<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Donomulyo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-donomulyo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2020 03:55:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Donomulyo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Asyik Main Game, Bocah SD Donomulyo Dijambret, Pelaku Apes Ndlosor</title>
		<link>https://memontum.com/asyik-main-game-bocah-sd-donomulyo-dijambret-pelaku-apes-ndlosor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Feb 2020 13:48:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 365]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106989-asyik-main-game-bocah-sd-donomulyo-dijambret-pelaku-apes-ndlosor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Teriakan bocah Sekolah Dasar (SD) menggema dan sekejap saja menarik perhatian warga. Penghadangan dilakukan massa, apeslah seorang jambret meski seorang lagi berhasil kabur. Minggu (23/2/2020) siang bolong atau pukul 12.00 seolah menjadi karma perbuatan jambret ini. Dialah tersangka Nanang Kosim (34) mengaku warga Dusun Sumberkombang RT06 RW01, Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Beruntung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Teriakan bocah Sekolah Dasar (SD) menggema dan sekejap saja menarik perhatian warga. Penghadangan dilakukan massa, apeslah seorang jambret meski seorang lagi berhasil kabur.</p>
<p>Minggu (23/2/2020) siang bolong atau pukul 12.00 seolah menjadi karma perbuatan jambret ini. Dialah tersangka Nanang Kosim (34) mengaku warga Dusun Sumberkombang RT06 RW01, Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.</p>
<p>Beruntung nyawanya terselamatkan setelah diamankan anggota Polsek Donomulyo yang datang ke lokasi kejadian. Meski kemudian, satu pelaku bisa lolos dari hadangan warga dan petugas.</p>
<p>Sebut saja, bersama Gopal, tersangka Nanang Kosim naik sepeda motor Satria FU hitam melintasi jalan raya Donomulyo. Seolah mencari mangsa, tersangka tertarik dengan keberadaan seorang bocah kecil sendirian.</p>
<p>Bocah itu, sebut saja Franco&#8211;nama samaran korban (9) warga Kedungsalam Donomulyo yang berada depan toko BiMart, sekitar Dusun Salamrejo Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.</p>
<p>Ia tertunduk duduk sendirian asyik memainkan ponsel Vivo. Sekitar pukul 12.30, lewatlah 2 pelaku. Tersangka Nanang turun dari motor. Ia mendekati korban. Pura-pura sok kenal sok dekat, tersangka berusaha pinjam ponsel korban. Alasannya untuk mencatat nomor telpon.</p>
<p>Korban sontak menolaknya. Namun pelaku justru menarik ponsel korban. Saat itu pula, korban berteriak dan mengundang perhatian warga. Hanya beberapa menit kemudian, tersangka gagal kabur. Sementara pelaku lain, kabur mengebut naik motornya seolah ketakutan bakal dihajar massa.</p>
<p>Dari lokasi apesnya tersangka, informasi kejadian diterima Polsek Donomulyo. Kapolsek Donomulyo, AKP H Gianto segera meluncurkan anggotanya ke lokasi dan mengamankan tersangka Nanang Kosim. Beruntung massa tidak mengamuk dan menghajarnya habis-habisan. Nyawanya selamat.</p>
<p>Turut mengamankan tersangka, Ipda M Arief Karnawan SH, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo. &#8220;Kami masih memintai keterangannya. Satu pelaku kami kejar,&#8221; urai Arief kepada Memontum.com, Senin sore.</p>
<p>Kini, tersangka Nanang mendekam di bui Polsek Donomulyo. Ia diperiksa itensif petugas. Tersangka dijerat pasal 365 dan atau pasal 368 KUHP Tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau pidana perampasan. Ancamannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sering Minta Uang Adik, Beli Pisau Mau Motor</title>
		<link>https://memontum.com/sering-minta-uang-adik-beli-pisau-mau-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 05:29:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91482-sering-minta-uang-adik-beli-pisau-mau-motor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Terungkap keinginan tersangka Suroso (38) untuk membeli sepeda motor dan menemui sang adik untuk meminta uang. Kata keluarga, tidak sekali dua kali, tersangka memintai uang Sujianto. Jumat (30/8/2019) pukul 10.00,jenazah korban menjalani visum et repertum lengkap. Kanit Reskrim, Ipda M Arief musti menjelaskan pentingnya otopsi kepada keluarga korban. Apa sebab tersangka tega [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Terungkap keinginan tersangka Suroso (38) untuk membeli sepeda motor dan menemui sang adik untuk meminta uang. Kata keluarga, tidak sekali dua kali, tersangka memintai uang Sujianto.</p>
<p>Jumat (30/8/2019) pukul 10.00,jenazah korban menjalani visum et repertum lengkap. Kanit Reskrim, Ipda M Arief musti menjelaskan pentingnya otopsi kepada keluarga korban. Apa sebab tersangka tega menyakiti adik kandungnya sendiri?</p>
<p>&#8220;Tersangka, dulu pernah ke Malaysia dan Kalimantan. Lalu balik ke Donomulyo. Kami masih dalami penyidikan,&#8221; ungkap Kanit Reskrim, Ipda M Arief saat ditemui wartawan Memontum.com di halaman Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang.</p>
<p>Menurut Ipda M Arief, tersangka diduga melanggar pasal 351 ayat 3 tentang tindak penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal. Tapi tidak menutup kemungkinan, terjerat pasal lainnya, yaknu pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.</p>
<p><strong>Baca : </strong><a href="https://hukrim.memontum.com/28948-kakak-tusuk-adik-hingga-tewas-donomulyo-gempar" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kakak Tusuk Adik Hingga Tewas, Donomulyo Gempar</a></p>
<p>Jeratan pasal perencanaan itu berdasar niat tersangka membeli pisau sebelum beraksi pada Kamis sore. &#8220;Selasa dia beli pisau. Tusukan tersangka satu kali ke perut korban. Masih kami sidik keterangannya lebih lanjut,&#8221; sebut Arief.</p>
<p>Ditambahkan Arief, minggu depan, pihaknya akqn mendatangkan psikolog atau ahli kejiwaan untuk memeriksa kondisi tersangka. Ada dugaan tersangka mengidap depresi.</p>
<p>Ya, pada masa dulu, tersangka pernah &#8220;mapan&#8221; atau kaya saat bekerja di Malaysia dan Kalimantan. Usai pulang ke Donomulyo, ia tidak bekerja atau mencari pendapatan seadanya. Bersamaan itu, bisnis korban mulai berkembang pesat. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kakak Tusuk Adik Hingga Tewas, Donomulyo Gempar</title>
		<link>https://memontum.com/kakak-tusuk-adik-hingga-tewas-donomulyo-gempar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 03:55:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91458-kakak-tusuk-adik-hingga-tewas-donomulyo-gempar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bertahan sekitar 7 jam, korban penusukan, Kamis (29/9/2019) sore yang menggegerkan Donomulyo. Sang kakak ditangkap pihak kepolisian, sedang sang adik, Jumat (30/8/2019) pukul 02.00, akhirnya meninggal dunia. Sujianto (26) warga Dusun Bandung RT01/RW01, Desa/Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, menderita usus terburai sejak pukul 19.30 akibat ditusuk pisau, Suroso (46) atau sang kakak. Berdasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bertahan sekitar 7 jam, korban penusukan, Kamis (29/9/2019) sore yang menggegerkan Donomulyo. Sang kakak ditangkap pihak kepolisian, sedang sang adik, Jumat (30/8/2019) pukul 02.00, akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Sujianto (26) warga Dusun Bandung RT01/RW01, Desa/Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, menderita usus terburai sejak pukul 19.30 akibat ditusuk pisau, Suroso (46) atau sang kakak.</p>
<div id="attachment_91459" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-91459" decoding="async" class="size-full wp-image-91459" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190830-WA0004-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="barang bukti pisau. (ist)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190830-WA0004-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190830-WA0004-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190830-WA0004-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190830-WA0004-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190830-WA0004-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-91459" class="wp-caption-text"><strong>barang bukti pisau. (ist)</strong></p></div>
<p>Berdasar keterangan Polsek Donomulyo &#8211; Polres Malang, tersangka segera diamankan usai kejadian itu dilaporkan keluarga korban. Tersangka merupakan kakak korban dan pengelola Bleky Cell yang cukup terkenal di Donomulyo.</p>
<p>Lokasi penusukan Kamis sore, bertempat di Dusun Mulyosari RT03/RW01, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Sore sebelumnya, sekitar pukul 18.30, sang adik menemui kakak di salah satu warung kopi.</p>
<p>&#8220;Tersangka minta bagian dari hasil konter penjualan hp karena ia merasa bahwa konter yang dibuat usaha oleh korban adalah miliknya dan minta hasilnya dibagi dua,&#8221; urai Ipda Arief.</p>
<p>Korban kemudian meminta tersangka menunggu di rumah karena korban hendak tahlilan di rumah tetangga. Setelah pulang, siapa sangka, waktu itulah peristiwa tak terduga terjadi.</p>
<p>Tersangka menunggu di tangga menuju lantai atas. Tanpa ba bi bu, ia menusukkan pisau ke perut korban. Sontak, darah muncrat dan bagian dalam perut korban terburai.</p>
<p>Korban sempat ditolong warga sekitar sementara tersangka melarikan diri. Korban segera dibawa menuju ke Puskesmas Donomulyo. Lantaran kondisinya semakin kritis, ia, dibawa menuju RSU Dr Saiful Anwar Malang.</p>
<p>Naas, nyawa korban tidak terselamatkan. &#8220;Kami dita barang bukti pisau dan mengamankan tersangka. Kami sidik lebih lanjut,&#8221; ungkap Ipda Arief, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo.</p>
<p>Jumat siang ini, jenazah korban akan menjalani proses visum et repertum di ruang Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91458</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gapura Polsek Donomulyo Semangat Gotong Royong Kemerdekaan</title>
		<link>https://memontum.com/gapura-polsek-donomulyo-semangat-gotong-royong-kemerdekaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 03:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90892-gapura-polsek-donomulyo-semangat-gotong-royong-kemerdekaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, masih terasa. Satu dari sekian semangat dan kemeriahan tampak dari hiasan gapura Polsek Donomulyo, jajaran Polres Malang. Gapura besar, setinggi 4 meter dengan lebar 6 meter dibangun depan lingkungan markas polisi Donomulyo, menyambut masyarakat dan warga yang masuk atau melintasi jalan raya Donomulyo. Di tengah gapura [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, masih terasa. Satu dari sekian semangat dan kemeriahan tampak dari hiasan gapura Polsek Donomulyo, jajaran Polres Malang.</p>
<p>Gapura besar, setinggi 4 meter dengan lebar 6 meter dibangun depan lingkungan markas polisi Donomulyo, menyambut masyarakat dan warga yang masuk atau melintasi jalan raya Donomulyo.</p>
<p>Di tengah gapura tertulis sekalimat “74 TH SDM UNGGUL INDONESIA MAJU”. Gapura ini tampak kreatif dan unik. Proses pembuatannya tak sederhana. Anggota dan warga sekitar musti gotong royong membuatnya.</p>
<p>&#8220;Gapura mengunakan bahan banner, kayu dan spanduk, tinggi gapura sekitar 4 meter dan lebar 6 meter serta di pasang bendera, lebih semarak dan indah,&#8221; urai Aipda Suwito, Kasihumas Polsek Donomulyo kepada memontum.com.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pembangunan ini bertujuan positif, menyatukan semangat persatuan, persaudaraan dan gotong royong sekaligus melestarikan tradisi perayaan 17 Agustus atau hari Kemerdekaan Republik Indonesia,&#8221; tambah Ipda M Arief, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo.<strong> (sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pulang Dari Jual Bakso, Jadi Pencuri Kayu Donomulyo</title>
		<link>https://memontum.com/pulang-dari-jual-bakso-jadi-pencuri-kayu-donomulyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2018 11:59:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/60453-pulang-dari-jual-bakso-jadi-pencuri-kayu-donomulyo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pulang dari Sidoarjo, kedua tersangka ini kompak berdalih mengambil kayu yang tergeletak di hutan. Alih-alih ingin menjualnya tuk mencari pendapatan, kedua tersangka malah berurusan dengan hukum. Tersangka yang kini menginap di rumah tahanan Polsek Donomulyo yaitu tersangka Siono (41) dan Rokim Edi Susanto (34) warga Dusun Sumbersih, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pulang dari Sidoarjo, kedua tersangka ini kompak berdalih mengambil kayu yang tergeletak di hutan. Alih-alih ingin menjualnya tuk mencari pendapatan, kedua tersangka malah berurusan dengan hukum. </p>
<p>Tersangka yang kini menginap di rumah tahanan Polsek Donomulyo yaitu tersangka Siono (41) dan Rokim Edi Susanto (34) warga Dusun Sumbersih, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181018-WA0055-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-60455" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181018-WA0055-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181018-WA0055-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Keduanya ditangkap gabungan polisi hutan dan Reskrim Polsek Donomulyo, Selasa (16/10/2018) siang. Kedua tersangka tidak dapat mengelak karena tim gabungan menemukan barang bukti gelondongan kayu potongan. </p>
<p>Tidak sedikit, petugas menemukan sebanyak 93 potongan kayu mahoni hutan dalam kandang sapi dan belakang rumah. Potongan kayu tersebut disembunyikan para pelaku usai memboyongnya dari petak 108 hutan turut Kedungsalam. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181018-WA0054-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-60454" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181018-WA0054-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/IMG-20181018-WA0054-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menurut Kapolsek Donomulyo, Kompol Sardikan, kedua tersangka diduga melanggar  tindak pidana Undang-Undang Kehutanan pasal 12 huruf e, jo pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-Undang no 18 tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.</p>
<p>&#8220;Mereka berdalih cari rumput dan menemukan kayu hutan roboh. Di lokasi dipotong dan dibawa pulang lalu disembunyikan di kandang sapi,&#8221; ungkap Kompol Sardikan kepada Memontum.com. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Unair Dihantam Ombak Pantai Bantol, 2 Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-unair-dihantam-ombak-pantai-bantol-2-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 12:01:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Bantol]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55820-mahasiswa-unair-dihantam-ombak-pantai-bantol-2-meninggal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dua mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya (Unair) alami musibah di Pantai Bantol Donomulyo, Minggu (16/9/2018) siang. Satu karena dihantam ombak saat pegangan perahu karet dan satu lagi tenggelam ketika berusaha menolong korban. Musibah menimpa, Nadya Firsya Ramadani (20) warga Jatisari Besar Gg Gempol 7 RT03/RW05 Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Excel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dua mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya (Unair) alami musibah di Pantai Bantol Donomulyo, Minggu (16/9/2018) siang. Satu karena dihantam ombak saat pegangan perahu karet dan satu lagi tenggelam ketika berusaha menolong korban. </p>
<p>Musibah menimpa, Nadya Firsya Ramadani (20) warga Jatisari Besar Gg Gempol 7 RT03/RW05 Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Excel Genius Darmawan (20) Kebonsari LVK VII-A/7 RT01/RW03 Kebonsari, Kota Surabaya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/IMG-20180916-WA0049-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-19520" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kedua korban, saat kejadian tidak sendirian. Rombongan berangkat Sabtu (15/8/2018) pagi menuju Malang dari surabaya. Niat rombongan berjumlah 19 pemuda-pemudi itu untuk rekreasi. Sabtu (15/9/2018) sore, rombongan tiba. </p>
<p>Setiba di pantai, rombongan mendirikan tenda dan bermalam. Paginya, rombongan menikmati pemandangan pantai. Beberapa orang kemudian menyiapkan perahu karet. Sekitar pukul 10.00, perahu dimasukkan ke permukaan air. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/hukrim.memontum.com/wp-content/uploads/sites/2/2018/09/IMG-20180916-WA0051-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-19521" data-recalc-dims="1" /> </p>
<p>Korban Nadia dan tiga temannya naik perahu karet. Perahu meluncur ke titik puluhan meter dari pantai. Mendadak ombak besar datang dan menghantam. Satu terjatuh. Nadia tenggelam. Excel berusaha menyelam menolong korban. </p>
<p>Siapa sangka, badan Excel justru terseret ombak. &#8220;Empat orang pegangan perahu. Saya di pinggiran. Ombak datang. Pertama masih di situ. Ombak kedua sudah hilang. Saya coba cari, &#8221; ungkap seorang mahasiswa saat ditanya Ipda Arief, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sembunyi di Rumah Mertua, Gober Disergap Polsek Donomulyo</title>
		<link>https://memontum.com/sembunyi-di-rumah-mertua-gober-disergap-polsek-donomulyo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2018 11:43:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 363]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48940-sembunyi-di-rumah-mertua-gober-disergap-polsek-donomulyo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tersangka Suprapto alias Gober (32) warga Dusun Mulyosari RT 14 RW 05, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang terlibat aksi pencurian 3 unit sepeda motor. Selasa (24/7/2018) malam, ia disergap anggota Reskrim Polsek Donomulyo. &#8220;Penangkapan ini hasil pengembangan 4 bulan lalu terkait kasus curanmor. Sebelumnya kami tangkap satu tersangka lain. Dia bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Tersangka Suprapto alias Gober (32) warga Dusun Mulyosari RT 14 RW 05, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang terlibat aksi pencurian 3 unit sepeda motor. Selasa (24/7/2018) malam, ia disergap anggota Reskrim Polsek Donomulyo. </p>
<p>&#8220;Penangkapan ini hasil pengembangan 4 bulan lalu terkait kasus curanmor. Sebelumnya kami tangkap satu tersangka lain. Dia bukan pelaku tunggal, &#8221; terang AKP Sardikan, Kapolsek Donomulyo, saat dikonfirmasi Memontum.com, Kamis (26/7/2018) sore. </p>
<p>Hasil penyelidikan itensif Polsek Donomulyo, petugas menemukan tersangka berada di rumah mertuanya atau di Dusun Ngrendeng, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Pelacakan sebelumnya mengarah pada kecurigaan petugas terhadap tersangka. </p>
<p>Tersangka Gober, diduga terlibat pencurian 3 unit sepeda motor, 2 Maret lalu di rumah Dusun Kalipakem RT 11 RW 03 Desa/Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. </p>
<p>Saat kejadian, penghuni rumah, Mario Lukman (39) berangkat pagi sekali mengantarkan anaknya pergi ke sekolah. Begitu pulang, ia terkejut melihat tiga motor amblas.</p>
<p>Diantaranya, sepeda motor Kawasaki LX150H A &#8211; 5467 &#8211; SO, sepeda motor Kawasaki LX150F F &#8211; 2603 &#8211; UAR dan Sepeda Motor Merk Yamaha N-MAX B &#8211; 4435 &#8211; FBU.  Bukan hanya itu, ketiga STNK motor itu pun raib.</p>
<p>Korban lalu mengecek sekitar gudang dan mendapati pintu belakang gudang rusak tercongkel serta gembok pintu teralis terlepas berada di bawah pintu gudang.</p>
<p>Menurut AKP Sardikan, tersangka dikenai dugaan pelanggaran pasal 363 KUHP Tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya lebih dari 5 tahun kurungan penjara sehingga pihak kepolisian berwenang menahan tersangka. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Terluka Sebut 2 Pelaku, Berusaha Berjalan Cari Pertolongan</title>
		<link>https://memontum.com/korban-terluka-sebut-2-pelaku-berusaha-berjalan-cari-pertolongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Dec 2017 18:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/16300-korban-terluka-sebut-2-pelaku-berusaha-berjalan-cari-pertolongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Jenazah Fena (17), Jumat tengah malam dibawa menuju Mentaraman Donomulyo. Bersamaan itu, masih terus beredar kabar pembacokan terhadap pelajar SMK Brantas Sumberpucung dan video berdurasi 26 detik. Dalam video itu, korban yang ditemukan tergeletak lemas menyebut ada 2 yang melakukan perbuatan keji. Jawaban lirih terdengar saat seorang warga bertanya siapa begitu sadis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Jenazah Fena (17), Jumat tengah malam dibawa menuju Mentaraman Donomulyo. Bersamaan itu, masih terus beredar kabar pembacokan terhadap pelajar SMK Brantas Sumberpucung dan video berdurasi 26 detik. </p>
<p>Dalam video itu, korban yang ditemukan tergeletak lemas menyebut ada 2 yang melakukan perbuatan keji. Jawaban lirih terdengar saat seorang warga bertanya siapa begitu sadis melakukannya. </p>
<p>&#8220;Dadi arek jik tas iku maeng yo (Jadi anak yang baru lewat itu ya?) Boncengan telu? (boncengan tiga?), &#8221; tanya warga.&#8221;Jik tas Pak. Boncengan loro Pak. Loro,&#8230;&#8221; jawab lirih korban tergeletak. Di sampingnya ada sebuah tongkat kayu. </p>
<p>Seorang anggota polisi lalu berusaha menenangkan warga. Terdengar suara istigfar warga. Polisi berseragam langsung meminta korban diam. Ia berteriak, &#8220;Hei ambulan, tandu, getok tular,&#8221; teriak sang petugas. </p>
<p>Korban tergeletak di jalan setapak itu diusahakan sesegera mungkin menuju puskesmas Donomulyo. Lukanya parah. Lehernya robek mengucurkan darah. Hasil otopsi sementara diduga korban kehabisan darah karena pembuluh darahnya putus. </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/6303-bertahan-2-jam-2-jam-kemudian-pelaku-diamankan" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Bertahan 2 Jam, 2 Jam Kemudian Pelaku Diamankan</a> )</p>
<p>Ada kebesaran Tuhan YME dalam musibah ini. Hasil perkiraan anggota Reskrim Polsek Donomulyo, korban diperkirakan masih mampu berjalan sekitar 7-8 meter hendak mencari pertolongan. </p>
<p>&#8220;Korban berjalan cukup jauh, dia mungkin pakai teken, tongkat kayu, &#8221; ungkap Kapolsek Donomulyo, AKP Sardikan kepada Memontum.com, Jumat sore.  </p>
<p>Sementara, terkait adanya keterlibatan pelaku lain, pihak kepolisian kini mendalami penyelidikan. Seperti diungkapkan Kapolres Malang, AKBP YS Ujung kepada memontum.com bahwa pihaknya tengah mendalami penyidikan terhadap tersangka Fega (18).</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/6337-ada-bercak-darah-di-jilbab-fega-dan-lembaran-uang" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Ada Bercak Darah di Jilbab Fega dan Lembaran Uang</a> )</p>
<p>Ia tidak menampik memang telah mengamankan dua orang terkait penganiayaan. Tapi kecenderungan potensi pelaku utama adalah tersangka Fega (18), pelajar SMK di Wates Blitar. </p>
<p>Adanya video kesaksian yang diambil warga seolah menjadi bukti bahwa Tuhan YME memberi &#8220;petunjuk&#8221; melalui kesempatan terhadap korban sehingga mengindikasikan dugaan pelaku lain.  Pelaku lebih dari satu. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ada Bercak Darah di Jilbab Fega dan Lembaran Uang</title>
		<link>https://memontum.com/ada-bercak-darah-di-jilbab-fega-dan-lembaran-uang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Dec 2017 17:49:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Donomulyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/16296-ada-bercak-darah-di-jilbab-fega-dan-lembaran-uang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Kepada seseorang, tersangka Fega Madona (18) sempat berbohong dengan menyebut noda darah di kaosnya adalah darah menstruasi. Ada pula darah di lembaran uang. Bukan hanya itu yang menguatkan bahwa ia pelakunya. Butuh sejam lebih, petugas mendesak pengakuan tersangka Fega. Padahal, petugas sudah mengantongi bukti jika di jok sepeda motor Honda Beat terdapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Kepada seseorang, tersangka Fega Madona (18) sempat berbohong dengan menyebut noda darah di kaosnya adalah darah menstruasi. Ada pula darah di lembaran uang. Bukan hanya itu yang menguatkan bahwa ia pelakunya. </p>
<p>Butuh sejam lebih, petugas mendesak pengakuan tersangka Fega. Padahal, petugas sudah mengantongi bukti jika di jok sepeda motor Honda Beat terdapat Hp Vivo milik korban. Selain itu juga bercak darah menempeli kerudung serta BH tersangka.  </p>
<p>&#8220;Ada luka baru di tangan dia (tersangka&#8211;red), dia ngaku bekas kecelakaan, tapi kami tidak percaya. Itu menambah keyakinan kami, &#8221; urai Ipda Ary Yusanto, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo. </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/6291-sebelum-tewas-leher-terbacok-pelajar-sebut-nama-cewek-pembunuhnya" rel="noopener" target="_blank">Sebelum Tewas Leher Terbacok, Pelajar Sebut Nama Cewek Pembunuhnya</a> )</p>
<p>Uang sebesar Rp 114 ribu juga ditemukan petugas. Uang itu disebut-sebut milik korban dan dibawa pelaku. Praktis, adanya barang milik korban, bisa memungkinkan pelakunya akan mendapat jeratan pasal berlapis selain pembunuhan tapi juga perampokan. </p>
<p>Ada pula kesaksian bahwa korban dijemput tersangka. Pukul 09.00, tersangka menjemput korban. Kedatangannya diketahui Iswanto. Informasinya, tersangka sempat menyebut akan mengajak korban ke warung terdekat. </p>
<p>Siapa sangka, siang itu, korban cek cok mulut dengan korban. Belum jelas bagaimana pengakuan tersangka, mengajak atau membawa korban masuk melewati jalan setapak&#8211;yang biasa dilewati pencari rumput. Jaraknya cukup jauh, 500 meteran dari jalan besar mengarah Pantai Ngliyep Donomulyo. </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/6332-rencana-rekreasi-tahun-baru-bersama-ibu-batal" rel="noopener" target="_blank">Rencana Rekreasi Tahun Baru Bersama Ibu, Batal</a> )</p>
<p>&#8220;Ada noda darah di kerudung dia, di lembaran uang juga ada, &#8221; urai Kanit Reskrim Polsek Donomulyo, Ipda Ary Yusanto, kepada Memontum.com saat ditemui di Instalasi Kedokteran Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang, tengah malam. </p>
<p>Sabtu (30/12/2017) pukul 00.30, jenazah korban selesai menjalani otopsi. Hasilnya petugas melihat banyak luka di tubuh korban akibat senjata tajam. Diperkirakan sejenis pisau. Luka sayat dan robek ada di leher, punggung, perut dan telapak tangan korban. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16296</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
