<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek bendungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-bendungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jul 2018 13:00:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek bendungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Guru SD Dihajar Preman Kampung, Klenger, Masuk RSUD dr Sudomo Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/guru-sd-dihajar-preman-kampung-klenger-masuk-rsud-dr-sudomo-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2018 13:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bendungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/49130-guru-sd-dihajar-preman-kampung-klenger-masuk-rsud-dr-sudomo-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Seorang guru SDN 1 Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Puryanto, harus mendapat perawatan intensif dari pihak RSUD dr Sudomo. Pria berusia 52 tahun itu dihajar hingga tak sadarkan diri beberapa hari lamanya oleh Eko Sunaryo (25) yang masih tetangga korban saat pertunjukan musik dangdut di desanya. Akibat perbuatannya, kini pelaku yang dikenal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Seorang guru SDN 1 Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Puryanto, harus mendapat perawatan intensif dari pihak RSUD dr Sudomo. Pria berusia 52 tahun itu dihajar hingga tak sadarkan diri beberapa hari lamanya oleh Eko Sunaryo (25) yang masih tetangga korban saat pertunjukan musik dangdut di desanya. Akibat perbuatannya, kini pelaku yang dikenal dengan sapaan Kewer itu, harus meringkuk di tahanan Mapolsek Bendungan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p>
<p>Kapolsek Bendungan, AKP Sukeni, mengatakan, awal kronologi kejadian ini lantaran pengaruh minum minuman keras. Aksi mabuk–mabuk ini dilakukan saat latihan bersama Trail Adventure, Minggu (22/7/2018) kemarin.</p>
<p>“Minggu kemarin di lapangan wana wisata Coban Rambat diselenggarakan latihan bersama Trail Adventure yang oleh Forkopimca. Saat menikmati serangkaian hiburan, pelaku mabuk berat yang selanjutnya dibawa pulang oleh keluarganya,” ucap Sukeni saat dikonfirmasi, Minggu (28/7/2018).</p>
<p>Menurut keterangan para saksi, saat pelaku dalam pengaruh minuman keras, pihak keluarga mengira bahwa pelaku kerasukan. Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga memanggil korban dengan harapan bisa menyembuhkan pelaku. </p>
<p>Sukeni menjelaskan, korban yang juga warga RT 10 RW 3 Desa Dompyong ini, memang biasa dimintai tolong untuk menyembuhkan orang kerasukan.</p>
<p>“Sebelumnya, korban dan pelaku masih ada ikatan hubungan keluarga, namun karena dalam kondisi mabuk, maka saat korban datang, tanpa basa basi, korban langsung dihajar oleh pelaku hingga luka–luka di beberapa bagian tubuhnya,” imbuhnya.</p>
<p>Akibat pukulan pelaku, lanjut Sukeni, korban mengalami luka memar di bagian wajah dan perut. Korban tak sadarkan diri yang selanjutnya dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan intensif.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut. <strong>(mil/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49130</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terbebani Pikiran, Petani di Trenggalek Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/terbebani-pikiran-petani-di-trenggalek-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2018 12:50:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kendat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bendungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31922-terbebani-pikiran-petani-di-trenggalek-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8212; Naas menimpa Parni (65) seorang warga Rt 3 Rw 1 Desa Botoputih Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Pria paruh baya diketemukan tewas gantung diri di pohon Mangga yang terletak di hutan milik Perhutani, tepatnya di petak 26C RPH Bendungan. Berdasarkan informasi yang diterima, Parni meninggalkan rumah untuk menengok lahan milik Perhutani yang dikerjakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8212; Naas menimpa Parni (65) seorang warga Rt 3 Rw 1 Desa Botoputih Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Pria paruh baya diketemukan tewas gantung diri di pohon Mangga yang terletak di hutan milik Perhutani, tepatnya di petak 26C RPH Bendungan. </p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima, Parni meninggalkan rumah untuk menengok lahan milik Perhutani yang dikerjakan oleh masyarakat, Kamis (15/3/2018) kemarin. Lokasinya pun tak jauh dari rumah korban. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0158-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-31925" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0158-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0158-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0158-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0158-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selang beberapa waktu, korban yang saat itu juga diketahui hendak mencari pasangan ternak tak kunjung pulang kerumah. </p>
<p>Merasa khawatir, pihak keluarga berinisisiatif menyusul korban ke ladang. Akan tetapi nasib berkata lain, korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di pohon mangga menggunakan seutas tali tampar. </p>
<div id="attachment_12467" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-12467" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0159-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Proses evakuasi korban gantung diri " width="650" height="400" class="size-full wp-image-31924" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0159-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0159-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0159-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0159-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-12467" class="wp-caption-text">Proses evakuasi korban gantung diri</p></div>
<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kapolsek Bendungan AKP Sukeni membenarkan kejadian yang menimpa korban. Kondisi korban yang masih berpakaian lengkap, baju khas hitam, topi , kaos dalam putih serta celana hitam yang dipakainya masih melekat di badan korban.</p>
<p>“Korban ditemukan keluarganya dalam kondisi berpakaian lengkap. Saat itu korban berpamitan hendak ke hutan untuk mencari rumput pakan ternak sapinya sambil menengok tanaman jagung di lahan tersebut, &#8221; ungkap Sukeni, Jumat (16/03). </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0156-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-31923" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0156-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0156-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0156-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180316-WA0156-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selain keluarga, pencarian korban juga melibatkan aparat polsek setempat berlangsung hingga keesokan harinya. </p>
<p>Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan oleh saksi bernama Sama (35), Mukari (50) dan menantunya Sukri yang berjarak 7 kilometer di tengah hutan milik perhutani petak 26C RPH Bendungan.</p>
<p>“Korban ditemukan menantunya dan dua tetangganya tepat di tasen lahan jahe yang diharapkan, &#8221; imbuhnya. </p>
<p>Pasca itu jenazah korban lalu dievakuasi setelah mendapati visum et repertum dari tenaga medis Puskesmas setempat.</p>
<p>Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di sekujur tubuh korban. Hanya terdapat luka di leher yang dimungkinkan terjerat tali tampar yang melilitnya.</p>
<p>“Tidak ditemukan unsur penganiayaan yang menyebabkan kematian korban, tapi ada sedikit luka sayatan di leher akibat terjerat tali tampar, &#8221; pungkasnya. </p>
<p>Motif yang berhasil didapat pihak kepolisian, korban mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri lantaran pikiran berat. Hingga akhirnya, korban mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak wajar. <strong>(mil/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31922</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
