<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>politeknik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/politeknik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 May 2024 11:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>politeknik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pelaku Begal Probolinggo Kembali Berulah, Mahasiswi Politeknik Jember Asal Mojokerto Ditebas Celurit</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-begal-probolinggo-kembali-berulah-mahasiswi-politeknik-jember-asal-mojokerto-ditebas-celurit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berulah,]]></category>
		<category><![CDATA[celurit]]></category>
		<category><![CDATA[ditebas]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209895</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Aksi pembegalan alias perampokan di wilayah hukum Probolinggo, kembali berulah. Giliran seorang mahasiswi Politeknik Jember, bernama Fitria Cici (20), warga asli Mojokerto yang berdomisili di Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Probolinggo, yang menjadi sasaran aksi kawanan pelaku, Senin (27/02024) malam. Akibat kejadian itu, korban tidak hanya harus merelakan motor Honda Beat Nopol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Aksi pembegalan alias perampokan di wilayah hukum Probolinggo, kembali berulah. Giliran seorang mahasiswi Politeknik Jember, bernama Fitria Cici (20), warga asli Mojokerto yang berdomisili di Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Probolinggo, yang menjadi sasaran aksi kawanan pelaku, Senin (27/02024) malam.</p>



<p>Akibat kejadian itu, korban tidak hanya harus merelakan motor Honda Beat Nopol S 4888 PN, saat melintas di Jalan Profesor Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Namun, korban juga mengalami luka gores di paha akibat tebasan celurit seorang pelaku. Kejadian ini, pun sudah dilaporkan korban dan ditangani petugas kepolisian.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa malam itu korban mengendarai motornya berangkat dari Jember untuk menuju ke Mojokerto, seorang diri. Sesampainya di Jalan Profesor Hamka, sekitar pukul 21.30, korban tiba-tiba dipepet dan diberhentikan oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua motor.</p>



<p>Setelah berhenti, pelaku langsung meminta paksa motor Honda Beat yang dikendarai korban. Karena motornya hendak dirampas, korban pun mencoba melakukan perlawanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Setelah kontak diambil, pelaku kemudian menyabetkan celurit kearah korban yang mengakibatkan luka gores di paha sebelah kiri. Bahkan, lengan baju sebelah kiri robek dan helm yang digunakan korban juga pecah,&#8221; ujar warga setempat, Hartono.</p>



<p>Melihat korban tak berdaya, pelaku kemudian membawa kabur motor Honda Beat korban. Tidak berselang lama, warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melakukan pertolongan. Warga kemudian membawa korban ke pihak kepolisian dan ke RSUD Ar- Rozy untuk memeriksa dan memastikan luka yang diderita korban.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Untuk luka yang diderita korban tidak parah. Namun saat ini korban masih berada di IGD RSUD Ar- Rozy,&#8221; imbuh Hartono.</p>



<p>Sementara ini, kasus pembegalan mahasiswa Politeknik Jember ini masih ditangani oleh pihak kepolisian. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209895</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurangi Ketergantungan Impor, Tim Politeknik Media Kreatif Ciptakan Inovasi Tinta Berbahan Sawit</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-ketergantungan-impor-tim-politeknik-media-kreatif-ciptakan-inovasi-tinta-berbahan-sawit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berbahan]]></category>
		<category><![CDATA[ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[ketergantungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201352</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu binaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tim Politeknik Media Kreatif berhasil mencipakan sebuah inovasi baru. Yaitu, membuat tinta cetak offset dengan berbahan sawit. Tim Development dari tinta sawit, Adil Quarta Anggoro, menyampaikan jika inovasi tersebut telah diciptakan sejak tahun 2021 lalu. Inovasi tersebut tentunya membawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu binaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tim Politeknik Media Kreatif berhasil mencipakan sebuah inovasi baru. Yaitu, membuat tinta cetak offset dengan berbahan sawit.</p>



<p>Tim Development dari tinta sawit, Adil Quarta Anggoro, menyampaikan jika inovasi tersebut telah diciptakan sejak tahun 2021 lalu. Inovasi tersebut tentunya membawa dampak positif dalam mengurangi ketergantungan industri percetakan terhadap bahan impor.</p>



<p>“Dimana keunggulannya bisa mereduksi bahan-bahan yang sebelumnya import, dengan menggunakan bahan lokal. Karena menurut kami, yang sangat dekat dengan dunia cetak merasa agak miris, karena dari semua bahan tinta yang digunakan semua industri percetakan masih menggunakan bahan yang berasal dari luar negeri. Sehingga kami berinisiatif untuk melakukan subtituasi bahan dan menemukan sawit yang sangat cocok,” jelas Adil saat mengikuti pameran kegiatan BPDPKS di Kota Malang, Jumat (10/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya juga menyampaikan, jika produk tinta berbahan sawit tersebut memiliki keunggulan yang tidak jauh berbeda dengan kompetitor lainnya. Selain itu, pihaknya juga meyakini bahwa dengan kualitas yang sama, bahan lokal bisa mensubsitusi bahan import.</p>



<p>“Harga kita tetap bersaing dengan harga di pasaran. Satu set bervariatif, tergantung pada formulasi. Namun, kita punya kebanggaan dengan bahan yang menggunakan bahan lokal dapat menghasilkan hasil yang sama baiknya,” ujarnya.</p>



<p>Meskipun saat ini produksi tinta berbahan sawit masih berskala kecil, namun pihaknya juga tengah berusaha untuk menskalakan produksi dan tengah melakukan proses negosiasi dengan pabrikan. Itu dilakukan agar kapasitas produksi yang diproduksi bisa meningkat dengan skala yang lebih besar.</p>



<p>“Kalau sudah skala pabrikan tentunya bisa menyesuaikan kapasitas produksi pabrik tersebut. Misalnya bisa satu ton per hari untuk penggunaaan bahan satu jenis tinta. Pasar masih terbuka lebar, karena industri cetak seperti kemasan, advertasing, itu meningkat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201352</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
