<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polowijen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polowijen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Mar 2024 12:43:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polowijen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sambut Ramadan, Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Gelar Tradisi Megengan dan Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-ramadan-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-gelar-tradisi-megengan-dan-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[megengan]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi budaya Jawa, yang masih terus dilestarikan dan kaya akan makna. Yakni, tradisi Megengan dan Nyadran. Penggagas KBP Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa tradisi tersebut setiap tahunnya selalu digelar. Diawali dengan mocopatan, kemudian umbul dungo (baca doa, red), lalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menyambut Bulan Suci Ramadan, Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi budaya Jawa, yang masih terus dilestarikan dan kaya akan makna. Yakni, tradisi Megengan dan Nyadran.</p>



<p>Penggagas KBP Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan bahwa tradisi tersebut setiap tahunnya selalu digelar. Diawali dengan mocopatan, kemudian umbul dungo (baca doa, red), lalu nyekar ke makam Empu Topeng Ki Tjandro Suwono (Mbah Reni) di KBP hingga arak-arakan topeng dan penampilan tari-tarian.</p>



<p>“Lebih dari 100 orang mengikuti Megengan dan Nyadran di KBP Kota Malang dengan khidmat sampai acara selesai. Mereka ada dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Kampung Gadang Wiswakala, Perempuan Bersanggul Nusantara, Komunitas Mocopat Kota Batu, SMP Wahid Hasyim Singosari, perwakilan Kampung Tematik Kota Malang, murid dan wali murid KBP serta Warga KBP sendiri,” ujar Ki Demang-sapaannya, Senin (11/03/2024) tadi.</p>



<p>Uniknya dalam tradisi tersebut, para warga KBP yang hadir membawa makanan, kemudian saling tukar menukar untuk dibawa pulang ke rumah. Tidak lupa juga, mereka membawa kue legendaris, apem dan buah pisang.</p>



<p>“Karena biasanya warga itu membagikan ke tetangga sekitar atau di bawa ke mushola, lha di sini kita saling menukar makanan kemudian bisa dibawa pulang. Tetapi, sebelumnya mereka juga mengikuti kegiatan arak-arakan Nyadran ke makam,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Sekretaris TACB Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi, memberikan penjelasan mengenai makna dari Megengan dan Nyadran itu sendiri. Menurut Rakai, Megengan diambil dari bahasa Jawa mèkèk yang artinya menahan. Tradisi Megengan sendiri juga merupakan tradisi lama dari masyarakat Jawa yang masih tetap lestasri dan dilakukan jelang puasa.</p>



<p>“Untuk puasa sendiri, berasal dari penggabungan dua suku kata upa dan vasa. Upa bermakna dekat dan vasa itu Yang Maha Agung, sehingga upavasa ini sendiri memiliki arti mendekatkan diri ke Yang Maha Kuasa. Ini merujuk pada perilaku atau tradisi puasa masyarakat nusantara terdahulu yang mayoritas menganut Hindu-Budha,” tutur Rakai.</p>



<p>Kemudian, Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, Sraddha yang artinya keyakinan. Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya.</p>



<p>“Nyadran itu selalu di selenggarakan di bulan Jawa Ruwah dan bermakna meruwat atau merawat arwah arwah. Khususnya, kalau di KBP sendiri ini meruwat arwah para seniman dan budayawan topeng Malang yang sudah tidak ada, namun jiwa dan ruhnya masih bisa dirasakan pada generasi topeng saat ini,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205074</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tempat Produksi Pabrik Krupuk Polowijen Kota Malang Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/tempat-produksi-pabrik-krupuk-polowijen-kota-malang-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[krupuk]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193781</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pabrik Krupuk milik Dede (64) di Jalan Polowijen II, RT 1/RW 3 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terbakar, Kamis (20/07/2023) sekitar pukul 08.30. Dalam kejadian itu, api menghanguskan atap dan sekam untuk bahan bakar penggorengan. Menurut salah seorang saksi, Furqon (51), bahwa kejadian kebakaran itu berlangsung setelah selesai proses produksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pabrik Krupuk milik Dede (64) di Jalan Polowijen II, RT 1/RW 3 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terbakar, Kamis (20/07/2023) sekitar pukul 08.30. Dalam kejadian itu, api menghanguskan atap dan sekam untuk bahan bakar penggorengan.</p>



<p>Menurut salah seorang saksi, Furqon (51), bahwa kejadian kebakaran itu berlangsung setelah selesai proses produksi krupuk. &#8220;Selesai proses produksi, tumpukan sekam yang dipakai untuk bahan bakar penggorengan krupuk, itu dalam kondisi masih panas. Diduga dari situ, masih ada bara api di tumpukan bawah sekam yang tidak diketahui pekerja,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bara api itu, diduga merambat ke tumpukan sekam lainnya dan langsung muncul kobaran api. Kobaran api dengan cepat membesar membakar bagian plafon dan genteng. Mengetahui kejadian itu, para pekerja dan warga melakukan pemadaman dengan air seadanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun, api tetap berkobar hingga kejadian ini dilaporkan ke PMK Kota Malang. Petugas segera datang melakukan pemadaman menyemprotkan air ke titik-titik api. Termasuk ke area sekam yang sudah terbakar.</p>



<p>Kepala UPT PMK Kota Malang, Agoes Soebekti, mengatakan api benar-benar padam sekitar pukul 09.20. &#8220;Tidak ada korban jiwa maupun luka, karena kondisi pabrik sudah kosong dari pekerja. Area yang terbakar 20 meter persegi. Api tidak sampai menyambar ke peralatan produksi krupuk, namun hanya membumbung ke atas hingga membakar plafon dan genteng. Dan akibat peristiwa ini, pemilik pabrik mengalami kerugian materi sekitar Rp 5 juta,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193781</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semarakkan Ramadan, Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Lakukan Tradisi Megengan dan Nyadran</title>
		<link>https://memontum.com/semarakkan-ramadan-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-lakukan-tradisi-megengan-dan-nyadran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Megengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185517</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebagai wujud syukur dalam menyambut Bulan Ramadan, warga Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi megengan dan nyadran, Rabu (22/03/2023) sore. Dalam gelaran megengan tersebut, terlihat masyarakat mengenakan pakaian adat tradisional jawa dan juga membaca doa jawa. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebagai wujud syukur dalam menyambut Bulan Ramadan, warga Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang, menggelar tradisi megengan dan nyadran, Rabu (22/03/2023) sore. Dalam gelaran megengan tersebut, terlihat masyarakat mengenakan pakaian adat tradisional jawa dan juga membaca doa jawa.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tempatik Kota Malang, Isa Wahyudi, mengatakan jika megengan sendiri memiliki arti menahan. Tentunya, menahan dari hawa nafsu yang menggugurkan dari ibadah puasa. Selain itu, megengan juga sebagai salah satu cara untuk merekatkan kembali masyarakat sekitar atau pegiat seni budaya.</p>



<p>“Kampung Budaya Polowijen ini berkepentingan untuk mengembalikan gerakan kegiatan masyarakat dalam melestarikan adat istiadat. Dimana, megengan ini juga untuk saling maaf maafan. Sehingga, kita bisa mendapatkan pertolongan, perlindungan, dan menjalankan ibadah puasa secara khusyuk,” jelas Ki Demang-sapannya.</p>



<p>Dalam tradisi tersebut juga telah disajikan makanan khas, seperti apem, dan pisang raja. Tentunya, dalam menyajikan itu juga memiliki makna tersendiri. Menurutnya, apem sendiri menandakan simbol permohon maaf, kemudian pisang raja diharapkan bisa memberikan perlindungan saat bulan Ramadan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>“Apem itu selain karena artinya permintaan maaf, juga waktu itu yang paling gampang dibuat dan bisa dimakan orang banyak. Sehingga tradisi itu sampai saat ini masih berkembang di tengah masyarakat. Kemudian jika digabungkan dengan pisang raja, menggambarkan seperti payung, yang harapannya bisa memberikan perlindungan dari godaan dalam menjalani ibadah puasa,” katanya.</p>



<p>Kemudian, tradisi nyadran ke makam salah satu Mpu Pembuat Topeng KBP, Mbah Reni, juga dilakukan. Tentunya tradisi tersebut, dilakukan dengan tujuan untuk menghormati para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Nyadran, menurutnya menjadi acara yang penting bagi masyarakat Jawa dan hampir tidak pernah terlewat.</p>



<p>“Nyadran itu untuk membangun masyarakat menjadi seimbang dan sesuai ruh Islam. Lewat nyadran, masyarakat mampu menciptakan kemesraan rohani, antara manusia, alam, dan Tuhan. Nyadran tak hanya urusan religi, namun erat kaitannya dengan budaya, nasionalisme, bahkan pariwisata. Selain itu juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, dan agar terhindar dari penyakit,” lanjutnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, usai dilakukan megengan dilanjutkan dengan doa bersama menggunakan tembang macapat dan penampilan Tari Sadran. Kemudian, dilanjutkan nyadran ke makam. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185517</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Batik Ecoprint Kampung Budaya Polowijen Kota Malang Terus Diperkuat</title>
		<link>https://memontum.com/pelatihan-batik-ecoprint-kampung-budaya-polowijen-kota-malang-terus-diperkuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2022 13:09:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Budaya Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=166446</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelatihan membatik di Kampung Budaya Polowijen (KBP), kembali diperkuat. Seperti yang terlihat Sabtu (26/03/2022) tadi, dilakukan pelatihan membuat ecoprint dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Pengelola seni rupa batik KBP, Titik Nur Fajriyah, mengatakan jika metode ecoprint dipilih sebagai bentuk eksplorasi warga dalam meningkatkan kemampuan membatik mereka. &#8220;Ecoprint tidak sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelatihan membatik di Kampung Budaya Polowijen (KBP), kembali diperkuat. Seperti yang terlihat Sabtu (26/03/2022) tadi, dilakukan pelatihan membuat ecoprint dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.</p>



<p>Pengelola seni rupa batik KBP, Titik Nur Fajriyah, mengatakan jika metode ecoprint dipilih sebagai bentuk eksplorasi warga dalam meningkatkan kemampuan membatik mereka. &#8220;Ecoprint tidak sama dengan batik. Karena kalau membatik, itu ada komponen penting seperti lilin dan malam panas dan itu baru dinamakan batik. Nanti jangka panjangnya, bisa jadi pengembangan kemampuan ibu-ibu pembatik Polowijen dan bisa dikombinasikan dengan batik juga,” ujarnya.</p>



<p>Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan, terangnya, menggunakan dedaunan yang ramah lingkungan yang diperoleh dari lingkungan KBP sendiri. Dengan adanya pelatihan batik ecoprint, ditambah pembentukan sentra batik, para pembatik semakin terfasilitasi dan mampu menambah ragam motif yang sesuai dengan ciri khas kampung.</p>



<p>“Tentu dengan kegiatan seperti ini, bisa membuat mereka terfasilitasi, selain itu bisa menambah pengetahuan sehingga bisa berkembang,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu, sebagai Ketua Pokdarwis, Ki Demang Isa Wahyudi, menjelaskan jika pelatihan membatik di KBP sendiri telah berjalan hampir 5 tahun lamanya dan sudah berjalan hingga enam pelatihan. Sebanyak empat orang pembatik dari warga setempat, pun juga dihadirkan dalam pelatihan tersebut.</p>



<p>“Kami sudah 5 tahun melatih masyarakat untuk membatik. Dan itu, sudah ada enam gelombang pelatihan. Selama empat gelombang pelatihan, sudah terjaring 60 orang dan pelatihan kelima membuat desain batik dengan peserta yang sama, semuanya orang Polowijen,” ucap Ki Demang.</p>



<p>Perlu diketahui, tujuan utama dari kegiatan tersebut yakni ingin menyampaikan bahwa Kampung Budaya Polowijen sudah membentuk sentra batik dan topeng. Dimana nantinya, akan dibina oleh Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian (Diskoperindag) Kota Malang. <strong>(cw2/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166446</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebanyak 84 Fasyankes Kota Malang Siap Lakukan Vaksinasi</title>
		<link>https://memontum.com/sebanyak-84-fasyankes-kota-malang-siap-lakukan-vaksinasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2021 07:43:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Gilang Widya]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133348</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai pelaksanaan vaksinasi simbolis di Mini Block Office, rencananya vaksinasi akan segera dilangsungkan di beberapa Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan) Kota Malang. Hingga Kamis (28/01) terdata ada 84 Fasyankes yang akan menyelenggarakan vaksinasi. Baca Juga : Usai Vaksinasi, Gilang Widya Mengaku Tangannya Pegal, Wawali Ngaku Badannya Sumer &#8220;Terdiri dari 16 puskesmas, 25 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Usai pelaksanaan vaksinasi simbolis di Mini Block Office, rencananya vaksinasi akan segera dilangsungkan di beberapa Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan) Kota Malang. Hingga Kamis (28/01) terdata ada 84 Fasyankes yang akan menyelenggarakan vaksinasi.<br></p>



<p><strong>Baca Juga :</strong> <strong><a href="https://memontum.com/133339-usai-vaksinasi-gilang-widya-mengaku-tangannya-pegal-wawali-ngaku-badannya-sumer" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133339-usai-vaksinasi-gilang-widya-mengaku-tangannya-pegal-wawali-ngaku-badannya-sumer" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Usai Vaksinasi, Gilang Widya Mengaku Tangannya Pegal, Wawali Ngaku Badannya Sumer</a></strong></p>



<p>&#8220;Terdiri dari 16 puskesmas, 25 RS (Rumah Sakit), dan 43 klinik. Targetnya vaksinasi tahap 1 untuk nakes (tenaga kesehatan) akan dilaksanakan sampai akhir Februari,&#8221; ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Sri Winarni.</p>



<p>Sedangkan vaksinator yang sudah dilatih sebanyak 5 orang di tiap Puskesmas dan 10 dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar (RSSA). &#8220;Sisanya belum pelatihan, maka dari itu mulai hari ini sampai besok Dinkes akan lakukan OJT (On Job Training) bagi nakes yang belum pelatihan. Harapannya ratusan yang bisa kami latih, kita sudah himbau ke RS dan klinik untuk kirim nakesnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong> <strong><a href="https://memontum.com/133039-ini-dia-10-nama-penerima-vaksinasi-simbolis-kota-malang-pemilik-juragan-99-trans-masuk-daftar" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/133039-ini-dia-10-nama-penerima-vaksinasi-simbolis-kota-malang-pemilik-juragan-99-trans-masuk-daftar" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ini Dia 10 Nama Penerima Vaksinasi Simbolis Kota Malang, Pemilik Juragan 99 Trans Masuk Daftar</a></strong></p>



<p>Berkaitan dengan update data nakes, per hari ini, sudah ada 12.520 nakes yang menerima e-tiket vaksinasi. Sehingga total vaksin yang dibutuhkan Kota Malang sebanyak 25.040 untuk dua kali penyuntikan.</p>



<p>&#8220;Vaksin yang sudah sampai 10.240, jadi masih ada kekurangan hampir 15.000. Jumlah yang sudah sampai itu menyesuaikan kapasitas coolchain kita, kalau sudah didistribusikan ke Fasyankes, baru kami minta ke Provinsi untuk mengirim kembali sisanya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditegaskan Sri, semua vaksinator yang telah dilatih di beberapa Fasyankes Kota Malang saat ini sudah siap. Bahkan vaksinator dari Puskesmas Polowijen hari ini dipilih oleh Dinkes melaksanakan vaksinasi kepada 12 tokoh. &#8220;Kenapa memilih Puskesmas Polowijen, ya tidak ada alasan khusus sebenarnya. Random saja kami tunjuk, toh semua vaksinator sudah siap,&#8221; ujar Sri Winarni. <strong>(cw1/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemakaman Pasien PDP Negatif Polowijen Aman Lancar, &#8220;Gak Koyok Daerah &#8216;Rusuh&#8217; Liyane&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/pemakaman-pasien-pdp-negatif-polowijen-aman-lancar-gak-koyok-daerah-rusuh-liyane</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 11:31:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[PDP Negatif]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[Polowijen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110943</guid>

					<description><![CDATA[Sesuai SOP Penanganan Pasien Covid-19 Memontum Malang &#8211; Berstatus PDP dengan hasil lab negatif, pemakaman warga Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (4/4/2020) siang tetap menjalankan prosedur pemakaman jenazah dari Tim Khusus pemakaman jenazah Covid-19 (PSC 119). Pemakaman berjalan lancar tanpa ada pembubaran tanpa ada penolakan dari warga. Sekitar pukul 11.30, ambulan PSC 119 tiba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Sesuai SOP Penanganan Pasien Covid-19</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Berstatus PDP dengan hasil lab negatif, pemakaman warga Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (4/4/2020) siang tetap menjalankan prosedur pemakaman jenazah dari Tim Khusus pemakaman jenazah Covid-19 (PSC 119). Pemakaman berjalan lancar tanpa ada pembubaran tanpa ada penolakan dari warga.</p>
<p>Sekitar pukul 11.30, ambulan PSC 119 tiba di makam Condro Reni Polowijen atau Makam Petilasan Kendedes Polowijen. Seragam tim petugas menjadi sorotan karena memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, putih-putih.</p>
<p><div id="attachment_110945" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-110945" decoding="async" class="size-full wp-image-110945" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113942-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Berjarak. (sos) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113942-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113942-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113942-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113942-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-110945" class="wp-caption-text">Berjarak. (sos)</p></div></p>
<p>Anggota Babinsa, 2 kepala RT dan anggota Polsek Blimbing sudah siap di lokasi. Begitu pula Camat Blimbing, Muarib. Tampak warga sekitar sebagian memakai masker. Adapula keluarga almarhum.</p>
<p>Awalnya, keluarga berada di luar pemakaman jauh dari prosesi. Seusai penurunan jenazah ke dalam liang lahat , keluarga diperkenankan mendekat. &#8220;Hasilnya Negatif bapak (berusia 60 tahun) memang punya riwayat paru-paru,&#8221; ungkap anak almarhum di sela-sela pemakaman.</p>
<p>Ya, proses pemakaman ini berjalan lancar, aman, terkendali. Meski tidak diperkenankan berkerumun dan warga musti berjarak dari tim pemakaman. &#8220;Alhamdulillah lancar, tidak seperti di luar luar sana. Ditolak warga, tidak beperikemanusiaan,&#8221; ungkap Agus, anggota tim pemakaman.</p>
<p>Lalu kenapa jenazah PDP berstatus negatif dimakamkan sesuai SOP pemakaman pasien Covid-19?</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/bktVqnFkBvU" width="750" height="400" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br />
<strong>dr Nanda dari RS Karsa Husada Batu atau RS Paru Batu memberikan penjelasan. (ist)</strong></p>
<p>Dijelaskan Dr Nanda, RS Paru Batu, bahwa jenazah sudah melalui tahapan sterilisasi. Pertama disterilisasi, lalu dibungkus plastik. Kemudian dikafani, lalu diberi plastik lagi dan disterilisasi dan dibungkus lagi.</p>
<p>&#8220;Jenazah sudah kami salatkan di sini. Kondisi untuk pasiennya, hasil lab swabnya NEGATIF,&#8221; tegas Dr Nanda yang menangani pasien atau almarhum di RS Karsa Husada Batu, Sabtu (4/4/2020) siang.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-110947" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113650-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113650-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113650-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113650-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG_20200404_113650-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terkait pemakaman jenazah PDP, diharap Dr Nanda, masyarakat tetap menjaga jarak. Hindari kerumunan massa. &#8220;Walaupun hasilnya Negatif. Karena beliau sudah pernah masuk isolasi Covid-19, kita wajib waspada dan jaga jarak,&#8221; urai Dr Nanda.</p>
<p>&#8220;Bapak memang punya riwayat paru-paru,&#8221; sebut seorang warga kerabat almarhum. Jumat (3/4/2020) kemarin, kata keluarga, almarhum masuk RS Persada lalu dibawa ke rumah sakit rujukan khusus penanganan Covid-19 di RS Paru Batu atau RS Karsa Husada Batu. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110943</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
