<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Kota Kediri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-kota-kediri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2019 17:21:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Kota Kediri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, Warga Ngronggo Diperiksa Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-produksi-kosmetik-ilegal-warga-ngronggo-diperiksa-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 12:46:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kota Kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/93169-diduga-produksi-kosmetik-ilegal-warga-ngronggo-diperiksa-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Saat ini jajaran Polsek Kota Kediri masih terus mendalami dugaan produsen kosmetik ilegal, dirumah kos Jalan Karanganyar RT 06/RW 01 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri kemarin. Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap Risalia Wulandari (28) pengelola kos dan salah seorang sebagai pekerja peodusen kosmetik. Kapolsek Kediri Kota, Kompol Suyitno mengatakan, petugas masih terus mendalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8211; Saat ini jajaran Polsek Kota Kediri masih terus mendalami dugaan produsen kosmetik ilegal, dirumah kos Jalan Karanganyar RT 06/RW 01 Kelurahan Ngronggo Kota Kediri kemarin.</p>
<p>Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap Risalia Wulandari (28) pengelola kos dan salah seorang sebagai pekerja peodusen kosmetik.</p>
<p>Kapolsek Kediri Kota, Kompol Suyitno mengatakan, petugas masih terus mendalami dan malukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus temuan bahan-bahan ynag diduga untuk pembuatan kosmetik di rumah kos Kelurahan Ngronggo. &#8221; Petugas harus memperhatikan semua aspek dan prosedur hukum yang berlaku, &#8221; katanya.Rabu (18/9/2019)</p>
<p>Kapolsek mengatakan, dalam menangani kasus ini tidak mau gegabah, dan tidak bisa langsung menentukan siapa pelaku atau tersangkanya. “Karena kasus ini termasuk pidana khusus, rencananya akan kami limpahkan ke Satreskrim Polresta Kediri. Semoga dalam waktu dekat dapat segera dilimpahkan, ” tegasnya.</p>
<p>Meski saat petugas gabungan dari Polsek Kediri Kota dan Satpol PP Kota Kediri melakukan pemeriksaan dilokasi tersebut, suami Risalia yang diduga pemilik bahan bahan kosmetik tersebut tidak ada di tempat. Namun, petugas Polsek Kediri Kota tetap membawa beberapa botol kemasan kosmetik dijadikan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>Berdasarkan informasi, informasi, Risalia memang mengetahui suaminya memesan beberapa bahan dan disimpan di bagian selatan tempat kos.</p>
<p>Bahkan, Risalia mengaku sering melihat aktivitas suaminya itu, saat melakukan pengolahan dan pengemasan bahan-bahan yang dipesan.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, bahan bahan yang ditemukan ditempat kos tersebut diolah atau diracik menjadi sabun, sampo, krim, dan kosmetik lainnya.<strong> (mid/aji/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93169</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terserang Jantung, Warga Keturunan Tionghoa Tewas di Atas Pohon</title>
		<link>https://memontum.com/terserang-jantung-warga-keturunan-tionghoa-tewas-di-atas-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jul 2019 04:56:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kota Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[serangan jantung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89298-terserang-jantung-warga-keturunan-tionghoa-tewas-di-atas-pohon</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Warga Kelurahan Setonopande Kecamatan Kota Kediri digemparkan dengan ditemukannya mayat Soe Jian (62) alias Bayam, warga jalan Ratulangi 28 RT/RW 004/003 yang meninggal di atas pohon Warga keturunan Tionghoa itu ditemukan tewas dalam posisi tergantung dan terjepit batang pohon dibelakang rumahnya. Kejadian tersebut dilaporkan warga ke Polsek Kota Kediri, dan tidak begtu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Warga Kelurahan Setonopande Kecamatan Kota Kediri digemparkan dengan ditemukannya mayat Soe Jian (62) alias Bayam, warga jalan Ratulangi 28 RT/RW 004/003 yang meninggal di atas pohon</p>
<p>Warga keturunan Tionghoa itu ditemukan tewas dalam posisi tergantung dan terjepit batang pohon dibelakang rumahnya.</p>
<p>Kejadian tersebut dilaporkan warga ke Polsek Kota Kediri, dan tidak begtu lama petugas Polsek bersama tim meluncur ke lokasi kejadian.</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Kota Kediri, Iptu Hadi K, menjelaskan korban diketahui meninggal dunia diatas pohon oleh tetangganya.</p>
<p>“Dari keterangan yang didapat, korban saat itu sedang melakukan kepras-kepras ranting diatas pohon. Namun warga setempat mengetahui Bayan tergantung dan terjepit diatas pohon dalam keadaan sudah meninggal dunia, “jelas Iptu Hadi K, saat dilokasi kejadian, Selasa (30/7/2019).</p>
<p>Menurut Iptu Hadi K, dari informasi keluarganya, korban mempunyai riwayat sakit jantung. Diduga akibat kelelah akhirnya terjadi serangan jantung mendadak dan meninggal dunia diatas pohon.<strong> (aji/uni/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasang Umbul-umbul Pitulasan, Sunar Tewas Tersengat Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/pasang-umbul-umbul-pitulasan-sunar-tewas-tersengat-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kota Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[tersengat listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/51270-pasang-umbul-umbul-pitulasan-sunar-tewas-tersengat-listrik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Nasib naas dialami Sunar (35) warga Jl. Abusono Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang tewas saat memasang umbul umbul dan bendera di rumah bosnya. Berdasarkan informasi, kejadian naas itu terjadi saat korban tengah memasang umbul &#8211; umbul untuk merayakan Agustusan di Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri. Kapolsek Kediri Kota Kompol Sucipto mengatakan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri </strong>&#8211; Nasib naas dialami Sunar (35) warga Jl. Abusono Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri yang tewas saat memasang umbul umbul dan bendera di rumah bosnya. Berdasarkan informasi, kejadian naas itu  terjadi saat korban  tengah memasang umbul &#8211; umbul untuk  merayakan Agustusan di Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri. </p>
<p>Kapolsek Kediri Kota Kompol Sucipto mengatakan, saat pemasangan itulah ujung umbul &#8211; umbul tersangkut di kabel listrik yang bertegangan tinggi. &#8221; Dugaan sementara korban ini mungkin tidak melihat ujung tiang umbul umbul  yang terbuat dari besi itu tersangkut kabel listrik yang tak ada kulitnya, lalu dengan seketika korban tersengat lalu jatuh dan meninggal dunia dilokasi kejadian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>    Kapolsek juga mengatakan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh tukang sayur yang kebetulan lewat. </p>
<p>&#8221; Sekitar pukul 11.00 Wib pedagang sayur melihat ada sandal yang berserakan di got, setelah dilihat ternyata mayat Sunar, &#8221; terangnya.</p>
<p>   Siang itu juga tim kepolisian beserta tim inafis dari RS Bhayangkara Kota Kediri melakukan pemeriksaan lebih lanjut. &#8220;Saat ini mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya dan untuk sementara kondisi tubuh korban terdapat beberapa luka bakar dan luka di bagian kepalanya, &#8221; tegasnya.</p>
<p>    Berdasarkan data dari Polsek Kota, korban ini memang warga Ngampel, saat itu korban tengah berkunjung ke rumah mantan Bosnya di Kelurahan Rejomulyo dan korban ini disuruh memasangkan  umbul &#8211; umbul.<strong>(mid/aji/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51270</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
