<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>polsek gresik kota &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-gresik-kota/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Mar 2018 12:48:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>polsek gresik kota &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Guru Ngaji asal Dukun, Tega Cabuli 4 Santri Putrinya</title>
		<link>https://memontum.com/guru-ngaji-asal-dukun-tega-cabuli-4-santri-putrinya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2018 12:48:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 81]]></category>
		<category><![CDATA[pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek gresik kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/31134-guru-ngaji-asal-dukun-tega-cabuli-4-santri-putrinya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Pagar makan tanaman, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk Husnun Nadif Jailani (35) warga Desa Bangeran Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Guru Ngaji di Ponpes Darut Tauhid ini tega mencabuli 4 orang Santri Putrinya. Pria 3 anak ini akhirnya berhasil diamankan polisi saat berada di sebuah musholah Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8212; Pagar makan tanaman, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk Husnun Nadif Jailani (35) warga Desa Bangeran Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Guru Ngaji di Ponpes Darut Tauhid ini tega mencabuli 4 orang Santri Putrinya.</p>
<p>Pria 3 anak ini akhirnya berhasil diamankan polisi saat berada di sebuah musholah Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik, pada 07 Maret 2018.</p>
<p>Pelaku yang ditangkap akhirnya mengakui semua perbuatannya. Dengan polosnya, guru ngaji cabul ini menyebut nama korbannya antara lain NF, NA, ZR, dan FN yang masih berusia 12 hingga 14 tahun.</p>
<p> &#8220;Ada 9 santriwati tapi yang saya cabuli hanya 4 santriwati,&#8221; ujarnya Senin (12/3/2018).</p>
<p>Aksi bejatnya dilakukan secara spontan saat santriwati tertidur pulas. Dia juga berdalih tidak pernah mengancam korban. Hanya saja dia berkata kepada korban untuk tidak bilang kepada siapa-siapa.</p>
<p>&#8220;Saya suruh mereka untuk diam dan tidak usah berontak. Waktu dicari Polisi saya pergi ke Madura dan mengajar ilmu agama di sana. Bukan berarti saya kabur,&#8221; kilahnya.</p>
<p>Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin bersama Kanit Pidum Ipda Moh Dawud mengatakan bahwa saat dilakukan penangkapan, pelaku tiba-tiba kabur dan terdeteksi berada di wilayah Madura.</p>
<p> &#8220;Setelah itu, persembunyian pelaku berpindah lokasi ke wilayah Driyorejo Gresik. Disitu pelaku kita temukan bersembunyi di sebuah musholah,&#8221; kata Iptu Suparmin.</p>
<p>Suparmin menuturkan, dari hasil pemeriksaan pelaku diketahui telah mencabuli 4 anak di bawah umur yang merupakan santriwatinya sendiri.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya sejak Juni 2017 sampai awal Januari 2018,&#8221; paparnya.</p>
<p>Mantan kanit Reskrim Polsek Gresik Kota ini menjelaskan bahwa dalam menjalankan aksinya, pelaku diam-diam menyelinap ke asrama putri pada malam hari. Disitu pelaku lalu mendekati salah satu korban yang sedang tertidur pulas. Tangan pelaku lalu bergerilya dengan meremas payudara korban sambil menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke alat vital korban.</p>
<p>&#8220;Tindakan pelecehan seksual ini dilakukan pelaku pada tengah malam saat situasi Ponpes sepi. Pelaku ini sudah 7 tahun mengajar di ponpes. Dari empat korban tersebut satu diantaranya telah disetubuhi oleh pelaku,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Karena terbukti melakukan perbuatan asusila, maka pelaku akan dijerat pasal 81 dan 82 UU no. 35 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. &#8220;Ditambah denda maksimal 5 milyar,&#8221; pungkasnya.<strong> (gbr/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">31134</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
