<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pokdarwis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pokdarwis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Dec 2025 13:28:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pokdarwis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Konsisten Ukir Prestasi, Kayutangan Heritage Sabet Juara 1 Pokdarwis Nasional 2025</title>
		<link>https://memontum.com/konsisten-ukir-prestasi-kayutangan-heritage-sabet-juara-1-pokdarwis-nasional-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228552</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Setelah menorehkan prestasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dengan meraih Juara 5 kategori Digital dan Konten Kreatif, kini kampung wisata Kayutangan Heritage berhasil menyabet Juara 1 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Terbaik Nasional dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025. Penghargaan itu, diterima langsung oleh Ketua Pokdarwis Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Setelah menorehkan prestasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dengan meraih Juara 5 kategori Digital dan Konten Kreatif, kini kampung wisata Kayutangan Heritage berhasil menyabet Juara 1 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Terbaik Nasional dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025. Penghargaan itu, diterima langsung oleh Ketua Pokdarwis Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, didampingi Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Jawa Timur, Samad Widodo.</p>



<p>Atas prestasi tersebut, Mila-sapaannya, menegaskan bahwa Kayutangan Heritage sebagai ikon wisata heritage yang tidak pernah surut, sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan wisata berbasis komunitas dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pariwisata kota. Tentu dirinya menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan tertinggi tersebut.</p>



<p>“Alhamdulillah, ini menjadi salah satu momen paling berharga bagi kami. Prosesnya panjang, penuh dinamika, tetapi berkat kebersamaan dan kerja keras, Kayutangan kembali mendapatkan pengakuan nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, pada Kamis (05/12/2025) lalu,” ujar Mila, Senin (08/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam ajang tersebut, menurutnya Pokdarwis Kayutangan dinilai unggul dari sisi tata kelola, pelestarian nilai heritage, hingga pemberdayaan masyarakat. Mila menegaskan bahwa capaian ini adalah milik seluruh warga Kayutangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kerja kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan perubahan besar. Kekuatan Kayutangan ada pada partisipasi warga dan komitmen menjaga warisan budaya,” tambahnya.</p>



<p>Mila berharap, prestasi yang didapatkan tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat pengelolaan wisata, meningkatkan pemberdayaan warga, serta menjaga nilai heritage agar tetap hidup bagi generasi mendatang.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa prestasi Kayutangan kali ini semakin spesial karena diraih di tengah pergantian pengurus. “Pokdarwis KJT ini sudah dua kali berganti kepengurusan, namun dua-duanya tetap mampu meraih penghargaan nasional. Ini bukti bahwa pengurusnya solid, kompeten dan konsisten,” tutur Ki Demang, sapaannya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kunci keberhasilan Pokdarwis Kayutangan terletak pada prinsip K3, yakni Komitmen, Kompak dan Konsisten. Selain pengelolaan yang profesional, kekuatan Kayutangan juga didukung ragam aktivitas wisata seperti medayoh, susur kampung hingga arak-arakan budaya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam ajang Wonderful Indonesia Award, Pokdarwis dinilai berdasarkan kemampuan menjaga iklim wisata yang kondusif dan penerapan nilai Sapta Pesona. Pokdarwis juga harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain, memiliki SK pengukuhan dari kepala desa/lurah, memiliki SK dari Dinas Pariwisata, memiliki struktur organisasi serta AD/ART, belum pernah menerima penghargaan nasional dalam kategori yang sama dan menyertakan dokumen pendukung seperti program kerja, SOP, dokumentasi dan video kegiatan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228552</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadan, Pokdarwis Pesarean Ki Ageng Gribig Gelar Tradisi Kirab Apem</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-pokdarwis-pesarean-ki-ageng-gribig-gelar-tradisi-kirab-apem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gribig]]></category>
		<category><![CDATA[pesarean]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219710</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesarean Ki Ageng Gribig, kembali menggelar tradisi Kirab Apem, Kamis (27/02/2025) tadi. Ketua Pokdarwis Pesarean Ki Ageng Gribig, Devi Nur Hadianto, menyampaikan bahwa Kirab Apem merupakan bagian dari megengan dan itu sebuah tradisi turun-temurun yang melambangkan permohonan maaf, serta kesiapan menyambut Ramadan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesarean Ki Ageng Gribig, kembali menggelar tradisi Kirab Apem, Kamis (27/02/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Pokdarwis Pesarean Ki Ageng Gribig, Devi Nur Hadianto, menyampaikan bahwa Kirab Apem merupakan bagian dari megengan dan itu sebuah tradisi turun-temurun yang melambangkan permohonan maaf, serta kesiapan menyambut Ramadan dengan hati yang damai. Dalam pembuatan dan pembagian kue apem, itu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan tersebut.</p>



<p>&#8220;Konsep apem dalam megengan adalah simbol permohonan maaf dan refleksi diri sebelum memasuki Ramadan. Tradisi ini diwariskan oleh para tetua kami sebagai bentuk kesiapan spiritual dalam menyongsong bulan suci,&#8221; ujar Devi.</p>



<p>Sebagai bagian dari syiar Ramadan, kue apem tersebut tidak hanya dibuat dan dibagikan saja, namun juga dikirab keliling area makam Ki Ageng Gribig.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dikirabnya apem ini bertujuan untuk syiar, grebek, sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa besok sudah memasuki bulan puasa. Ini cara kami meramaikan sekaligus mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan suka cita,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pada tahun ini, kue apem yang diproduksi ada sekitar 15 kilogram, di mana setiap kilogramnya menghasilkan sekitar 70 kue. Apem-apem tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat, pengunjung dan peziarah yang datang ke kompleks makam.</p>



<p>&#8220;Banyak warga yang juga turut berpartisipasi dengan mengirimkan apem sebagai bentuk rasa syukur dan doa agar Ramadan tahun ini lebih baik dari sebelumnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebagai informasi, tradisi Kirab Apem di Pesarean Ki Ageng Gribig telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2020, setelah Pokdarwis resmi berdiri pada 2017. Sebagian besar peserta kirab berasal dari lingkungan sekitar, yang setiap tahunnya dengan antusias menjaga dan melestarikan budaya tersebut sebagai bagian dari wisata religi di kawasan makam Ki Ageng Gribig. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapta Pesona Kampung Tematik, Forkom Pokdarwis Luncurkan Gerakan Gugur Gunung Bangun Kampung</title>
		<link>https://memontum.com/sapta-pesona-kampung-tematik-forkom-pokdarwis-luncurkan-gerakan-gugur-gunung-bangun-kampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2024 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Forkom]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[luncurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204192</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mengawali tahun 2024, Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang membuat gebrakan baru. Yaitu, Gerakan Gugur Gunung Bangun Kampung yang digelar di 23 Kampung Tematik di Kota Malang, yang rencananya dilakukan secara bergantian. Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa gerakan tersebut nantinya akan digelar setiap bulan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Mengawali tahun 2024, Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang membuat gebrakan baru. Yaitu, Gerakan Gugur Gunung Bangun Kampung yang digelar di 23 Kampung Tematik di Kota Malang, yang rencananya dilakukan secara bergantian.</p>



<p>Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa gerakan tersebut nantinya akan digelar setiap bulan. Namun, untuk di Juli nantinya, akan ada tujuh kegiatan Gugur Gunung Bangun Kampung yang di barengkan dengan Festival Kali Brantas ke-3.</p>



<p>“Gerakan Gugur Gunung Bangun Kampung ini akan selalu di selenggarakan berkaitan dengan peringatan hari-hari besar tertentu yang menarik dan selaras dengan kampung tematik di Kota Malang,” kata Ki Demang-sapaannya, Senin (08/07/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan kampung tematik yang ada di Kota Malang, ini menjadi tempat wisata. Sehingga, tetap harus dirawat dan dijaga untuk meningkatkan sapta pesona.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>“Gerakan Gugur Gunung Bangun Kampung ini juga untuk menjajaki kemungkinan menciptakan paket wisata baru, antar kampung tematik satu dengan lain. Sehingga, nantinya saling menguntungkan,” tambahnya</p>



<p>Gerakan Gugur Gunung Bangun Kampung sendiri, lanjutnya, telah diawali pada Minggu (07/01/2024) kemarin, dengan menggandeng Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar), pegiat kampung tematik, mahasiswa hingga masyarakat. &#8220;Kemarin sudah kita awali di Kampung Tematik Bamboo Mewek Park (BMP) Tunjungsekar dengan gerakan menanam 100 pohon dan 200 bunga dengan 7 varietas” katanya.</p>



<p>Dengan berkolaborasi melalui kerja bakti dan bergotong royong bersama berbagai elemen yang ada, diharapkan nantinya semua dapat cinta terhadap lingkungan sekitar. &#8220;Ini juga dalam rangka menjelang peringatan Hari Menanam 1000 Pohon di tiap tanggal 10 Januari, maka kemarin sudah kita awali dengan menanam pohon dan menggandeng pihak terkait,” imbuh Ki Demang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204192</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Kesempatan Wisatawan Nikmati Suasana Kian Dalam, Pokdarwis Kayutangan Mulai Rintis Penginapan</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kesempatan-wisatawan-nikmati-suasana-kian-dalam-pokdarwis-kayutangan-mulai-rintis-penginapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[rintis]]></category>
		<category><![CDATA[suasana]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perkembangan Kawasan Kayutangan Heritage yang kian membuncah hingga nasional bahkan internasional, kini tengah mencoba merintis penginapan di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Hal tersebut, disiapkan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung Kayutangan sekaligus menikmati suasana malam bersama warga di Kayutangan. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perkembangan Kawasan Kayutangan Heritage yang kian membuncah hingga nasional bahkan internasional, kini tengah mencoba merintis penginapan di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Hal tersebut, disiapkan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung Kayutangan sekaligus menikmati suasana malam bersama warga di Kayutangan.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menyampaikan jika saat ini disekeliling kawasan Kayutangan Heritage, beberapa perhotelan sudah ada di Koridor Kayutangan Heritage. Namun, tidak sedikit dari para wisatawan yang berkunjung ke dalam Kampung Kayutangan Heritage, juga ingin memiliki pengalaman tinggal bersama warga. Karenanya, ini yang akan dicoba fasilitasi.</p>



<p>“Jadi, memang untuk penginapan saat ini yang lagi kita rintis. Ini lokasinya di dalam kampung, namun kita juga tidak mewajibkan. Karena memang di sekitar kampung kita, itu ada sektor perhotelan. Wisatawan memang ada yang ingin memiliki pengalaman untuk tinggal bersama dengan warga yang ada di dalam kampung,” kata Mila, Selasa (26/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Meskipun dalam perkembangan mengenai penginapan saat ini belum signifikan, namun Kampung Kayutangan Heritage telah menyiapkan setidaknya ada tiga penginapan. &#8220;Dalam penilaian ADWI kemarin, mengenai penginapan juga sudah dilihat. Beberapa memang untuk penginapannya kita memakai kamar dari beberapa rumah warga yang bersedia. Yang ingin menginap itu tidak banyak, tapi mesti ada,” katanya.</p>



<p>Dengan adanya penginapan tersebut, diharapkan nantinya juga akan membangkitkan potensi yang ada di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Sehingga, terus memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar kampung.</p>



<p>Sebagai informasi, perkembangan Kawasan Kampung Kayutangan Heritage tersebut telah menjadi legacy dari pimpinan sebelumnya yakni Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Bahkan, dorongan dalam pengembangan kawasan tersebut terus dilakukan. Mulai dari branding yang terus dikuatkan, tour guide hingga menjadi satu kesatuan paket wisata di wilayah Malang Raya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198825</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Koridor Kayutangan Heritage Bukan untuk PKL, Ini Penjelasan Pokdarwis Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/koridor-kayutangan-heritage-bukan-untuk-pkl-ini-penjelasan-pokdarwis-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bukan]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[koridor]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penjelasan]]></category>
		<category><![CDATA[PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193117</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gencarnya penertiban PKL di koridor Kampung Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, menuai perhatian. Adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, yang memberikan apresiasi mengenai pentingnya memahami kawasan tersebut bukanlah kawasan perdagangan. Melainkan, kawasan strategis sosial budaya. Pria yang kerapa disapa, Ki Demang, menegaskan bahwa kawasan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gencarnya penertiban PKL di koridor Kampung Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, menuai perhatian.</p>



<p>Adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, yang memberikan apresiasi mengenai pentingnya memahami kawasan tersebut bukanlah kawasan perdagangan. Melainkan, kawasan strategis sosial budaya.</p>



<p>Pria yang kerapa disapa, Ki Demang, menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan di kawasan tersebutpun harus sesuai dengan karakteristiknya.</p>



<p>“Kegiatan PKL memang tidak diperbolehkan di sini. Namun, kegiatan yang mendukung dan sesuai, seperti musik, tidak masalah karena hanya untuk menambah suasana,” ujar Ki Demang, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pria yang juga merupakan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, mengungkapkan bahwa mereka memiliki pekerjaan rumah (pr) untuk melakukan kajian terhadap kawasan tersebut, sebagai kawasan cagar budaya. &#8220;Kawasan koridor Kayutangan ini merupakan wilayah cagar budaya. Jika ada kegiatan jual-beli, sebaiknya dilakukan di dalam kampung tematik, Kayutangan Heritage,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ki Demang menjelaskan bahwa hanya ada beberapa usaha yang diizinkan berjualan di luar gapura kampung Kayutangan Heritage. Karena, keberadaan usaha tersebut merupakan bagian dari identitas masyarakat kampung Kayutangan Heritage.</p>



<p>“Sejak dulu, mereka sudah berjualan di situ, tepatnya di Gang 4 depan gapura. Ini sudah menjadi kesepakatan, karena sebelum ada aturan tentang PKL, mereka sudah ada di sana dan bukanlah pesaing. Jika tidak salah, hanya ada dua usaha yang berjualan di sana,” imbuh Ki Demang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gaet Wisatawan ke Kampoeng Kayutangan Heritage, Pokdarwis Siap Geber Sejumlah Even</title>
		<link>https://memontum.com/gaet-wisatawan-ke-kampoeng-kayutangan-heritage-pokdarwis-siap-geber-sejumlah-even</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2023 12:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=181823</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, bakal membuat terobosan baru dalam menggaet tingkat kunjungan wisatawan ke Kampoeng Kayutangan Heritage. Itu karena, keberadaannya yang merupakan satu kesatuan dari koridor Kayutangan Heritage, justru kalah pamor. Akibatnya, banyak wisatawan yang lebih suka menikmati kawasan koridor, dari pada masuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, bakal membuat terobosan baru dalam menggaet tingkat kunjungan wisatawan ke Kampoeng Kayutangan Heritage. Itu karena, keberadaannya yang merupakan satu kesatuan dari koridor Kayutangan Heritage, justru kalah pamor. Akibatnya, banyak wisatawan yang lebih suka menikmati kawasan koridor, dari pada masuk ke dalam Kampoeng Kayutangan.</p>



<p>Ketua Pokdarwis, Mila Kurniawati, menyampaikan jika pihaknya berencana akan menggelar berbagai macam event di dalam Kampoeng Kayutangan Heritage. Beberapa yang sudah disiapkan, seperti Festival Keroncong, Padhang Bulan hingga Kulineran.</p>



<p>“Event nanti akan dimulai di Februari. Rencananya, akan berganti-ganti tempat, karena di dalam Kampoeng Kayutangan Heritage, itu cukup luas. Mungkin nanti ada yang di pinggir sungai, banyu biru, atau di tempat lain dalam satu kawasan,” ujar Mila, Sabtu (21/01/2023) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, agar suasana tampak lebih menarik, di dalam Kampoeng Kayutangan juga akan lebih dipercantik. Seperti, akan dilakukan penambahan lampu. Sehingga, akan membuat masyarakat tertarik untuk masuk ke dalam Kampoeng.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>“Untuk lampu, saat ini lagi proses. Sebetulnya, tiang lampu sudah dibangun tapi belum nyala. Itu, tentunya juga untuk daya tarik pengunjung di malam hari,” katanya.</p>



<p>Terkait dengan kuliner di dalam Kampoeng, dikatakannya jika nanti akan memberdayakan para UMKM yang menjual berbagai macam makanan tradisional atau jajanan murah. Tentunya, hal itu juga menjadi pembeda dengan yang ada di Koridor Kayutangan Heritage.</p>



<p>“Tentu kita juga cari pembeda dengan makanan yang ada di koridor. Jadi, nanti akhirnya tidak menjadi saingan, namun menjadi saling melengkapi. Karena mungkin, kalau dari sisi luar tidak dapat, kita yang akan memenuhi apa yang dicari pengunjung atau wisatawan saat datang ke Kampoeng Kayutangan,” jelasnya.</p>



<p>Dirinya berharap, ke depan Kampoeng Kayutangan Heritage bisa ramai kembali dan dikunjungi para wisatawan. Sehingga, ramainya Kayutangan bukan hanya di koridor saja, melainkan juga masuk sampai dalam kampung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pokdarwis Kayutangan Minta Pemkot Malang Beri Perhatian Lebih Keberadaan Kampung Kayutangan Heritage</title>
		<link>https://memontum.com/pokdarwis-kayutangan-minta-pemkot-malang-beri-perhatian-lebih-keberadaan-kampung-kayutangan-heritage</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2022 12:10:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan Heritage]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179316</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perbaikan besar-besaran di koridor kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat-Kota Malang, ternyata tidak berjalan beriringan terhadap perhatian di kampung (kawasan dalam atau gang) Kayutangan. Akibatnya, wisatawan yang datang atau berkunjung, hanya terkonsentrasi di jalan utama Kayutangan Heritage. Kondisi itu, pun dibenarkan Ketua Pokdarwis Kayutangan, Mila Kurniawati. Menurutnya, dengan adanya koridor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perbaikan besar-besaran di koridor kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat-Kota Malang, ternyata tidak berjalan beriringan terhadap perhatian di kampung (kawasan dalam atau gang) Kayutangan. Akibatnya, wisatawan yang datang atau berkunjung, hanya terkonsentrasi di jalan utama Kayutangan Heritage.</p>



<p>Kondisi itu, pun dibenarkan Ketua Pokdarwis Kayutangan, Mila Kurniawati. Menurutnya, dengan adanya koridor yang terus dipercantik itu, membuat wisatawan tidak tertarik lagi untuk mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage, yang ada di dalamnya (gang, red).</p>



<p>“Pembangunan koridor Kayutangan Heritage, tidak berefek ke dalam kampung. Sekarang kita bisa bandingkan, sebelum pandemi tentu beda,” ucap Mila, Sabtu (03/12/2022) tadi.</p>



<p>Karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kampung Heritage. Setidaknya, jika diadakan festival atau acara serupa di Koridor Kayutangan Heritage, bisa melibatkan dan mempromosikan kembali Kampung Heritage pada wisatawan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-ranperda-parkir-dprd-kota-malang-dan-pemkot-sepakat-skema-bagi-hasil-maksimal-70-persen">Bahas Ranperda Parkir, DPRD Kota Malang dan Pemkot Sepakat Skema Bagi Hasil Maksimal 70 Persen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bri-regional-13-malang-bersama-ybm-brilian-sbo-malang-salurkan-200-paket-sembako-untuk-guru-tahfidz">BRI Regional 13 Malang bersama YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan 200 Paket Sembako untuk Guru Tahfidz</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/libur-lebaran-pemkab-banyuwangi-tetap-buka-pelayanan-adminduk">Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dua-terdakwa-dugaan-korupsi-pengadaan-tanah-polinema-dituntut-12-tahun-penjara">Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pasar-murah-berbuntut-ricuh-diskopindag-kota-malang-siapkan-skema-baru">Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru</a></li>
</ul>


<p>“Kalau benar-benar mau mengusung nuansa heritage, pastikan juga masuk ke dalam (Kampung Heritage). Lebih baik juga dari pemerintah, juga harus ada regulasi yang nuansa heritage. Entah didukung dengan pertunjukkan musik ataupun produk heritage dari kampung heritage,” katanya.</p>



<p>Meski demikian, pihaknya tetap optimis, sebab menurutnya Kampung Heritage mempunyai nilai jual sendiri dibandingkan Koridor Kayutangan. &#8220;Salah satu yang menjadi kendala, juga karena kebanyakan pengunjung di koridor sudah ketemu kopi kopian. Tetapi kami, tidak merasa takut karena memang kami mengusung segmen berbeda,” imbuhnya.</p>



<p>Terpisah, Ketua Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan jika di dalam Kampung Kayutangan Heritage, itu sendiri banyak rumah-rumah unik atau peninggalan bangunan lama yang khas. Itu, layak untuk dijaga dan dipelihara, karena berpotensi sebagai bangunan kuno.</p>



<p>“Kita sudah mendata ada 80 rumah berpotensi bangunan kuno, yang bisa digunakan untuk kewisataan. Tetapi saat ini baru dimanfaatkan 20 rumah,” ucap Ki Demang-sapaan akrabnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179316</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Forkom Pokdarwis Malang Siapkan 39 Event Kampung Tematik</title>
		<link>https://memontum.com/forkom-pokdarwis-malang-siapkan-39-event-kampung-tematik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 12:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Tempe Sanan]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133608</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Forkom Pokdarwis (Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata) Kampung Tematik Kota Malang, menggelar pertemuan dan launching Event Kampung Tematik 2021. Berlangsung di kawasan Kampung Tempe Sanan, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa akan ada 39 agenda event di kampung tematik seluruh Kota Malang. &#8220;Festival Kali Brantas dalam rangka memperingati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Forkom Pokdarwis (Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata) Kampung Tematik Kota Malang, menggelar pertemuan dan launching Event Kampung Tematik 2021.</p>



<p>Berlangsung di kawasan Kampung Tempe Sanan, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa akan ada 39 agenda event di kampung tematik seluruh Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Festival Kali Brantas dalam rangka memperingati Hari Sungai di bulan Juli nanti adalah event terbesar. Bisa dikatakan sekelas MCF (Malang Carnival Flower),&#8221; ungkap pria yang akrab disapa Ki Demang ini.</p>



<p>Sedangkan Kota Malang sendiri, tambahnya, memiliki<a href="https://memontum.com/131057-bunulrejo-batik-fashion-street-2-hadirkan-konsep-minimalis"> 21 kampung tematik</a> yang akan menyelenggarakan 39 event di tahun 2021 ini. Event itu, berlangsung mulai bulan April hingga Desember nanti.</p>



<p>&#8220;Kita sudah koordinasi dengan Disporapar (Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata) dan akhirnya 39 event ini masuk menjadi kalender wisata Kota Malang. Selain itu kami juga sudah mengkomunikasikan bahwa sebenarnya dana event adalah swadaya, namun akan ada support sebagian anggaran dari dinas,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan adanya support dana dari Pemkot (Pemerintah Kota) Malang, diharapkan setidaknya mampu mengcover kegiatan-kegiatan tersebut. Sehingga ada peran serta dan keterlibatan dari dinas atau Pemkot Malang.</p>



<p>Ditambahkan Ki Demang, jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk 39 event ini kurang lebih Rp 500 juta. &#8220;Yang kami butuhkan tidak banyak, sekitar Rp 500 juta. Nominal itu, sedikitnya untuk penyelenggaraan event dengan model protokol kesehatan dan pengunjung terbatas.</p>



<p>Lain soal, kalau kemudian nanti event sudah tidak lagi di masa pandemi mungkin anggaran yang dibutuhkan lebih besar. Jika bisa dicover dinas seperempatnya saja, sudah bagus,&#8221; harapnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132195-proses-14-tahun-lahirkan-buku-tentang-budaya-topeng-malang">Baca Juga: Proses 14 Tahun, Lahirkan Buku Tentang Budaya Topeng Malang</a></strong></p>



<p>Adapun tujuan ke 39 event ini untuk membangkitkan wisata kampung tematik yang sudah 1 tahun tidak mendapat kunjungan ramai.</p>



<p>&#8220;Kita jadikan media promosi bahwa kampung-kampung kita masih eksis dan bisa dikunjungi kembali. Kedua sebagai salah satu dukungan demi terwujudnya visi &#8216;Malang Bermartabat&#8217;,&#8221; beber Ki Demang.</p>



<p>Menurutnya wisata tematik adalah kampung yang memang layak menjadi halaman terdepan bagi terwujudnya visi, misi, dan perubahan di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Sehingga patut kiranya kampung-kampung tematik ini mendapat perhatian secara khusus dan besar oleh pemerintah, masyarakat, dan stake holder,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Kalender Event Kampung Tematik, akan dimulai tanggal 4 April. Di mana, akan terselenggara Festival Kampung Budaya Polowijen. Dan ditutup di tanggal 22 Desember, event Hatur Agung Kagem Biyung bertempat di Kampung Budaya Polowijen. <strong>(cw1/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133608</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Dewi Sri, Wisata Destinasi Edukasi Padi</title>
		<link>https://memontum.com/wisata-dewi-sri-wisata-destinasi-edukasi-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2020 17:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Edukasi Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Dewi Sri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127666</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Satu lagi tempat wisata yang saat ini menjadi perhatian. Adalah wisata Dewi Sri di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang baru saja dibuka pada bulan Juli lalu. Destinasi wisata Dewi Sri, memberikan konsep edukasi dalam bidang pertanian padi. Di mana, konsep tersebut guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pentingnya dan proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Satu lagi tempat wisata yang saat ini menjadi perhatian. Adalah wisata Dewi Sri di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang baru saja dibuka pada bulan Juli lalu.</p>
<p>Destinasi wisata Dewi Sri, memberikan konsep edukasi dalam bidang pertanian padi. Di mana, konsep tersebut guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pentingnya dan proses dalam menghasilkan padi, namun dengan konsep yang menarik.</p>
<p>&#8220;Awalnya dibuat wisata ini sebagai destinasi edukasi di bidang pertanian padi karena memang warga sekitar yang berprofesi sebagai petani padi dan beberapa konsep unik untuk mengusir hama,&#8221; ujar Agus Sucipto, Divisi Pertanian Wisata Dewi Sri, Minggu (15/11) tadi.</p>
<p>Di destinasi tersebut, bisa dijumpai sebuah jembatan yang terbuat dari bambu yang berdiri panjang di tengah hamparan sawah dan beberapa gazebo dan pujasera.</p>
<p>&#8220;Warga desa awalnya menanam bunga Refugia di sekitar sawah untuk mengusir hama padi. Dengan bunga tersebut dan adanya jembatan menjadi lebih menarik di lihat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Agus juga menjelaskan, setelah itu dirinya dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) berinisiatif untuk membuat sebuah destinasi berbasis edukasi.</p>
<p>&#8220;Disamping sawah itu ada bunga Refugianya. Itu sebenarnya bukan hiasan namun peralihan hama agar ke bunga dan kita tidak menggunakan pestisida. Itu yang kita edukasikan juga kepada para pengunjung agar tahu manfaat dari bunga tersebut,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Alasan diberi nama Dewi Sri, lanjut Agus, memiliki nama Dewinya Padi. Karena ini memang basic nya pertanian padi jadi munculah nama tersebut.</p>
<p>&#8220;Dewi Sri adalah Dewinya Tanaman Padi, dari nama tersebut akhirnya ketemu singkatan dari Desa Wisata Sidorejo Indah (Dewi Sri),&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, tujuan lain dari destinasi wisata ini selain edukasi juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberdayakan warga sekitar.</p>
<p>&#8220;Jadi kelompok-kelompok warga membentuk beberapa usaha, karena memang kesulitan pasar apalagi ditengah pandemi ini akhirnya kita tampung semua,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Edukasi pertanian padi nantinya juga akan dilakukan kepada anak usia dini. Targetnya pun dari anak PAUD dan TK se Kecamatan.</p>
<p>&#8220;Namun sayang, sekarang masih belum berjalan karena terkendala pandemi. Semoga secepatnya bisa berjalan dengan baik,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127666</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
