<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polresta Pasuruan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polresta-pasuruan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2020 02:35:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polresta Pasuruan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Reaktif Rapid Test, Jenazah Diambil paksa</title>
		<link>https://memontum.com/reaktif-rapid-test-jenazah-diambil-paksa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 02:35:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120142-reaktif-rapid-test-jenazah-diambil-paksa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Aksi pengambilan jenasah secara paksa oleh masyarakat di rumah sakit,kembali terulang di Pasuruan. Kali ini warga Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan mengambil paksa jenazah MA yang berada di RS Dr R Soedarsono Kota Pasuruan, Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 15:00 Wib. Mereka (warga) membawa pulang paksa pasien meninggal yang hasil rapid testnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Aksi pengambilan jenasah secara paksa oleh masyarakat di rumah sakit,kembali terulang di Pasuruan. Kali ini warga Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan mengambil paksa jenazah MA yang berada di RS Dr R Soedarsono Kota Pasuruan, Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 15:00 Wib.</p>
<p>Mereka (warga) membawa pulang paksa pasien meninggal yang hasil rapid testnya reaktif itu dengan kendaraan bak terbuka (pikap).Tak hayal kejadian aksi massa tersebut membuat gaduh suasana RSUD R.Soedarsono Kota Pasuruan dan tak sedikit warga yang berada di sekitaran rumah sakit tersebut, mengabadikannya dengan vidio dan foto dari HPnya.</p>
<p>Dari salah satu vidio amatir yang berhasil didapat dari salah satu warga. Peristiwa tersebut berjalan sangat cepat. Kedatangan puluhan warga yang menumpang 3 mobil bak terbuka(pikap) dan belasan sepeda motor, langsung masuk ke RSUD R.Soedarsono-Purut.Kemudian puluhan warga menuju ke kamar mayat rumah sakit setempat dan membawa keluar jenasah serta menaikannya ke atas pikap yang sudah menunggu di luar rumah sakit dan menutupi jenasah menggunakan kain seadanya.</p>
<p>Saat kejadian pengambilan paksa jenasah ini dikonfirmasikan pada Plt Direktur RSUD R.Soedarsono Kota Pasuruan Dr.Tina Soelistiana mengatakan,&#8221; kejadian pengambilan paksa jenasah reaktif rapid test tersebut,lantaran pihak keluarga menolak pemulasaraan jenasah secara protap kesehatan (covid-19),&#8221; tegasnya diseberang telepon selularnya.</p>
<p>Lebih lanjut, pasien atas nama MM warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling sebelumnya menjalani perawatan dan meninggal dunia di RSUD R.Soeadarsono. Dari hasil swab test atas jenasah MM ini belum keluar,pihak tim medis sesuai dengan aturan yang ada akan melaksanakan protap kesehatan atas jenasah MM yang hasil rapid testnya reaktif. Namun pihak keluarga menolaknya, hingga mendatangkan sanak familinya untuk mengambil paksa. Sementara pihak petugas TNI-Polri dan Satpam rumah sakit mencoba menghalau puluhan massa, akan tetapi dikarenakan kalah jumlah akhirnya tak mampu menghalanginya. Pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut,&#8221; pungkas Dr.Tina Soelistiana.</p>
<p>Sementara itu dari sejumlah informasi yang didapat, setelah di bawa pulang paksa. Keluarga dan warga langsung memakamkan jenasah MM dipemakaman umum desa setempat. Sedangkan perkara pengambilan paksa jenasah telah pula dilakukan penyelidikan oleh pihak Polresta Pasuruan.<strong>(hen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120142</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengeroyok Anggi Pasuruan Disergap Tim Surapati</title>
		<link>https://memontum.com/pengeroyok-anggi-pasuruan-disergap-tim-surapati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2019 13:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 170]]></category>
		<category><![CDATA[pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100507-pengeroyok-anggi-pasuruan-disergap-tim-surapati</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Entah apa yang mendasari 6 pemuda melakukan pengeroyokan hingga membuat Anggi Besar Ismailiyah (18) meninggal dunia. Korban asal Jl Kolonel Sugiono III D/58 Rt/Rw 03/04 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, meninggal pada Minggu (24/11/2019) dini hari. Buah dari pengeroyokan itu, keenam pelaku diburu dan berhasil ditangkap petugas Tim Surapati Satreskrim Polresta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Entah apa yang mendasari 6 pemuda melakukan pengeroyokan hingga membuat Anggi Besar Ismailiyah (18) meninggal dunia. Korban asal Jl Kolonel Sugiono III D/58 Rt/Rw 03/04 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, meninggal pada Minggu (24/11/2019) dini hari.</p>
<p>Buah dari pengeroyokan itu, keenam pelaku diburu dan berhasil ditangkap petugas Tim Surapati Satreskrim Polresta Pasuruan Kota.</p>
<p>Menurut Kasat Reskrim Polresta Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, Selasa (26/11/2019) siang, pihaknya menangkap pelaku di berbagai lokasi. &#8220;Keenam pelaku kami amankan di berbagai tempat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dijelaskan Slamet, korban dihajar oleh para pelaku pada Minggu dini hari (24/11) sekitar pukul 04.00 di depan toko Media Alfa jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan.</p>
<p>Akibat dikeroyok tersebut, korban mengalami luka cukup parah diantaranya luka robek di kepala dan perutnya. Selain melakukan pemukulan, korban juga ditusuk menggunakan patahan sapu ijuk. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Saiful Anwar-Malang.</p>
<p>Keenam pelaku empat masih dibawah umur dan ada yang berstatus pelajar diantaranya AG (18), DN(17), RG(17), SF(16), IB(17) dan SH (19).</p>
<p>&#8220;Saat ini keenam pelaku telah berada di Mapolresta Pasuruan Kota untuk dilakukan penyidikan, atas tindakanya ini kami menjerat para pelaku dengan pasal 170 KUHP,&#8221; pungkas perwira Polri yang akrab dengan insan pers Pasuruan ini.<strong>(arf/hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100507</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hanya Hitungan Jam, Tim Surapati Polresta Pasuruan Kota Tangkap Pembunuh Bangilan</title>
		<link>https://memontum.com/hanya-hitungan-jam-tim-surapati-polresta-pasuruan-kota-tangkap-pembunuh-bangilan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 05:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 338]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98335-hanya-hitungan-jam-tim-surapati-polresta-pasuruan-kota-tangkap-pembunuh-bangilan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Jajaran tim Surapati Satreskrim Polresta Pasuruan kota tak butuh waktu lama, dalam mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan Rojali (20) pemuda asal Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan tewas pada Sabtu malam (19/10) sekitar pukul 23.00. Saat kejadian, korban sedang ngopi bersama temannya di kawasan Jalan WR Supratman, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Jajaran tim Surapati Satreskrim Polresta Pasuruan kota tak butuh waktu lama, dalam mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan Rojali (20) pemuda asal Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan tewas pada Sabtu malam (19/10) sekitar pukul 23.00.</p>
<p>Saat kejadian, korban sedang ngopi bersama temannya di kawasan Jalan WR Supratman, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.</p>
<p>Petugas buru sergap yang dipimpin langsung oleh AKP Slamet Santoso selaku Kasat Reskrim Polresta Pasuruan Kota, berhasil menangkap 8 pemuda yang diduga melakukan pengeroyokan hingga menewaskan korban dibeberapa tempat berbeda.</p>
<p>Menurut Kasat Reskrim Polresta Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, Senin (21/10) pagi kepada awak media, pelaku berhasil ditangkap pada Minggu pagi (20/10) pagi, sekitar pukul 06.00.</p>
<p>Dijelaskan mantan Kapolsek Purwodadi ini, awalnya petugas di lapangan menangkap 8 terduga pelaku pembunuhan tersebut, namun setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, pihaknya menetapkan 3 pelaku utama.</p>
<p>Yakni RN (18) warga Desa Semedu-Lekok, FH(18) asal Desa Patuguran-Rejoso dan FR(16) warga Desa Kalipang-Lekok. Ketiganya memiliki peran masing-masing yaitu RN sebagai pelaku pembacokan, FH yang menyuruh pembacokandan FR membantu kedua tersangka mencari korban.</p>
<p>Pada saat petugas hendak menangkap RN, yang bersangkutan mencoba melarikan diri dari sergapan petugas, sehingga petugas langsung memberi tindakan tegas berupa tembakan pada kaki sebelah kanan.</p>
<p>&#8220;Ketiga pelaku kami jerat dengan pasal 338 KUHP atau Pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,&#8221; beber AKP Slamet Santoso. <strong>(hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terobos Banjir, Polresta Pasuruan Beri Bantuan Medis</title>
		<link>https://memontum.com/terobos-banjir-polresta-pasuruan-beri-bantuan-medis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2018 13:16:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28164-terobos-banjir-polresta-pasuruan-beri-bantuan-medis</guid>

					<description><![CDATA[# Dua Kecamatan Di Pasuruan Terendam Banjir &#160; Memontum Pasuruan &#8211; Tingginya intensitas hujan dua hari, menyebabkan beberapa titik di dua kecamatan di Kota Pasuruan yakni Gadingrejo dan Kraton Kota Pasuruan terendam banjir. Hal ini akibat meluapnya air sungai Selang. Kapolresta Pasuruan AKBP Rizal Martomo, Jumat (22/2/2018) siang didampingi anggota Polresta Pasuruan mengunjungi lokasi banjir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Dua Kecamatan Di Pasuruan Terendam Banjir</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Tingginya intensitas hujan dua hari, menyebabkan beberapa titik di dua kecamatan di Kota Pasuruan yakni Gadingrejo dan Kraton Kota Pasuruan terendam banjir. Hal ini akibat meluapnya air sungai Selang.</p>
<p>Kapolresta Pasuruan AKBP Rizal Martomo, Jumat (22/2/2018) siang didampingi anggota Polresta Pasuruan mengunjungi lokasi banjir dan memberikan bantuan medis kepada korban banjir.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180223-WA0074-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-28165" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180223-WA0074-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180223-WA0074-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180223-WA0074-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180223-WA0074-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dalam sambutannya, Rizal meminta agar masyarakat tak perlu sungkan untuk melapor kepada polisi apabila memiliki masalah. &#8220;Kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama musyawarah menyelesaikan persoalan ini. Selain itu mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap kondusif dan aman,&#8221; kata Rizal.</p>
<p>Kapolresta juga meminta masyarakat melakukan kerja bakti pasca kebajiran. Tidak hanya itu, Rizal juga pesan tetap waspada terhadap adanya pelaku curas, curat, dan curanmor, yang dapat mengganggu kamtibmas di Kota Pasuruan. Ia berharap, para warga khusunya orang tua untuk turut memantau putera-puterinya agar tidak terjerumus dalam tindak kejahatan.</p>
<p>Pantauan Memo X di lapangan, ketinggian air capai 100 &#8211; 150 cm yang meredam dua ecamatan. Di Kecamatan Kraton ada 1,287 Kepala Keluarga (KK), sedangkan Gading Rejo 187 KK yang rumahnya kebanjiran. Bantuan logistik seperti mie instan, air mineral, susu kaleng, beras, selimut dan obat-obatan diberikan ke korban banjir. . <strong>(dik/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28164</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jual Tanah Ngawur, Mantan Lurah Pekuncen Dilaporkan Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/jual-tanah-ngawur-mantan-lurah-pekuncen-dilaporkan-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2017 11:48:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Pasuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1625-jual-tanah-ngawur-mantan-lurah-pekuncen-dilaporkan-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8212; Diduga jual tanah ke pihak pengembang, Agus Sudarmaji mantan Lurah Pekuncen, Kecamatan Panggung Rejo Kota Pasuruan dilaporkan warganya ke polisi. Kejadian ini berawal, ketika Agus Sudarmaji yang dulunya menjabat sebagai Lurah Pekuncen tiba-tiba menjual tanah sawah milik warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo ke pihak pengembang perumahan Istana Bestari, tanpa sepengetahuan pemilik tanah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8212; Diduga jual tanah ke pihak pengembang, Agus Sudarmaji mantan Lurah Pekuncen, Kecamatan Panggung Rejo Kota Pasuruan dilaporkan warganya ke polisi.</p>
<p>Kejadian ini berawal, ketika Agus Sudarmaji yang dulunya menjabat sebagai Lurah Pekuncen tiba-tiba menjual tanah sawah milik warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo ke pihak pengembang perumahan Istana Bestari, tanpa sepengetahuan pemilik tanah. Ironisnya dalam penjualan tanah tersebut, pelapor memutuskan sendiri harganya. Parahnya, tiga belas pemilik tanah sawah ini tidak merasa merasa menjual belikan ke pihak pengembang. Informasinya, beberapa pemilik tanah sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan dalam perkara ini.</p>
<p>Fateki (60) salah seorang pemilik tanah sawah mengakui sudah dipanggil penyidik dua kali. Intinya pemanggilan, jelas dia, hanya dimintai keterangan mengenai kebenaran penjualan tanah tersebut. Akan tetapi, ia tegaskan, tidak pernah menjual belikan tanah tersebut ke pihak pengembangan atau pun orang lain. </p>
<p>&#8220;Uang penjualan tanah tidak pernah menerima dari Agus mantan Lurah Pekuncen,&#8221; ujar Fateki saat di temui di rumahnya.</p>
<p>Bahkan istrinya, menegaskan, tidak hanya tanah sawah miliknya yang dijual Agus, melainkan 13 warga lainnya juga mengalami nasib yang sama. &#8220;Ada 13 warga yang tanah sawahnya dijual oleh mantan Lurah mas, coba sampean minta keterangan warga lainnya,&#8221; pungkasnya. </p>
<p>Terpisah, Karmin selaku Lurah Pekuncen yang baru saat dikonfirmasi Memo X mengatakan, diri tidak mengetahui persoalan ini. &#8220;Kasus ini sudah ditangani pihak Polresta Pasuruan. Pemilik tanah sudah mintai keterangan oleh penyidik,&#8221; tandasnya. </p>
<p>Atas perbuatannya, Agus Sudarmaji yang sekarang menjabat sebagai Lurah Blandongan dilaporkan ke Polresta Pasuruan. <strong>(jr/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1625</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
