<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek gandusari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-gandusari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Oct 2019 12:33:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek gandusari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pasar Subuh Gandusari Geger Bayi Lahir Procot, Dibuang</title>
		<link>https://memontum.com/pasar-subuh-gandusari-geger-bayi-lahir-procot-dibuang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2019 11:31:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dibuang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuaan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[polsek gandusari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89566-pasar-subuh-gandusari-geger-bayi-lahir-procot-dibuang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Warga Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek digegerkan dengan penemuan bayi di dalam kardus berwarna coklat dengan kondisi masih hidup. Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian penemuan bayi laki &#8211; laki tersebut diketahui pada Minggu (4/8/2019) dini hari. Penemuan bayi baru lahir ini ditemukan dengan kondisi ari- ari masih menempel yang dimasukkan dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Warga Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek digegerkan dengan penemuan bayi di dalam kardus berwarna coklat dengan kondisi masih hidup. Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian penemuan bayi laki &#8211; laki tersebut diketahui pada Minggu (4/8/2019) dini hari.</p>
<p>Penemuan bayi baru lahir ini ditemukan dengan kondisi ari- ari masih menempel yang dimasukkan dalam kardus bekas minuman. Didalam kardus, bayi malang tersebut diselimuti jas hujan warna abu &#8211; abu dan diletakkan diatas meja berjualan milik Mujito di pasar subuh Dusun Dawuhan Pule RT 02 Rw 01 Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-89567" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190804-WA0070-copy.jpg?resize=650%2C487&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="487" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190804-WA0070-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190804-WA0070-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190804-WA0070-copy.jpg?resize=600%2C450&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190804-WA0070-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kapolsek Gandusari AKP Rohadi membenarkan adanya penemuan bayi laki &#8211; laki di Pasar Gandusari. &#8220;Penemuan bayi ini ditemukan pertama kali oleh Fran Yudi Eka (20) dan Ridwan Syakur (48), &#8221; ungkap Rohadi saat dikonfirmasi, Minggu (4/8/2019) pagi.</p>
<p>Pihaknya mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat saksi hendak menempati tempat menjual barang dagangannya di pasar subuh. Pada saat itu, saksi mendengar suara tangisan bayi yang selanjutnya ia berusaha mencari sumber suara tersebut.</p>
<p>&#8220;Ketika saksi mencari sumber suara tersebut, saksi melihat kardus bekas aqua yang di letakkan diatas meja tempat menaruh dagangan pasar subuh Gandusari miliknya, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Setelah diperiksa, isi didalam kardus adalah bayi yang kondisinya masih hidup beserta ari-ari &#8211; arinya. Mengetahui hal itu, saksi kemudian melaporkan adanya penemuan bayi tersebut ke Polsek Gandusari.</p>
<p>&#8220;Mendapat laporan terkait adanya penemuan bayi ini, selanjutnya pihak kepolisian melakukan proses evakuasi dan memberikan pertolongan pertama dengan membawa bayi tersebut ke Puskesmas setempat guna mendapatkan perawatan medis, &#8221; pungkas Rohadi.<strong> (mil/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>IRT Asal Malang Dikerangkeng di Polres Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/irt-asal-malang-dikerangkeng-di-polres-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2018 12:45:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 362]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 378]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[polres trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[polsek gandusari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/59662-irt-asal-malang-dikerangkeng-di-polres-trenggalek</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap pelaku penipuan dan pencurian dengan modus berpura-pura menjadi teman akrab, namun justru membawa kabur perhiasan milik korban. Diketahui, kejadian tersebut dilakukan oleh Sunarti (40) seorang ibu rumah tangga asal Desa Polaman Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Berawal saat rumah korban didatangi oleh pelaku yang mengaku sebagai teman akrab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap pelaku penipuan dan pencurian dengan modus berpura-pura menjadi teman akrab, namun justru membawa kabur perhiasan milik korban. Diketahui, kejadian tersebut dilakukan oleh Sunarti (40) seorang ibu rumah tangga asal Desa Polaman Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. </p>
<p>Berawal saat rumah korban didatangi oleh pelaku yang mengaku sebagai teman akrab dari anak korban yang kebetulan bekerja sebagai TKW di Taiwan. Kepada korban, pelaku mengatakan bahwa anak korban sedang sakit dan membutuhkan obat yang akan di belikan di Indonesia.</p>
<p>“Maksud kedatangan pelaku saat itu meminta uang kepada korban untuk membelikan obat anaknya yang sedang sakit, &#8221; ucap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S saat konferensi pers, Kamis (11/10/2018). </p>
<p>Lebih lanjut Didit mengatakan, karena tak punya uang, korban kemudian menyerahkan perhiasan emas miliknya seberat 47 gram. Perhiasan tersebut diserahkan kepada pelaku dengan maksud untuk dicairkan sebagai biaya pembelian obat anaknya.</p>
<p>“Setelah melihat dapatkan sejumlah perhiasan dari korban, ternyata pelaku dengan diam-diam juga mengambil handphone milik korban, &#8221; imbuhnya. </p>
<p>Namun setelah ditunggu hingga beberapa saat, pelaku tak kunjung kembali ke rumah korban. Dan korban juga baru sadar bahwa HP miliknya juga hilang dari tempat semula. Merasa ditipu, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gandusari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">59662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Cap Jikie di Krisik Blitar Digerebek</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-cap-jikie-di-krisik-blitar-digerebek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2018 12:18:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[perjudian]]></category>
		<category><![CDATA[polsek gandusari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35558-gelar-cap-jikie-di-krisik-blitar-digerebek</guid>

					<description><![CDATA[Memotum Blitar &#8212; Anggota Subnit Judi Polsek Gandusari melakukan penangkapan kepada salah seorang pelaku perjudian jenis Cap Jikie. Pelaku diketahui bernama Sukarji alias Bagong (51), warga dusun Wolongewu, RT. 02 RW. 01, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pelaku dibekuk petugas saat melakukan perjudian Capjikie di Lapangan dusun Wolongewu, RT. 02 RW. 01, Desa Krisik, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memotum Blitar </strong>&#8212;   Anggota Subnit Judi Polsek Gandusari melakukan penangkapan kepada salah seorang pelaku perjudian jenis Cap Jikie. Pelaku diketahui bernama Sukarji alias Bagong (51), warga dusun Wolongewu, RT. 02 RW. 01, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pelaku dibekuk petugas saat melakukan perjudian Capjikie di Lapangan dusun Wolongewu, RT. 02 RW. 01, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Rifaldy Hangga mengatakan, kejadian tesebut bermula ketiga warga melaporkan, bahwa di lapangan dusun Wolongewu, RT. 02 RW. 01, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, ada permainan judi jenis Capjikie, Selasa (3/4/2018).</p>
<p>“Atas laporan warga, anggota langsung melakukan penyelidikan. Dan sekitar pukul 21.00, di lapangan Wonorejo, anggota melakukan penggerebekan dan dilakukan penangkapan terhadap diri pelaku”, kata Rifaldy Hangga, Kamis (05/04/2018).</p>
<p>Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan dan menyita barang bukti. Diantaranya, 1 buah kotak capjikie, 1 buah bola tenis, 1 buah kursi plastik, dan uang tunai sebesar Rp. 260 ribu. Barang bukti tersbut saat ini diamankan di Mapolres Blitar, guna penyidikan lebih lanjut.<strong> (jar/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35558</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencari Pasir Kembali Meninggal di Kali Putih Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/pencari-pasir-kembali-meninggal-di-kali-putih-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Feb 2018 17:46:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kali putih]]></category>
		<category><![CDATA[polsek gandusari]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/28933-pencari-pasir-kembali-meninggal-di-kali-putih-blitar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar – Para pencari pasir di Sungai Kali Putih Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, sering meninggal dunia di lokasi. Kali ini Adi Riyanto (43), meninggal dunia saat mencari pasir di sungai Kali Putih, Selasa (27/02/2018) sekitar pukul 06.00. Diduga meninggalnya Adi yang juga warga dusun Sukomulyo RT. 01 RW. 02 Desa Gadungan Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> – Para pencari pasir di Sungai Kali Putih Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, sering meninggal dunia di lokasi. Kali ini Adi Riyanto (43), meninggal dunia saat mencari pasir di sungai Kali Putih, Selasa (27/02/2018) sekitar pukul 06.00. Diduga meninggalnya Adi yang juga warga dusun Sukomulyo RT. 01 RW. 02 Desa Gadungan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ini, akibat serangan jantung.</p>
<p>Sebelum kejadian, korban bersama Sandi (38), warga RT. 28 RW. 02 Desa Gadungan berangkat dari rumah bersama-sama menuju sungai Kali Putih, Senin (26/02/2018) sekitar pukul 24.00. Sampai di lokasi atau tempat kejadian, mereka bersama-sama mengumpulkan pasir dan menggali tanah aliran sungai hingga pukul 06.00. Namun tiba-tiba Sandi melihat korban terjatuh ke sebelah kiri, dan langsung menghampiri korban, namun kondisi korban sudah tidak bergerak dengan tubuh dingin dan lemas.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/MD-di-Kali-Putih-2-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-28934" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/MD-di-Kali-Putih-2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/MD-di-Kali-Putih-2-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/MD-di-Kali-Putih-2-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/MD-di-Kali-Putih-2-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Saksi langsung memanggil teman sesama pencari pasir di TKP, saat melihat korban sudah tidak bergerak dengan tubuh lemas dan dingin,. Dan selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Gandusari”, kata Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, Selasa (27/02/2018).</p>
<p>Slamet Waloya menambahkan, sekitar pukul 07.30, Kanit Reskrim Polsek Gandusari Iptu M. Burhanudin, bersama anggota KSPKT Polsek Gandusari Aipda Agus, dan Babinkamtibmas Desa Sumberagung Bripka Yuszana, mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP.  Korban dibawah ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban bersama bidan desa Toyah dan perangkat desa setempat.</p>
<p>“Hasil pemeriksaan bidan tidak ada luka luar pada korban. Menurut keterangan bidan bahwa korban meninggal dunia karena serangan jantung. Dan menurut keterangan istri korban, Suprihatin juga ayah korban, Istiyar, bahwa korban sebelumnya sudah tiga kali jatuh dari pohon kelapa dan sering tidak sadarkan diri”, pungkasnya. <strong>(jar/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28933</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sakit Deabet Tak Kunjung Sembuh, Petani Gandusari Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/sakit-deabet-tak-kunjung-sembuh-petani-gandusari-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2017 13:23:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[polsek gandusari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/2067-sakit-deabet-tak-kunjung-sembuh-petani-gandusari-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8212; Gunawan alias Warno (44) warga dusun Sidoasri RT 01 RW 04 Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, diketemukan tewas gantung diri di jendela rumahnya, Selasa (24/10/2107). Pria tamatan Sekolah Dasar ini nekat mengakhiri hidupnya, disuga karena menderita sakit deabet yang tidak kunjung sembuh. Kejadian ini pertama kali diketahui Mesinah (60), ibu kandung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8212; Gunawan alias Warno (44) warga dusun Sidoasri RT 01 RW 04 Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, diketemukan tewas gantung diri di jendela rumahnya, Selasa (24/10/2107). Pria tamatan Sekolah Dasar ini nekat mengakhiri hidupnya, disuga karena menderita sakit deabet yang tidak kunjung sembuh.</p>
<p>Kejadian ini pertama kali diketahui Mesinah (60), ibu kandung korban, Selasa (24/10/2017) sekitar pukul 22.45. Awalnya Mesinah medengar suara mengeluh, dan segera mendatangi suara tersebut. Namun dia mendapatkan korban sudah tergantung pada belandar jenela rumahnya dengan selendang melilit leher korban.</p>
<p>“Setelah mendengar suara keluhan, saksi langsung mendatangi suara tersebut, dan mendapatkan anaknya sudah tergantung di atas jendela. Kondisi korban dengan lidah menjulur, mengeluarkan liur dan kemaluannya basah mengeluarkan sperma”, kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Erik Pradana, Rabu (25/10/2017).</p>
<p>Setelah kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Gandusari, Kapolsek Gandusari AKP Misdi didampingi anggota Shabara beserta Kades dan Kasun dusun Sidoasri Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari, juga petugas Puskesmas, mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP.</p>
<p>“Dari keterangan petugas puskesmas  dan saksi -saksi di TKP, korban mengakhiri hidupnya, karena menderita sakit deabet yang tidak kunjung sembuh”, tandas Erik Pradana. <strong>(fjr/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2067</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
