<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polio, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polio/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jan 2024 23:18:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polio, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Imunisasi Polio, Dinkes Kota Malang Temukan Beberapa Kendala di Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/imunisasi-polio-dinkes-kota-malang-temukan-beberapa-kendala-di-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2024 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beberapa]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kendala]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[polio,]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Imunisasi Polio di Kota Malang, di putaran pertama ini masih terus berjalan. Pelaksanaan yang ditargetkan menyasar pada seluruh anak-anak yang berusia 0 sampai 7 tahun, juga ditemukan beberapa kendala.  Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan jika salah satu kendala itu, diantaranya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Imunisasi Polio di Kota Malang, di putaran pertama ini masih terus berjalan. Pelaksanaan yang ditargetkan menyasar pada seluruh anak-anak yang berusia 0 sampai 7 tahun, juga ditemukan beberapa kendala. </p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan jika salah satu kendala itu, diantaranya karena belum meratanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian imunisasi pada anak. &#8220;Jadi biasanya, orang tua menganggap anaknya sudah sehat. Sehingga sudah tidak perlu diimunisasi. Padahal, imunisasi itu bertujuan agar anak yang sehat itu tetap sehat, agar anak itu tidak terkena penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah oleh imunisasi,” kata Meifta, Jumat (19/01/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, lanjutnya, yaitu adanya persepsi negatif mengenai reaksi setelah dilakukan imunisasi. Beberapa orang tua, menurutnya khawatir apabila anaknya akan mengalami demam setelah melakukan imunisasi.</p>



<p>“Jadi anak saat ini memang posisinya sehat, kemudian saat selesai diimunisasi anaknya menjadi anget atau panas badannya. Nah itu menimbulkan pikiran yang tidak-tidak, maka seperti itu harus kita sampaikan kebenarannya kepada masyarakat,” tuturnya.</p>



<p>Selain itu, adanya penolakan imunisasi yang disebabkan karena faktor eksternal dari keluarga. Seperti, peran nenek yang tidak memberikan izin, karena mengkhawatirkan tingkah laku anak setelah diimunisasi.</p>



<p>“Tetapi dalam hal ini kita juga sudah melakukan identifikasi terkait penyebabnya,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, juga karena masih adanya anggapan masalah haram-halal di masyarakat, walaupun itu tidak terlalu banyak. Namun, dalam hal ini Dinkes Kota Malang memberikan sosialisasi bersama dengan Kemenag Kota Malang.</p>



<p>“Imunisasi ini sudah dilakukan bertahun-tahun dan juga sudah dilakukan beberapa kajian oleh BPOM. Kemudian juga sudah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Jadi sifatnya untuk memberikan pelindungan itu lebih baik. Karena kalau yang bersangkutan nanti sakit, akibatnya itu bukan hanya anaknya sendiri yang sakit tapi juga akan menularkan ke sekelilingnya,” jelasnya.</p>



<p>Disisi lain, Dinkes Kota Malang juga telah memiliki inovasi atau terobosan baru untuk jemput bola upaya imunisasi. Yaitu dengan Imunisasi Balita Janjian Ketemu (Imbal Jamu).</p>



<p>“Itu kita janjian ketemu untuk imunisasi, kita lakukan bukan hanya saat buka posyandu saja. Itu selain jemput bola kita juga menyesuaikan waktu. Lebih-lebih kita outputnya yang kita garap adalah menyesuaikan waktu bisanya orangtua ini kapan. Jadi ini salah satu untuk jemput bola agar imunisasi capaiannya bisa meningkat,” imbuhnya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204672</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Sub PIN Polio, Pj Wali Kota Malang Sampaikan Dukungan Langkah Awal Generasi Berkualitas 2045</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-sub-pin-polio-pj-wali-kota-malang-sampaikan-dukungan-langkah-awal-generasi-berkualitas-2045</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2024 03:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[polio,]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204473</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, untuk putaran pertama yang berlangsung di SDN Kauman 02 Kota Malang dan Posyandu RW 09 Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (15/01/2024) tadi. Untuk di SDN Kauman 02 sendiri, ada sebanyak 98 siswa yang mendapatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, untuk putaran pertama yang berlangsung di SDN Kauman 02 Kota Malang dan Posyandu RW 09 Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (15/01/2024) tadi.</p>



<p>Untuk di SDN Kauman 02 sendiri, ada sebanyak 98 siswa yang mendapatkan imunisasi Polio. Sebab, pelaksanaan itu hanya diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2 yang berusia 0 hingga 7 tahun. Sementara, untuk di Posyandu RW 09, ada sebanyak 20 Balita.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, Pj Wali Kota berharap agar pelaksanaan imunisasi Polio di Kota Malang dapat berjalan dengan baik dan dapat memutus rantai penyebaran virus. &#8220;Inikan program pemerintah, jadi harus kita lakukan dan ini serentak. Dengan kita beri Sub Pin Polio ini maka anak-anak yang saat ini sudah kita beri vaksin dan ke depan apabila terjadi wabah terkait dengan polio bisa kita antisipasi dan menjadikan anak-anak yang berkualitas,&#8221; kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Ditambahkannya, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, itu dipersiapkan untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di tahun 2045. “Harapannya dengan kita berikan vaksin polio ini, maka akan menjadikan mereka lebih kebal lagi. Apalagi ini juga mendukung mereka untuk menjadi manusia yang berkualitas di tahun 2045,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan jika jumlah siswa dan siswi di Kota Malang yang akan mendapatkan Sub Pin Polio tersebut kurang lebih ada sebanyak 30 ribu anak. Baik itu di Sekolah Dasar Negeri maupun Sekolah Dasar Swasta.</p>



<p>“Kami di Kota Malang ini ada 195 SD Negeri dan 84 SD Swasta. Jumlah murid kami di satu jenjang kelas itu ada sekitar 15 ribu, berarti kalau kelas 1 dan 2 ini ada 30 ribu. Tetapi, itu tidak semua mendapatkan Sub Pin Polio karena pasti ada yang lebih dari 7 tahun,” ucap Suwarjana.</p>



<p>Ditambahkannya, jika dalam pencanangan di tahap pertama yang dilakukan itu sudah berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga, diharapkan nantinya dalam tahap kedua yang digelar pada 19 Januari 2024 mendatang, juga berjalan dengan demikian.</p>



<p>“Dalam hal ini dikungan dari kami adalah menyiapkan anak yang mau di vaksin dan insyaallah sudah siap. Mereka (anak-anak) mau semua mereka berani tidak ada yang takut. Karena sosialisasi kita kan tetes bukan suntik,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Suwarjana juga menyampaikan jika dalam hal ini pihaknya telah memberikan sosialisasi pada orang tua siswa akan pentingnya pemberian imunisasi polio pada anak.</p>



<p>“Ke orang tua sudah kami sosialisasikan sejak lama, karena ini kan pencegahan untuk anak-anak mereka agar tidak kena sakit. Di sini kami juga kerjasama dengan teman-teman dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas sekitar,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk pemberian Imunisasi Polio ini menyasar kurang lebih sejumlah 100 ribu anak berusia 0 hingga 7 tahun, di 300 titik Posyandu yang ada di Kota Malang dan 279 SD di Kota Malang. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204473</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
