<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Cerme &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-cerme/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jul 2018 11:40:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Cerme &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Lomba Keamanan Siskamling se Jatim Gresik Masuk Tiga Besar</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-keamanan-siskamling-se-jatim-gresik-masuk-tiga-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 11:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Cerme]]></category>
		<category><![CDATA[Siskamling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45922-lomba-keamanan-siskamling-se-jatim-gresik-masuk-tiga-besar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8211; Dalam menggalakan sistem keamanan lingkungan (Siskampling) yang diadakan oleh Polda Jatim dan diikuti oleh seluruh Kabupaten di Jawa Timur Kabupaten Gresik masuk tiga besar setelah melalui tahapan penjurian oleh tim juri dari Polda Jatim. Setelah melalui proses penilaian dari seluruh Kabupaten yang ada di Jawa Timur (Jatim), akhirnya tim juri menyisakan tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8211; Dalam menggalakan sistem keamanan lingkungan (Siskampling) yang diadakan oleh Polda Jatim dan diikuti oleh seluruh Kabupaten di Jawa Timur Kabupaten Gresik masuk tiga besar setelah melalui tahapan penjurian oleh tim juri dari Polda Jatim.</p>
<p>Setelah melalui proses penilaian dari seluruh Kabupaten yang ada di Jawa Timur (Jatim), akhirnya tim juri menyisakan tiga besar dalam perlombaan ini untuk menjadi juara. Tiga besar yang yang lolos dari babak penyisian oleh tim juri dari Polda Jatim tersebut adalah Kabupaten Trenggalek, Malang Kota dan Kabupaten Gresik.</p>
<p>Satu Desa dari sekian Kecamatan di Kabupaten Gresik yang dilombakan adalah Desa Cerme Kidul Kecamatan Cerme. Menurut Kapolsek Cerme AKP Tatak dalam mengikutkan perlombaan salah satu  program Desa dengan mengedepankan keamanan lingkungan ini memang Desa Cerme Kidul patut dibuat percontohan desa desa lain dalam menunjang sistem keamanan.</p>
<p>&#8220;Memang jauh sebelumnya Desa Cerme Kidul ini dalam pengelolaan keamanan lingkungan sudah di ciptakan sejak dulu oleh warga setempat. Sehingga saat ini warga sudah memiliki sarana sarana keamanan yang modern.&#8221; ujar Kapolsek Cerme AKP Tatak saat menemani tim juri ke kampung aman. Senin malam (2/07/2018).</p>
<p>Tatak menambahkan, selain kampung tersebut dilengkapi dengan Closed Circuit Television (CCTV) Warga juga membuatkan portal portal dan alat alat lain sekiranya untuk menghambat lolosnya tindakan kejahatan kriminal. </p>
<p>&#8220;Bayangkan selain diadakan roda jaga malam, warga juga melengkapinya dengan CCTV disepuluh titik yang tersebar di jalan kampung. Selain itu warga juga mempunyai monitor dan alat perekam dimana setiap ada pergerakan warga langsung dapat memonitor.&#8221;katanya.</p>
<p>Oleh sebab itu AKP Tatak berharap, Desa Cerme Kidul bisa menjadi juara satu dalam pengelolaan Siskampling ini sehingga harapannya bisa maju untuk mengikuti perlombaan di tingkat nasional diseluruh Indonesia <strong>(sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45922</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Kampung, Pasutri Asal Bojonegoro Jadi Korban Jambret</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-kampung-pasutri-asal-bojonegoro-jadi-korban-jambret</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 14:26:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[penjambretan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Cerme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22375-pulang-kampung-pasutri-asal-bojonegoro-jadi-korban-jambret</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212;- Naas dialami oleh sepasang suami istri asal Bojonegoro menjadi korban penjabretan di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Kamis (25/1/2018). Korban adalah Hendri Cahyo (37) dan istrinya Forten Novitawati (29) warga Jl Munginsidi Komplek TPK 53 Rt 29/07 Desa Sukorejo, Bojonegoro. yang pada saat itu hendak pulang kampung. Informasi di lapangan korban sepasang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik</strong> &#8212;- Naas dialami oleh sepasang suami istri asal Bojonegoro menjadi korban penjabretan di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Kamis (25/1/2018). Korban adalah Hendri Cahyo (37) dan istrinya Forten Novitawati (29) warga Jl Munginsidi Komplek TPK 53 Rt 29/07 Desa Sukorejo, Bojonegoro. yang pada saat itu hendak pulang kampung.</p>
<p>Informasi di lapangan korban sepasang swami istri tersebut hendak pulang ke kampung, sekitar pukul 01.00 mereka berdua melintas dijalan Raya Banjarsari sekitar terminal bunder turut Kecamatan Cerme korban tiba tiba dihampiri dua orang dengan mengendarai Suzuki Satria FU bernopol S 3541 LS memepet korban dan langsung menarik tas korban.</p>
<p>Merasa dirinya dijambret, akhirnya korban berteriak hingga orang di sekelilingnya segera membantu dan melakukan pengejaran. Merasa panik dikepung warga akirnya pelaku melarikan diri kearah Cerme sambil membawa hasil kejahatanya. Naas juga akirnya kedua pelaku tersebut dalam pengejaran tertangkap jalan Raya Iker Iker Cerme.</p>
<p>Kapolsek Cerme AKP Tatak membenarkan adanya insiden penjambretan tersebut, pihaknya mengatakan beruntung pelaku tidak sampai menjadi bulan bulanan warga, lantaran saat itu langsung diamankan Polisi yang berpatroli.</p>
<p>&#8220;Beruntung pelaku tidak sampai menjadi amukan masa, karena memang saat itu pas ada petugas patroli, untuk sementara satu pelaku atas nama Beni Setiawan (26) warga lamongan kami amankan, satu orang kabur dan sampai saat ini masih dalam pengejaran polisi,&#8221; katanya.</p>
<p>Tatak menambahkan, selain mengamankan pelaku pihaknya juga mengamankan 1 (satu) buah tas warna coklat yang berisikan uang pecahan seratus ribu sebanyak 4 lembar dan satu foto coppy KK dan KTP atas nama Forten Novitawati.</p>
<p>&#8220;Untuk sementara kami masih melakukan pemeriksaan, selain kita mengamankan pelaku kami juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu buah tas warna coklat, uang pecahan seratus ribuan empat lembar dan foto coppy KK dan KTP atas nama korban. Untuk sementara kita masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, tentunya pelaku kita kenakan pasal 363 dan atau jo 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,&#8221; pungkasnya. <strong>(sgg/gbr/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22375</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Cerme Tewas  di Warkop Setelah Telepon</title>
		<link>https://memontum.com/warga-cerme-tewas-di-warkop-setelah-telepon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Dec 2017 12:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Cerme]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/15699-warga-cerme-tewas-di-warkop-setelah-telepon</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Warung Kopi (Warkop) biru di Desa Cerme Kidul, Cerme, Gresik tiba tiba digegerkan dengan tewasnya seorang pengunjung warkop usai meminum kopi. Diketahui korban bernama Arif Wahyudi (29) warga Dusun Ngepungsari Rt 1 Rw 5 Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yang diduga menghembuskan nafas terakhir akibat serangan jantung yang di deritanya. Sebelum meninggal, korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8212; Warung Kopi (Warkop) biru di Desa Cerme Kidul, Cerme, Gresik tiba tiba digegerkan dengan tewasnya seorang pengunjung warkop usai meminum kopi. Diketahui korban bernama Arif Wahyudi (29) warga Dusun Ngepungsari Rt 1 Rw 5 Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yang diduga menghembuskan nafas terakhir akibat serangan jantung yang di deritanya.</p>
<p>Sebelum meninggal, korban datang ke warkop dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nopol L 4329 XM dan memarkir sepeda motornya. Korban memesan kopi kepada penjaga warung, David Kustia. Setelah kopi dipesan korban, sedikit demi sedikit korban meminumnya.</p>
<p>Beberapa saat kemudian korban menelepon seseorang dan tidak berselang lama, korban nampak kehabisan nafas, dan langsung tertelungkup di meja warung tersebut. Melihat kejadian tersebut warga yang berada di sekitar lokasi berusaha menolong namun naas, korban sudah tidak bernyawa.</p>
<p>&#8220;Melihat kejadian itu, pemilik warung langsung menghubungi Puskesmas Cerme untuk memberikan pertolongan. Setelah diperiksa korban dinyatakan sudah meninggal,&#8221; kata Kapolsek Cerme AKP Tatak Sutrisna melalui Kanit Reskrim Polsek Cerme Bripka Mahrizal Frimansah, Selasa (26/12/2017).</p>
<p>Polisi yang berada dilokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda luka dibagian tubuh korban. </p>
<p>&#8220;Dugaan sementara korban tewas karena  sakit,&#8221; kata AKP Tatak Sutrisna. Terkait dengan kejadian ini, istri dan keluarga korban sudah membuat surat keterangan tidak menuntut siapapun dan memilih mengikhlaskan kepergian korban.<strong>(gbr/sgg/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15699</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
