<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek glagah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-glagah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek glagah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Janin Terbungkus Koran, Diselipi Uang Rp 100 Ribu dan Secarik Kertas &#8220;Tolong Dikubur&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/janin-terbungkus-koran-diselipi-uang-rp-100-ribu-dan-secarik-kertas-tolong-dikubur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 14:14:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Janin]]></category>
		<category><![CDATA[polsek glagah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104395-janin-terbungkus-koran-diselipi-uang-rp-100-ribu-dan-secarik-kertas-tolong-dikubur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Penemuan janin gegerkan warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah. Janin bayi terbungkus koran dan dimasukkan ke kantong plastik ditemukan warga setempat di pinggir jalan raya, Minggu (19/01/2020) pagi. Diperkirakan, umur janin baru berusia 5 bulan dalam kandungan sudah mengeluarkan bau tak sedap. Sutiani (55)warga setempat, orang yang pertama kali menemukan janin bayi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Penemuan janin gegerkan warga Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah. Janin bayi terbungkus koran dan dimasukkan ke kantong plastik ditemukan warga setempat di pinggir jalan raya, Minggu (19/01/2020) pagi. Diperkirakan, umur janin baru berusia 5 bulan dalam kandungan sudah mengeluarkan bau tak sedap.</p>
<p>Sutiani (55)warga setempat, orang yang pertama kali menemukan janin bayi tersebut mengungkapkan, saat itu dirinya sedang olah raga, tiba-tiba matanya tertuju pada bungkusan koran yang ditaruh di tas plastik.</p>
 Janin bayi yang diperkirakan umur 5 bulan yang ditemukan warga Desa Kampung Anyar, Minggu (19/01/2020). (ist)
<p>&#8220;Secara tidak sengaja saya menendang bungkusan ini, hingga bungkusan tersebut terjatuh di dalam jurang yang tidak begitu dalam,&#8221; ujar Sutiani.</p>
<p>Lantaran bungkusan mengeluarkan bau tidak sedap, Sutiani menaruh curiga, dan membuka bungkusan tersebut. Saat dibuka ternyata bungkusan tersebut berisi janin bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya dari hasil hubungan gelap, dan sengaja dibuang dipinggir jalan.</p>
<p>&#8220;Karena bungkusan itu mengeluarkan bau tidak sedap, saya memberanikan diri membuka bungkusan itu. Setelah saya buka, ternyata berisi janin bayi. Perkiraan saya umur janin itu sekitar 5 sampai 6 bulan,&#8221;paparnya.</p>
<p>Didalam bungkusan plastik itu, lanjut Sutiani terdapat uang Rp 100 ribu serta secarik kertas bertuliskan &#8220;tolong dikubur&#8221;. Menurutnya, orang yang menemukan bayi ini untuk mengubur janin tersebut, dan uang tersebut sebagai biaya pemakamannya.</p>
<p>&#8220;Benar. Didalam bungkusan itu juga ditemukan uang pecahan Rp 100 ribu, dan selembar kertas bertuliskan tolong kuburkan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Penemuan janin bayi di pinggir jalan raya tersebut, langsung menjadi perhatian Polsek Glagah. Dan tim Reskrim Polsek Glagah langsung melakukan pemeriksaan saksi-saksi mengumpulkan barang bukti agar segera mengungkapkan siapa pelaku pembuang bayi di pinggir jalan raya tersebut.</p>
<p>Kapolsek Glagah AKP Imron melalui Kanit Reskrim mengatakan, pihaknya langsung mengevakuasi janin tersebut, dan mengamankan barang bukti, termasuk uang Rp 100 ribu dan selembar kertas yang bertuliskan &#8220;tolong koburkan&#8221;.</p>
<p>“Untuk janin bayi sudah kami evakuasi ke RSUD Blambangan. Kita masih melakukan penyelidikan. Bukti secarik kertas dan uang Rp 100 ribu masih kita amankan untuk mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan bisa segera terungkap siapa pembuang janin ini,” tegas Kanit Reskrim Aiptu Slamet Edi. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104395</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sakit Tak Kunjung Sembuh, Nekat Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/sakit-tak-kunjung-sembuh-nekat-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2019 14:34:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kendat]]></category>
		<category><![CDATA[polsek glagah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/79418-sakit-tak-kunjung-sembuh-nekat-gantung-diri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Warga Dusun Mondoliko, Desa Tamansaruh, Kecamatan Glagah, mendadak heboh, ditemukannya seseorang gantung diri disebuah pohon dekat gubug, Jum&#8217;at (22/2/2019). Korban, Rohan ((68) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, diduga karena menderita sakit menahun yang tidak kunjung sembuh. Dari keterangan warga, sebelum mengakhiri hidupnya, sekitar pukul 07.00 mendiang menyuruh Sumi&#8217;ah istri korban, untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Warga Dusun Mondoliko, Desa Tamansaruh, Kecamatan Glagah, mendadak heboh, ditemukannya seseorang gantung diri disebuah pohon dekat gubug, Jum&#8217;at (22/2/2019). Korban, Rohan ((68) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, diduga karena menderita sakit menahun yang tidak kunjung sembuh.</p>
<p>Dari keterangan warga, sebelum mengakhiri hidupnya, sekitar pukul 07.00 mendiang menyuruh Sumi&#8217;ah istri korban, untuk berangkat kerja.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-79419" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190222-WA0045-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Sebelum nekat gantung diri, almarhum menyuruh istrinya untuk berangkat matun (membersihkan rumput liar disekutar tanaman padi),&#8221; terang warga setempat.</p>
<p>Kapolsek Glagah AKP Ibnu Mas&#8217;ud mengungkapkan, korban mempunyai penyakit yang tidak kunjung sembuh, jika penyakitnya kambuh, korban mengalami sesak nafas, dan diseluruh tubuhnya mengalami sakit.</p>
<p>&#8220;Sejak 6 (enam) bulan ini, penyakitnya kambuh, dan semakin parah,&#8221; ujar AKP. Ibnu Mas&#8217;ud.</p>
<p>Lanjut AKP. Ibnu Mas&#8217;ud, pertama kali yang mengetahui korban gantung diri tersebut adalah Prayit warga setempat. Saat itu, kata Kapolsek Glagah, Prayit sedang mencari rumput, tiba-tiba melihat seseorang menggantung disebuah pohon dekat gubug.</p>
<p>&#8220;Pertama kali yang tahu adanya seseorang gantung diri itu Prayit, dia sedang mencari rumput disekitar lokasi ditemukannya korban gantung diri,&#8221; paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut Kapolsek Glagah, mengungkapkan sebelum mengakhiri hidupnya dengan seutas tali dan diikatkan disebuah pohon, korban mengeluh tentang penyakitnya, dan ingin mengakhiri hidupnya.</p>
<p>Bahkan, sebelum kejadian ini, korban pernah melakukan hal yang sama, namun berhasil digagalkan oleh warga.<br />
&#8220;Dari pemeriksaan medis ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, dan keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,&#8221; tandas Kapolsek Glagah, AKP. Ibu Mas&#8217;ud. <strong>(ras/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">79418</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polsek Glagah  Gelar Patroli Sahur Bersama Pemuda</title>
		<link>https://memontum.com/polsek-glagah-gelar-patroli-sahur-bersama-pemuda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2018 12:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Patroli Sahur]]></category>
		<category><![CDATA[polsek glagah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43357-polsek-glagah-gelar-patroli-sahur-bersama-pemuda</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dalam kegiatan di bulan suci Ramadhan Polsek Glagah rupanya tidak mau ketinggalan, melalui kegiatan &#8220;Patroli Sahur&#8221; sejumlah personel dibantu pemuda setempat mereka berkeliling keperkampungan membangunkan warga untuk sahur. &#8220;Membangunkan warga untuk melakukan ibadah santap sahur merupakan tradisi yang sering dilakukan warga terutama dikalangan remaja dan Anak-anak. Hal itu juga dilakukan olek Polsek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dalam kegiatan di bulan suci Ramadhan Polsek Glagah rupanya tidak mau ketinggalan, melalui kegiatan &#8220;Patroli Sahur&#8221; sejumlah personel dibantu pemuda setempat mereka berkeliling keperkampungan membangunkan warga untuk sahur.</p>
<p>&#8220;Membangunkan warga untuk melakukan ibadah santap sahur merupakan tradisi yang sering dilakukan warga terutama dikalangan remaja dan Anak-anak. Hal itu juga dilakukan olek Polsek Glagah yaitu melaksanakan patroli sahur keliling ke pemukiman membawa mobil,&#8221; kata Kapolsek Glagah AKP Muhammad Kosim, SH. Minggu (3/5/2018).</p>
<p>Disamping itu, AKP Muhammad Kosim, SH juga menjelaskan kegiatan patrol sahur bersama warga dilaksanakan untuk menciptakan suasana yang kondusif di bulan Ramadhan dan juga mencegah terjadinya tindak pidana.&#8221;Kegiatan ini mendapat apresiasi warga sebab kegiatan patrol keliling sudah mulai jarang dilakukan dipemukiman perkotaan,&#8221; jelas AKP Kosim, SH.</p>
<p>Tak hanya itu, Kapolsek juga mengungkapkan kegiatan patrol memberikan manfaat bagi kamtibmas diantaranya menghilangkan kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk beraksi dan membangunkan warga untuk bersantap sahur.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini nantinya akan terus dilaksanakan secara rutin sampai akhir Ramadhan mendatang,&#8221; pungkas AKP Muhammad Kosim, SH Kapolsek Glagah<strong> (bis/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43357</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
