<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Polsek Kromengan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/polsek-kromengan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Oct 2019 16:43:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Polsek Kromengan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>&#8216;Njawil&#8217; Pantat Sambil Senyum di Jalanan Bisa Masuk Bui</title>
		<link>https://memontum.com/njawil-pantat-sambil-senyum-di-jalanan-bisa-masuk-bui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2019 15:22:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 289]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98114-njawil-pantat-sambil-senyum-di-jalanan-bisa-masuk-bui</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Gara-gara ulah mesum nan cabul di jalanan, dua pemuda ini berurusan dengan polisi dan masuk terungku alias penjara. Keduanya &#8220;menyentuh&#8221; bagian menonjol &#8220;depan belakang&#8221; seorang wanita. Dilakoni Yudi Dian Prasetyo (24) dan Robi Novian (22). Kedua tersangka mengaku warga Dusun Duren Gede, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kamis (17/10/2019) siang, keduanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Gara-gara ulah mesum nan cabul di jalanan, dua pemuda ini berurusan dengan polisi dan masuk terungku alias penjara. Keduanya &#8220;menyentuh&#8221; bagian menonjol &#8220;depan belakang&#8221; seorang wanita.</p>
<p>Dilakoni Yudi Dian Prasetyo (24) dan Robi Novian (22). Kedua tersangka mengaku warga Dusun Duren Gede, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Kamis (17/10/2019) siang, keduanya ditetapkan menjadi tersangka di Polsek Kromengan &#8211; Polres Malang. Dalam pemeriksaan penyidik, kedua pemuda mengakui perbuatannya dan baru pertama kali berbuat cabul di jalan raya.</p>
<p>Rabu (16/10/2019) siang, pemuda ini berboncengan naik sepeda motor L 2904 BX. Laju motor ini melewati Jalan Raya Karangrejo, Kromengan. Saat lewat itulah, kedua pemuda &#8220;terkesima&#8221; kemolekan 2 wanita yang juga berboncengan.</p>
<p>Kedua perempuan ini naik sepeda motor Beat, sebut saja Kembang (30) dan Bunga (22). Kembang dibonceng Bunga&#8211;calon adik ipar hendak menuju Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.</p>
<p>Rupanya, laju motor ini dibuntuti 2 pemuda mesum. Laju motor Versa perlahan memepet laju Honda Beat. Kuatir terjadi sesuatu, Bunga memperlambat jalannya motor.</p>
<div id="attachment_98115" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-98115" decoding="async" class="size-full wp-image-98115" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0080-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="BB : Sepeda motor jadi barang bukti sarana pelaku. (Humas Polres Malang) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0080-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0080-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0080-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191017-WA0080-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-98115" class="wp-caption-text">BB : Sepeda motor jadi barang bukti sarana pelaku. (Humas Polres Malang)</p></div>
<p>Siapa sangka, mendadak 2 tangan terulur memegang &#8220;bagian belakang&#8221; Kembang. Lihat teman yang diboncengnya mesum, Yudi tak tinggal diam. Ia ikut pula meremas &#8220;bagian depan&#8221; korban Kembang.</p>
<p>Usai merasa puas dan sukses, kedua pemuda ngacir sembari &#8220;mrecang-mrecing&#8221; alias tersenyum sembari tertawa ringan. Siapa sangka, senyuman mesum itu berbuah pahit.</p>
<p>Perbuatan keduanya langsung dilaporkan ke pihak Polsek Kromengan. Hanya hitungan jam saja, kedua pemuda langsung tertunduk lemas saat anggota Polsek Kromengan mengamankan keduanya.</p>
<p>Dari peristiwa tersebut, kaum hawa atau wanita yang menjadi korban pelecehan seksual atau pencabulan, bisa langsung melapor kejadian jika mengalami hal serupa. Perlu pula mencatat ciri pelaku cabul dan setidaknya membutuhkan seorang saksi mata saat kejadian.</p>
<p>Penangkapan kedua pemuda itu berdasar Pasal 289 KUHP yang berbunyi “Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dihukum karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan dengan pidana selama-selamanya sembilan tahun, ”.<strong> (sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98114</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kordinasi Cepat, Polsek Selorejo dan Polsek Kromengan Sukses Hadang Maling Motor</title>
		<link>https://memontum.com/kordinasi-cepat-polsek-selorejo-dan-polsek-kromengan-sukses-hadang-maling-motor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2018 12:08:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Selorejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69748-kordinasi-cepat-polsek-selorejo-dan-polsek-kromengan-sukses-hadang-maling-motor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kordinasi cepat, komunikasi tanggap antara Polsek Selorejo (Polres Blitar) dan Polsek Kromengan (Polres Malang) serta warga Jambuwer &#8211; Peniwen, berhasil berbuah penangkapan pelaku pencurian sepeda motor, Jumat (21/12/2018) sore di Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Berawal sekitar pukul 16.00, terjadi pencurian sepeda motor di Ampelgading, Selorejo, Blitar. Dua pelaku sore itu kabur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kordinasi cepat, komunikasi tanggap antara Polsek Selorejo (Polres Blitar) dan Polsek Kromengan (Polres Malang) serta warga Jambuwer &#8211; Peniwen, berhasil berbuah penangkapan pelaku pencurian sepeda motor, Jumat (21/12/2018) sore di Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. </p>
<p>Berawal sekitar pukul 16.00, terjadi pencurian sepeda motor di Ampelgading, Selorejo, Blitar. Dua pelaku sore itu kabur menuju perbatasan Malang. Adanya kejadian diketahui Polsek Selorejo sehingga segera menghubungi warga. </p>
<div id="attachment_69749" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181221-WA0082-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-69749" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181221-WA0082-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="KAPOK : Beruntung motor pelaku tidak terbakar. (ist)" width="650" height="400" class="size-full wp-image-69749" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181221-WA0082-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181221-WA0082-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-69749" class="wp-caption-text"><strong>KAPOK : Beruntung motor pelaku tidak terbakar. (ist)</strong></p></div>
<p>Warga Rekesan, Desa Jambuwer, tak tinggal diam. Selain lebih dulu menghadang laju kabur pelaku, warga juga menghubungi Polsek Kromengan. Alhasil, warga Rekesan dan Peniwen bersama anggota Polsek Kromengan berhasil meringkus dua pelaku. </p>
<p>&#8220;Benar, namun aksi pencurian di wilayah lain. Anggota kami yang mengamankan pelaku bersama warga, &#8221; urai Kapolsek Kromengan, AKP Sapto Siswahyudi SH, lewat konfirmasi ponsel, Jumat sore. </p>
<p>Ketika berhadapan dengan warga, mau tak mau pelaku mengakui asal tempat tinggalnya. Seorang pelaku sempat menyebut nama salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Kemudian, pelaku diangkut naik mobil patroli Polsek Kromengan. </p>
<p>Sore itu pula, kedua pelaku diboyong menuju Polsek Selorejo. Hingga kini, kedua pelaku masih dimintai keterangannya.<strong> (sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69748</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Residivis Maling Kromengan Nyuri Puluhan Ayam</title>
		<link>https://memontum.com/residivis-maling-kromengan-nyuri-puluhan-ayam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2018 12:17:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 362]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/61545-residivis-maling-kromengan-nyuri-puluhan-ayam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pernah masuk penjara tak membuat jera pria berumur separuh abad ini. Tersangka Sumari (55) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang kembali berulah. Selasa (23/10/2018) pagi, ia dijemput anggota Reskrim Polsek Kromengan. Tepatnya pukul 09.00, anggota meringkus tersangka dan melakukan penggeledahan. Benar saja, saar digeledah petugas, dekat rumahnya tersembunyi 10 ekor ayam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pernah masuk penjara tak membuat jera pria berumur separuh abad ini. Tersangka Sumari (55) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang kembali berulah. </p>
<p>Selasa (23/10/2018) pagi, ia dijemput anggota Reskrim Polsek Kromengan. Tepatnya pukul 09.00, anggota meringkus tersangka dan melakukan penggeledahan. </p>
<p>Benar saja, saar digeledah petugas, dekat rumahnya tersembunyi 10 ekor ayam curian. Ayam tersebut milik Fia Mirayani (40) warga Dusun  Krantil RT08/RW03, Desa Karangrejo,  Kecamatan Kromengan,  Kabupaten Malang. </p>
<p>Selain korban, ayam-ayam milik tetangga, diantaranya milik Tumiarno dan Purwaji juga sempat hilang. Korban Fia mengetahui ayamnya amblas setelah ia terkejut melihat kandang yang kosong isinya. </p>
<p>Usai melapor ke Polsek Kromengan, petugas segera menyelidikinya. Alhasil, kecurigaan mengarah pada tersangka. Sebab, tersangka pernah masuk penjara akibat aksi pencurian. Kecurigaan petugas berbuah hasil. </p>
<p>Tersangka sendiri tak berkutik saat petugas mendapati barang bukti. Ia mengakui perbuatannya. Akibat aksi panjang tangan, tersangka diduga melanggar tindak pidana pencurian sesuai pasal 362 KUHP. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">61545</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arek Ngebruk Nyopet Hp Arek Ngebruk</title>
		<link>https://memontum.com/arek-ngebruk-nyopet-hp-arek-ngebruk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2018 06:20:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[copet]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 362]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/60007-arek-ngebruk-nyopet-hp-arek-ngebruk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Apes menimpa seorang copet saat berlangsung pertunjukan kuda lumping, Sabtu (13/10/2018) pukul 16.30 di lapangan Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Tersangka Erwanda Rimadhoni (20) musti berurusan dengan warga dan anggota Polsek Kromengan. Ia tak berkutik saat warga dan anggota kepolisian menemukan barang bukti ponsel curian hasil copetan. Pemuda yang mengaku warga Jalan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Apes menimpa seorang copet saat berlangsung pertunjukan kuda lumping, Sabtu (13/10/2018) pukul 16.30 di lapangan Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. </p>
<p>Tersangka Erwanda Rimadhoni (20) musti berurusan dengan warga dan anggota Polsek Kromengan. Ia tak berkutik saat warga dan anggota kepolisian menemukan barang bukti ponsel curian hasil copetan. </p>
<p>Pemuda yang mengaku warga Jalan Raya Ngebruk RT20/RW03, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, sore mencuri ponsel milik seorang perempuan. </p>
<p>Ponsel Asus curian berada di saku belakang celana Nafa Okta Rahmawati (13) warga  Dusun Kebonsari RT11/RW02, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.</p>
<p>Berdasar keterangan Kasubaghumas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska, kasus pencurian tersebut telah ditangani Polsek Kromengan. Hingga kini, ia masih diperiksa guna penyelidikan lebih lanjut. </p>
<p>Jadi barang bukti berupa sebuah ponsel Asus warna hitam. Tersangka diduga melanggar hukum sesuai pasal 362 KUHP Tentang tindak pidana pencurian. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penipu Jual Tanah &#8220;Abal-Abal&#8221; Disergap Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/penipu-jual-tanah-abal-abal-disergap-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2018 12:23:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 378]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/47755-penipu-jual-tanah-abal-abal-disergap-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Hengki Paraditya Margarana (32) warga Jalan Bebekan RT19/RW05, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang musti diperiksa anggota Reskrim Polsek Kromengan. Ia diduga menipu seorang warga dengan penawaran penjualan tanah &#8220;abal-abal&#8221;. Ia dibekuk anggota Reskrim Polsek Kromengan, Jumat (6/7/2018) sore dan diboyong ke ruang tahanan Polsek. Selaku pelapor atau korban memberikan keterangan, Kuswanto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Hengki Paraditya Margarana (32) warga Jalan Bebekan RT19/RW05, Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang musti diperiksa anggota Reskrim Polsek Kromengan. Ia diduga menipu seorang warga dengan penawaran penjualan tanah &#8220;abal-abal&#8221;.  </p>
<p>Ia dibekuk anggota Reskrim Polsek Kromengan, Jumat (6/7/2018) sore dan diboyong ke ruang tahanan Polsek. Selaku pelapor atau korban memberikan keterangan, Kuswanto (38) warga Jalan Bebekan, RT 21 RW 05, Desa Slorok Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180718-WA0101-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-47756" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180718-WA0101-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180718-WA0101-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dua tahun silam, Kamis 24 Desember 2016, pukul 10.00, tersangka menawarkan sebidang tanah seluas 18 X 30 m2 di sekitar Bebekan. Nilainya Rp 120 juta. Tanah itu milik bibinya. Modusnya, tersangka mengaku memiliki pesan pendek jika sang bibi menyuruhnya untuk menjual tanah. </p>
<p>Sepakat harga tanah tersebut, korban mencicil pembayaran tanah. Tiga kali korban mencicil pada 24 Des 2016, 04 Jan 2017, 07 Peb 2107. Uangnya senilai Rp 25 jutaan. Jadi bukti bayar, korban menerima kuitansi. </p>
<p>Siapa sangka, saat ditanyakan ke bibi tersangka, korban terhenyak. Ia tidak menyangka jawaban sang bibi tersangka bahwa tanah tersebut ternyata tidak dijual. Alhasil, korban melaporkan tindak penipuan tersangka ke Polsek Kromengan, Senin (2/7/2018) lalu. </p>
<p>Dimintai keterangan sebagai saksi, Rani Pratiwi (27) dan Santiko Waluyo (49). Pihak polsek juga menyita barang bukti berupa 3 lembar kuitansi pembayaran atau cicilan korban. Selain ketiga pembayaran, korban pernah juga menyerahkan uang Rp 5 juta kepada tersangka yang saat itu berniat meminjam. </p>
<p>Kepada Memontum.com, Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan menjelaskan bahwa perbuatan tersangka termasuk dalam pidana penipuan sesuai pasal 378 KUHP. Perbuatan tersangka memenuhi unsur pasal tersebut. </p>
<p>&#8220;Kami sudah mediasi antara dua pihak. Namun tersangka tidak mengembalikan sesuai tenggat waktu sehingga korban melaporkannya awal Juli lalu, &#8221; papar Okta Panjaitan kepada Memontum.com.<strong> (sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cantik Kok Jadi Pengedar Pil Koplo</title>
		<link>https://memontum.com/cantik-kok-jadi-pengedar-pil-koplo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2018 12:58:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[pil koplo]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40554</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Pengedar pil koplo ternyata bukan hanya seorang pria melainkan juga wanita. Terbukti, tersangka pengedar pil perusak syaraf otak itu dilakonj seorang wanita di Kromengan. Minggu (29/4/2018) malam, anggota Reskrim Polsek Kromengan meringkus tersangka Devi Ira Susanti (21) warga Dusun Krjaan RT24/RW07, Desa/Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Tersangka diringkus petugas saat menunggu pembeli di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Pengedar pil koplo ternyata bukan hanya seorang pria melainkan juga wanita. Terbukti, tersangka pengedar pil perusak syaraf otak itu dilakonj seorang wanita di Kromengan.  </p>
<p>Minggu (29/4/2018) malam, anggota Reskrim Polsek Kromengan meringkus tersangka Devi Ira Susanti (21) warga Dusun Krjaan RT24/RW07, Desa/Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.  </p>
<p>Tersangka diringkus petugas saat menunggu pembeli di pertigaan jalan raya Slorok, Desa Slorok Kromengan, pada malam sekitar pukul 22.30. Sebelumnya, ia menjual pil koplo kepada dua orang warga. </p>
<p>Kecurigaan petugas berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya gerak-gerik orang mencurigakan di pertigaan jalan. Malam itu juga, petugas meluncur dan menggeledah dua warga. </p>
<p>Hasilnya, dua warga itu diketahui membawa pil koplo. Bareng ditanyai, kedua saksi mengaku membeli dari seorang wanita. Alhasil dilakukanlah penyelidikan lanjutan dan menjebak tersangka. Ia pun tak dapat mengelak saat petugas menyergapnya.  </p>
<p>Dalam kasus peredaran pil putih bermerk ££ alias pil koplo atau lele ini, anggota Reskrim Polsek Kromengan menyita 15 butir dalam plastik transparan dan ponsel merk Oppo warna ungu.  </p>
<p>Menurut Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan terhadap pelaku pengedar lainnya yang berjualan di wilayah hukum Kromengan. Tersangka sendiri telah dititipkan ke rumah tahanan Polres Malang. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40554</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gendam Pukuli Wajah Nenek dan Bibinya, Sakit Hati?</title>
		<link>https://memontum.com/gendam-pukuli-wajah-nenek-dan-bibinya-sakit-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2018 12:06:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 406]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Sakit hati omongan dan perilaku sang nenek, seorang cucu yang pengangguran mengamuk. Tidak hanya memukuli neneknya sendiri, ia juga menganiaya bibi serta memecahkan kaca jendela rumah. Minggu (29/4/2018) sore, anggota Reskrim Polsek Kromengan berhasil meringkus tersangka Wijianto alias Gendam (39) warga Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Ia adalah penganiaya Gini (80) dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Sakit hati omongan dan perilaku sang nenek, seorang cucu yang pengangguran mengamuk. Tidak hanya memukuli neneknya sendiri, ia juga menganiaya bibi serta memecahkan kaca jendela rumah. </p>
<p>Minggu (29/4/2018) sore, anggota Reskrim Polsek Kromengan berhasil meringkus tersangka Wijianto alias Gendam (39) warga Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.  </p>
<p>Ia adalah penganiaya Gini (80) dan Wagirah (54) yang tinggal di Desa Karangrejo RT11/RW03 Kromengan. Tersangka memukuli wajah dan kepala kedua korban seolah &#8220;kerasukan&#8221; setan. </p>
<p><a href="https://memontum.com/40219-gendam-pukuli-wajah-nenek-dan-bibinya-sakit-hati/whatsapp-image-2018-04-30-at-6-47a" rel="attachment wp-att-40225"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-30-at-6.47a.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-40225" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-30-at-6.47a.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-30-at-6.47a.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-30-at-6.47a.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-30-at-6.47a.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Aksi amuk tersangka, dilakoni Jumat (27/4/2018) lalu. Ia leluasa mengamuk dan menganiaya kedua korban karena di tempat tinggal sang nenek, hanya kaum perempuan yang menempatinya. Selain itu, tetangga tak bisa membantu karena diancam tersangka.  </p>
<p>&#8220;Korban, nenek dan bibinya. Mereka tinggal satu lingkungan. Korban tinggal wanita semua, &#8221; ungkap Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan kepada Memontum.com, Senin sore.  </p>
<p>Menurut Okta, motif penganiayaan itu dilakoni tersangka karena masalah dalam rumah tangga. Inti motif penganiayaan tidak dapat disebutkan Okta. Namun ia menjelaskan jika pemicu penganiayaan ditengarai masalah rumah tangga. </p>
<p>&#8220;Dia menganggur, sakit hati atas kesalahanpahaman dengan korban. Korban sempat dirawat di Puskesmas. Kami amankan tersangka atas laporan korban, &#8221; urai Okta Panjaitan.  </p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka dikenai dugaan pelanggaran jeratan pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Ia juga dikenai dugaan pelanggaran pasal pengrusakan sesuai pasal 406 KUHP. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngogon, ABG Pelajar Madrasah Kromengan Tenggelam</title>
		<link>https://memontum.com/ngogon-abg-pelajar-madrasah-kromengan-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2018 13:08:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bendungan lahor]]></category>
		<category><![CDATA[bocah tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/23591-ngogon-abg-pelajar-madrasah-kromengan-tenggelam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Musibah menimpa seorang anak baru gede (ABG) berusia 14 tahun saat nggogon atau mencari ikan dengan menyelam, Rabu (31/1/2018) siang di sekitar Bendungan Lahor, masuk Dusun Karanganom, Desa/Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Informasi didapat Memontum.com, Rabu siang, korban Jafar Sodiq (14) mencari ikan bersama 2 temannya. Ketiganya menyelam mencari ikan. Siang itu, hujan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Musibah menimpa seorang anak baru gede (ABG) berusia 14 tahun saat nggogon atau mencari ikan dengan menyelam, Rabu (31/1/2018) siang di sekitar Bendungan Lahor, masuk Dusun Karanganom, Desa/Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.</p>
<p>Informasi didapat <a href="https://memontum.com" rel="noopener" target="_blank">Memontum.com</a>, Rabu siang, korban Jafar Sodiq (14) mencari ikan bersama 2 temannya. Ketiganya menyelam mencari ikan. Siang itu, hujan rintik turun di lokasi tempat korban menyelam dengan temannya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0102-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-23593" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0102-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0102-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0102-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0102-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Mendadak, korban tidak kunjung muncul dari dalam air. Seorang temannya langsung berteriak meminta pertolongan. Saksi ini juga memberitahu warga sekitar sehingga informasi tersebut diketahui Polsek Kromengan.</p>
<p>Terkait adanya orang tenggelam, pihak Polsek Kromengan segera menghubungi BPBD Kabupaten Malang dan PMI Kabupaten Malang guna pencarian korban. Hingga jelang petang, tubuh korban belum ditemukan dan rencananya akan dilanjutkan besok (Kamis, 1/2/2018).</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0106-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-23592" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0106-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0106-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0106-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180131-WA0106-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dikonfirmasi lewat ponsel, Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan membenarkan adanya musibah korban tenggelam. Menurut Okta, korban berstatus pelajar Madrasah Tsanawiyah (Ringinanom). Lokasinya, mirip kanal yang kondisinya dimungkinkan ada pusaran air bawah. </p>
<p>&#8220;Besok dilanjutkan pencarian. Korban masih muda, warga Kater, ya dekat dengan lokasi, &#8221; ungkap AKP Okta Panjaitan kepada Memontum.com, Rabu jelang petang. Rencananya, besok dilakukan pencarian dengan perahu, termasuk penyelaman di titik korban menghilang. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">23591</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gadis Cantik Kromengan Disetubuhi ABG</title>
		<link>https://memontum.com/gadis-cantik-kromengan-disetubuhi-abg</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2018 12:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[dibawah umur]]></category>
		<category><![CDATA[pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kromengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/18027-gadis-cantik-kromengan-disetubuhi-abg</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Jika anak gadis di bawah umur tidak pulang semalaman atau lebih dari 24 jam, para orangtua wajib menanyakan aktifitasnya. Terlebih bila, sang anak bersama lelaki, apalagi pacarnya. Sebab, ada kemungkinan besar akan terjadinya pencabulan atau tindakan asusila. Seperti kejadian yang dialami, sebut saja Kembang (16) perempuan asal Kromengan. Ia diduga diciumu, diraba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Jika anak gadis di bawah umur tidak pulang semalaman atau lebih dari 24 jam, para orangtua wajib menanyakan aktifitasnya. Terlebih bila, sang anak bersama lelaki, apalagi pacarnya. Sebab, ada kemungkinan besar akan terjadinya pencabulan atau tindakan asusila. </p>
<p>Seperti kejadian yang dialami, sebut saja Kembang (16) perempuan asal Kromengan. Ia diduga diciumu, diraba dan digerayangi serta disetubuhi seorang pemuda seusianya. Sebut saja Njedir, berusia 16 tahun yang nekat bersikap tidak senonoh terhadap Kembang. </p>
<p>Informasi didapat Memontum.com, dari Sumber terpercaya, Kembang, pada Minggu, 31 Desember 2017, dijemput seorang pria. Malam itu, Njedir atau sang lelaki mengajaknya ke Kepanjen. Awalnya tidak terjadi perbuatan mesum. Keduanya mampir di rumah teman Njedir. </p>
<p>Hingga pada hari ketiga, Rabu (3/1/2017) tengah malam, Njedir nekat mendekati korban. Memble, teman Njedir tidak mengetahuinya karena di ruangan lain. Saat itulah, Njedir nekat menciumi korban. Bahkan sampai menyetubuhi korban. </p>
<p>Rabu pagi, korban diantar pulang ke rumahnya. Siapa sangka, perbuatan itu kemudian terkuak. Korban menceritakan pengalamannya sehingga keluarganya pun geram. Keluarga kemudian melapor ke Polsek Kromengan. </p>
<p>Penyelidikan anggota Reskrim Polsek Kromengan berujung penangkapan tersangka Njedir. Lantaran usianya masih 16 tahun, tersangka lantas dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang guna pemeriksaan lebih lanjut. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">18027</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
