<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek bangsalsari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-bangsalsari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Feb 2020 15:18:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek bangsalsari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Orang Gila yang Dihajar Massa dan Dituduh Penculik, Akhirnya Pulang ke Brebes</title>
		<link>https://memontum.com/orang-gila-yang-dihajar-massa-dan-dituduh-penculik-akhirnya-pulang-ke-brebes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2020 15:18:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bangsalsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106795-orang-gila-yang-dihajar-massa-dan-dituduh-penculik-akhirnya-pulang-ke-brebes</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Sempat menjadi gosip dan bullying warga desa Tugusari serta mendapat perlakukan kekerasan di Desa Bangsalsari bahkan diisukan sebagai pelaku pencurian anak di Kecamatan Bangsalsari, pria gila Asal Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang mengaku bernama Nana Sukmana, akhirnya pulang. Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Sempat menjadi gosip dan bullying warga desa Tugusari serta mendapat perlakukan kekerasan di Desa Bangsalsari bahkan diisukan sebagai pelaku pencurian anak di Kecamatan Bangsalsari, pria gila Asal Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang mengaku bernama Nana Sukmana, akhirnya pulang.</p>
<p>Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma, saat melaksanakan Press Convrence di halaman Mapolres Jember, Kamis (20/2/2020) siang, mengungkapkan bahwa Nana yang berstatus orang Gila (mengalami keterbelakangan mental ) ini dipulangkan ke kota asal yakni Brebes.</p>
<p>“Pertama ditangkap oleh warga Tugusari saat ditanya oleh warga sekitar berulang kali, dia menjawab tidak membawa identitas dan mengaku bernama Nana Sukmana serta membawa karung yang berisi pakaian, karena dinilai mengalami gangguan kejiawaan, lalu warga melepasnya,” kata I Putu.</p>
<p>Namun setelah berselang beberapa hari kemudian Lanjut I Putu, tepatnya hari senin (16 Februari 2020, Pria Asal Brebes itu kembali diamankan warga dan sempat di bully oleh warga Desa Bangsalsari.</p>
<p>&#8220;Karena digosipkan sebagai pelaku penculikan anak, orang ini sempat mengalami kekerasan oleh warga dan diamankan ke Mapolsek Bangsalsari,” tegasnya.</p>
<p>I Putu menerangkan, dengan gosip yang berkembang di masyarakat tersebut Polsek Bangsalsari mengamankan Nana untuk kemudian melaporkan kejadian ke Kepolisian Resor (Polres) Jember.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://jember.memontum.com/2081-info-penculikan-siswa-sdn-lor-1-patrang-ternyata-salah-paham" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Info Penculikan Siswa SDN Lor 1 Patrang Ternyata Salah Paham</a></p>
<p>&#8220;Karena Kapolres yang pernah menjabat sebagai kapolres brebes, akhirnya menghubungi Polres Brebes agar menghubungi kelurganya dan keluarganya melakukan penjemputan di Mapolres Jember,” tegasnya,</p>
<p>Jajaran Kepolisian Resort Jember berharap, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar, karena hal terebut dapat merugikan seseorang dan pelaku penyebar hoax akan mendapat atau berurusan dengan hukum. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Beri Jalan, 4 Pemotor Diseruduk Ambulan di Jember, 9 Orang Luka Parah</title>
		<link>https://memontum.com/tak-beri-jalan-4-pemotor-diseruduk-ambulan-di-jember-9-orang-luka-parah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2019 13:03:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulan]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bangsalsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99989-tak-beri-jalan-4-pemotor-diseruduk-ambulan-di-jember-9-orang-luka-parah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Mobil ambulan Puskesmes Tanggul P 8036 SP yang dikendarai oleh Abdul Rauf warga dusun tekoan desa Tanggul kulon Kecamatan Tanggul yang sedang mengangkut pasien mengalami laka lantas di jalan raya Tanggul &#8211; Jember tepatnya di depan Kantor Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Akibatnya 4 sepeda motor ringsek dan 9 orang mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Mobil ambulan Puskesmes Tanggul P 8036 SP yang dikendarai oleh Abdul Rauf warga dusun tekoan desa Tanggul kulon Kecamatan Tanggul yang sedang mengangkut pasien mengalami laka lantas di jalan raya Tanggul &#8211; Jember tepatnya di depan Kantor Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.</p>
<p>Akibatnya 4 sepeda motor ringsek dan 9 orang mengalami luka serius dan di bawa ke Puskesmas dan RSD Balung, Senin (18/11/2019) siang.</p>
<p>Menurut Kapolsek Bangsalsari Ajun Komisaris Polisi I Putu Adi Kejadian laka terjadi sekitar pukul 17.00. Menurut keterangan saksi – saksi, ambulan saat itu melaju dari Arah Tanggul.</p>
<p>Tepat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ambulan mendahului kendaraan yang ada di depannya dan tidak mengetahui dari arah berlawanan ada sekitar 4 sepeda Motor.</p>
<p>“Waktu itu 2 sepeda motor yang mengawal yang mengasi tanda, karena sepeda di depan tidak minggir dan jarak yang terlalu dekat, ambulan tak dapat menghindar maka terjadilah laka lantas yang mengakibatkan 4 sepeda motor di tabrak secara beruntun,” ujar I Putu.</p>
<p>Untuk itu Kapolsek, kepada masyarakat agar ketika berkendara dan mendengar bunyi sirine baik itu sirine ambulan ataupun sirine dari petugas aparat keamanan Polri dan TNI maupun pemadam kebakaran segera mungkin untuk menepi ataupun berhenti serta memberikan jalan.</p>
<p>&#8220;Karena mereka adalah kendaraan yang di spesialkan dalam rangka emergensi,&#8221; himbaunya.</p>
<p>Sementara Bripka Banyuangga petugas piket laka yang sudah di TKP mengatakan akibat dari kecelakaan tersebut 9 orang diketahui mengalami luka – luka, 2 di puskesmas bangsalsari atas nama Mail (60) yang sedang berboncengan dengan Tumi (55) warga Dusun Krajan, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari.</p>
<p>“Selanjutnya sebanyak 6 sampai 7 orang yang belum diketahui Identitasnya yang mengalami Luka yang cukup Serius di Rujuk RSD Balung, hingga saat ini Petugas Laka dari Unit laka lantas Polres sedang mengidentifikasi para Korban,” terang Bayuangga saat dikonfirmasi melalui telepon.</p>
<p>Diketahui saat ini ambulan beserta empat sepeda motor masih dalam proses evakuasi dan selanjutnya akan di bawa ke Satlantas Polres Jember guna Proses lebih lanjut .<strong> (tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Sukorejo Menjerit, Nenek Sami Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/warga-sukorejo-menjerit-nenek-sami-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 10:58:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bangsalsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88226-warga-sukosari-menjerit-nenek-sami-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Entah apa yang menjadi beban dan pikiran, Nenek bernama Sami warga dusun Krajan RT 005 RW 010, Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan melakukan Gantung diri. Wanita berumur 62 tahun itu, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengelantung menggunaka seutas tali berwarna merah di kusen pintu belakang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Entah apa yang menjadi beban dan pikiran, Nenek bernama Sami warga dusun Krajan RT 005 RW 010, Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan melakukan Gantung diri.</p>
<p>Wanita berumur 62 tahun itu, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengelantung menggunaka seutas tali berwarna merah di kusen pintu belakang rumahnya, Selasa (16/7/2019) pagi.</p>
<p>Sontak saja, karena rumah tinggal Nenek Lanjut usia itu berada di pertengahan Kampung, hanya hitungan menit peristiwa memilukan itu menggeger Desa setempat, warga setempat berlarian menuju rumah sang Nenek.</p>
<p>Peristiwa itu pertama kali ditemukan oleh temannya mengais padi (Ngasak : Red Madura) disawah bernama Mulika sekitar pukul 06.30, ketika Mulika kerumahnya bermaksud hendak mengajaknya mengais padi di sawah.</p>
<p>&#8220;Saat itu, pintu rumah Sami terbuka separuh, saya masuk kedalam, sambil memanggil Sami, karena tak Jawaban, saya terus ke masuk, dan melihat Sami berdiri tanpa bicara,&#8221; cerita Mulika saat ditemui Memontum.com di tempat.</p>
<p>Pada saat menghampirinya Lanjut Malika, perkiraan Korban (Sami) pusing di waktu berjalan menuju kedapur, matanya terpejam dan tidak bicara sepatah katapun.</p>
<p>&#8220;Saya memegang tubuh korban dengan maksud untuk membangunkannya, karena tak kunjung bangun akhirnya saya mencoba memopongnya, nah saat itu saya melihat, maaf biasa mata tua, seutas tali menjerat di leher dan menggelatung di kusen pintu,&#8221; jelas Mulika.</p>
<p>Sontak saja bercampur kaget, wanita tua yang seumuran dengan Korban menangis dan menjerit Histeris serta berlarian keluar rumah meminta tolong pada tetangga menjerit minta tolong.</p>
<p>&#8220;Beruntung, Korban belum ada yang berangkat bekerja, begitu mendengar, jeritan saya, warga berhamburan keluar rumah dan mendatangi rumah Sami,&#8221; ujarnya sambil sekali-kali mengusap air matanya.</p>
<p>Terlihat warga setelah membantu korban, beberapa warga melaporkan kejadian kepada perangkat Desa Sukorejo, seterusnya perangkat dilanjutkan Ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bangsalsari Polres Jember.</p>
<p>Setengah jam kemudian Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma,kepala Puskesmas Sukorejo dr.Ratna,Team Identifikasi Polres Jember dipimpin Aipda Rifa&#8217;i mendatangi rumah korban dan melakukan Olah Kejadian perkara ( TKP ) serta pengecekan kondisi korban serta keterangan Saksi.</p>
<p>Menurut keterangan saksi &#8211; saksi Ungkap Kapolsek, korban selama ini hidup seorang diri tidak mempunyai keluarga (suami telah meninggal dunia dan tidak mempunyai anak kandung akan tetapi mempunyai anak angkat.</p>
<p>&#8220;Setelah pemeriksaan jenasah oleh Team Medis dari Puskesmas Sukorejo (dr.Ratna), tidak ditemukan adanya tanda &#8211; tanda ditubuh korban adanya tindakan kekerasan dan karena pihak Keluarga menerima, usai pemeriksaan jenasah diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan, &#8221; pungkasnya. <strong>(tog/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Frustasi Tak Lulus Ujian SIM, 2 Pemuda Mabuk di Jalan, Nyelonong Tidur di Rumah Orang</title>
		<link>https://memontum.com/frustasi-tak-lulus-ujian-sim-2-pemuda-mabuk-di-jalan-nyelonong-tidur-di-rumah-orang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2018 12:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Mabuk]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bangsalsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/57756-frustasi-tak-lulus-ujian-sim-2-pemuda-mabuk-di-jalan-nyelonong-tidur-di-rumah-orang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Gara-gara tidak lulus ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) dua pemuda yakni Muhammad Nur Syapi&#8217;i (21) dan Abdul Hamid (21) mabuk hingga tidur di rumah warga di Desa Karangsono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember dan nyaris saja dihajar massa. Menurut Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma, kedua pemuda asal Desa Sarimulyo Kecamatan Jombang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Gara-gara tidak lulus ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) dua pemuda yakni Muhammad Nur Syapi&#8217;i (21) dan Abdul Hamid (21) mabuk hingga tidur di rumah warga di Desa Karangsono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember dan  nyaris saja dihajar massa. </p>
<p>Menurut Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma, kedua pemuda asal Desa Sarimulyo Kecamatan Jombang dan warga Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul tersebut, ditangkap massa karena diduga mencuri HP milik Munir. Warga setempat yang rumahnya ditiduri mereka tanggal 26 September 2018.</p>
<p>&#8220;Dalam kondisi mabuk kedua pemuda ini mengendarai sepeda motor. Sesampai di depan rumah Munir motor berhenti. Salah seorang pemuda bernama Muhammad Nur Syafi&#8217;i yang kondisinya mabuk berat turun dari sepeda. Dia langsung tidur di ruang tamu rumah Munir,&#8221; ujar Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma, Jum&#8217;at (28/9/2018). </p>
<p>Pemuda tersebut sambung Putu berhalusinasi seolah-olah dia tidur di dalam rumahnya. Dalam keadaan sempoyongan, dia mengambil HP di tempat tersebut seolah-olah milik sendiri padahal milik Munir (tertukar). </p>
<p>Sedangkan Satunya sedang seorang lagi (Abdul Hamid) masih berada di sepeda motornya dalam keadaan mabuk berat. Warga yang berkumpul curiga menangkal dan menyeret kedua pemuda ke balai desa yang selanjutnya dikeler ke Mapolsek Bangsalsari. </p>
<p>&#8220;Karena saat dimintai keterangan Ia (keduanya) mengaku mabuk,  dan tidak ada niatan untuk mencuri maka kami memanggil dan menyerahkan pada orang tua,&#8221; pungkasnya. <strong>(yud/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57756</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
