<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Buduran &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-buduran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Mar 2020 15:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Buduran &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Siswi SMK Cantik di Sidoarjo Diduga Jadi Korban Begal Hingga Kini Belum Ditemukan</title>
		<link>https://memontum.com/siswi-smk-cantik-di-sidoarjo-diduga-jadi-korban-begal-hingga-kini-belum-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2020 15:41:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Begal]]></category>
		<category><![CDATA[orang hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108353-siswi-smk-cantik-di-sidoarjo-diduga-jadi-korban-begal-hingga-kini-belum-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Pasangan suami istri, Gunawan Sutikno dan Nuslahat warga Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Sidoarjo merasakan kesedihan mendalam. Ini menyusul, putri mereka PDA (18) tidak kunjung pulang sejak akhir Januari 2020. Korban dikabarkan hilang bersama motor Honda Scoopy bernopol W 3792 PV yang digunakan kerja setiap hari. Kedua orang tua korban berharap putrinya itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Pasangan suami istri, Gunawan Sutikno dan Nuslahat warga Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Sidoarjo merasakan kesedihan mendalam. Ini menyusul, putri mereka PDA (18) tidak kunjung pulang sejak akhir Januari 2020. Korban dikabarkan hilang bersama motor Honda Scoopy bernopol W 3792 PV yang digunakan kerja setiap hari. Kedua orang tua korban berharap putrinya itu segera kembali ke rumah atau diketemukan keberadaanya.</p>
<p>Berdasarkan datanya, pelajar salah satu SMK di Sidoarjo ini dikabarkan hilang sejak tanggal 31 Januari 2020 lalu. Informasinya, motor korban ditemukan polisi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Diduga, korban yang masih pelajar ini menjadi korban perampokan dan pembunuhan.</p>
<p>Kepala Dusun Wadungasih Yoyok Efendi mengatakan terakhir melihat korban 30 Januari 2020 lalu sepulang dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) di sebuah bank di Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Korban dihubungi keluarganya pukul 19.30 WIB. Korban pamit ke kedua orang tuanya mau pasang behel di Buduran. Selama ini, korban juga buka jasa pasang behel,&#8221; terangnya Selasa (10/3/2020) sore.</p>
<p>Lantaran tidak pulang lebih dari 24 jam, keesoka harinya, kata Yoyok sejak 31 Januari 2020 keluarga melaporkan kehilangan ke Polsek Buduran. Kabarnya, motor korban juga ditemukan di Probolinggo.</p>
<p>&#8220;Yang membawa motor korban itu pemuda berinisial MBTP,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Berdasarkan datanya, motor dirampas MBTP saat korban melintas di sungai Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran. Tepatnya di jalan masuk menuju Perumahan Permata Siwalan Indah, Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran.</p>
<p>&#8220;MBTP mengaku merampas motor korban bersama HP Vivo miliknkorban sekaligus korban diceburkan ke sungai,&#8221; papar sumber di kepolisian.</p>
<p>Sementara seusai pengakuan pria yang diduga pelaku itu, Polsek Buduran dan Polresta Sidoarjo dibantu Tim Basarnas mencarian jenazah korban.</p>
<p>&#8220;Sejak sore dilakukan pencarian dan belum diketemukan. Korban informasinya dibuang ke sungai sejak sebulan lalu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tim Basarnas mendapatkan BKO Polresta Sidoarjo langsung menyisir sungai Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran. Tepatnya di lokasi yang diduga menjadi lokasi tempat korban dibuang.</p>
<p>&#8220;Kami hanya BKO dari Polresta Sidoarjo untuk mencari korban. Ini kasusnya perampokan disertai pembunuhan,&#8221; tandas Kommandan Tim Rescue Basarnas, Dewa.</p>
<p>Baginya, pencarian sudah dilakukan sudah berjarak 9 kilometer dari TKP. Namun jenazah korban belum ditemukan.<br />
&#8220;Karena waktu sudah sore, pencarian sementara ini dihentikan dan dilanjutkan besok pagi,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Vario Gress Ditemukan di Dasar Sungai, Kehabisan BBM Dibuang Maling</title>
		<link>https://memontum.com/vario-gress-ditemukan-di-dasar-sungai-kehabisan-bbm-dibuang-maling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2019 02:32:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan motor]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/85999-vario-gress-ditemukan-di-dasar-sungai-kehabisan-bbm-dibuang-maling</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sebuah motor Honda Vario warna merah bernopol W 6620 VS ditemukan seorang pemungut sampah (pemulung) di dasar Sungai Gebang, Jalur Lingkar Timur, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/6/2019). Diduga, motor yang masih baru itu merupakan motor yang dicuri kalangan pencuri. Akan tetapi kemudian motor dibuang karena pencuri kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Sebuah motor Honda Vario warna merah bernopol W 6620 VS ditemukan seorang pemungut sampah (pemulung) di dasar Sungai Gebang, Jalur Lingkar Timur, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Senin (17/6/2019). Diduga, motor yang masih baru itu merupakan motor yang dicuri kalangan pencuri. Akan tetapi kemudian motor dibuang karena pencuri kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat membawa kabur motor itu</p>
<p>&#8220;Sekarang motor itu dievakuasi dan kami amankan di Polsek Sidoarjo Kota,&#8221; terang Kanit Reskrim, Polsek Sidoarjo Kota, Ipda Sukarno kepada Memontum.com, Senin (17/6/2019).</p>
<div id="attachment_86000" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-86000" decoding="async" class="size-full wp-image-86000" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190617-WA0077-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="DIAMANKAN - Sebuah motor Honda Vario merah bernopol W 6620 VS yang ditemukan di Sungai Gebang, Jalur Lingkar Timur, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo dievakuasi diamankan ke Polsek Sidoarjo Kota, Senin (17/06/2019)" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190617-WA0077-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190617-WA0077-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190617-WA0077-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190617-WA0077-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-86000" class="wp-caption-text"><strong> DIAMANKAN &#8211; Sebuah motor Honda Vario merah bernopol W 6620 VS yang ditemukan di Sungai Gebang, Jalur Lingkar Timur, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo dievakuasi diamankan ke Polsek Sidoarjo Kota, Senin (17/06/2019)</strong></p></div>
<p>Sukarno menceritakan motor itu ditemukan pemulung sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, seorang saksi yang biasa memungut sampah di pinggir sungai, melihat motor di dasar sungai. Akan tetapi terlihat lampu belakangnya dan bodi motor warna merah.</p>
<p>&#8220;Atas temuan itu dilaporkan. Karena itu kami dan petugas lainnnya datang ke lokasi penemuan. Kami evakuasi bersama warga dan diamankan sekarang ini,&#8221; imbuh Sukarno.</p>
<p>Selain itu, lanjut Sukarno atas penemuan motor itu dugaan kuatnya merupakan hasil curian. Hal ini lantaran ada beberapa kodisi motor yang mencurigakan.</p>
<p>&#8220;Salah satunya diantaranya ada kunci T yang putus di tempat kontak, kunci kontak dalam keadaan on dan jok motor sebelah kanan sedikit terbuka akibat dipaksa. Kami menduga motor ini hasil curian. Dibuang ke sungai karena diduga kehabisan BBM,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sukarno mengaku saat ini pihaknya sudah menemukan identitas kartu servis atas nama Muslikah, warga Sidomulyo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Karena ada identitas yang diduga pemilik motor itu, sekarang kami berkoordinasikan dengan Polsek Buduran. Kalau pemilik ingin mengambil, maka diharapkan membawa bukti kepemilikannya,&#8221; pungkasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85999</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bobol Toko Sentra Baut, Panjat Tembok 12 Meter</title>
		<link>https://memontum.com/bobol-toko-sentra-baut-panjat-tembok-12-meter</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2019 07:40:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[pasa 363]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82271-bobol-toko-sentra-baut-panjat-tembok-12-meter</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tersangka Feri Kurniawan (30) warga JL Bambe Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya terpaksa mendekam di dalam tahanan Polsek Buduran. Bapak 4 anak ini ditangkap polisi setelah berhasil membobol toko bangunan dengan cara memanjat tembok setinggi 12 meter menggunakan tampar. Kapolsek Buduran, Kompol Sujud menceritakan aksi pencurian tersangka terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Tersangka Feri Kurniawan (30) warga JL Bambe Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya terpaksa mendekam di dalam tahanan Polsek Buduran. Bapak 4 anak ini ditangkap polisi setelah berhasil membobol toko bangunan dengan cara memanjat tembok setinggi 12 meter menggunakan tampar.</p>
<p>Kapolsek Buduran, Kompol Sujud menceritakan aksi pencurian tersangka terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Aksi pencurian itu dilakukan tersangka di Toko Sentral Baut, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Sayang keahlian tersangka memanjat tembok setinggi 12 meter itu diketahui warga sekitar. Sebelum beraksi tersangka survei lokasi yang sedang tutup. Kemudian tersangka membeli tampar plastik warna biru yang digunakan memanjat tembok itu,&#8221; terangnya kepada Memontum.com, Senin (1/04/2019).</p>
<p>Lebih jauh, Sujud menguraikan tali tampar diikat dengan cara satu ikatan dengan lainnya berjarak 50 sentimer untuk memudahkan tersangka memanjat. Ikatan itu agar bisa menyangkut di atas tembok itu.</p>
<p>&#8220;Tersangka menjalankan aksinya seperti spiderman. Tampar dilempar ke atas. Setelah nyangkut di tembok baru tersangka memanjat tembok itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Mantan Kapolsek Taman ini menguraikan tersangka tergolong memiliki keahlian, keberanian dan kelincahan. Alasannya tembok setinggi 12 meter berhasil dipanjat dengan sempurna.</p>
<p>&#8220;Setelah berhasil memanjat tembok tersangka masuk toko melalui genteng.</p>
<p>Setelah berhasil memasuki toko, tersangka mengambil dagangan yang harganya tergolong mahal. Sebanyak 50 mata bor dan mengambil uang recehan sebanyak Rp 2,3 juta,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, lanjut Sujud menegaskan berdasarkan pengakuannya tersangka sudah memiliki empat anak. Tersangka mencuri karena faktor ekonomi. Untuk mata bor 50 biji itu seharga Rp 16 juta.</p>
<p>&#8220;Tersangka bakal dijerat pasal 363 ayat (1) tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara,&#8221; tandasnya.<strong> (Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mantan Satpam Curi Kotak Amal Masjid SMAN 1 Sidoarjo</title>
		<link>https://memontum.com/mantan-satpam-curi-kotak-amal-masjid-sman-1-sidoarjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 13:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[maling kotak amal]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/57430-mantan-satpam-curi-kotak-amal-masjid-sman-1-sidoarjo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Tersangka M Agus Ariyanto (52) warga Kelurahan Lemahputro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo terpaksa mendekam di dalam tahanan Polsek Buduran. Bapak satu anak yang pernah dipenjara karena kasus perjudian ini, kembali ditangkap polisi karena tepergok mencuri kotak amal di masjid SMA Negeri 1 Sidoarjo. &#8220;Tersangka ditangkap Minggu (23/9/2018) malam kemarin beserta barang bukti pencuriannya yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Tersangka M Agus Ariyanto (52) warga Kelurahan Lemahputro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo terpaksa mendekam di dalam tahanan Polsek Buduran. Bapak satu anak yang pernah dipenjara karena kasus perjudian ini, kembali ditangkap polisi karena tepergok mencuri kotak amal di masjid SMA Negeri 1 Sidoarjo. </p>
<p>&#8220;Tersangka ditangkap Minggu (23/9/2018) malam kemarin beserta barang bukti pencuriannya yakni uang tunai dan kotak amal,&#8221; terang Kapolsek Buduran Kompol Sujud kepada Memo X, Rabu (26/09/2018).</p>
<p>Lebih jauh mantan Kapolsek Taman ini menceritakan aksi pencurian bermula saat tersangka yang pernah menjadi satpam di SMAN 1 Sidoarjo ini berpura-pura berkunjung ke sekolah itu. Saat itu, satpam sekolah yang menjaga tidak curiga karena tersangka sudah pernah bekerja di SMAN 1 Sidoarjo. </p>
<p>&#8220;Karena merasa tidak dicurigai, tersangka berkeliaran ke masjid di sekolah itu. Melihat kondisi sepi, tersangka mengambil kotak amal yang berada di sudut ruangan masjid. Sebelum beraksi tersangka sudah mempersiapkan peralatan untuk mengambil uang di kotak amal itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Seketika itu, kata Sujud tersangka menyiapkan dua alat perekat yang digunakan mengambil uang. Secara perlahan-lahan tersangka bisa mengumpulkan uang Rp 55.000 dari kotak amal itu. Kemudian perbuatan tersangka tepergok satpam sekolah favorit di Sidoarjo itu.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari total uang kotak amal Rp 277.000, tersangka bisa mengambil Rp 55.000. Uang itu rencananya digunakan untuk berfoya-foya. Tersangka ini spedialias pencurian kotak amal. Karena dulu juga pernah mencuri kotak amal di sekolah itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara tersangka, M Agus Ariyanto mengaku nekat mencuri kotak amal di masjid SMAN 1 Sidoarjo karena merasa aman dan tidak dicurigai. Sebelumnya, dirinya sudah berhasil menggasak uang Rp 100.000 dari dalam kotak amal itu.</p>
<p>&#8220;Tapi sekarang saya sudak kapok. Saya menyesal tak ingin mengulangi lagi,&#8221; kilahnya. (Wan/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57430</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Limbah Cair Dibuang Sembarangan di Krian, Picu Bau Busuk</title>
		<link>https://memontum.com/limbah-cair-dibuang-sembarangan-di-krian-picu-bau-busuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2018 12:59:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Krian]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Cair]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/50664-limbah-cair-dibuang-sembarangan-di-krian-picu-bau-busuk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Adanya temuan limbah cair yang diduga dibuang orang tak bertanggungjawab di lahan kosong kawasan Desa Punokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo atau tepat di depan pabrik Pokphan memicu bau tak sedap yang dikeluhkan warga. Apalagi, bau tak sedap menyengat hingga mengganggu pernafasan masyarakat sekitar hingga warga yang berada jauh dari kawasan pembuangan limbah B3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Adanya temuan limbah cair yang diduga dibuang orang tak bertanggungjawab di lahan kosong kawasan Desa Punokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo atau tepat di depan pabrik Pokphan memicu bau tak sedap yang dikeluhkan warga. Apalagi, bau tak sedap menyengat hingga mengganggu pernafasan masyarakat sekitar hingga warga yang berada jauh dari kawasan pembuangan limbah B3 itu.</p>
<p>Kapolsek Krian, Kompol Saibani mengatakan bau tak sedap yang dikeluhkan warga, akhirnya diketahui. Bau itu diduga berasal dari limbah yang dibuang di sebuah tanah kosong yang dijadikan tempat parkir truk oleh orang tak bertanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Setelah diselidiki diketahui sumber bau tak sedap bukan dari bau gas elpiji atau pipa gas bocor. Tetapi karena limbah cair yang dibuang orang yang tak bertanggung jawab di lahan kosong dipojokan simpang empat depan pabrik Pokphan ini,&#8221; terangnya kepada Memo X, Selasa (07/08/2018).</p>
<p>Saat ini, lanjut mantan Kapolsek Buduran ini, sejumlah petugas Polsek Krian yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung memasang garis polisi (police line) untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hal ini untuk mengetahui siapa oknum yang membuang limbah sembarangan itu.</p>
<p>&#8220;Sekarang lokasi kami pasang garis polisi. Limbah ini diperkirakan dibuang pada malam hari saat kondisi sepi,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">50664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakai Kaos SMKN 1, Mayat Pria Mengapung di Sungai Prasung</title>
		<link>https://memontum.com/pakai-kaos-smkn-1-mayat-pria-mengapung-di-sungai-prasung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2018 11:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Mr X]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Prasung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48428-pakai-kaos-smkn-1-mayat-pria-mengapung-di-sungai-prasung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Warga Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di Kali Cangkang. Mayat pria ini berpostur tubuh gemuk itu ditemukan kali pertama oleh salah satu pencari ikan di kawasan Tambak Cangkang itu. Saat ditemukan mayat ini dalam kondisi tengkurap. Dugaan sementara mayat tanpa identitas ini, hanyut ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Warga Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di Kali Cangkang. Mayat pria ini berpostur tubuh gemuk itu ditemukan kali pertama oleh salah satu pencari ikan di kawasan Tambak Cangkang itu. Saat ditemukan mayat ini dalam kondisi tengkurap. Dugaan sementara mayat tanpa identitas ini, hanyut ketika air pasang dari laut menuju ke perkampungan dan pemukiman penduduk.</p>
<p>&#8220;Ciri-ciri mayat yang diduga sudah meninggal 3 hari karena mengeluarkan bau tak sedap itu, memakai kaos hitam kombinasi putih bertuliskan SMKN 1 Sidoarjo dengan celana pendek warna biru. Tapi hingga kini, belum diketahui identitas mayat yang mengapung di sungai itu,&#8221; terang Kanit Reskrim Polsek Buduran, Iptu Nanang kepada Memo X, Senin (23/7/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180723-WA0163-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-48429" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180723-WA0163-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180723-WA0163-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, salah seorang saksi Ahmad Yusuf mengungkapkan warga menduga mayat itu datang dari timur (tambak) menuju menuju barat (Prasung). Hal ini disebabkan sungai penemuan mayat ini cabangnya melintas diantaranya daerah Sungai Singkil Sidomulyo Prasung, Sungai Kemiri, Sungai Bluru Pasar Ikan dan Sungai Kedungpeluk, Kecamatan Candi.</p>
<p>&#8220;Sekarang kondisi mayat itu masih berada di lokasi. Karena untuk mengevakuasi mayat, harus menggunakan perahu atau dievakuasi melalui jalur sungai tidak bisa menggunakan jalur darat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara rencana petugas mengevakuasi mayat itu bakal ditandu dengan berjalan kaki sampai di perkampungan. Apalagi, jalan darat menuju lokasi penemuan mayat ini tidak bisa diakses mobil. Namun masih bisa diakses menggunakan motor. </p>
<p>&#8220;Kami sudah berkordinasi dengan petugas yang mengevakuasi mayat. Setelah dievakuasi melalui jalur sungai, sampai sungai dekat Prasung, baru mayat itu akan diangkut ambulan,&#8221; pungkasnya. <strong>(wan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48428</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Bongkar Jaringan Sindikat Pencurian 2 Ton Biji Plastik</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-bongkar-jaringan-sindikat-pencurian-2-ton-biji-plastik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 13:25:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Buduran]]></category>
		<category><![CDATA[Sindikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31835-polisi-bongkar-jaringan-sindikat-pencurian-2-ton-biji-plastik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8212; Jaringan sindikat pencurian biji plastik sebanyak 2 ton di gudang pabrik pengolahan biji plastik PT Mitra Mulia Makmur (MMM) Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo berhasil dibongkar polisi. Hasilnya, tersangka Robert Reinhart Tasik (53) pengusaha asal Manado yang tinggal di perumahan Griyo Mapan Utara, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo diringkus petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8212;  Jaringan sindikat pencurian biji plastik sebanyak 2 ton di gudang pabrik pengolahan biji plastik PT Mitra Mulia Makmur (MMM) Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo berhasil dibongkar polisi. Hasilnya, tersangka </p>
<p>Robert Reinhart Tasik (53) pengusaha asal Manado yang tinggal di perumahan Griyo Mapan Utara, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo diringkus petugas Polsek Buduran setelah beberapa bulan sembunyi ke luar pulau.</p>
<p>&#8220;Tersangka sudah diincar petugas. Tersangka akhirnya pulang ke rumahnya langsung ditangkap petugas Unit Reskrim di rumahnya,&#8221; terang Kapolsek Buduran, Kompol Hery Mulyanto kepada Memo X, Kamis (15/03/2018).</p>
<p>Mantan Kapolsek Porong ini menguraikan berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan polisi, diketahui tersangka ini yang membeli 2 ton biji plastik hasil pembobolan pabrik pengolahan biji plastik di Sidoarjo.  Dalam pengakuannya, tersangka</p>
<p>Robert menyatakan dua ton biji plastik itu dibeli seharga Rp 30 juta dan dijual lagi Rp 31 juta. </p>
<p>&#8220;Petugas masih mendalami keterangan itu. Sebab biji plastik sebanyak itu harga normalnya bisa sampai Rp 60 juta per ton,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dalam perkara ini, lanjut Kapolsek tersangka Robert membeli 80 sak biji plastik yang setiap saknya berisi 25 kilogram. Dia mengaku mendapat barang ini dari Abdul Kodim dengan harga Rp 15.000 per sak atau totalnya Rp 30 juta. Biji plastik dikirim langsung ke rumah Robert menggunakan truk dan diterima sendiri oleh Robert. &#8220;Pembayarannya, dilakukan dua kali melalui transfer. Pertama Rp 25 juta, kemudian pembayaran berikutnya Rp 5 juta untuk pelunasan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sedangkan Abdul Kodim (43) warga Desa Ngerong, Pasuruan sudah tertangkap duluan beberapa waktu lalu. Dia diringkus bersama rekannya yang bernama Su&#8217;id, warga Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Mereka berdua sudah menjalani hukuman setelah divonis bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo.</p>
<p>Kodim dan Su&#8217;id mendapat biji plastik dari dua sekuriti dan satu karyawan bagian gudang PT Mitra Mulia Makmur (MMM). Mereka bertiga inilah yang melakukan pembobolan gudang tempat mereka bekerja. Kedua security itu adalah Sugeng (35), warga Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Heru (33), warga Desa Bebekan, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Sementara pegawai bagian gudang yang menjadi otak dalam komplotan ini adalah Budi (23), warga Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.</p>
<p>&#8220;Pencurian ini terjadi 23 Oktober 2017 lalu. Perusahaan merasa kehilangan stok 2 ton biji plastik di gudang, yang kemudian dilaporkan ke Polsek Buduran. Dari CCTV pabrik, petugas akhirnya mengetahui siapa pelaku pencurian itu, kemudian menangkapnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Hery tersangka pertama yang tertangkap adalah Sugeng. Kemudian Heru menyerahkan diri dan setelah itu polisi meringkus Rahman yang bersembunyi di Ngawi. Dari tiga pelaku lantas terungkap nama Su&#8217;id, penadah pertama hasil curian. Dan kemudian terungkap nama Kodim.</p>
<p>&#8220;Kodim mengaku menjual ke Robert, tapi saat hendak ditangkap sudah tidak di rumah. Setelah beberapa bulan ke luar pulau, akhirnya dia pulang dan ditangkap petugas di rumahnya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara itu tersangka Robert Reinhart Tasik tidak banyak bicara. Menurutnya dirinya menjual lagi biji plastik itu ke pihak lain, tanpa menyebut identitas atau nama perusahaannya. Sudah saya jual semua,&#8221; katanya singkat. <strong>(wan/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31835</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
