kehidupan kepada kita.</p>



<p>“Kita juga harus melakukan upaya konservasi lingkungan berbasis penanaman pohon. Dengan menjaga keberadaan pepohonan, maka kita dapat menjaga siklus air, mencegah erosi, banjir dan bencana alam lainnya,” paparnya.</p>



<p>Dirinya berharap, semoga Perumda Tirta Kencana semakin maju dan profesional dalam memberikan layanan air bersih yang aman, berkualitas dan terjangkau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jombang. &#8220;Kami menghimbau kepada masyarakat untuk saling menyatukan semangat dalam menjaga lingkungan, melestarikan sumber daya air dan membangun Kabupaten Jombang yang lebih baik,&#8221; tanbahnya.</p>



<p>Di tempat sama, Direktur Perumda Tirta Kencana, Khoirul Hasyim, menyampaikan bahwa ruwatan merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, agar nikmat yang telah diberikan bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Jombang. &#8220;Perumda Tirta Kencana berkomitmen untuk membangun sumber daya alam, mengamankan sumber daya alam dan terus menjaga ketahanan sumber daya air. Baik kualitas, kuantitas, kontinuitas serta kejangkauannya. Sehingga, layanan air yang diberikan pemerintah Kabupaten Jombang dapat terus berlanjut semakin baik dan semakin profesional,” ujarnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Pemeliharaan Pohon, DLH Kota Malang Fokus 76 Titik di Desember 2024</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-pemeliharaan-pohon-dlh-kota-malang-fokus-76-titik-di-desember-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217382</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang merencanakan pemeliharaan pohon secara intensif di 76 titik yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Malang selama bulan Desember 2024 ini. Langkah ini dilakukan, sebagai respons atas maraknya kejadian pohon tumbang beberapa hari terakhir yang sering terjadi di musim penghujan. Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang merencanakan pemeliharaan pohon secara intensif di 76 titik yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Malang selama bulan Desember 2024 ini. Langkah ini dilakukan, sebagai respons atas maraknya kejadian pohon tumbang beberapa hari terakhir yang sering terjadi di musim penghujan.</p>



<p>Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan survei internal dan laporan masyarakat. &#8220;Pemeliharaan pohon dimulai sejak 1 Desember hingga akhir bulan, mencakup 76 lokasi. Pada November lalu, kami juga menangani 79 titik. Lokasinya menyeluruh di seluruh Kota Malang,&#8221; jelas Laode, saat ditemui, Senin (09/12/2024) tadi.</p>



<p>Pemeliharaan pohon tersebut, paparnya, meliputi pemangkasan, pemotongan dahan yang rapuh dan perapian pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Hal ini dilakukan untuk mencegah insiden pohon tumbang akibat curah hujan tinggi, terutama pada pohon dengan akar serabut yang kurang kokoh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena biasanya di musim hujan ini dahan pohon yang sebelumnya dianggap aman menjadi rapuh karena beban air. Termasuk pohon yang baru-baru ini tumbang di Jalan Terusan Dieng,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Laode juga menegaskan bahwa pemeliharaan pohon itu dilakukan di pohon milik aset Pemkot Malang saja. Untuk diluar itu masyarakat bisa melaporkan ke call center Ngalam 112.</p>



<p>&#8220;Namun tetap tim kami siaga 24 jam untuk menangani pohon tumbang di wilayah tanggung jawab Pemkot,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, sebagai bentuk pemulihan, DLH akan mengganti pohon-pohon yang tumbang dengan jenis yang lebih aman. Yakni seperti pohon tabebuya, yang dikenal tidak merusak aspal. &#8220;Pemeliharaan ini adalah bentuk kesiapsiagaan kami untuk mengurangi risiko pohon tumbang dan memastikan keselamatan masyarakat,&#8221; imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217382</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Tanam Pohon, Pj Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Kuatkan Reboisasi</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-tanam-pohon-pj-bupati-lumajang-ajak-masyarakat-kuatkan-reboisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Reboisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202519</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia serta Harjalu 2023, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan tandur bareng atau reboisasi, Selasa (28/11/2023) tadi. Dirinya menyebut, dengan adanya reboisasi akan dapat memberikan banyak sekali manfaat, yang salah satunya yakni membuat udara tetap bersih dan sehat. &#8220;Banyak pohon berarti oksigennya juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia serta Harjalu 2023, Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan tandur bareng atau reboisasi, Selasa (28/11/2023) tadi. Dirinya menyebut, dengan adanya reboisasi akan dapat memberikan banyak sekali manfaat, yang salah satunya yakni membuat udara tetap bersih dan sehat.</p>



<p>&#8220;Banyak pohon berarti oksigennya juga tambah bagus. Sehingga, bisa mengurangi adanya polusi udara,&#8221; ujarnya saat memberikan arahan kegiatan di Sumber Randu Pinus, Desa Ranuyoso.</p>



<p>Tidak hanya itu, penanaman pohon juga dinilai dapat mencegah terjadinya tanah longsor, bencana banjir sekaligus menjaga sumber mata air. &#8220;Adanya reboisasi ini juga bisa mengurang bencana longsor, banjir, tidak kalah pentingnya kita juga bisa menjaga sumber mata air,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Bupati Yuyun mengharapkan, aktivitas penanaman pohon tersebut, bisa memberikan dampak positif terhadap ekosistem lingkungan di Lumajang. &#8220;Mari kita bersama-sama menanam pohon, mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa berdampak positif pada ekosistem lingkungan di Lumajang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, disebutkan bahwa adapun ratusan jenis bibit pohon yang ditanam diantaranya, bibit Mahoni dan Juwet Manting atau daun Salam serta bibit Trembesi. &#8220;Jenis bibit yang disediakan hari ini dari Perhutani KBBH Probolinggo dan Lumajang 250 bibit Mahoni dan 250 Juwet Manting atau daun Salam, kemudian dari DLH Lumajang ada 500 bibit terdiri dari 250 Mahoni dan 250 bibit Trembesi,&#8221; urainya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202519</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Beringin Tumbang, Pemeliharaan Sarpras Alun-alun Lumajang Jadi Sorotan</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-beringin-tumbang-pemeliharaan-sarpras-alun-alun-lumajang-jadi-sorotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 09:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[beringin]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Sarpras]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132465</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tumbangnya Pohon Beringin di Alun-alun Lumajang, menyisakan sejumlah sorotan. Maklum, akibat tumbangnya pohon yang menjadi ikon Lumajang, siapa sangka juga merusak program pengelolaan ruang terbuka hijau. Dari data yang diperoleh, pada 8 Juli hingga 5 September 2020, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, mengalokasikan dana sebesar Rp 99,400 juta, untuk nama pekerjaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tumbangnya Pohon Beringin di Alun-alun Lumajang, menyisakan sejumlah sorotan. Maklum, akibat tumbangnya pohon yang menjadi ikon Lumajang, siapa sangka juga merusak program pengelolaan ruang terbuka hijau.</p>



<p>Dari data yang diperoleh, pada 8 Juli hingga 5 September 2020, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, mengalokasikan dana sebesar Rp 99,400 juta, untuk nama pekerjaan pemeliharaan sarana dan prasarana (Sarpras) Alun-alun Lumajang.</p>



<p>Sementara pekerjaan yang dilakukan, yakni merubah kolam renang yang berada di sekitar Pohon Beringin yang sudah tumbang, menjadi taman kota.</p>



<p>Kabid Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Lumajang, Gunawan, saat diwawancarai melalui telepon mengatakan, dahulu awalnya adalah sebuah kolam di sekitar Beringin. Namun, sekarang kolam tersebut dirubah menjadi taman kota.</p>



<p>&#8220;Perubahan kolam menjadi taman kota ini, harus menggunakan alat berat atau tidak bisa dilakukan secara manual,&#8221; katanya, pada Selasa (19/01) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, mengambilan kabel-kabel yang digunakan untuk lampu elektrical. Setelah itu, kemudian diurug atau digali, juga pengambilan batu piring, untuk selanjutnya ditimbun.</p>



<p>&#8220;Kemudian, diganti dengan tanah subur. Kami juga melakukan pembelian rumput jenis Gajah Mini,&#8221; terang Gunawan.</p>



<p>Pegiat Lingkungan Lumajang, Arsyad Subekti, saat dikonfirmasi memontum.com pada Selasa (19/01) tadi, mengaku kaget jika penanaman rumput di bawah Pohon Beringin, nilai anggarannya hampir Rp 100 juta. Dengan alasan, nilai luasan yang dikerjakan tidak seberapa.</p>



<p>&#8220;Lha iya, kok mahal sekali. Logikanya, harga rumput itu per meter berapa, kok sampai segitu mahalnya. Tanyakan ke dinas, mas. Digunakan apa saja, uang itu,&#8221; ujarnya. <strong>(ryk/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132465</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
