<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polehan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polehan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jun 2025 13:38:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polehan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terkendala Biaya, Siswi di Polehan Dapat Kesempatan Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat</title>
		<link>https://memontum.com/terkendala-biaya-siswi-di-polehan-dapat-kesempatan-sekolah-gratis-di-sekolah-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[Polehan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[terkendala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223174</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rahmatul Laili Ramadani (12), siswi lulusan SDN Polehan 5 Kota Malang, menjadi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat (SR) yang akan mulai aktif pada 7 Juli 2025 mendatang. Dirinya menyimpan tekad besar, untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang pramugari. Ibu Laili, Ilmiatul Khoiroh (33), merasa bersyukur dengan adanya SR ini. Walaupun pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rahmatul Laili Ramadani (12), siswi lulusan SDN Polehan 5 Kota Malang, menjadi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat (SR) yang akan mulai aktif pada 7 Juli 2025 mendatang. Dirinya menyimpan tekad besar, untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang pramugari.</p>



<p>Ibu Laili, Ilmiatul Khoiroh (33), merasa bersyukur dengan adanya SR ini. Walaupun pada awalnya sempat bingung saat menerima pemberitahuan dari Dinsos P3AP2KB Kota Malang, melalui pihak kelurahan sekitar bulan Maret atau April lalu.</p>



<p>“Waktu itu saya disuruh hadir rapat di kecamatan. Baru di sana dijelaskan soal Sekolah Rakyat. Alhamdulillah, saya langsung menerima. Ini anak pertama dari tiga bersaudara,” tutur Ilmiatul, saat ditemui di kediamannya, Jumat (20/06/2025) tadi.</p>



<p>Sebelum menerima kabar masuk SR, pihak keluarga sempat merencanakan agar Laili dapat melanjutkan ke SMP Negeri 28 Kota Malang. Namun, karena keterbatasan ekonomi membuatnya ragu.</p>



<p>“Kami masih mikir biaya, soalnya suami saya tukang bangunan, gajinya sebulan sekitar dua juta. Saya sendiri tidak bekerja,” katanya.</p>



<p>SR memberikan harapan baru baginya, sebab semua kebutuhan siswa, mulai dari seragam, sepatu, hingga buku, ditanggung penuh oleh pemerintah pusat melalui APBN. Bahkan, para siswa tinggal di asrama selama masa pendidikan.</p>



<p>“Nanti tinggal di asrama tidak apa-apa. Awalnya anaknya tidak mau, tapi saya rayu-rayu. Kan seperti mondok, orang tua juga bisa kunjungan seminggu sekali,” ucapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tempat tinggal Laili sendiri berada di Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, selama hampir satu dekade. Mereka tinggal di bangunan mandiri di atas tanah milik saudara, dengan sistem sewa lahan yang dibayar setiap tahun.</p>



<p>&#8220;Ini tanahnya saudara, per tahun itu bayarnya antara Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu, saya lupa pastinya berapa,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya berharap dengan Laili bersekolah di SR, cita-cita sang anak menjadi pramugari dapat tercapai. &#8220;Harapannya dengan sekolah di SR ini, bisa jadi orang sukses yang berguna bagi bangsa dan negara, serta cita-citanya dapat tercapai,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Dirjen Kemensos RI, Idit Supriyadi Priatna, memastikan seluruh kebutuhan dasar siswa di Sekolah Rakyat akan dipenuhi. “Mulai 7 Juli para siswa akan masuk dan pada 14 Juli akan dilakukan kick-off serentak secara nasional. Semua kebutuhan siswa dipenuhi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak ada uang saku, karena semua kebutuhan makan, sandang dan tempat tinggal sudah terpenuhi di asrama,” jelas Idit.</p>



<p>Untuk gelombang pertama, ditargetkan ada 10 ribu siswa bisa mengikuti program SR di Indonesia. Pemerintah pusat menjamin seluruh pembiayaan, sehingga tidak ada alasan siswa putus sekolah di tengah jalan.</p>



<p>“Semua ini bersumber dari APBN dan sudah teranggarkan. Jadi aman,” imbuh Idit. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Polehan Kota Malang Temukan Bayi Laki-laki Usia Lima Hari</title>
		<link>https://memontum.com/warga-polehan-kota-malang-temukan-bayi-laki-laki-usia-lima-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Polehan]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202772</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi masih hidup di kawasan Jalan Puntodewo Gang IX, RT 12/ RW 3, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (04/12/2023) siang. Bayi tersebut, ditemukan tergeletak di depan pagar salah satu rumah warga sekitar. Menurut keterangan warga sekitar, Bambang Suprio (61), yang menjadi saksi mata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi masih hidup di kawasan Jalan Puntodewo Gang IX, RT 12/ RW 3, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (04/12/2023) siang. Bayi tersebut, ditemukan tergeletak di depan pagar salah satu rumah warga sekitar.</p>



<p>Menurut keterangan warga sekitar, Bambang Suprio (61), yang menjadi saksi mata penemuan, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.10. Ketika itu, dirinya jalan kaki hendak menuju ke masjid untuk melaksanakan Salat Duhur.</p>



<p>Namun, saat melintas di lokasi, dirinya curiga dengan bungkusan selimut bermotif bunga yang berada di depan rumah Juin. Bambang sempat mengira, bahwa kain tersebut adalah jemuran warga yang terjatuh. &#8220;Rumah Pak Juin saat itu sedang sepi, karena orangnya sedang umrah. Setelah saya dekati, ternyata di balik kain selimut itu terdapat bayi laki-laki memakai pakaian warna biru putih serta masih menempel tali pusarnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di dekat bayi, ujarnya, juga ditemukan tas warna hitam berisi popok, obat luka, kasa dan satu stel pakaian bayi. Dari penemuan itu, dirinyapun melaporkan ke Ketua RT setempat hingga banyak warga memadati lokasi kejadian. Selanjutnya, penemuan bayi ini dilaporkan ke pihak kepolisian.</p>



<p>Petugas Polsek Blimbing didampingi pihak kelurahan dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, tiba di lokasi dan langsung mengecek kondisi bayi. Diperkirakan, bayi berusia sekitar 3 sampai 5 hari dan dalam kondisi sehat. Bayi tersebut kemudian dibawa ke RSSA Malang, untuk mendapatkan perawatan medis.</p>



<p>&#8220;Saat ini, kondisi bayi aman dan sehat. Kejadian ini sudah saya laporkan dan saya teruskan ke Unit Reskrim Polsek Blimbing, untuk dilakukan penyelidikan mencari siapa pelaku pembuang bayi,&#8221; ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Polehan, Aiptu Harijanto. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202772</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantau Kebutuhan dan Permasalahan Warga, Wali Kota Malang Lakukan Sambang Kelurahan di Polehan</title>
		<link>https://memontum.com/pantau-kebutuhan-dan-permasalahan-warga-wali-kota-malang-lakukan-sambang-kelurahan-di-polehan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 04:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[permasalahan]]></category>
		<category><![CDATA[Polehan]]></category>
		<category><![CDATA[sambang]]></category>
		<category><![CDATA[wali]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komitmen sambang kelurahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, terus digalakkan. Seperti Jumat (23/06/2023) pagi, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyasar Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sutiaji menyampaikan jika sambang kelurahan akan terus dilakukan untuk menjalin kedekatan dengan warga. Tentu, dengan tujuan untuk memahami secara langsung kebutuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Komitmen sambang kelurahan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, terus digalakkan. Seperti Jumat (23/06/2023) pagi, Wali Kota Malang, Sutiaji, menyasar Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sutiaji menyampaikan jika sambang kelurahan akan terus dilakukan untuk menjalin kedekatan dengan warga. Tentu, dengan tujuan untuk memahami secara langsung kebutuhan warga serta menemukan permasalahan yang belum tersampaikan kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Malang.</p>



<p>“Komitmen sambang warga itu bukannya kami tidak percaya dengan mekanisme yang ada. Tetapi ini untuk semakin mendekatkan layanan bahwa kepala daerah itu memang harus turun ke warganya. Ini juga sambil ngontrol dan ternyata, memang ada yang ditemui beberapa kasus yang selama ini belum tersampaikan kepada pimpinan OPD,” jelas Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Salah satu kasus yang ditemui dalam kunjungannya tersebut, yaitu terkait dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Saat penelusuran, ditemukan bahwa program PKH diberhentikan karena alamat penerima sama dengan alamat rumah yang lebih besar. Sehingga, hal tersebut dinilai masih belum tepat sasaran.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>“Jadi kasusnya itu rumah di depan lantai tiga, terus dapat PKH. Verifikatornya yang menyalurkan dana PKH itu berasal dari instansi lain, bukan dari Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan ternyata rumah yang lebih besar tersebut telah dipotret,” terangnya.</p>



<p>Selain itu, dalam kunjungannya tersebut, pihaknya juga mengunjungi beberapa warga yang sedang sakit. Itu dilakukan, agar warga merasa lebih senang dan memperoleh perhatian yang lebih baik dari OPD terkait.</p>



<p>“Harapannya ya semoga warga bisa lebih senang dan OPD terkait insyaallah bisa lebih memperhatikan,” ujarnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika penguatan infrastruktur juga menjadi fokus yang ditekankan. Pihaknya mengatakan, jika rencana bedah rumah perlu diperkuat dan itu akan terus berproses. Di tahun ini sendiri pun, ada sebanyak 430 proyek bedah rumah.</p>



<p>“Jadi ada sekitar 206 proyek bedah rumah yang telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ditambah, dengan 196 proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang serta 28 proyek dari Baznas provinsi dan kota dan itu sebelum PAK tahun ini. Mudah-mudahan dengan komitmen pada PAK itu mungkin sudah di angka 600 an,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya proyek bedah rumah tersebut memerlukan detail yang cukup mendalam. Seperti mengenai kondisi rumah nya, kemudian rumah kontrakan yang dimiliki orang yang mampu, dan itu menjadi tantangan tersendiri.</p>



<p>“Modelnya adalah rumah itu nanti dibenahi, nilainya berapa itu dikompensasi dengan kontrakan dan seterusnya,” imbuhnya.&nbsp;<strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satroni Polehan, Residivis Maling HP Babak Belur</title>
		<link>https://memontum.com/satroni-polehan-residivis-maling-hp-babak-belur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 13:05:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Maling Hp]]></category>
		<category><![CDATA[Polehan]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123451</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaku pencurian HP, Abdul Rocman (22) warga Jl Muharto Gang V B, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Sabtu (5/9/2020) pukul 09.00, babak belur dihajar massa. Residivis kasus pencurian yang baru bebas dari penjara Juni 2020 ini kembali berulah mencuri HP Redmi Note V, milik Sukur Mulyadi (46) di kawasan Jl [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaku pencurian HP, Abdul Rocman (22) warga Jl Muharto Gang V B, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Sabtu (5/9/2020) pukul 09.00, babak belur dihajar massa. Residivis kasus pencurian yang baru bebas dari penjara Juni 2020 ini kembali berulah mencuri HP Redmi Note V, milik Sukur Mulyadi (46) di kawasan Jl Werkudoro, RT 02/RW 02, Kelurahan Polehan, Kota Malang.</p>
<p>Dalam aksinya itu, Rachman berhasil ditangkap warga sekitar hingga sempat merasakan beberapa bogem mentah mendarat di wajahnya. Saat ini, Rochman masih meringkuk dibalik jeruji besi Polsekta Blimbing. Petugas sendiri masih terus melakukan pengembangan karena selain melaukan pencurian, Rochman juga melakukan penjambretan di beberapa lokasi di Kota Malang.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian pagi itu, Rocman dan FR, DPO beraksi di Jl Werkudoro. Rochman kemudian melihat rumah korban dalam kondisi terbuka. Rochman pun kemudian menyelinap masuk dan mencuri HP Redmi yang berada di atas salon ruang tamu rumah.</p>
<p>Setelah berhasil menguasai ponsel tersebut, Rochman bergegas keluar. Namun saat itu korban mengetahuinya dan meneriaki pelaku. &#8220;Saya kejar. Saya tanya ngapain kamu. HP saya kemudian dibuang,&#8221; ujar Mulyadi.</p>
<p>Korban kemudian dibantu warga lainnya mengejar pelaku hingga berhasil menangkap Rocman. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial FR kabur. Rekaman penangkapan Rochman ini sempat di posting di media sosial Facebook. Rocman sempat dibawa ke Polsekta Kedungkandang. Namun karena lokasi kejadiannya di kawasan Blimbing, Rochman kemudian dilimpahkan ke Polsekta Blimbing.</p>
<p>Ternyata sebelum melakukan pencurian di Jl Werkudoro, Rochman juga telah melakukan aksi penjambretan HP Redmi 4A di kawasan Velodrom Kedungkandang. Selain itu Rochman juga terlibat beberapa aksi penjambretan lainnya di Kota Malang, usai keluar penjara Juni 2020. Saat ini Rocman masih dalam pengembangan petugas Polsekta Blimbing.</p>
<p>Kapolsekta Blimbing Kompol Hery W Widodo saat dikonfirmasi Memontum.com, membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan. &#8220;Kami masih melakukan pengembangan,&#8221; ujar Kompol Hery. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123451</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
